Gerbang Logika Dasar: Difference between revisions
| (3 intermediate revisions by the same user not shown) | |||
| Line 4: | Line 4: | ||
Gerbang logika merupakan dasar pembentukansistem digital. Gerbang logika beroperasi dengan bilangan biner, sehingga disebut juga gerbang logika biner. Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah TINGGI atau RENDAH. Tegangan tinggi berarti 1, sedangkan tegangan rendah berarti 0. | Gerbang logika merupakan dasar pembentukansistem digital. Gerbang logika beroperasi dengan bilangan biner, sehingga disebut juga gerbang logika biner. Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah TINGGI atau RENDAH. Tegangan tinggi berarti 1, sedangkan tegangan rendah berarti 0. | ||
==Jenis-jenisGerbang Logika== | ==Jenis-jenisGerbang Logika== | ||
#Gerbang AND : Apabila semua / salah satu input merupakan bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan menjadi 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan berlogika 1. | #'''Gerbang AND''': Apabila semua / salah satu input merupakan bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan menjadi 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan berlogika 1. | ||
#Gerbang OR | #'''Gerbang OR''': Apabila semua / salah satu input merupakan bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan menjadi 1. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan berlogika 0. | ||
#Gerbang NOT : Fungsi Gerbang NOT adalah sebagai Inverter (pembalik). Nilai output akan berlawanan dengan inputnya. | #'''Gerbang NOT''': Fungsi Gerbang NOT adalah sebagai Inverter (pembalik). Nilai output akan berlawanan dengan inputnya. | ||
#Gerbang NAND : Apabila semua / salah satu input bilangan biner (berlogika) 0, maka outputnya akan berlogika 1. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan berlogika 0. | #'''Gerbang NAND''': Apabila semua / salah satu input bilangan biner (berlogika) 0, maka outputnya akan berlogika 1. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan berlogika 0. | ||
#Gerbang NOR : Apabila semua / salah satu input bilangan biner (berlogika) 1, maka outputnya akan berlogika 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan berlogika 1. | #'''Gerbang NOR''': Apabila semua / salah satu input bilangan biner (berlogika) 1, maka outputnya akan berlogika 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan berlogika 1. | ||
#Gerbang XOR : Apabila input berbeda (contoh : input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 1. Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan berlogika 0. | #'''Gerbang XOR''': Apabila input berbeda (contoh: input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 1. Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan berlogika 0. | ||
#Gerbang XNOR : Apabila input berbeda (contoh : input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 0. Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan berlogika 1. | #'''Gerbang XNOR''': Apabila input berbeda (contoh: input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 0. Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan berlogika 1. | ||
===1. Gerbang AND=== | ===1. Gerbang AND=== | ||
Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 jika semua masukan mempunyai logika 1, jika tidak maka akan dihasilkan logika 0. | Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 jika semua masukan mempunyai logika 1, jika tidak maka akan dihasilkan logika 0. | ||
[[File:GerbangLogika1.png|center|thumb|Gerbang Logika AND]] | [[File:GerbangLogika1.png|center|thumb|Gerbang Logika AND]] | ||
Pernyataan Keluaran: <math>F = A.B</math> | |||
Pernyataan Keluaran : | |||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
|+ | |+ | ||
| Line 47: | Line 42: | ||
|1 | |1 | ||
|} | |} | ||
===2. Gerbang NAND (Not AND)=== | ===2. Gerbang NAND (Not AND)=== | ||
Gerbang NAND akan mempunyai keluaran 0 bila semua masukan pada logika 1. Sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan pada gerbang NAND, maka keluaran akan bernilai 1. | Gerbang NAND akan mempunyai keluaran 0 bila semua masukan pada logika 1. Sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan pada gerbang NAND, maka keluaran akan bernilai 1. | ||
[[File:GerbangLogika2.png|center|thumb|337x337px|Gerbang Logika NAND]]Pernyataan Keluaran: <math>F = \overline{A . B}</math> | |||
[[File:GerbangLogika2.png|center|thumb|337x337px|Gerbang Logika NAND]]Pernyataan Keluaran: | |||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
|+ | |+ | ||
| Line 80: | Line 70: | ||
|0 | |0 | ||
|} | |} | ||
===3. Gerbang OR=== | ===3. Gerbang OR=== | ||
Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu dari masukannya pada keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 0, maka semua masukan harus dalam keadaan 0. | Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu dari masukannya pada keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 0, maka semua masukan harus dalam keadaan 0. | ||
Pernyataan Keluaran: | Pernyataan Keluaran: <math>F = A + B</math> | ||
[[File:GerbangLogika4.png|center|thumb|Gerbang Logika OR]] | [[File:GerbangLogika4.png|center|thumb|Gerbang Logika OR]] | ||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
|+ | |+ | ||
| Line 115: | Line 101: | ||
|1 | |1 | ||
|} | |} | ||
===4. Gerbang NOR=== | ===4. Gerbang NOR=== | ||
Gerbang NOR akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukannya pada keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 1, maka semua masukannya harus dalam keadaan 0. | Gerbang NOR akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukannya pada keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 1, maka semua masukannya harus dalam keadaan 0. | ||
