Jump to content

Jaringan Komputer Dasar: Perangkat Jaringan: Difference between revisions

From Wiki
Created page with "Perangkat jaringan pada komputer merupakan alat pendukung untuk menjalankan tranformasi data sehingga perangkat bersangkutan dapat beroperasi. Sebuah komputer yang digunakan biasanya memerlukan beberapa alat sebagai pengirim data, misalnya router, wireless, wireless card, lan card dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagaimana dengan fungsi perangkat keras jaringan bahwa alat-alat seperti router itu akan bekerja sesuai dengan kegunaan, ia akan mengirimkan data ke per..."
 
No edit summary
Line 1: Line 1:
Perangkat jaringan pada komputer merupakan alat pendukung untuk menjalankan tranformasi data sehingga perangkat bersangkutan dapat
Perangkat jaringan pada komputer merupakan alat pendukung untuk menjalankan tranformasi data sehingga perangkat bersangkutan dapat beroperasi.
 
beroperasi.


Sebuah komputer yang digunakan biasanya memerlukan beberapa alat sebagai pengirim data, misalnya router, wireless, wireless card, lan card dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sebuah komputer yang digunakan biasanya memerlukan beberapa alat sebagai pengirim data, misalnya router, wireless, wireless card, lan card dan masih banyak lagi yang lainnya.
Line 60: Line 58:


