Keamanan Siber di Bidang Perbankan
Di zaman sekarang, semua sudah menjadi serba digital. Termasuk di sektor finansial seperti perbankan. Kita sebagai nasabah dapat melakukan transaksi perbankan dimana saja dan kapan saja, melalui internet (e-banking), telepon selular (m-banking), telepon (phone banking), ataupun lewat sms (sms-banking).
Ini tentunya memudahkan kita sebagai nasabah dalam melakukan transaksi keuangan, tetapi di sisi lain dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan. Berikut beberapa tips untuk mengamankan diri dari kejahatan siber dibidang perbankan.
Penipuan lewat telepon
Penipuan ini dilakukan melalui komunikasi telepon. Biasanya, pelaku kejahatan akan menelepon kita dengan memberi kabar-kabar tertentu seperi menapat hadiah, keluarga mengalami musibah atau menyatakan minat atas barang yang kita iklankan. Kemudian, si penelepon akan memandu kita untuk menuju ATM untuk melakukan apa yang mereka inginkan sesuai dengan instruksi yang diberikan ke kita.
Bagaimana Cara Menghindarinya?
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah cek identitas si pe-nelepon dan lakukan pengecekan atas informasi yang kita terima.Pada umumnya perusahaan penyelenggara undian tidak meminta pemenang untuk mentransfer sejumlah dana kepada perusahaan penyelenggara.
Jika kita menerima telepon yang mengarbarkan bahwa keluarga kita mendapat musibah, jangan panic dan jangan mengikuti perintah apapun yang diberitahukan oleh si penelopon. Lakukan hal yang sama dengan menanyakan identitas dan melakukan pengecekan.
Jika kita memasang iklan, berhati-hatilah dengan si penelopon yang tertarik dengan iklanmu dengan sangat mudah untuk setuju dengan harga yang kita tawarkan dan berjanji akan mentransfer sejumlah uang sebagai “tanda jadi atau uang muka”. Jangan mudah terpengaruh jika diminta mengecek saldo ke ATM. Segera tutup telepon kita.
Penipuan lewat email
Penipuan juga dapat terjadi melalui email kita. Email tersebut seolah-olah berasal dari bank resmi sehingga kelihatan asli.
Pelaku kejahatan biasanya akan meminta kita untuk memasukkan nomor rekening dan nomor PIN. Modus serupa juga dilakukan dengan membuat website alamat bank kita yang seolah-olah asli tetapi sebenarnya adalah website palsu.
Di website tersebut, kita juga akan diminta hal serupa ini dengan alasan untuk memperbarui data pribadi kita.
Bagaimana Cara Menghindarinya?
Jika mendapat email seperti ini yang mencurigakan, jangan pernah membalas dengan mengisi nomor rekening (atau user-id) dan nomor PIN karena bank seharusnya sudah memiiki data kita. Jika kita masuk ke website bank untuk melakukan transaksi perbankan, pastikan alamat website bank sudah benar dan kita memiliki prosedur keamanan tambahan seperti token, disamping user-id dan password.