Debian: Konfigurasi Hostname v2: Difference between revisions
Created page with "Bayangkan kalian punya 30 teman di kelas, tapi semuanya tidak punya nama. Kalau Pak Guru mau panggil satu orang, pasti bingung kan? Harus tunjuk-tunjuk atau panggil "Woy kamu!". Nah, komputer di jaringan juga begitu. '''Hostname''' itu ibarat '''Nama Panggilan''' atau '''Name Tag''' untuk komputer kalian. * Tanpa hostname yang jelas, kita bakal pusing membedakan mana komputer server, mana komputer klien, atau mana komputer guru. * Secara bawaan (default), biasanya nama..." |
No edit summary |
||
| Line 1: | Line 1: | ||
Konfigurasi ''hostname'' adalah proses penetapan nama unik pada sebuah sistem komputer untuk keperluan identifikasi dalam suatu jaringan. Dalam sistem operasi Linux, ''hostname'' utama (atau ''canonical'') disimpan dalam berkas <code>/etc/hostname</code> dan dikomunikasikan ke kernel Linux melalui skrip inisiasi. Tujuan dari penetapan nama ini adalah untuk mempermudah identifikasi mesin oleh manusia dibandingkan menggunakan alamat IP numerik. | |||
== Metode Konfigurasi == | |||
Terdapat beberapa metode untuk mengatur ''hostname'', bergantung pada distribusi Linux dan sistem inisialisasi yang digunakan. | |||
=== '''1. Menggunakan Perintah hostnamectl''' === | |||
Pada sistem yang menggunakan ''systemd'' seperti CentOS 7, utilitas <code>hostnamectl</code> digunakan untuk mengelola konfigurasi nama host. | |||
* Untuk melihat status ''hostname'' saat ini, perintah yang digunakan adalah | |||
<code>hostnamectl</code>. | |||
* Untuk mengubah ''hostname'', perintah yang digunakan adalah <code>hostnamectl set-hostname [nama_baru] --static</code>,. | |||
=== 2. | === '''2. Penyuntingan Berkas Konfigurasi''' === | ||
Metode manual melibatkan penyuntingan langsung pada berkas sistem menggunakan editor teks seperti <code>nano</code> atau <code>vim</code>. | |||
* | * '''Berkas /etc/hostname''': Nama host didefinisikan dalam berkas ini. Pengguna dapat mengubah isinya dengan perintah seperti <code>nano /etc/hostname</code> atau <code>vim /etc/hostname</code>,. Perubahan melalui metode ini umumnya memerlukan ''restart'' sistem agar berlaku efektif. | ||
* | * '''Aplikasi Langsung''': Untuk menerapkan nama baru tanpa ''reboot'', pengguna dapat menggunakan perintah <code>echo “[nama_baru]” > /etc/hostname</code> yang diikuti dengan eksekusi <code>/bin/hostname –F /etc/hostname</code>,. | ||
=== '''3. Pemetaan Lokal (/etc/hosts)''' === | |||
Selain mengatur nama mesin, konfigurasi sering kali melibatkan pemetaan alamat IP ke ''hostname'' dalam berkas <code>/etc/hosts</code>. Hal ini memungkinkan resolusi nama lokal sebelum sistem membaca DNS server. Format konfigurasi dalam berkas ini adalah alamat IP diikuti dengan nama ''host'' atau nama domain lengkap (FQDN), contohnya: <code>127.0.0.1 localhost</code> atau <code>192.168.0.1</code> <code>server.kangtain.com server</code>,. | |||
== | == Verifikasi == | ||
Status ''hostname'' dapat diverifikasi melalui beberapa cara: | |||
* | * Menjalankan perintah <code>hostname</code> pada ''shell'' untuk melihat nama sistem saat ini,. | ||
* Membaca nilai langsung dari sistem berkas virtual kernel dengan perintah <code>cat /proc/sys/kernel/hostname</code>. | |||
* | * Menggunakan perintah <code>hostname -I</code> untuk melihat alamat IP yang diasosiasikan dengan ''host'' tersebut. | ||
* | |||
== | == Struktur Penamaan == | ||
Nama | Nama ''host'' sering kali menggunakan format ''Fully Qualified Domain Name'' (FQDN), yang mencakup nama host dan nama domain, misalnya <code>server.</code><code>kangtain.com</code>. Konfigurasi ''hostname'' biasanya dilakukan pada tahap instalasi sistem operasi, namun dapat diubah kapan saja oleh administrator sistem. | ||
[[Category:Linux]] | |||
[[Category:Debian]] | |||