Dengan demikian ketika hub mengirimkan data pada semua perangkat yang terhubung, maka bandwidth jaringan akan overload. Sebagai akibatnya kecepatan akses data pada jaringan tersebut akan melambat. Hub ini memang cukup efektif untuk menghubungkan jumlah komputer yang tidak terlalu banyak. Namun ketika jumlah komputer yang dihubungkan lebih banyak lagi, maka hub ini akan menjadi kendala. Pada saat itulah perangkat seperti switch digunakan.
Dengan demikian ketika hub mengirimkan data pada semua perangkat yang terhubung, maka bandwidth jaringan akan overload. Sebagai akibatnya kecepatan akses data pada jaringan tersebut akan melambat. Hub ini memang cukup efektif untuk menghubungkan jumlah komputer yang tidak terlalu banyak. Namun ketika jumlah komputer yang dihubungkan lebih banyak lagi, maka hub ini akan menjadi kendala. Pada saat itulah perangkat seperti switch digunakan.
=== 3. Switch ===
Switch adalah sebuah perangkat jaringan pada komputer yang menghubungkan perangkat pada sebuah jaringan komputer dengan menggunakan pertukaran paket untuk menerima, memproses dan meneruskan data ke perangkat yang dituju.
Banyak orang yang kesulitan untuk membedakan berbagai perangkat jaringan, terutama membedakan antara switch dengan hub. Perbedaan utama HUB adalah dari data yang dikirim atau diteruskan. Switch hanya mengirim data kepada perangkat yang memang membutuhkannya, dan tidak mengirimkan data yang sama kepada semua perangkat yang berada pada jaringan tersebut.
Switch juga dianggap sebagai jembatan dengan banyak port yang menggunakan alamat dari hardware untuk memproses dan mengirimkan data pada layer kedua dari model OSI. Beberapa jenis switch juga bisa memproses data pada layer ketiga dengan menambahkan fungsi routing yang biasanya memakai alamat IP untuk melakukan pengiriman paket. Itulah sebabnya mengapa ada yang membedakan switch menjadi dua jenis, yaitu switch layer dua dan switch layer tiga.
==== a. Fungsi Switch ====
Fungsi utama dari sebuah switch adalah menerima informasi dari berbagai sumber yang tersambung dengannya, kemudian menyalurkan informasi tersebut kepada pihak yang membutuhkannya saja. Tetapi selain itu switch juga memiliki fungsi lainnya yang berkaitan dengan area komunikasinya di layer kedua.
Fungsi selanjutnya dari switch adalah melakukan verifikasi terhadap setiap paket yang didapatkannya, sebelum mengarahkannya ke tempat yang dituju.
Selanjutnya switch berfungsi untuk mengirimkan data ke lokasi yang dituju.
Switch juga berfungsi untuk mengatur paket data yang akan dikirimkan. Entah itu mau diperkuat atau justru dibatasi jumlah paketnya.
Fungsi switch yang hampir sama dengan hub adalah sebagai titik pusat dari koneksi jaringan. Semua data dan informasi yang diterima akan dipusatkan di dalam switch terlebih dahulu sebelum disalurkan melalui jaringannya. Sebagai titik pusat, kondisi switch akan sangat mempengaruhi kondisi dari jaringannya.
Jika switch yang dipakai berkualitas buruk atau bahkan terjadi kerusakan, maka akan menimbulkan gangguan di seluruh jaringan. Fungsi switch yang terakhir adalah sebagai repeater dan splitter. Maksud dari repeater adalah sebagai penguat jaringan. Switch bisa dipakai untuk memperluas area cakupan dari jaringan yang dibuat tanpa membutuhkan kabel yang panjang. Sedangkan fungsi splitter adalah sebagai pemecah jaringan.
Hal ini biasanya dilakukan di kantor yang memiliki banyak lantai, sehingga setiap lantai dapat memiliki jaringan tersendiri, meskipun sebenarnya berada dalam satu jaringan utama yang sama.
==== b. Cara Kerja Switch dan Bedanya dengan Hub ====
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, beberapa orang mungkin agak bingung untuk membedakan antara switch dengan hub, padahal jika diteliti lebih lanjut ternyata ada beberapa perbedaan diantara keduanya. Perbedaan yang telah sedikit dibahas adalah mengenai cara kerjanya. Hub hanya berfungsi untuk menerima dan mengirimkan informasi yang diterimanya. Sedangkan switch tidak hanya melakukan penerimaan dan pengiriman saja tetapi juga melakukan pengecekan dan pemrosesan.
Hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan berikutnya, yaitu layer tempat mereka bekerja. Switch memiliki area kerja di layer kedua yaitu data link, sedangkan hub berada pada layer satu atau physical sehingga memiliki fungsi yang hampir sama dengan kabel yaitu menyalurkan data saja.
Switch tentu saja lebih handal daripada hub karena melakukan penyeleksian terhadap perangkat yang terhubung dengannya. Dengan demikian switch bisa mengetahui darimana informasi berasal dan hendak dibawa kemana.
Sedangkan hub akan langsung menerima dan mengirim informasi ke semua perangkat yang tersambung padanya.
Berkat sistem seleksi tersebut tentunya membuat kinerja switch menjadi lebih cepat karena bisa langsung mengirim data ke tempat yang sesuai, sedangkan hub terhambat karena mengirim data secara menyeluruh. Perbedaan lain adalah pada sisi pengaturan. Hub sama sekali tidak bisa diatur, sedangkan switch bisa mengatur perangkat mana yang bisa terhubung dengannya. Serta bisa membagi satu jaringan menjadi dua atau lebih.
=== 4. Access Point ===
Dalam ilmu jaringan komputer, pengertian Wireless Access Point perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh atau perangkat standar lainnya. Wireless Access point umumnya dihubungkan ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless (seperti laptop, printer yang memiliki wifi) dan perangkat kabel pada jaringan.
==== a. Fungsi acces point : ====
* Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan.
* Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.
* Access point dapat memancarkan atau mengirim koneksi data / internet melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dbm atau mw) semakin luas jangkauannya.
==== b. Penerapan Wireless Acces Point ====
Hotspot merupakan salah satu penerapan WIreless Acces Point yang paling umum, dimana klien nirkabel dapat terhubung ke internet tanpa memperhatikan jaringan tertentu yang telah mereka sambungkan saat itu. Di kota kota besar atau di daerah tertentu hotspot umumnya disediakan dalam rumah makan, perpustakaan, stasiun, atau daerah publik lainnya yang memungkinkan banyak orang untuk dapat terus tersambung ke jaringan internet.
=== 5. Kabel ===
Kabel jaringan adalah sebuah perangkat keras komputer, yang mana
berbentuk seperti kabel serta dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan
sebagai penghubung.
Kabel jaringan digunakan agar bisa menghubungkan dari satu perangkat
jaringan ke perangkat lainnya ataupun menghubungkan 2 hingga lebih
komputer untuk dapat berbagi daya. Kabel jaringan berperan sebagai media
transmisi yang terarah di dalam jaringan komputer.
Kabel jaringan sendiri memiliki beberapa tipe yang memang disesuaikan
dengan kebutuhan pengguna, topologi jaringan yang digunakan, ukuran
jaringan, kondisi, dan protocol.
=== 6. NIC ===
NIC adalah sebuah peralatan elektronik yang dibuat pada sebuah papan PCB
yang akan melakukan konversi sinyal sehingga sebuah workstation bisa
mengirim dan menerima data dalam jaringan. Sering disebut juga dengan
Ethernet card, atau sering juga disebut LAN card. NIC merupakan kartu
jaringan yang dipasang pada slot ekspansi pada komputer. Slot yang diperlukan
bisa berupa slot PCI atau ISA. Selain itu terdapat juga beberapa card yang
diperuntukkan khusus bagi laptop atau notebook dengan socket PCMCIA.
Sedangkan untuk output portnya dapat berupa port BNC, AUI (Thick Ethernet),
dan UTP.
Sebuah NIC memiliki alamat khusus yang disebut sebagai ethernet address atau
MAC address. Alamat ini adalah berupa kode heksa 48-bit. Setiap NIC memiliki
alamat yang berbeda. Bila sebuah komputer hendak berkomunikasi dengan
komputer lainnya maka ia akan memancarkan sinyal untuk mencari alamat NIC
yang dituju. Jika alamat tersebut telah ditemukan, maka komunikasi antar dua
kartu ethernet dapat dilakukan. Bila NIC yang dituju ternyata tengah
menangani komunikasi dengan kartu ethernet lain nya, maka terjadi tabrakan
data atau collision. Keduanya kemudian akan berhenti memancarkan sinyal,
menunggu untuk kembali memancarkan sinyal dalam waktu yang acak,
sehingga kemudian dapat berkomunikasi kembali.
1) Fungsi NIC
Fungsi NIC digunakan sebagai sarana menerima dan mengirimkan data melalui
kabel jaringan. Adapun tugas dari NIC adalah sebagai berikut:
a. Transfer data ke komputer lain dengan terlebih dahulu mempersiapkan data
dari komputer agar dapat dilewatkan ke media penghubung.
b. Mengontrol aliran data antar komputer dan sistem perkabelan.
c. Menerima data yang ditransfer dari komputer lain lewat kabel dan
menterjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer
2) Prinsip Kerja NIC
NIC bekerja pada lapisan fisik, di mana data dipecah menjadi bit kemudian
dikirim melalui jaringan ke komputer lain yang kemudian dirangkai kembali
menjadi data utuh. Setiap NIC memiliki kode unik tersendiri, artinya cuma ada
satu, yang terdiri atas 12 digit kode yang disebut dengan MAC Address
(Media Access Control). Tujuan adanya MAC address adalah untuk
menghindari tabrakan antar data di jaringan. Misalnya node akan mengirimkan
paket data, maka sebelumnya akan melihat apakah jaringan sedang
mengirimkan paket data atau tidak. Jika node melihat jaringan tidak
melakukan pengiriman paket data, maka node akan melakukan pengiriman
paket data.
Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node sedang mengirimkan
paket data, maka akan terjadi collision. Jika terjadi collision, maka node dan
jaringan akan berhenti bersamaan untuk mengirimkan paket data. Setelah
berhenti, node dan jaringan akan menunggu waktu secara acak untuk
mengirimkan paket data. Paket data yang mengalami collision akan dikirim
kembali saat ada kesempatan. Cara kerja ini sering dinamakan metode
CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access/Collison Detection), yaitu pengurusan
bagi pengiriman data oleh komputer/node secara serentak.
=== 7. Modem ===
Modem merupakan suatu singkatan dari modulator dan demodulator,
modulator dan demodulator memiliki kegunaannya tersendiri. Modulator
memiliki kegunaan untuk dapat memproses suatu penumpukan data yang ada
pada sinyal informasi kepada sinyal pembawa agar dapat di kirimkan kepada
penggunanya dengan media tertentu. Proses seperti ini di sebut dengan proses
modulasi. Proses yang terjadi di pc atau komputer adalah terbentuknya sinyal
digital yang akan di ubah menjadi bentuk sinyal analog.
Demulator memiliki kegunaanya tersendiri yaitu untuk menjadi suatu proses
yang di gunakan untuk mendapatkan kembali data yang di kirimkan oleh si
pengirim. Di dalam proses tersebut ada data yang di pisahkan dari frekuensi
yang tinggi dan data tersebut berbentuk analog maka di rubah kembali kedalam
bentuk sinyal digital yang akan dapat di baca oleh komputer atau pc.
1) Jenis-Jenis Modem
Modem di dunia ini memiliki banyak sekali macamnya, jenis modem yang ada
di bedakan menjadi beberapa macamnya berdasarkan pemasangannya dan dari
jaringan modem tersebut. modem menurut jenis pemasangannya dapat di
bedakan menjadi dua yaitu modem jenis internal dan modem jenis eksternal.
a. Modem Internal
Modem internal ini merupakan jenis modem yang berbentuk kartu yang dapat
di pasangkan ke dalam slot yang ada pada motherboard di pc atau komputer.
Kelebihan yang di miliki oleh modem jenis ini adalah cara memasangnya yang
mudah serta harga dari modem ini yang relative lebih murah.
b. Modem Eksternal
Modem eksternal ini merupakan jenis modem yang di pasangkan di luar dari
kompunen komputer. Umumnya jenis modem ini di pakai dengan
memasangkannya ke dalam slot usb yang ada di komputer atau pc tersebut.
Jenis modem yang di bedakan berdasarkan jaringannya di bedakan
menjadi dua jenis ada modem dengan media kabel da nada yang tidak
menggunakan kabel atau berjenis nirkabel.
a. Modem Dengan Kabel
Modem dengan kabel ini merupakan jenis modem yang menggunakan media
kabel untuk dapat menjadi perantara mengirimkan jaringan datanya.
b. Modem Tanpa Kabel
Modem tanpa kabel ini merupakan jenis modem yang mengunakan media
nirkabel untuk dapat menjadi perantara untuk mengirimkan jaringan datanya,
seperti modem CDMA dan juga modem GSM.
2) Fungsi Modem
Modem memiliki fungsinya yaitu untuk dapat mengubah sinyal yang di terima
berupa sinyal digital menjadi analog dan sinyal yang berbentuk analog menjadi
sinyal digital. Prose perubahan yang di lakukan itu di namakan dengan
modulasi. cara kerja dari modem dapat di bagi menjadi dua bagian yaitu berupa
modulator yang dapat mengubah sinyal digital di dalam komputer untuk dapat
di jadikan sinyal yang nantinya akan dapat mengakses jaringan internet.
Selanjutnya berupa demodulator yang dapat mengubah sinyal analog yang di
terima oleh modem menjadi sinyal berbentuk digital untuk masuk kedalam
komputer.
=== 8. Repeater ===
Secara bahasa, kata Repeater berasal dari bahasa Inggris “Repeat” yang
memiliki arti pengulangan. Secara terminologi, definisi repeater yaitu pengulang
kembali, atau secara lengkapnya yaitu alat yang berfungsi untuk mengulang
