Jump to content

Keamanan Siber di Bidang Perbankan

From Wiki

Di zaman sekarang, semua sudah menjadi serba digital. Termasuk di sektor finansial seperti perbankan. Kita sebagai nasabah dapat melakukan transaksi perbankan dimana saja dan kapan saja, melalui internet (e-banking), telepon selular (m-banking), telepon (phone banking), ataupun lewat sms (sms-banking).

Ini tentunya memudahkan kita sebagai nasabah dalam melakukan transaksi keuangan, tetapi di sisi lain dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan. Berikut beberapa tips untuk mengamankan diri dari kejahatan siber dibidang perbankan.

Penipuan lewat telepon

Penipuan ini dilakukan melalui komunikasi telepon. Biasanya, pelaku kejahatan akan menelepon kita dengan memberi kabar-kabar tertentu seperi menapat hadiah, keluarga mengalami musibah atau menyatakan minat atas barang yang kita iklankan. Kemudian, si penelepon akan memandu kita untuk menuju ATM untuk melakukan apa yang mereka inginkan sesuai dengan instruksi yang diberikan ke kita.

Bagaimana Cara Menghindarinya?

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah cek identitas si pe-nelepon dan lakukan pengecekan atas informasi yang kita terima.Pada umumnya perusahaan penyelenggara undian tidak meminta pemenang untuk mentransfer sejumlah dana kepada perusahaan penyelenggara.

Jika kita menerima telepon yang mengarbarkan bahwa keluarga kita mendapat musibah, jangan panic dan jangan mengikuti perintah apapun yang diberitahukan oleh si penelopon. Lakukan hal yang sama dengan menanyakan identitas dan melakukan pengecekan.

Jika kita memasang iklan, berhati-hatilah dengan si penelopon yang tertarik dengan iklanmu dengan sangat mudah untuk setuju dengan harga yang kita tawarkan dan berjanji akan mentransfer sejumlah uang sebagai “tanda jadi atau uang muka”. Jangan mudah terpengaruh jika diminta mengecek saldo ke ATM. Segera tutup telepon kita.

Penipuan lewat email

Penipuan juga dapat terjadi melalui email kita. Email tersebut seolah-olah berasal dari bank resmi sehingga kelihatan asli.

Pelaku kejahatan biasanya akan meminta kita untuk memasukkan nomor rekening dan nomor PIN. Modus serupa juga dilakukan dengan membuat website alamat bank kita yang seolah-olah asli tetapi sebenarnya adalah website palsu.

Di website tersebut, kita juga akan diminta hal serupa ini dengan alasan untuk memperbarui data pribadi kita.

Bagaimana Cara Menghindarinya?

Jika mendapat email seperti ini yang mencurigakan, jangan pernah membalas dengan mengisi nomor rekening (atau user-id) dan nomor PIN karena bank seharusnya sudah memiiki data kita. Jika kita masuk ke website bank untuk melakukan transaksi perbankan, pastikan alamat website bank sudah benar dan kita memiliki prosedur keamanan tambahan seperti token, disamping user-id dan password.

Penipuan melalui penawaran investasi dengan imbalan bunga yang sangat tinggi

Modus ini biasanya mengatasnamakan perusahaan yang menawarkan investasi dengan janji imbalan bunga yang sangat tinggi. Kita harus berhati-hati dengan penawaran seperti ini karena terdapat sejumlah penawaran yang terbukti tidak dapat memenuhi imbal hasil sebagaimana dijanjikan.

Bagaiman Cara Menghindarinya?

Kita harus bersikap kritis dalam mempertimbangkan penawaran seperti ini. Apakah wajar? Segara lakukan pengecekan terhadap kredibilitas perusahaan yang menawarkan investasi dan pastikan kita terlindungi dari sisi hukum sebelum memutuskan untuk melakukan suatu investasi.

Penipuan dengan menggunakan kartu kredit di Internet

Sekarang ini semakin banyak toko atau merchant yang menawarkan produk dan jasa melalui telepon ataupun internet, dengan kemudahan pembayaran menggunakan kartu kredit. Biasanya, kita hanya diminta untuk menyebutkan nomor kartu kredit, masa berlaku (expiry date) dan 3 (tiga) digit kode rahasia yang tertera di bagian belakang kartu kredit kita, dengan demikian transaksi pun dapat terjadi.

Bagaimana Cara Menghindarinya?

Ketika kita mendapat tawaran seperti ini, kita harus mengerti tentang produk dan jasa yang ditawarkan dari toko atau merchant tersebut, dan juga memahami tentang syarat & ketentuan dari barang atau jasa yang ditawarkan. Jangan pernah memberikan nomor kartu kredit, masa berlaku dan 3 (tiga) digit kode rahasia yang terletak di bagian belakang kartu kredit kita kepada siapapun, kecuali untuk beberapa keperluan tertentu di mana kita telah menyetujuinya.

Pemalsuan nomor telpon call center bank kita

Modus ini termasuk yang paling sering terjadi. Pelaku kejahatan akan membuat seolah-olah mesin ATM bank kita rusak dan kartu kita tertelan. Otomatis kita menjadi panic dan tanpa sadar akan menghubungi nomor call center ”palsu” yang ada di sekitar mesin ATM. Kemudian kita akan diminta penerima telepon untuk menyebutkan nomor PIN dan dijanjikan bahwa kartu ATM pengganti akan segera dikirimkan. Padahal, itu adalah cara mereka untuk mengambil uang kita dengan mengetahui PIN dan kartu kita.

Bagaimana Cara Menghindarinya?

Pastikan kita mengetahui nomor call center resmi bank kita. Jika perlu, catat nomor telepon 24 jam bank kita. Jika Anda menghubungi nomor tersebut, pada umumnya kita akan dijawab oleh mesin penjawab otomatis dan diminta untuk memasukkan pilihan jasa tertentu, bukan oleh suara penerima telepon secara langsung. Perlu kita ingat juga, jangan pernah memberikan nomor PIN karena bank tidak akan pernah meminta nomor PIN nasabahnya.

Sebagai tambahan agar dapat mencegah kejadian tersebut, kita juga dapat membuat pin ATM, m-banking, e-banking yang kemungkinan orang lain tidak mengetahuinya dan mudah diingat, dan juga membuat salinan dokumen pribadi jikalau terjadi pencurian data. Segera batalkan transaksi jika kita menemukan hal-hal yang mencurigakan seperti memasukkan data yang sensitif ketika mendaftarkan sebuah transaksi. Itulah beberapa tipe kejahatan siber di bidang perbankan dan tips bagaimana cara mengatasinya jika kita mengalami kejadian-kejadian tersebut.

Source

  • internetsehat.id
  • Ebook Siberpedia Keamanan Siber - Internet Sehat Literasi Digital