Jump to content

Debian: Konfigurasi Hostname v2

From Wiki

Konfigurasi hostname adalah proses penetapan nama unik pada sebuah sistem komputer untuk keperluan identifikasi dalam suatu jaringan. Dalam sistem operasi Linux, hostname utama (atau canonical) disimpan dalam berkas /etc/hostname dan dikomunikasikan ke kernel Linux melalui skrip inisiasi. Tujuan dari penetapan nama ini adalah untuk mempermudah identifikasi mesin oleh manusia dibandingkan menggunakan alamat IP numerik.

Metode Konfigurasi

Terdapat beberapa metode untuk mengatur hostname, bergantung pada distribusi Linux dan sistem inisialisasi yang digunakan.

1. Menggunakan Perintah hostnamectl

Pada sistem yang menggunakan systemd seperti CentOS 7, utilitas hostnamectl digunakan untuk mengelola konfigurasi nama host.

  • Untuk melihat status hostname saat ini, perintah yang digunakan adalah
hostnamectl.
  • Untuk mengubah hostname, perintah yang digunakan adalah hostnamectl set-hostname [nama_baru] --static,.

2. Penyuntingan Berkas Konfigurasi

Metode manual melibatkan penyuntingan langsung pada berkas sistem menggunakan editor teks seperti nano atau vim.

  • Berkas /etc/hostname: Nama host didefinisikan dalam berkas ini. Pengguna dapat mengubah isinya dengan perintah seperti nano /etc/hostname atau vim /etc/hostname,. Perubahan melalui metode ini umumnya memerlukan restart sistem agar berlaku efektif.
  • Aplikasi Langsung: Untuk menerapkan nama baru tanpa reboot, pengguna dapat menggunakan perintah echo “[nama_baru]” > /etc/hostname yang diikuti dengan eksekusi /bin/hostname –F /etc/hostname,.

3. Pemetaan Lokal (/etc/hosts)

Selain mengatur nama mesin, konfigurasi sering kali melibatkan pemetaan alamat IP ke hostname dalam berkas /etc/hosts. Hal ini memungkinkan resolusi nama lokal sebelum sistem membaca DNS server. Format konfigurasi dalam berkas ini adalah alamat IP diikuti dengan nama host atau nama domain lengkap (FQDN), contohnya: 127.0.0.1 localhost atau 192.168.0.1 server.kangtain.com server,.

Verifikasi

Status hostname dapat diverifikasi melalui beberapa cara:

  • Menjalankan perintah hostname pada shell untuk melihat nama sistem saat ini,.
  • Membaca nilai langsung dari sistem berkas virtual kernel dengan perintah cat /proc/sys/kernel/hostname.
  • Menggunakan perintah hostname -I untuk melihat alamat IP yang diasosiasikan dengan host tersebut.

Struktur Penamaan

Nama host sering kali menggunakan format Fully Qualified Domain Name (FQDN), yang mencakup nama host dan nama domain, misalnya server.kangtain.com. Konfigurasi hostname biasanya dilakukan pada tahap instalasi sistem operasi, namun dapat diubah kapan saja oleh administrator sistem.