atau meneruskan kembali signal ke area sekitar perangkat ini dengan lebih
mudah.
Definisi repeater yaitu suatu alat atau perangkat yang mempunyai fungsi untuk
menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal Wifi yang belum terjangkau oleh sinyal
dari server, yang mana tujuan hal itu adalah untuk menangkap sinyal Wifi.
Untuk memenuhi hal tersebut, repeater dibuat menjadi dua alat yakni sebagai
penerima sinyal dari server (client) dan sebagai penyebar lagi sinyal Wifi
(Accesspoint). Repeater yang ada pada ruangan merupakan suatu alat yang
terpasang di titik tertentu dalam jaringan demi tujuan memperbaharui sinyal
agar memiliki kembali kekuatan dan bentuknya seperti semula.
Tujuannya adalah untuk memanjangkan jarak yang bisa dijangkau. Hal itu
diperlukan karena sinyal mengalami perubahan bentuk dan melemah selama
transmisi. Repeater pada ruangan tersusun atas antena Yagi yang fungsinya
untuk menerima sinyal di luar ruangan. Selanjutnya, akan diteruskan ke
booster untuk dikuatkan. Setelah itu, dipancarkan dengan Antena Omni
menjadikan di daerah itu ada sinyal yang lemah menjadi lebih kuat.
1) Fungsi Repeater
Herlambang dan Aziz (2008) menyatakan, Repeater mempunyai fungsi sebagai
penguat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel kemudian
memancarkan kembali sinyal itu dengan kekuatan yang sama dengan sinyal
asli di segmen kabel lain.
Fungsi Repeater antara lain yaitu:
a. Untuk mengcakup daerah yang lemah sinyal dari server (pemancar).
b. Untuk memudahkan akses sinyal Widi yang dari server.
c. Untuk meluaskan jangkauan sinyal dari server atau pemancar.
Pemakaian repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN yang
harus digunakan protocol physical layer yang sam antara segmen kabel itu.
Diantara contohnya dengan repeater dapat menghubungkan dua buah segmen
kabel Ethernet 10BASE2.
2) Jenis-Jenis Repeater
Adapun jenis-jenis repeater antara lain yaitu :
a. Telephone repeater
Telephone Repeater merupakan jenis repeater yang dipasang di saluran telepon
dengan sinyal yang akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh
menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon bisa lebih jepas.
b. Optical communication repeater
Optical Communications repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya
menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik (fiber optic cable). Di jenis
repeater ini, dalam serat kabel optik ada informasi digital secara fisik berwujud
sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbuat dari foton yang bisa tersebar
secara mengacak dalam kabel serat optik.
c. Radio repeater
Radia repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya untuk menguatkan
sinyal radio. Pada umumnya, jenis repeater ini mempunyai satu antena yang
fungsinya dan juga secara receiver dan transmitter.
Repeater jenis ini akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa menerima sebelum
dipancarkan kembali. Sinyal itu dipancarkan melalui sinyal repeater ini akan
bisa menembus objek penghalang.
3) Cara Kerja Repeater
Fungsi repeater yaitu untuk menyebarluaskan jangkauan jaringan Wifi. Hal ini
dapat dijalankan dengan cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan
lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal itu sudah masuk ke repeater yang
dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya yang bertugas
untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang kedua memancarkan
kembali data sinyal itu.
Sesudah menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan menjalankan
perubahan frekuensi menjadikan bisa mengeluarkan manfaat untuk sinyal data
yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Untuk itu, sinyal juga akan
menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang lebih luas.
Proses seperti itu, repeater mempunyai dua sistem yanag sering dipakai. Sistem
repeater dalam jaringan dinamakan dengan analog repeater dan digital repeater.
=== 9. Konektor ===
Konektor adalah alat yang dapat menguhubungkan perangkat-perangkat
jaringan ke kabel fiber optik sehingga transmisi data dapat berjalan dengan
baik.Tanpa adanya konektor kabel-kabel jaringan tidak dapat terhubung
dengan network adaptor atau NIC.
1) Fungsi Konektor
Fungsi konektor ada untuk menjaga transmitter maupun receiver atau
mengirim dan menerima sinyal informasi dengan baik tanpa ada gangguan dan
masalah. Oleh karena itu, ketepatan koneksi dan jenis konektor yang
diguanakan sangat berpengaruh pada data yang ditransmisikan. Ataupun
secara singkatnya fungsi Konektor adalah sebagai penghubung antara
perangkat satu dengan perangkat yang lainnya namun ada juga beberapa
konektor yang memiliki fungsi yang berbeda.
2) Jenis-Jenis Konektor
Berikut beberpa jenis konektor, yaitu:
a. Konektor BNC
BNC (Bayonet Neill-Concelman) Konektor yang sangat umum adalah jenis RF
Konektor digunakan untuk terminating coaxial cable. Penggunaan konektor
BNC (Bayonet Neill-Concelman) ini biasanya digunakan dalam kabel coaxial
untuk televisi, radio, komputer pada topologi tertentu.
Konektor BNC merupakan alternatif dari Konektor RCA komposit jika
digunakan untuk video pada perangkat video komersial, walaupun banyak
konsumen elektronik dengan perangkat RCA jacks dapat digunakan dengan
BNC hanya peralatan komersial video melalui adaptor sederhana.
Konektor BNC digunakan untuk koneksi sinyal seperti:
1) Analog dan digital interface serial sinyal video.
2) Amatir radio antena.
3) Penerbangan elektronik ( avionik ).
4) Peralatan uji.
b. Konektor RJ
Konektor RJ adalah standar fisik jaringan – baik konstruksi dan wiring jack pola
untuk menghubungkan telekomunikasi data. Perangkat pendukung jaringan
komputer ini berfungsi untuk menghubungkan, kabel UTP kedalam komputer
melalui port RJ yang dihubungkan dalam NIC.
Kabel konektor RJ ini banyak jenis tipenya, namun untuk jenis kabel yang
standar dipake di daerah Amerika adalah tipe RJ11, RJ14, RJ45. Dan Setiap
konektor harus disesuaikan dengan tipe NIC dan tipe kabelnya masing –
masing.
c. Konektor Pada Koaxial
Berikut adalah macam-macam konektornya:
1) BNC RG59
Konektor BNC RG59 ini adalah Konektor yang digunakan sebagai penghubung
antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera.
Konektor ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG6.
Konektor BNC RG59 ini adalah merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para
ahli dan juga banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi
CCTVnya. Konektor BNC RG59 ini dihubungkan ke kabel coaxial dengan
cara di-crimping.
2) BNC to BNC
Konektor BNC to BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk menyambung
kabel dari BNC RG6 yang akan dihubungkan ke Monitor, TV, dan DVR.
Konektor BNC to BNC ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli
dan juga banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi
CCTVnya.
3) BNC-RCA
Konektor BNC – RCA ini adalah Konektor yang digunakan untuk merubah
BNC menjadi RCA yang
akan dihubungkan ke Monitor atau ke TV. Konektor BNC – RCA ini merupakan
adalah terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan juga banyak dipakai oleh
pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.
d. Konektor FC
FC (Fiber Connector), konektor jenis ini digunakan untuk kabel single mode
dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan
transmitter maupun receiver.
Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi, sehingga jika
dipasangkan dengan perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
Selain itu kebel ini mempunya akurasi yang dangat tinggi jika di hubungkan
dengan transmitter maupun reciever.
=== 10. PC Server ===
Server merupakan sebuah tempat yang dipenuhi dengan berbagai macam
informasi, dimana server memiliki tugas utama untuk memberikan sebuah
service atau layanan bagi para klien yang terhubung dengannya. Terdapat
berbagai macam jenis server yang ada dengan fungsi yang berbeda-beda,
misalnya saja web server yang digunakan untuk menyimpan data dalam sebuah
web, FTP server yang menangani perpindahan file (transfer file), mail server yang
melayani urusan email para klien, database server untuk menyimpan berbagai
macam data atau file dan lain sebagainya.
Sebuah komputer dapat memiliki peran sebagai server, klien, atau bahkan
keduanya. Misalnya saja, Anda memakai sebuah komputer A untuk mengakses
website milik pengguna B, maka kini Anda berperan sebagai klien. Sebaliknya,
jika pengguna B menggunakan komputernya untuk mengakses
website Anda, maka Anda kini berperan sebagai server. Konsep tersebut lebih
dikenal dengan sebutan konsep peer to peer.
1) Jenis-Jenis Server
Proxy server, salah satu jenis server yang digunakan untuk membatasi
permintaan data.
Terdapat beragam jenis server yang ada, dengan fungsi dan kegunaan yang
berbeda-beda. Berbagai jenis server tersebut bisa anda lihat dibawah ini:
a. Proxy server: membatasi permintaan data, kinerja koneksi, dan berbagi file
antar server dan client di luar jaringan. Selain itu, proxy server ini juga berfungsi
sebagai gerbang antara jaringan lokal dan jaringan luar (internet)
b. Telnet server: mengatur komputer dengan melakukan log in dan log out pada
komputer host.
c. Virtual server: membuat sejumlah server fisik seolah- olah seperti menjadi
beberapa server.
d. Web server: menyimpan konten pada website dan berkomunikasi
menggunakan HTTP.
e. Audio dan video server: menyimpan fitur multimedia sebuah website.
f. FTP server: mengatur transfer data dalam sebuah jaringan
g. Aplikasi server: mengolah perintah yang diberika oleh klien dan
menghubungkannya dengan database.
h. Mail server: menyimpan berbagai macam surat elektronik, menangani
berbagai permintaan klien.
i. News server: mendistribusikan berbagai macam berita melalui jaringan berita.
2) Fungsi Server
Walaupun terdapat beragam jenis server, namun secara umum sebuah server
memiliki fungsi yang sama. Berikut merupakan berbagai macam fungsi server
secara umum:
a. Melayani dan bertanggung jawab penuh terhadap permintaan data dari
komputer klien.
b. Menyediakan berbagai macam resource untuk dapat digunakan semua
komputer klien yang masuk dalam jaringan, baik itu berupa perangkat keras
maupun perangkat lunak/aplikasi.
c. Bertanggung jawab dalam mengatur lalu-lintas data.
d. Menyimpan berbagai file dan data untuk dapat diakses bersama-sama
menggunakan protokol FTP.
e. Mengatur hak akses (permissions) ke dalam sebuah jaringan, sehingga tidak
semua klien mampu mengakses data yang terdapat dalam komputer server.
f. Menyediakan aplikasi dan database yang mampu dijalankan di semua
komputer klien.
g. Memberikan perlindungan untuk komputer klien dengan pemasangan
firewall atau anti malware di komputer klien.
3) Manfaat Penggunaan Komputer Server
Dengan menggunakan sebuah komputer server, berbagai biaya dan juga waktu
dapat dipangkas, sehingga sebuah kegiatan menjadi lebih ekonomis. Misalnya
saja, jika di sebuah perusahaan terdapat sebuah komputer server yang
terhubung ke semua komputer lain sebagai kliennya, maka sebuah data dapat
dibagikan ke sesama klien dalam jaringan perusahaan tersebut.
Kemudian jika misalnya ada komputer klien yang ingin mencetak sebuah file,
maka bisa langsung melalui komputer server, sehingga hanya dibutuhkan satu
buah printer saja. Tentu jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan jika harus
melakukan pemasangan printer untuk tiap komputer yang ada di perusahaan
tersebut. Untuk membuat sebuah komputer server, terdapat beberapa hal yang
harus diperhatikan, seperti:
a. RAM: kapasitas memori yang besar agar proses multitasking menjadi lebih
cepat.
b. Processor: komputer sever sebaiknya memiliki kecepatan akses
prosesor yang mumpuni agar kinerja tetap terjaga dan tidak down.
c. Hard Drive: berguna untuk menyimpan berbagai
macam data komputer klien yang terpusat pada komputer server. Kebanyakan
server canggih lebih memilih menggunakan SSD ketimbang hard drive atau
harddisk karena performa atau kinerjanya lebih baik.
4) Cara Kerja Server
Secara sederhana, server bekerja atas permintaan dari sebuah klien. Misalnya
saja, untuk kasus web server, ketika Anda mengetikkan suatu alamat website
menggunakan browser, maka artinya komputer Anda sedang bertindak
sebagai klien yang meminta informasi kepada web server. Web server tersebut
kemudian mengirimkan isi website ke komputer Anda, sehingga Anda pun
dapat mengakses isi website tersebut.
Untuk kasus lainnya, seperti server FTP, mungkin agak sedikit berbeda. Pada
server FTP, Anda dapat mengunggah sebuah dokumen atau data menuju server
FTP, sehingga dapat disimpan dalam server tersebut. Sebagai klien, Anda
berhak untuk menyimpan data Anda di server FTP.
Nantinya, jika ada orang lain yang tergabung dalam jaringan server tersebut dan
ingin mengunduh data atau dokumen Anda, maka server FTP akan
menyediakan koneksi untuk klien lain tersebut. Secara umum, semua jenis
server bekerja dengan menjalankan fungsi-fungsi yang telah disebutkan
sebelumnya, mulai dari melayani permintaan data dari klien hingga
memberikan perlindungan pada komputer klien. Hanya saja, untuk jenis server
yang berbeda, hal yang dilayani pun berbeda.