[[File:GerbangLogika5.png|center|thumb|385x385px|Gerbang Logika NOR]] | [[File:GerbangLogika5.png|center|thumb|385x385px|Gerbang Logika NOR]] | ||
Pernyataan Keluaran: <math>F = \overline{A + B}</math> | |||
Pernyataan Keluaran: | |||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
|+ | |+ | ||
| Line 150: | Line 130: | ||
|0 | |0 | ||
|} | |} | ||
===5. Gerbang XOR=== | ===5. Gerbang XOR=== | ||
Gerbang XOR (dari kata exclusive OR) akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan yang berbeda. | Gerbang XOR (dari kata exclusive OR) akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan yang berbeda. | ||
[[File:GerbangLogika9.png|center|thumb|Gerbang Logika XOR]] | [[File:GerbangLogika9.png|center|thumb|Gerbang Logika XOR]] | ||
Pernyataan Keluaran: <math>F = A \oplus B</math> | |||
Persamaan: <math>F = A \oplus B = A.\bar{B} + \bar{A}.B</math> | |||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
|+ | |+ | ||
| Line 189: | Line 161: | ||
|0 | |0 | ||
|} | |} | ||
===6. Gerbang XNOR=== | ===6. Gerbang XNOR=== | ||
Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya). | Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya). | ||
[[File:GerbangLogika11.png|center|thumb|Gerbang Logika XNOR]] | [[File:GerbangLogika11.png|center|thumb|Gerbang Logika XNOR]] | ||
Pernyataan Keluaran: <math>Y = \overline{A \oplus B}</math> | |||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
|+ | |+ | ||
| Line 223: | Line 191: | ||
|1 | |1 | ||
|} | |} | ||
===7. Gerbang NOT=== | ===7. Gerbang NOT=== | ||
Gerbang NOT adalah gerbang yang mempunyai sebuah input dan sebuah output. Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (inverter), sehingga output dari gerbang ini merupakan kebalikan dari inputnya. | Gerbang NOT adalah gerbang yang mempunyai sebuah input dan sebuah output. Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (inverter), sehingga output dari gerbang ini merupakan kebalikan dari inputnya. | ||
| Line 230: | Line 197: | ||
Pernyataan Keluaran: | Pernyataan Keluaran: <math>F = \bar{A}</math> atau <math>(A')</math> | ||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
| Line 248: | Line 213: | ||
|0 | |0 | ||
|} | |} | ||
==Tabel Kebenaran== | ==Tabel Kebenaran== | ||
Tabel kebenaran adalah ta bel yang menunjukkan kombinasi input beserta outputnya pada suatu kasus logika. TABEL KEBENARAN berguna sekali untuk menganalisa suatu fungsi logika. Ada kalanya suatu kasus logika ditunjukkan oleh suatu fungsi logika atau suatu tabel kebenaran. Untuk mempermudah pemahaman perhatikan contoh berikut. | Tabel kebenaran adalah ta bel yang menunjukkan kombinasi input beserta outputnya pada suatu kasus logika. TABEL KEBENARAN berguna sekali untuk menganalisa suatu fungsi logika. Ada kalanya suatu kasus logika ditunjukkan oleh suatu fungsi logika atau suatu tabel kebenaran. Untuk mempermudah pemahaman perhatikan contoh berikut. | ||
===Contoh=== | ===Contoh=== | ||
Tunjukkan nilai kebenaran dari suatu fungsi: F = AB'C + ABC' | Tunjukkan nilai kebenaran dari suatu fungsi: F = AB'C + ABC' | ||
'''Penyelesaian''' | '''Penyelesaian''' | ||
{| class="wikitable" | {| class="wikitable" | ||
| Line 339: | Line 301: | ||
|0 | |0 | ||
|} | |} | ||
==Terkait== | ==Terkait== | ||
*[[Konversi Biner ke Desimal]] | *[[Konversi Biner ke Desimal]] | ||
| Line 358: | Line 319: | ||
*[[Diagram Venn]] | *[[Diagram Venn]] | ||
*[[Operasi Himpunan]] | *[[Operasi Himpunan]] | ||
[[Category:Matematika Diskrit]] | [[Category:Matematika Diskrit]] | ||
[[Category:Logika dan Algoritma Pemograman]] | |||
Latest revision as of 06:42, 2 February 2023
Gerbang Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan biner yaitu, angka 1 dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika Boolean sehingga dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya.
Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan diode atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay), cairan, optik dan bahkan mekanik.
Gerbang logika merupakan dasar pembentukansistem digital. Gerbang logika beroperasi dengan bilangan biner, sehingga disebut juga gerbang logika biner. Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah TINGGI atau RENDAH. Tegangan tinggi berarti 1, sedangkan tegangan rendah berarti 0.
Jenis-jenisGerbang Logika
- Gerbang AND: Apabila semua / salah satu input merupakan bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan menjadi 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan berlogika 1.
- Gerbang OR: Apabila semua / salah satu input merupakan bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan menjadi 1. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan berlogika 0.
- Gerbang NOT: Fungsi Gerbang NOT adalah sebagai Inverter (pembalik). Nilai output akan berlawanan dengan inputnya.
- Gerbang NAND: Apabila semua / salah satu input bilangan biner (berlogika) 0, maka outputnya akan berlogika 1. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan berlogika 0.
- Gerbang NOR: Apabila semua / salah satu input bilangan biner (berlogika) 1, maka outputnya akan berlogika 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan berlogika 1.
- Gerbang XOR: Apabila input berbeda (contoh: input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 1. Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan berlogika 0.
- Gerbang XNOR: Apabila input berbeda (contoh: input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 0. Sedangakan jika input adalah sama, maka output akan berlogika 1.
1. Gerbang AND
Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 jika semua masukan mempunyai logika 1, jika tidak maka akan dihasilkan logika 0.

