Jump to content

Kapasitor:Pengukuran

From Wiki
Revision as of 18:26, 30 October 2021 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "Kapasitor merupakan salah satu komponen elektronika yang sangat penting, karena hampir selalu dipakai dalam setiap peralatan elektronika. Seperti halnya komponen elektronika l...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Kapasitor merupakan salah satu komponen elektronika yang sangat penting, karena hampir selalu dipakai dalam setiap peralatan elektronika. Seperti halnya komponen elektronika lainnya, kapasitor juga mempunyai besaran atau nilai tertentu yang menunjukkan ukuran atau kemampuan dari kapasitor tersebut.

Besaran pada kapasitor disebut dengan kapasitansi. Kapasitansi dari sebuah kapasitor menunjukkan kemampuan dari kapasitor untuk menyimpan muatan listrik.

Sebelum melakukan pengukuran nilai kapasitansi pada kapasitor perlu mengetahui terlebih dahulu berapa nilai yang akan diukur. Membaca nilai kapasitor yang menggunakan angka secara langsung angka tersebut merupakan nilai yang sesungguhnya tidak akan mengalami kesulitan, misalnya kapasitor elektrolit yang nilainya langsung tertulis dengan angka misal 1000µF/ 50V.

Tidak semua kapasitor nilainya langsung tertulis yang sesungguhnya ada kalanya ditulis dengan kode, oleh sebab itu perlu mengetahui nilai tersebut agar pada saat pengukuran tidak salah menentukan nilainya.

Sering kali mengalami kesulitan untuk membaca nilai pada kapasitor keramik, mika, kertas, polyester dan kapasitor non polar lainnya. Sebenarnya tiap jenis kapasitor tersebut telah tertulis kode nilai dibadannya, namun terkadang memang cukup sulit membedakannya misalnya kapasitor 104J, 202M, 473K dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, perlu menghitung nilai kapasitansi kapasitor yang sebenarnya supaya mengetahui nilainya sebelum melakaukan pengukuran nilai kapasitansinya.

Agar dapat menghitung nilai kapasitor yang menggunakan kode angka , maka purlu mengetahui satuan nilai kapasitor.

  • 1 Farad (F) = 1000000 Mikro Farad (µF)
  • 1µF = 1000 nF
  • 1nF = 1000pF
  • 1 F = 106 µF
  • 1 µF = 103 Kp / nF
  • 1 KP = 1 nF = 103 pF
  • 1 µF = 106 pF

Kode Angka dan Huruf pada Kapasitor

Kode Angka Gelang 1

(Angka pertama)

Gelang 2

(Angka kedua)

Gelang 3

(Angka ketiga)

Kode Huruf

(Toleransi / %)

0 - 0 1 B
1 1 1 10 C
2 2 2 102 D
3 3 3 103 F = 1
4 4 4 104 G = 2
5 5 5 105 H = 3
6 6 6 106 J = 5
7 7 7 107 K = 10
8 8 8 108 M = 20
9 9 9 109

Contoh

  • kode kapasitor = 562 J 100 V artinya : besarnya kapasitas = 56 x 102 pF = 5600 pF; besarnya toleransi = 5%; kemampuan tegangan kerja = 100 Volt.
  • Kode kapasitor = 100 nJ artinya : besarnya kapasitas = 100 nF; besarnya toleransi = 5%.

Toleransi Kapasitor

Kapasitor juga memiliki nilai toleransi seperti resistor, dimana toleransi adalah merupakan nilai lebih kurangnya dari nilai yang tertulis dibadan kapasitor pada saat dilakaukan pengukuran. Beberapa kode nilai toleransi antara lain :

  • J = 5%
  • K = 10%
  • M = 20%
  • P = (20-30% )
  • Z = (10-20% )

Misal kapasitor tertulis nilai 104J 2,5kV maka nilai kapasitor tersebut 100nF toleransi 5%, maka pada saat dilakukan pengukuran nilainya antara 95nF dan sampai dengan 105nF.

Membaca nilai Kapasitor

Cara perhitungan nilai kapasitor sebenarnya mirip dengan cara menghitung resistor berdasarkan gelang warna dan tetap memiliki nilai toleransi.

Nilai toleransi tersebut berfungsi untuk mengetahui batas maksimal dan batas minimal nilai kapasitansi pada kapasitor atau pun resistansi pada resistor.

Contoh:

Jika sebuah kapasitor tertulis 105J 100V berapa nilai kapasitansinya ?

Penyelesaian

Jadi 105J 100V
= 10X105
=1000000 = 1juta pF = 1000nF = 1µF
J = toleransi 5%
100V = kemampuan diberi tegangan.

Terkait