Revision as of 19:30, 29 October 2023

Perangkat jaringan pada komputer merupakan alat pendukung untuk menjalankan tranformasi data sehingga perangkat bersangkutan dapat beroperasi.

Sebuah komputer yang digunakan biasanya memerlukan beberapa alat sebagai pengirim data, misalnya router, wireless, wireless card, lan card dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagaimana dengan fungsi perangkat keras jaringan bahwa alat-alat seperti router itu akan bekerja sesuai dengan kegunaan, ia akan mengirimkan data ke perangkat lain sehingga jaringan bisa terhubung.

Peralatan teknologi jaringan komputer dan telekomunikasi

Berikut adalah beberapa nama alat jaringan komputer yang sering kita temui dan menggunakannya. Biasanya untuk harga pendukung perangkat komputer tersebut juga tidaklah terlalu mahal, namun demikian harga juga ditentukan dengan kualitas barangnya.

1. Router

Router adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih sehingga pengiriman data dari satu perangkat ke perangkat lain bisa diterima. Router juga bisa menghubungkan network/jaringan yang

menggunakan topologi seperti bus, star dan ring.

Dengan adanya perangkat bernama router tadi maka dua jaringan yang berbeda dapat terhubung, sebagai contoh 135.165.112.6/24 bisa terhubung ke 163.190.231.4/24 begitu dengan sebaliknya. Proses melakukan routing ini terjadi pada layer ke tiga pada OSI Layer. Perlu diketahui juga jika cara kinerja router tersebut hampir sama dengan bridge yang sama sama meneruskan data.

Penggunaan router ini sering digunakan dalam teknologi jaringan berbasis protokol TCP/IP. Untuk router yang digunakan dalam hal ini sering disebut dengan IP router. Selain itu, router juga bisa digunakan untuk membuat koneksi antara jaringan LAN dengan sebuah layanan telekomunikasi (telekomunikasi leased line / Digital Subscriber Line). Router ini sering disebut dengan access server.

Ada juga router yang menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi jaringan DSL (Digital Subscriber Line). Router ini dinamakan DSL router. Router-router di atas biasanya sudah dilengkapi dengan adanya fitur firewall.

Router juga memiliki kemampuan untuk memblokir lalu lintas data yang dikirimkan melalui broadcast. Hal itu mencegah terjadinya broadcast storm yang bisa mengakibatkan kinerja jaringan lebih lambat.

