GUID Partition Table (GPT)
GUID Partition Table (disingkat GPT) adalah standar tata letak tabel partisi pada perangkat penyimpanan fisik, seperti hard disk drive (HDD) atau solid-state drive (SSD), yang menggunakan globally unique identifiers (GUID) atau pengenal unik global. GPT dikembangkan pada tahun 1990-an dan menjadi bagian dari spesifikasi Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) sebagai pengganti standar Master Boot Record (MBR) yang dianggap sudah usang,. Standar ini memungkinkan pengelolaan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dan struktur data yang lebih aman dibandingkan pendahulunya,.
Struktur dan Arsitektur
Berbeda dengan MBR yang menyimpan informasi partisi di satu lokasi, GPT memiliki struktur yang lebih kompleks untuk memastikan integritas data. Struktur GPT terdiri dari beberapa komponen utama:
- Protective MBR: Bagian ini berfungsi untuk mencegah aplikasi utilitas disk lama (berbasis MBR) salah mengenali disk GPT dan menimpa data di dalamnya.
- Primary GUID Partition Table Header: Berisi informasi mengenai ukuran disk, lokasi header itu sendiri, serta lokasi secondary header.
- Partition Entry Arrays: GPT menyimpan daftar entri partisi utama serta cadangan (backup).
- Redundansi Data: GPT menyimpan salinan tabel partisi di bagian awal dan akhir disk (header utama dan cadangan). Selain itu, GPT menggunakan algoritma Cyclic Redundancy Check (CRC32) untuk mendeteksi kerusakan data pada tabel partisi.
Kapasitas dan Partisi
GPT dirancang untuk mengatasi keterbatasan teknis yang ada pada skema MBR:
- Ukuran Penyimpanan: GPT mendukung media penyimpanan dengan kapasitas lebih dari 2 TB (Terabyte), yang merupakan batas maksimal pada disk MBR. Pengguna dapat memanfaatkan seluruh kapasitas penyimpanan pada drive berukuran besar.
- Jumlah Partisi: Secara teoritis, jumlah partisi pada GPT tidak terbatas. Namun, pada implementasi sistem operasi Windows, jumlah partisi dibatasi hingga 128 partisi primary tanpa perlu menggunakan extended partition atau logical drive. Hal ini berbeda dengan MBR yang hanya mendukung maksimal 4 partisi primary.
Kompatibilitas Sistem
Penggunaan GPT berkaitan erat dengan jenis firmware pada motherboard komputer.
- UEFI: GPT adalah standar partisi untuk firmware UEFI. Instalasi sistem operasi pada disk GPT umumnya mewajibkan penggunaan mode boot UEFI. Jika pengguna mencoba menginstal Windows pada disk GPT menggunakan mode Legacy BIOS, sistem akan menampilkan pesan kesalahan.
- Sistem Operasi: Sistem operasi modern seperti Windows 7, Windows 8, Windows 10, Windows 11, serta edisi Windows Server mendukung GPT. Namun, untuk melakukan booting dari disk GPT, diperlukan sistem operasi versi 64-bit dan motherboard yang mendukung UEFI,. Windows XP versi 32-bit hanya mendukung MBR.
Penggunaan dalam Pembuatan Media Bootable
Dalam pembuatan media instalasi USB (misalnya menggunakan perangkat lunak Rufus), pemilihan skema partisi GPT menentukan kompatibilitas dengan target sistem.
- Konfigurasi Rufus: Saat membuat bootable USB untuk instalasi Windows atau Linux, pengguna harus memilih "GPT partition scheme" jika target sistem menggunakan UEFI,. Sebaliknya, skema MBR dipilih untuk sistem dengan BIOS lama (Legacy).
- Sistem Berkas (File System): Pengembang Rufus menyarankan penggunaan sistem berkas FAT32 untuk kompatibilitas UEFI, kecuali terdapat berkas tunggal yang berukuran lebih dari 4 GB dalam ISO instalasi, di mana sistem berkas NTFS diperlukan,. Rufus secara otomatis dapat mendeteksi kebutuhan ini.
Konversi dan Manajemen
Sistem operasi Windows menyediakan alat seperti Disk Management dan baris perintah DiskPart untuk memeriksa atau mengubah jenis partisi. Mengubah disk dari MBR ke GPT menggunakan perintah clean pada DiskPart akan menghapus seluruh data pada partisi tersebut, sehingga pencadangan data diperlukan sebelum proses konversi. Mode boot pada BIOS/UEFI juga mungkin perlu disesuaikan (misalnya menonaktifkan Compatibility Support Module atau CSM) agar sistem dapat melakukan booting secara optimal dari disk GPT.