Cisco: Konfigurasi NAT Static: Difference between revisions

 
(One intermediate revision by the same user not shown)
Line 15: Line 15:
Router(config)#
Router(config)#
</syntaxhighlight>
</syntaxhighlight>
==== Keterangan ====
Perintah di atas merupakan contoh konfigurasi dasar pada router di Cisco IOS. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing perintah tersebut:
# <code>Router>en</code>: Masuk ke mode privileged EXEC untuk mendapatkan hak akses penuh.
# <code>Router#conf t</code>: Masuk ke mode konfigurasi global.
# <code>Router(config)#int fa0/1</code>: Masuk ke mode konfigurasi interface FastEthernet 0/1 pada router.
# <code>Router(config-if)#ip add 202.134.1.1 255.255.255.0</code>: Menetapkan alamat IP 202.134.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 pada interface FastEthernet 0/1.
# <code>Router(config-if)#no sh</code>: Mengaktifkan interface FastEthernet 0/1.
# <code>Router(config-if)#ex</code>: Keluar dari mode konfigurasi interface FastEthernet 0/1.
# <code>Router(config)#</code>: Keluar dari mode konfigurasi interface dan kembali ke mode konfigurasi global.
Dalam konfigurasi tersebut, router telah diberi alamat IP pada interface FastEthernet 0/1 untuk memungkinkan router untuk mengirim dan menerima paket dari jaringan yang terhubung pada interface tersebut. Interface FastEthernet 0/1 memiliki alamat IP 202.134.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0. Setelah konfigurasi selesai, interface tersebut diaktifkan untuk memungkinkan router untuk berkomunikasi dengan perangkat di jaringan terhubung pada interface tersebut.


=== R2 ===
=== R2 ===
Line 32: Line 45:
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#
</syntaxhighlight>
</syntaxhighlight>Perintah di atas merupakan contoh konfigurasi dasar pada router di Cisco IOS. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing perintah tersebut:
 
==== Keterangan ====
Perintah tersebut merupakan contoh konfigurasi dasar pada router di Cisco IOS. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing perintah tersebut:


# <code>Router(config)#int fa0/0</code>: Masuk ke mode konfigurasi interface FastEthernet 0/0 pada router.
# <code>Router(config)#int fa0/0</code>: Masuk ke mode konfigurasi interface FastEthernet 0/0 pada router.
Line 50: Line 60:
* Kemudian setting NAT di Router 2 (Dekat Server)
* Kemudian setting NAT di Router 2 (Dekat Server)


<syntaxhighlight lang="bash">
<syntaxhighlight lang="bash" line="1">
Router(config)#ip nat inside source static 24.24.24.2 202.134.1.2
Router(config)#ip nat inside source static 24.24.24.2 202.134.1.2
Router(config)#int fa0/0
Router(config)#int fa0/0
Line 58: Line 68:
Router(config-if)#ex
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#
</syntaxhighlight>
</syntaxhighlight>Perintah di atas adalah perintah konfigurasi untuk Network Address Translation (NAT) pada router menggunakan IPv4. Perintah tersebut memiliki arti sebagai berikut:
 
# <code>ip nat inside source static 24.24.24.2 202.134.1.2</code>: Perintah ini menetapkan alamat IP statis 24.24.24.2 sebagai sumber (inside local address) yang akan diterjemahkan menjadi alamat IP publik 202.134.1.2 (inside global address) ketika paket keluar dari jaringan dalam ke jaringan luar.
# <code>int fa0/0</code>: Perintah ini masuk ke konfigurasi antarmuka FastEthernet 0/0.
# <code>ip nat outside</code>: Perintah ini menetapkan antarmuka FastEthernet 0/0 sebagai antarmuka luar (outside interface) untuk NAT.
# <code>int fa0/1</code>: Perintah ini masuk ke konfigurasi antarmuka FastEthernet 0/1.
# <code>ip nat inside</code>: Perintah ini menetapkan antarmuka FastEthernet 0/1 sebagai antarmuka dalam (inside interface) untuk NAT.
# <code>ex</code>: Perintah ini keluar dari mode konfigurasi.


==== Keterangan: ====
==== Keterangan: ====