Fungsi router:

  • Router berfungsi utama sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Perbedaannya dengan switch adalah jika switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu lokal area network (LAN).
  • Router men-transmisikan information dari satu jaringan ke jaringan lainnya yang system kerjanya mirip dengan bridge.

2. HUB

Hub atau lebih dikenal dengan istilah network hub adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya dalam suatu sistem jaringan. Komputer yang terhubung melalui hub ini dapat saling bertukar informasi satu sama lain. Namun tidak hanya terbatas pada komputer saja, segala perangkat yang berhubungan dengan komputer dapat dihubungkan dengan hub ini.

Hub memiliki sistem kerja yang mirip dengan switch. Hanya saja jika pada switch, data yang ditransfer akan diteruskan ke port yang spesifik (port yang memang menjadi tujuannya). Sementara itu pada hub, data yang diterima akan dikirimkan ke seluruh perangkat yang terkoneksi ke dalam port tersebut.

Sehingga dalam kasus ini hub tidak melakukan penyaringan maupun pengalihan ke jaringan lainnya.

Dengan demikian, jika ada sebuah hub dengan 8 port dan ada 5 port yang aktif, maka data yang masuk akan diteruskan ke 5 port yang aktif tersebut. Hal ini tentu menjamin bahwa informasi dapat terkirim dengan baik. Namun dari segi efisiensi tentu kurang bagus dikarenakan akan menghabiskan bandwidth jaringan. Oleh karena itu pada umumnya orang lebih memilih switch daripada hub.

a. Fungsi Hub

Hub memiliki fungsi yang memungkinkan perangkat yang terhubung dengan untuk saling bertukar informasi. Dengan demikian komputer yang terhubung pada hub ini akan bisa bertukar data. Pada umumnya hub ini digunakan pada sistem jaringan LAN kecil yang memiliki kompleksitas jaringan yang tidak terlalu tinggi. Secara umum hub sendiri dibedakan menjadi 3 macam, yaitu

  1. passive hub,
  2. active hub, dan
  3. intelligent hub.

Passive hub adalah hub yang mempunyai kemampuan untuk menerima dan mengirimkan data dari dan ke komputer yang terhubung ke hub tersebut.

Sedangkan active hub adalah hub yang menerima data dari perangkat yang terhubung dengannya, kemudian mempunyai kemampuan memperkuat data sebelum dikirimkan ke perangkat lain yang terhubung pada hub tersebut.

Jenis terakhir adalah intelligent hub, yaitu hub yang dilengkapi dengan fungsi-fungsi tambahan tertentu. Melalui fungsi-fungsi tambahan tersebut, hub tipe ini bisa melakukan pengaturan dan pengawasan kepada arus pergerakan data pada hub tersebut.

b. Cara Kerja Hub

Hub bekerja dengan cara menerima data dari perangkat yang terhubung ke dalam port-nya dan mengirimkan ke perangkat lain yang terhubung ke port hub tersebut. Hub tidak bisa mendeteksi tujuan pengiriman data. Jadi hub akan mengirimkan data ke semua perangkat yang terhubung pada hub, tidak seperti switch yang akan mengirimkan data ke perangkat yang dimaksud.

Hal tersebut membuat pengiriman data melalui hub tidak begitu efisien karena hub mengirimkan data pada semua port secara bersamaan. Hal ini akan membuat penggunaan bandwidth jaringan melonjak. Oleh karena itu biasanya kalau kita menggunakan hub, maka koneksi pada komputer menjadi lambat.

Pada kasus menghubungkan 2 komputer, kita cukup menggunakan kabel UTP saja. Maka kedua komputer tersebut sudah bisa terhubung. Namun pada kasus komputer yang lebih banyak, misalnya saja 10 komputer, maka kita membutuhkan hub ini untuk mengirim data dari komputer yang satu dan diteruskan ke 9 komputer lainnnya.

Ketika hub menerima paket data dari 1 komputer tersebut, maka informasi akan dikirimkan ke 9 komputer lainnya. Meskipun mungkin data pada hub tersebut diteruskan ke semua perangkat yang terhubung pada hub tersebut, pada kenyataannya data hanya akan diproses pada salah satu perangkat yang menjadi tujuan paket data tersebut.

Dengan demikian ketika hub mengirimkan data pada semua perangkat yang terhubung, maka bandwidth jaringan akan overload. Sebagai akibatnya kecepatan akses data pada jaringan tersebut akan melambat. Hub ini memang cukup efektif untuk menghubungkan jumlah komputer yang tidak terlalu banyak. Namun ketika jumlah komputer yang dihubungkan lebih banyak lagi, maka hub ini akan menjadi kendala. Pada saat itulah perangkat seperti switch digunakan.

3. Switch

Switch adalah sebuah perangkat jaringan pada komputer yang menghubungkan perangkat pada sebuah jaringan komputer dengan menggunakan pertukaran paket untuk menerima, memproses dan meneruskan data ke perangkat yang dituju.

Banyak orang yang kesulitan untuk membedakan berbagai perangkat jaringan, terutama membedakan antara switch dengan hub. Perbedaan utama HUB adalah dari data yang dikirim atau diteruskan. Switch hanya mengirim data kepada perangkat yang memang membutuhkannya, dan tidak mengirimkan data yang sama kepada semua perangkat yang berada pada jaringan tersebut.

Switch juga dianggap sebagai jembatan dengan banyak port yang menggunakan alamat dari hardware untuk memproses dan mengirimkan data pada layer kedua dari model OSI. Beberapa jenis switch juga bisa memproses data pada layer ketiga dengan menambahkan fungsi routing yang biasanya memakai alamat IP untuk melakukan pengiriman paket. Itulah sebabnya mengapa ada yang membedakan switch menjadi dua jenis, yaitu switch layer dua dan switch layer tiga.

a. Fungsi Switch

Fungsi utama dari sebuah switch adalah menerima informasi dari berbagai sumber yang tersambung dengannya, kemudian menyalurkan informasi tersebut kepada pihak yang membutuhkannya saja. Tetapi selain itu switch juga memiliki fungsi lainnya yang berkaitan dengan area komunikasinya di layer kedua.

Fungsi selanjutnya dari switch adalah melakukan verifikasi terhadap setiap paket yang didapatkannya, sebelum mengarahkannya ke tempat yang dituju.

Selanjutnya switch berfungsi untuk mengirimkan data ke lokasi yang dituju.

Switch juga berfungsi untuk mengatur paket data yang akan dikirimkan. Entah itu mau diperkuat atau justru dibatasi jumlah paketnya.

Fungsi switch yang hampir sama dengan hub adalah sebagai titik pusat dari koneksi jaringan. Semua data dan informasi yang diterima akan dipusatkan di dalam switch terlebih dahulu sebelum disalurkan melalui jaringannya. Sebagai titik pusat, kondisi switch akan sangat mempengaruhi kondisi dari jaringannya.

Jika switch yang dipakai berkualitas buruk atau bahkan terjadi kerusakan, maka akan menimbulkan gangguan di seluruh jaringan. Fungsi switch yang terakhir adalah sebagai repeater dan splitter. Maksud dari repeater adalah sebagai penguat jaringan. Switch bisa dipakai untuk memperluas area cakupan dari jaringan yang dibuat tanpa membutuhkan kabel yang panjang. Sedangkan fungsi splitter adalah sebagai pemecah jaringan.

