Jump to content

Cisco: Konfigurasi NAT Static

From Wiki
  • Pertama - tama buat topologi seperti gambar berikut
  • Selanjutnya konfigurasi IP Address dari semua perangkat sesuai dengan topologi diatas

Server0

R1

Router>en  
Router#conf t  
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.  
Router(config)#int fa0/1  
Router(config-if)#ip add 202.134.1.1 255.255.255.0  
Router(config-if)#no sh  
Router(config-if)#ex  
Router(config)#

Keterangan

Perintah di atas merupakan contoh konfigurasi dasar pada router di Cisco IOS. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing perintah tersebut:

  1. Router>en: Masuk ke mode privileged EXEC untuk mendapatkan hak akses penuh.
  2. Router#conf t: Masuk ke mode konfigurasi global.
  3. Router(config)#int fa0/1: Masuk ke mode konfigurasi interface FastEthernet 0/1 pada router.
  4. Router(config-if)#ip add 202.134.1.1 255.255.255.0: Menetapkan alamat IP 202.134.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 pada interface FastEthernet 0/1.
  5. Router(config-if)#no sh: Mengaktifkan interface FastEthernet 0/1.
  6. Router(config-if)#ex: Keluar dari mode konfigurasi interface FastEthernet 0/1.
  7. Router(config)#: Keluar dari mode konfigurasi interface dan kembali ke mode konfigurasi global.

Dalam konfigurasi tersebut, router telah diberi alamat IP pada interface FastEthernet 0/1 untuk memungkinkan router untuk mengirim dan menerima paket dari jaringan yang terhubung pada interface tersebut. Interface FastEthernet 0/1 memiliki alamat IP 202.134.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0. Setelah konfigurasi selesai, interface tersebut diaktifkan untuk memungkinkan router untuk berkomunikasi dengan perangkat di jaringan terhubung pada interface tersebut.

R2

Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.


Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 202.134.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip add 24.24.24.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#

Perintah di atas merupakan contoh konfigurasi dasar pada router di Cisco IOS. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing perintah tersebut:

  1. Router(config)#int fa0/0: Masuk ke mode konfigurasi interface FastEthernet 0/0 pada router.
  2. Router(config-if)#ip add 202.134.1.2 255.255.255.0: Menetapkan alamat IP 202.134.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 pada interface FastEthernet 0/0.
  3. Router(config-if)#no sh: Mengaktifkan interface FastEthernet 0/0.
  4. Router(config-if)#ex: Keluar dari mode konfigurasi interface FastEthernet 0/0.
  5. Router(config)#int fa0/1: Masuk ke mode konfigurasi interface FastEthernet 0/1 pada router.
  6. Router(config-if)#ip add 24.24.24.1 255.255.255.0: Menetapkan alamat IP 24.24.24.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 pada interface FastEthernet 0/1.
  7. Router(config-if)#no sh: Mengaktifkan interface FastEthernet 0/1.
  8. Router(config-if)#ex: Keluar dari mode konfigurasi interface FastEthernet 0/1.
  9. Router(config)#: Keluar dari mode konfigurasi interface dan kembali ke mode konfigurasi global.

Dalam konfigurasi tersebut, router telah diberi alamat IP pada dua interface yang berbeda untuk memungkinkan router untuk mengirim dan menerima paket dari jaringan yang berbeda. Interface FastEthernet 0/0 memiliki alamat IP 202.134.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0, sedangkan interface FastEthernet 0/1 memiliki alamat IP 24.24.24.1 dengan subnet mask 255.255.255.0. Setelah konfigurasi selesai, kedua interface tersebut diaktifkan untuk memungkinkan router untuk berkomunikasi dengan perangkat di jaringan terhubung pada interface tersebut.

  • Kemudian setting NAT di Router 2 (Dekat Server)
Router(config)#ip nat inside source static 24.24.24.2 202.134.1.2
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip nat outside
Router(config-if)#int fa0/1
Router(config-if)#ip nat inside
Router(config-if)#ex
Router(config)#

Perintah di atas adalah perintah konfigurasi untuk Network Address Translation (NAT) pada router menggunakan IPv4. Perintah tersebut memiliki arti sebagai berikut:

  1. ip nat inside source static 24.24.24.2 202.134.1.2: Perintah ini menetapkan alamat IP statis 24.24.24.2 sebagai sumber (inside local address) yang akan diterjemahkan menjadi alamat IP publik 202.134.1.2 (inside global address) ketika paket keluar dari jaringan dalam ke jaringan luar.
  2. int fa0/0: Perintah ini masuk ke konfigurasi antarmuka FastEthernet 0/0.
  3. ip nat outside: Perintah ini menetapkan antarmuka FastEthernet 0/0 sebagai antarmuka luar (outside interface) untuk NAT.
  4. int fa0/1: Perintah ini masuk ke konfigurasi antarmuka FastEthernet 0/1.
  5. ip nat inside: Perintah ini menetapkan antarmuka FastEthernet 0/1 sebagai antarmuka dalam (inside interface) untuk NAT.
  6. ex: Perintah ini keluar dari mode konfigurasi.

Keterangan:

24.24.24.2 = IP Private yang akan ditranslate ke IP Public
202.134.1.2 = IP Public
IP NAT Outside = kita pilih Interface yang menjadi IP Public
IP NAT Inside = kita pilih Interface yang menjadi IP Private
  • Selanjutnya coba lakukan ping dari Server ke Router 1,maka hasilnya akan berhasil,tetapi Router 1 tidak dapat melakukan ping ke Server , karena IP Private tidak akan bisa di ping kecuali telah di Routing
  • Selanjutnya cek IP NAT, gunakan perintah berikut
Router#show ip nat translation

Source