Topologi Bus: Difference between revisions
No edit summary |
|||
| Line 5: | Line 5: | ||
== Ciri-ciri == | == Ciri-ciri == | ||
* | * Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm). | ||
* | * Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal. | ||
* | * Wujud dari tap ini bisa berupa kabel transceiver bila digunakan thick coax sebagai media transmisi. | ||
* | * Atau berupa BNC T-connector bila digunakan thin coax sebagai media transmisi. | ||
* | * Atau berupa konektor RJ-45 dan Hub bila digunakan kabel UTP. | ||
* | * Transmisi data dalam kabel bersifat full duplex, dan sifatnya broadcast, semua terminal bisa menerima transmisi data. | ||
* Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data, yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD. | |||
* Pemakaian kabel coax (10Base5 dan 10Base2) telah distandarisasi dalam IEEE 802.3, yaitu sbb: | |||
== Prosedur == | == Prosedur == | ||