Hal ini biasanya dilakukan di kantor yang memiliki banyak lantai, sehingga setiap lantai dapat memiliki jaringan tersendiri, meskipun sebenarnya berada dalam satu jaringan utama yang sama.

b. Cara Kerja Switch dan Bedanya dengan Hub

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, beberapa orang mungkin agak bingung untuk membedakan antara switch dengan hub, padahal jika diteliti lebih lanjut ternyata ada beberapa perbedaan diantara keduanya. Perbedaan yang telah sedikit dibahas adalah mengenai cara kerjanya. Hub hanya berfungsi untuk menerima dan mengirimkan informasi yang diterimanya. Sedangkan switch tidak hanya melakukan penerimaan dan pengiriman saja tetapi juga melakukan pengecekan dan pemrosesan.

Hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan berikutnya, yaitu layer tempat mereka bekerja. Switch memiliki area kerja di layer kedua yaitu data link, sedangkan hub berada pada layer satu atau physical sehingga memiliki fungsi yang hampir sama dengan kabel yaitu menyalurkan data saja.

Switch tentu saja lebih handal daripada hub karena melakukan penyeleksian terhadap perangkat yang terhubung dengannya. Dengan demikian switch bisa mengetahui darimana informasi berasal dan hendak dibawa kemana.

Sedangkan hub akan langsung menerima dan mengirim informasi ke semua perangkat yang tersambung padanya.

Berkat sistem seleksi tersebut tentunya membuat kinerja switch menjadi lebih cepat karena bisa langsung mengirim data ke tempat yang sesuai, sedangkan hub terhambat karena mengirim data secara menyeluruh. Perbedaan lain adalah pada sisi pengaturan. Hub sama sekali tidak bisa diatur, sedangkan switch bisa mengatur perangkat mana yang bisa terhubung dengannya. Serta bisa membagi satu jaringan menjadi dua atau lebih.

4. Access Point

Dalam ilmu jaringan komputer, pengertian Wireless Access Point perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh atau perangkat standar lainnya. Wireless Access point umumnya dihubungkan ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless (seperti laptop, printer yang memiliki wifi) dan perangkat kabel pada jaringan.

a. Fungsi acces point :

  • Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan.
  • Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.
  • Access point dapat memancarkan atau mengirim koneksi data / internet melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dbm atau mw) semakin luas jangkauannya.

b. Penerapan Wireless Acces Point

Hotspot merupakan salah satu penerapan WIreless Acces Point yang paling umum, dimana klien nirkabel dapat terhubung ke internet tanpa memperhatikan jaringan tertentu yang telah mereka sambungkan saat itu. Di kota kota besar atau di daerah tertentu hotspot umumnya disediakan dalam rumah makan, perpustakaan, stasiun, atau daerah publik lainnya yang memungkinkan banyak orang untuk dapat terus tersambung ke jaringan internet.

5. Kabel

Kabel jaringan adalah sebuah perangkat keras komputer, yang mana

berbentuk seperti kabel serta dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan

sebagai penghubung.

Kabel jaringan digunakan agar bisa menghubungkan dari satu perangkat

jaringan ke perangkat lainnya ataupun menghubungkan 2 hingga lebih

komputer untuk dapat berbagi daya. Kabel jaringan berperan sebagai media

transmisi yang terarah di dalam jaringan komputer.

Kabel jaringan sendiri memiliki beberapa tipe yang memang disesuaikan

dengan kebutuhan pengguna, topologi jaringan yang digunakan, ukuran

jaringan, kondisi, dan protocol.

6. NIC

NIC adalah sebuah peralatan elektronik yang dibuat pada sebuah papan PCB

yang akan melakukan konversi sinyal sehingga sebuah workstation bisa

mengirim dan menerima data dalam jaringan. Sering disebut juga dengan

Ethernet card, atau sering juga disebut LAN card. NIC merupakan kartu

jaringan yang dipasang pada slot ekspansi pada komputer. Slot yang diperlukan

bisa berupa slot PCI atau ISA. Selain itu terdapat juga beberapa card yang

diperuntukkan khusus bagi laptop atau notebook dengan socket PCMCIA.

Sedangkan untuk output portnya dapat berupa port BNC, AUI (Thick Ethernet),

dan UTP.

Sebuah NIC memiliki alamat khusus yang disebut sebagai ethernet address atau

MAC address. Alamat ini adalah berupa kode heksa 48-bit. Setiap NIC memiliki

alamat yang berbeda. Bila sebuah komputer hendak berkomunikasi dengan

komputer lainnya maka ia akan memancarkan sinyal untuk mencari alamat NIC

yang dituju. Jika alamat tersebut telah ditemukan, maka komunikasi antar dua

kartu ethernet dapat dilakukan. Bila NIC yang dituju ternyata tengah

menangani komunikasi dengan kartu ethernet lain nya, maka terjadi tabrakan

data atau collision. Keduanya kemudian akan berhenti memancarkan sinyal,

menunggu untuk kembali memancarkan sinyal dalam waktu yang acak,

sehingga kemudian dapat berkomunikasi kembali.

1) Fungsi NIC

Fungsi NIC digunakan sebagai sarana menerima dan mengirimkan data melalui

kabel jaringan. Adapun tugas dari NIC adalah sebagai berikut:

a. Transfer data ke komputer lain dengan terlebih dahulu mempersiapkan data

dari komputer agar dapat dilewatkan ke media penghubung.

b. Mengontrol aliran data antar komputer dan sistem perkabelan.

c. Menerima data yang ditransfer dari komputer lain lewat kabel dan

menterjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer

2) Prinsip Kerja NIC

NIC bekerja pada lapisan fisik, di mana data dipecah menjadi bit kemudian

dikirim melalui jaringan ke komputer lain yang kemudian dirangkai kembali

menjadi data utuh. Setiap NIC memiliki kode unik tersendiri, artinya cuma ada

satu, yang terdiri atas 12 digit kode yang disebut dengan MAC Address

(Media Access Control). Tujuan adanya MAC address adalah untuk

menghindari tabrakan antar data di jaringan. Misalnya node akan mengirimkan

paket data, maka sebelumnya akan melihat apakah jaringan sedang

mengirimkan paket data atau tidak. Jika node melihat jaringan tidak

melakukan pengiriman paket data, maka node akan melakukan pengiriman

paket data.

Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node sedang mengirimkan

paket data, maka akan terjadi collision. Jika terjadi collision, maka node dan

jaringan akan berhenti bersamaan untuk mengirimkan paket data. Setelah

berhenti, node dan jaringan akan menunggu waktu secara acak untuk

mengirimkan paket data. Paket data yang mengalami collision akan dikirim

kembali saat ada kesempatan. Cara kerja ini sering dinamakan metode

CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access/Collison Detection), yaitu pengurusan

bagi pengiriman data oleh komputer/node secara serentak.

7. Modem

Modem merupakan suatu singkatan dari modulator dan demodulator,

modulator dan demodulator memiliki kegunaannya tersendiri. Modulator

memiliki kegunaan untuk dapat memproses suatu penumpukan data yang ada

pada sinyal informasi kepada sinyal pembawa agar dapat di kirimkan kepada

penggunanya dengan media tertentu. Proses seperti ini di sebut dengan proses

modulasi. Proses yang terjadi di pc atau komputer adalah terbentuknya sinyal

digital yang akan di ubah menjadi bentuk sinyal analog.

Demulator memiliki kegunaanya tersendiri yaitu untuk menjadi suatu proses

yang di gunakan untuk mendapatkan kembali data yang di kirimkan oleh si

pengirim. Di dalam proses tersebut ada data yang di pisahkan dari frekuensi

yang tinggi dan data tersebut berbentuk analog maka di rubah kembali kedalam

bentuk sinyal digital yang akan dapat di baca oleh komputer atau pc.

1) Jenis-Jenis Modem

Modem di dunia ini memiliki banyak sekali macamnya, jenis modem yang ada

di bedakan menjadi beberapa macamnya berdasarkan pemasangannya dan dari

jaringan modem tersebut. modem menurut jenis pemasangannya dapat di

bedakan menjadi dua yaitu modem jenis internal dan modem jenis eksternal.

a. Modem Internal

Modem internal ini merupakan jenis modem yang berbentuk kartu yang dapat

di pasangkan ke dalam slot yang ada pada motherboard di pc atau komputer.

