Master Boot Record (MBR)
Master Boot Record (MBR) adalah sistem pengelolaan partisi pada media penyimpanan seperti hard disk drive (HDD) dan solid-state drive (SSD) yang diperkenalkan oleh IBM pada tahun 1983,. Sistem ini berfungsi untuk menentukan bagaimana partisi dibuat dan bagaimana data disusun di dalam media penyimpanan, serta digunakan secara berpasangan dengan firmware BIOS mode Legacy. Meskipun telah menjadi standar untuk waktu yang lama, MBR kini sering disandingkan atau digantikan oleh standar yang lebih baru, yaitu GPT (GUID Partition Table).
Sejarah dan Definisi
MBR pertama kali diperkenalkan pada bulan Maret 1983 bersamaan dengan peluncuran sistem operasi IBM PC DOS 2.0. Hingga saat ini, MBR masih digunakan, terutama pada sistem komputer yang menjalankan perangkat keras atau sistem operasi generasi lama. MBR menyimpan informasi mengenai organisasi logis dari partisi media penyimpanan dan memuat kode yang diperlukan untuk proses booting sistem operasi.
Struktur dan Fitur Teknis
Struktur MBR terdiri dari tiga bagian utama yang menjadi satu kesatuan:
- Master boot code.
- Tabel partisi (partition table).
- Disk signature.
Dalam pengelolaannya, tabel partisi pada MBR memiliki batasan teknis di mana sistem hanya dapat menampung maksimal empat entri partisi jenis primary. Jika pengguna membutuhkan lebih dari empat partisi, maka harus menggunakan metode partisi logical, karena partisi primary pada MBR terbatas. Selain itu, partisi logical memiliki keterbatasan tidak dapat diatur sebagai partisi aktif dan tidak dapat digunakan untuk instalasi sistem operasi.
Kapasitas dan Keterbatasan
MBR memiliki batasan signifikan terkait kapasitas penyimpanan yang didukung. Sistem partisi ini hanya mendukung media penyimpanan dengan ukuran maksimal 2 terabyte (TB). Jika pengguna menggunakan penyimpanan dengan kapasitas di atas 2 TB, MBR tidak dapat membaca atau menggunakan sisa kapasitas yang melebihi batas tersebut.
Dari sisi keamanan data, struktur MBR dinilai kurang memiliki redundansi dibandingkan standar GPT. MBR tidak memiliki tabel partisi cadangan (backup partition table) untuk memulihkan data jika terjadi kerusakan pada tabel utama.
Kompatibilitas Sistem
Penggunaan MBR sangat bergantung pada jenis firmware motherboard dan arsitektur sistem operasi:
- Firmware: MBR dirancang untuk bekerja dengan BIOS mode Legacy,. Jika sebuah motherboard hanya mendukung Legacy Boot dan tidak mendukung UEFI, maka pengguna hanya dapat menginstal sistem operasi menggunakan disk MBR.
- Sistem Operasi: MBR adalah pilihan wajib untuk sistem operasi versi lama seperti Windows XP. Selain itu, MBR disarankan untuk instalasi sistem operasi Windows berbasis 32-bit, mengingat hanya versi 64-bit yang mendukung GPT secara penuh pada mode UEFI.
Dalam pembuatan media bootable menggunakan perangkat lunak seperti Rufus, pengguna harus memilih "MBR partition scheme" jika target sistem menggunakan BIOS lama atau campuran (BIOS or UEFI),,. Pemilihan skema MBR pada Rufus direkomendasikan jika pengguna tidak yakin dengan jenis firmware yang dimiliki komputer mereka atau jika komputer tersebut merupakan model lama.
Perbandingan dengan GPT
MBR berbeda dengan GPT (GUID Partition Table) dalam beberapa aspek teknis utama:
- Jumlah Partisi: MBR hanya mendukung 4 partisi primary, sedangkan GPT mendukung hingga 128 partisi primary.
- Ukuran Penyimpanan: MBR terbatas pada 2 TB, sementara GPT mendukung penyimpanan di atas 2 TB.
- Metode Boot: MBR digunakan pada BIOS Legacy, sedangkan GPT adalah standar untuk UEFI. Instalasi Windows pada disk MBR di sistem berbasis UEFI akan menyebabkan pesan kesalahan, kecuali mode kompatibilitas (CSM) diaktifkan.
- Integritas Data: GPT menggunakan mekanisme CRC32 dan menyimpan header cadangan untuk menjaga integritas data, fitur yang tidak dimiliki oleh MBR.
Konversi dan Pengelolaan
Pengguna dapat memeriksa jenis partisi yang digunakan melalui Disk Management di Windows atau perintah sudo fdisk -l di Linux. Jika label disk bertipe "dos", maka media penyimpanan tersebut menggunakan tabel partisi MBR. Konversi dari MBR ke GPT (atau sebaliknya) dapat dilakukan menggunakan alat baris perintah seperti DiskPart dengan perintah convert gpt atau convert mbr setelah membersihkan partisi (clean), namun proses ini akan menghapus seluruh data pada penyimpanan tersebut.