Pernyataan Keluaran:
| Masukkan | Keluaran | |
|---|---|---|
| A | B | F |
| 0 | 0 | 0 |
| 0 | 1 | 0 |
| 1 | 0 | 0 |
| 1 | 1 | 1 |
2. Gerbang NAND (Not AND)
Gerbang NAND akan mempunyai keluaran 0 bila semua masukan pada logika 1. Sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan pada gerbang NAND, maka keluaran akan bernilai 1.

Pernyataan Keluaran:
| Masukkan | Keluaran | |
|---|---|---|
| A | B | F |
| 0 | 0 | 1 |
| 0 | 1 | 1 |
| 1 | 0 | 1 |
| 1 | 1 | 0 |
3. Gerbang OR
Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu dari masukannya pada keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 0, maka semua masukan harus dalam keadaan 0.
Pernyataan Keluaran:

| Masukkan | Keluaran | |
|---|---|---|
| A | B | F |
| 0 | 0 | 0 |
| 0 | 1 | 1 |
| 1 | 0 | 1 |
| 1 | 1 | 1 |
4. Gerbang NOR
Gerbang NOR akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukannya pada keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 1, maka semua masukannya harus dalam keadaan 0.

Pernyataan Keluaran:
| Masukkan | Keluaran | |
|---|---|---|
| A | B | Y |
| 0 | 0 | 1 |
| 0 | 1 | 0 |
| 1 | 0 | 0 |
| 1 | 1 | 0 |
5. Gerbang XOR
Gerbang XOR (dari kata exclusive OR) akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan yang berbeda.

Pernyataan Keluaran:
Persamaan:
| Masukkan | Keluaran | |
|---|---|---|
| A | B | Y |
| 0 | 0 | 0 |
| 0 | 1 | 1 |
| 1 | 0 | 1 |
| 1 | 1 | 0 |
6. Gerbang XNOR
Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).

Pernyataan Keluaran:
| Masukkan | Keluaran | |
|---|---|---|
| A | B | Y |
| 0 | 0 | 1 |
| 0 | 1 | 0 |
| 1 | 0 | 0 |
| 1 | 1 | 1 |
7. Gerbang NOT
Gerbang NOT adalah gerbang yang mempunyai sebuah input dan sebuah output. Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (inverter), sehingga output dari gerbang ini merupakan kebalikan dari inputnya.

Pernyataan Keluaran: atau
| Masukkan | Keluaran |
|---|---|
| A | F |
| 0 | 1 |
| 1 | 0 |
Tabel Kebenaran
Tabel kebenaran adalah ta bel yang menunjukkan kombinasi input beserta outputnya pada suatu kasus logika. TABEL KEBENARAN berguna sekali untuk menganalisa suatu fungsi logika. Ada kalanya suatu kasus logika ditunjukkan oleh suatu fungsi logika atau suatu tabel kebenaran. Untuk mempermudah pemahaman perhatikan contoh berikut.
Contoh
Tunjukkan nilai kebenaran dari suatu fungsi: F = AB'C + ABC'
Penyelesaian
| A | B | C | B' | C' | AB'C | ABC' | AB'C + ABC' |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 0 | 0 | 0 | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 |
| 0 | 0 | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| 0 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 |
| 0 | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
| 1 | 0 | 0 | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 |
| 1 | 0 | 1 | 1 | 0 | 1 | 0 | 1 |
| 1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 |
| 1 | 1 | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
Terkait
- Konversi Biner ke Desimal
- Konversi Desimal ke Biner
- Penjumlahan Bilangan Biner
- Pengurangan Bilangan Biner
- Equivalen
- Inferensi
- Tautologi dan Kontradiksi
- Proposisi
- Logika
- Logika Proposisi
- Varian Proposisi
- Disjungsi Inklusif dan Eksklusif
- Kuantor
- Bilangan Biner
- Bilangan Oktal
- Diagram Venn
- Operasi Himpunan