Kelebihan yang di miliki oleh modem jenis ini adalah cara memasangnya yang

mudah serta harga dari modem ini yang relative lebih murah.

b. Modem Eksternal

Modem eksternal ini merupakan jenis modem yang di pasangkan di luar dari

kompunen komputer. Umumnya jenis modem ini di pakai dengan

memasangkannya ke dalam slot usb yang ada di komputer atau pc tersebut.

Jenis modem yang di bedakan berdasarkan jaringannya di bedakan

menjadi dua jenis ada modem dengan media kabel da nada yang tidak

menggunakan kabel atau berjenis nirkabel.

a. Modem Dengan Kabel

Modem dengan kabel ini merupakan jenis modem yang menggunakan media

kabel untuk dapat menjadi perantara mengirimkan jaringan datanya.

b. Modem Tanpa Kabel

Modem tanpa kabel ini merupakan jenis modem yang mengunakan media

nirkabel untuk dapat menjadi perantara untuk mengirimkan jaringan datanya,

seperti modem CDMA dan juga modem GSM.

2) Fungsi Modem

Modem memiliki fungsinya yaitu untuk dapat mengubah sinyal yang di terima

berupa sinyal digital menjadi analog dan sinyal yang berbentuk analog menjadi

sinyal digital. Prose perubahan yang di lakukan itu di namakan dengan

modulasi. cara kerja dari modem dapat di bagi menjadi dua bagian yaitu berupa

modulator yang dapat mengubah sinyal digital di dalam komputer untuk dapat

di jadikan sinyal yang nantinya akan dapat mengakses jaringan internet.

Selanjutnya berupa demodulator yang dapat mengubah sinyal analog yang di

terima oleh modem menjadi sinyal berbentuk digital untuk masuk kedalam

komputer.

8. Repeater

Secara bahasa, kata Repeater berasal dari bahasa Inggris “Repeat” yang

memiliki arti pengulangan. Secara terminologi, definisi repeater yaitu pengulang

kembali, atau secara lengkapnya yaitu alat yang berfungsi untuk mengulang

atau meneruskan kembali signal ke area sekitar perangkat ini dengan lebih

mudah.

Definisi repeater yaitu suatu alat atau perangkat yang mempunyai fungsi untuk

menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal Wifi yang belum terjangkau oleh sinyal

dari server, yang mana tujuan hal itu adalah untuk menangkap sinyal Wifi.

Untuk memenuhi hal tersebut, repeater dibuat menjadi dua alat yakni sebagai

penerima sinyal dari server (client) dan sebagai penyebar lagi sinyal Wifi

(Accesspoint). Repeater yang ada pada ruangan merupakan suatu alat yang

terpasang di titik tertentu dalam jaringan demi tujuan memperbaharui sinyal

agar memiliki kembali kekuatan dan bentuknya seperti semula.

Tujuannya adalah untuk memanjangkan jarak yang bisa dijangkau. Hal itu

diperlukan karena sinyal mengalami perubahan bentuk dan melemah selama

transmisi. Repeater pada ruangan tersusun atas antena Yagi yang fungsinya

untuk menerima sinyal di luar ruangan. Selanjutnya, akan diteruskan ke

booster untuk dikuatkan. Setelah itu, dipancarkan dengan Antena Omni

menjadikan di daerah itu ada sinyal yang lemah menjadi lebih kuat.

1) Fungsi Repeater

Herlambang dan Aziz (2008) menyatakan, Repeater mempunyai fungsi sebagai

penguat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel kemudian

memancarkan kembali sinyal itu dengan kekuatan yang sama dengan sinyal

asli di segmen kabel lain.

Fungsi Repeater antara lain yaitu:

a. Untuk mengcakup daerah yang lemah sinyal dari server (pemancar).

b. Untuk memudahkan akses sinyal Widi yang dari server.

c. Untuk meluaskan jangkauan sinyal dari server atau pemancar.

Pemakaian repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN yang

harus digunakan protocol physical layer yang sam antara segmen kabel itu.

Diantara contohnya dengan repeater dapat menghubungkan dua buah segmen

kabel Ethernet 10BASE2.

2) Jenis-Jenis Repeater

Adapun jenis-jenis repeater antara lain yaitu :

a. Telephone repeater

Telephone Repeater merupakan jenis repeater yang dipasang di saluran telepon

dengan sinyal yang akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh

menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon bisa lebih jepas.

b. Optical communication repeater

Optical Communications repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya

menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik (fiber optic cable). Di jenis

repeater ini, dalam serat kabel optik ada informasi digital secara fisik berwujud

sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbuat dari foton yang bisa tersebar

secara mengacak dalam kabel serat optik.

c. Radio repeater

Radia repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya untuk menguatkan

sinyal radio. Pada umumnya, jenis repeater ini mempunyai satu antena yang

fungsinya dan juga secara receiver dan transmitter.

Repeater jenis ini akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa menerima sebelum

dipancarkan kembali. Sinyal itu dipancarkan melalui sinyal repeater ini akan

bisa menembus objek penghalang.

3) Cara Kerja Repeater

Fungsi repeater yaitu untuk menyebarluaskan jangkauan jaringan Wifi. Hal ini

dapat dijalankan dengan cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan

lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal itu sudah masuk ke repeater yang

dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya yang bertugas

untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang kedua memancarkan

kembali data sinyal itu.

Sesudah menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan menjalankan

perubahan frekuensi menjadikan bisa mengeluarkan manfaat untuk sinyal data

yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Untuk itu, sinyal juga akan

menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang lebih luas.

Proses seperti itu, repeater mempunyai dua sistem yanag sering dipakai. Sistem

repeater dalam jaringan dinamakan dengan analog repeater dan digital repeater.

9. Konektor

Konektor adalah alat yang dapat menguhubungkan perangkat-perangkat

jaringan ke kabel fiber optik sehingga transmisi data dapat berjalan dengan

baik.Tanpa adanya konektor kabel-kabel jaringan tidak dapat terhubung

dengan network adaptor atau NIC.

1) Fungsi Konektor

Fungsi konektor ada untuk menjaga transmitter maupun receiver atau

mengirim dan menerima sinyal informasi dengan baik tanpa ada gangguan dan

masalah. Oleh karena itu, ketepatan koneksi dan jenis konektor yang

diguanakan sangat berpengaruh pada data yang ditransmisikan. Ataupun

secara singkatnya fungsi Konektor adalah sebagai penghubung antara

perangkat satu dengan perangkat yang lainnya namun ada juga beberapa

konektor yang memiliki fungsi yang berbeda.

2) Jenis-Jenis Konektor

Berikut beberpa jenis konektor, yaitu:

a. Konektor BNC

BNC (Bayonet Neill-Concelman) Konektor yang sangat umum adalah jenis RF

Konektor digunakan untuk terminating coaxial cable. Penggunaan konektor

BNC (Bayonet Neill-Concelman) ini biasanya digunakan dalam kabel coaxial

untuk televisi, radio, komputer pada topologi tertentu.

Konektor BNC merupakan alternatif dari Konektor RCA komposit jika

digunakan untuk video pada perangkat video komersial, walaupun banyak

konsumen elektronik dengan perangkat RCA jacks dapat digunakan dengan

BNC hanya peralatan komersial video melalui adaptor sederhana.

Konektor BNC digunakan untuk koneksi sinyal seperti:

1) Analog dan digital interface serial sinyal video.

2) Amatir radio antena.

3) Penerbangan elektronik ( avionik ).

