Jump to content

Debian: Konfigurasi Hostname v2

From Wiki
Revision as of 18:02, 14 December 2025 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "Bayangkan kalian punya 30 teman di kelas, tapi semuanya tidak punya nama. Kalau Pak Guru mau panggil satu orang, pasti bingung kan? Harus tunjuk-tunjuk atau panggil "Woy kamu!". Nah, komputer di jaringan juga begitu. '''Hostname''' itu ibarat '''Nama Panggilan''' atau '''Name Tag''' untuk komputer kalian. * Tanpa hostname yang jelas, kita bakal pusing membedakan mana komputer server, mana komputer klien, atau mana komputer guru. * Secara bawaan (default), biasanya nama...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Bayangkan kalian punya 30 teman di kelas, tapi semuanya tidak punya nama. Kalau Pak Guru mau panggil satu orang, pasti bingung kan? Harus tunjuk-tunjuk atau panggil "Woy kamu!".

Nah, komputer di jaringan juga begitu. Hostname itu ibarat Nama Panggilan atau Name Tag untuk komputer kalian.

  • Tanpa hostname yang jelas, kita bakal pusing membedakan mana komputer server, mana komputer klien, atau mana komputer guru.
  • Secara bawaan (default), biasanya namanya cuma "debian". Kita akan ubah jadi nama yang lebih keren atau sesuai fungsi, misalnya server-sekolah.

Gampang kok, cuma butuh edit 2 file saja. Yuk, kita mulai!

Langkah-Langkah Konfigurasi

Pastikan kalian sudah login sebagai root (Super User) ya, yang tandanya pagar (#), bukan dollar ($).

1. Cek Nama Saat Ini

Sebelum diganti, kita lihat dulu nama aslinya apa. Ketik perintah ini:

hostname

Biasanya akan muncul tulisan debian.

2. Edit "KTP" Komputer (/etc/hostname)

Langkah pertama, kita ubah file identitas utamanya. File ini isinya cuma satu kata, yaitu nama komputer itu sendiri.

  • Ketik perintah untuk membuka file:
    • (Catatan: Kalau kalian belum bisa pakai vim, bisa pakai nano juga).
  • Hapus nama lama (misalnya debian), lalu ganti dengan nama baru, contohnya: server-sekolah.
  • Simpan dan keluar.

3. Edit "Buku Alamat" Komputer (/etc/hosts)

Setelah ganti nama di KTP, kita harus update buku alamat sistem biar komputer sadar kalau nama dia sudah berubah. Kalau tidak diganti, komputer bisa "bingung" saat memanggil dirinya sendiri.

  • Buka file hosts:
  • Kalian akan melihat baris seperti ini: 127.0.0.1 localhost 127.0.1.1 debian <-- Nah, baris kedua ini yang perlu diubah.
  • Ganti kata debian (nama lama) menjadi server-sekolah (nama baru).
  • Formatnya biasanya begini: [IP Address] [Nama Domain] [Hostname]. Contoh: 192.168.10.1 sekolah.edu server-sekolah.
  • Simpan dan keluar.

4. Aktifkan Perubahan

Nama sudah diganti di file, tapi sistem yang sedang berjalan belum sadar kalau namanya berubah. Kita perlu "menyentil" sistemnya biar sadar.

  • Ketik perintah ini:
  • Atau kalau mau cara paling pasti, restart saja komputernya:

5. Verifikasi (Cek Ulang)

Setelah aktif, coba cek lagi apakah namanya sudah berubah.

  • Ketik lagi:
hostname
  • Kalau yang muncul adalah server-sekolah, berarti selamat! Kalian sukses memberi nama pada server kalian.