Jump to content

KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online)

From Wiki
Source: grid.id

Kekerasan Berbasis Gender Online adalah tindakan kekerasan atau pelecehan seksual yang merugikan salah satu gender, terutama perempuan melalui perantara teknologi internet. KBGO bukanlah tindak kekerasan secara fisik, melainkan tindak kekerasan secara verbal.

Mungkin istilah KBGO masih terdengar asing di telinga awam. Namun, perilaku KBGO, baik secara sengaja maupun tidak sengaja sering terjadi di era digital ini.

Berdasarkan data dalam laporan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) selama tahun 2020 terdapat 940 laporan kasus KBGO. Angka ini meningkat daripada tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 241 kasus.

Dalam artian, peningkatan KBGO meningkat selama pandemi Covid-19 berlangsung di mana hampir segala aktivitas berpindah ke digital (daring). Data tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan internet selama pandemi selaras dengan peningkatan jumlah kasus KBGO.

Terdapat delapan bentuk kekerasan seksual yang telah dilaporkan ke Komnas Perempuan, yaitu pendekatan untuk memperdaya (cyber grooming), pelecehan online (cyber harassment), peretasan (hacking), konten ilegal (illegal content), pelanggaran privasi (infringement of privacy), ancaman distribusi foto/video pribadi (malicious distribution), pencemaran nama baik (online defamation), dan rekrutmen online (online recruitment).

Penyebab dan Contoh Tindakan KBGO

Menurut Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Mariam F. Barata, banyak kasus KBGO disebabkan oleh data pribadi yang tersimpan di internet.

“Sehingga perlu waspada terhadap jejak digital yang ditinggalkan karena bisa disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan kekerasan berbasis online,” kata Mariam seperti yang dilansir dalam rilis Aptika.

Lebih lanjut, menurut Mariam KBGO juga dapat disebabkan oleh:

  • Serangan siber;
  • human error atau negligent insider;
  • outsourcing data ke pihak ketiga;
  • perbuatan orang dalam yang dilakukan secara sengaja;
  • kegagalan sistem;
  • rendahnya kepedulian (awareness);
  • ketidakpedulian dengan kewajiban regulasi.

Sementara itu tindakan-tindakan yang termasuk dalam KBGO cukup banyak, termasuk:

  • penyalahgunaan data pribadi;
  • pelanggaran privasi; distribusi foto dan video pribadi;
  • pencemaran nama baik;
  • peretasan;
  • konten ilegal;
  • fetisiasi;
  • pelecehan dan penghinaan secara online;
  • ancaman kekerasan secara online;
  • perdagangan wanita online.

Solusi Mengatasi dan Mencegah Masalah KBGO Sebagian besar kasus KBGO terjadi akibat pelanggaran privasi yang terjadi di ranah online. Maka, cara terbaik untuk mengatasi permasalahan KBGO adalah meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat untuk meningkatkan keamanan data pribadi.

Selain itu, pemerintah juga harus bertindak melalui RUU Pelindungan Data Pribadi yang merupakan instrumen hukum untuk melindungi data pribadi warga negara dari praktik penyalahgunaan.

Dalam kesempatan yang sama, Mariam menyebutkan sejumlah cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk meningkatkan keamanan data pribadi, antara lain:

  • Memisahkan akun pribadi dengan akun publik;
  • Rutin melakukan cek dan mengatur ulang pengaturan privasi;
  • Menggunakan password yang kuat dan menyalakan verifikasi login;
  • Tidak sembarang percaya aplikasi pihak ketiga;
  • Berhati-hati dengan URL yang dipendekkan;
  • Menghindari berbagi lokasi pada waktu nyata (real time location sharing);
  • Melakukan data detox dengan kurangi jejak digital;
  • dan Menjaga kerahasiaan pin atau password pada ponsel atau laptop pribadi.

Terkait

Source