4) Peralatan uji.

b. Konektor RJ

Konektor RJ adalah standar fisik jaringan – baik konstruksi dan wiring jack pola

untuk menghubungkan telekomunikasi data. Perangkat pendukung jaringan

komputer ini berfungsi untuk menghubungkan, kabel UTP kedalam komputer

melalui port RJ yang dihubungkan dalam NIC.

Kabel konektor RJ ini banyak jenis tipenya, namun untuk jenis kabel yang

standar dipake di daerah Amerika adalah tipe RJ11, RJ14, RJ45. Dan Setiap

konektor harus disesuaikan dengan tipe NIC dan tipe kabelnya masing –

masing.

c. Konektor Pada Koaxial

Berikut adalah macam-macam konektornya:

1) BNC RG59

Konektor BNC RG59 ini adalah Konektor yang digunakan sebagai penghubung

antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera.

Konektor ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG6.

Konektor BNC RG59 ini adalah merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para

ahli dan juga banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi

CCTVnya. Konektor BNC RG59 ini dihubungkan ke kabel coaxial dengan

cara di-crimping.

2) BNC to BNC

Konektor BNC to BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk menyambung

kabel dari BNC RG6 yang akan dihubungkan ke Monitor, TV, dan DVR.

Konektor BNC to BNC ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli

dan juga banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi

CCTVnya.

3) BNC-RCA

Konektor BNC – RCA ini adalah Konektor yang digunakan untuk merubah

BNC menjadi RCA yang

akan dihubungkan ke Monitor atau ke TV. Konektor BNC – RCA ini merupakan

adalah terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan juga banyak dipakai oleh

pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.

d. Konektor FC


FC (Fiber Connector), konektor jenis ini digunakan untuk kabel single mode

dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan

transmitter maupun receiver.

Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi, sehingga jika

dipasangkan dengan perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.

Selain itu kebel ini mempunya akurasi yang dangat tinggi jika di hubungkan

dengan transmitter maupun reciever.

10. PC Server

Server merupakan sebuah tempat yang dipenuhi dengan berbagai macam

informasi, dimana server memiliki tugas utama untuk memberikan sebuah

service atau layanan bagi para klien yang terhubung dengannya. Terdapat

berbagai macam jenis server yang ada dengan fungsi yang berbeda-beda,

misalnya saja web server yang digunakan untuk menyimpan data dalam sebuah

web, FTP server yang menangani perpindahan file (transfer file), mail server yang

melayani urusan email para klien, database server untuk menyimpan berbagai

macam data atau file dan lain sebagainya.

Sebuah komputer dapat memiliki peran sebagai server, klien, atau bahkan

keduanya. Misalnya saja, Anda memakai sebuah komputer A untuk mengakses

website milik pengguna B, maka kini Anda berperan sebagai klien. Sebaliknya,

jika pengguna B menggunakan komputernya untuk mengakses

website Anda, maka Anda kini berperan sebagai server. Konsep tersebut lebih

dikenal dengan sebutan konsep peer to peer.

1) Jenis-Jenis Server

Proxy server, salah satu jenis server yang digunakan untuk membatasi

permintaan data.

Terdapat beragam jenis server yang ada, dengan fungsi dan kegunaan yang

berbeda-beda. Berbagai jenis server tersebut bisa anda lihat dibawah ini:

a. Proxy server: membatasi permintaan data, kinerja koneksi, dan berbagi file

antar server dan client di luar jaringan. Selain itu, proxy server ini juga berfungsi

sebagai gerbang antara jaringan lokal dan jaringan luar (internet)

b. Telnet server: mengatur komputer dengan melakukan log in dan log out pada

komputer host.

c. Virtual server: membuat sejumlah server fisik seolah- olah seperti menjadi

beberapa server.

d. Web server: menyimpan konten pada website dan berkomunikasi

menggunakan HTTP.

e. Audio dan video server: menyimpan fitur multimedia sebuah website.

f. FTP server: mengatur transfer data dalam sebuah jaringan

g. Aplikasi server: mengolah perintah yang diberika oleh klien dan

menghubungkannya dengan database.

h. Mail server: menyimpan berbagai macam surat elektronik, menangani

berbagai permintaan klien.

i. News server: mendistribusikan berbagai macam berita melalui jaringan berita.

2) Fungsi Server

Walaupun terdapat beragam jenis server, namun secara umum sebuah server

memiliki fungsi yang sama. Berikut merupakan berbagai macam fungsi server

secara umum:

a. Melayani dan bertanggung jawab penuh terhadap permintaan data dari

komputer klien.

b. Menyediakan berbagai macam resource untuk dapat digunakan semua

komputer klien yang masuk dalam jaringan, baik itu berupa perangkat keras

maupun perangkat lunak/aplikasi.

c. Bertanggung jawab dalam mengatur lalu-lintas data.

d. Menyimpan berbagai file dan data untuk dapat diakses bersama-sama

menggunakan protokol FTP.

e. Mengatur hak akses (permissions) ke dalam sebuah jaringan, sehingga tidak

semua klien mampu mengakses data yang terdapat dalam komputer server.

f. Menyediakan aplikasi dan database yang mampu dijalankan di semua

komputer klien.

g. Memberikan perlindungan untuk komputer klien dengan pemasangan

firewall atau anti malware di komputer klien.

3) Manfaat Penggunaan Komputer Server

Dengan menggunakan sebuah komputer server, berbagai biaya dan juga waktu

dapat dipangkas, sehingga sebuah kegiatan menjadi lebih ekonomis. Misalnya

saja, jika di sebuah perusahaan terdapat sebuah komputer server yang

terhubung ke semua komputer lain sebagai kliennya, maka sebuah data dapat

dibagikan ke sesama klien dalam jaringan perusahaan tersebut.

Kemudian jika misalnya ada komputer klien yang ingin mencetak sebuah file,

maka bisa langsung melalui komputer server, sehingga hanya dibutuhkan satu

buah printer saja. Tentu jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan jika harus

melakukan pemasangan printer untuk tiap komputer yang ada di perusahaan

tersebut. Untuk membuat sebuah komputer server, terdapat beberapa hal yang

harus diperhatikan, seperti:

a. RAM: kapasitas memori yang besar agar proses multitasking menjadi lebih

cepat.

b. Processor: komputer sever sebaiknya memiliki kecepatan akses

prosesor yang mumpuni agar kinerja tetap terjaga dan tidak down.

c. Hard Drive: berguna untuk menyimpan berbagai

macam data komputer klien yang terpusat pada komputer server. Kebanyakan

server canggih lebih memilih menggunakan SSD ketimbang hard drive atau

harddisk karena performa atau kinerjanya lebih baik.

4) Cara Kerja Server

Secara sederhana, server bekerja atas permintaan dari sebuah klien. Misalnya

saja, untuk kasus web server, ketika Anda mengetikkan suatu alamat website

menggunakan browser, maka artinya komputer Anda sedang bertindak

sebagai klien yang meminta informasi kepada web server. Web server tersebut

kemudian mengirimkan isi website ke komputer Anda, sehingga Anda pun

dapat mengakses isi website tersebut.


Untuk kasus lainnya, seperti server FTP, mungkin agak sedikit berbeda. Pada

server FTP, Anda dapat mengunggah sebuah dokumen atau data menuju server

FTP, sehingga dapat disimpan dalam server tersebut. Sebagai klien, Anda

berhak untuk menyimpan data Anda di server FTP.

Nantinya, jika ada orang lain yang tergabung dalam jaringan server tersebut dan

ingin mengunduh data atau dokumen Anda, maka server FTP akan

menyediakan koneksi untuk klien lain tersebut. Secara umum, semua jenis

server bekerja dengan menjalankan fungsi-fungsi yang telah disebutkan

sebelumnya, mulai dari melayani permintaan data dari klien hingga

memberikan perlindungan pada komputer klien. Hanya saja, untuk jenis server

yang berbeda, hal yang dilayani pun berbeda.