Jaringan Komputer:Lapis Data link: Difference between revisions
Appearance
No edit summary |
|||
| (7 intermediate revisions by one other user not shown) | |||
| Line 37: | Line 37: | ||
* Tanpa pilihan jalur dan kecepatan komunikasi | * Tanpa pilihan jalur dan kecepatan komunikasi | ||
* pion-to-point connection | * pion-to-point connection | ||
== Metode Deteksi Kesalahan == | |||
Agar bisa melakukan kendali kesalahan, syarat mutlak yang harus ada adalah adanya mekanisme deteksi kesalahan. | |||
Beberapa metoda yang umum digunakan: | |||
* Pariti > paling sederhana | |||
* CRC > lebih sulit, meminta kemampuan komputasi | |||
* Checksum > operasi word | |||
=== Pariti === | |||
* Penambahan 1 bit sebagai bit deteksi kesalahan | |||
* Terdapat dua jenis pariti yaitu genap dan ganjil | |||
** Pariti genap = jumlah bit 1 dalam kode adalah genap | |||
** Pariti genap = d1 xor d2 ..... Dn | |||
** Pariti ganjil = jumlah bit 1 dalam kode adalah ganjil | |||
** Pariti ganjil = (d1 xor d2 xor ..... Dn) xor 1 | |||
* Sistem sederhana dan mudah dibuat hardwarenya (di PC digunakan IC 74LS280) | |||
* Tidak mampu mendeteksi kesalahan bit genap > (peluang salah mutlak 50% + peluang salah deteksi 25%) | |||
=== Cyclic Redudancy Check: Sisi Pengirim === | |||
Merupakan hasil operasi pembagian biner dengan suatu pembagi tertentu (generator polinomial) | |||
* Pembagi: Dn Dn-1 ....D1 | |||
* Deretan bit: b1 b2 b3 ...bm | |||
* Operasi | |||
(b1 b2 b3 ...bm)n1 / Dn...D1 -> sisa (Rn-1...R1) | |||
* Dikirim b1 b2 b3...bm Rn-1...R1 | |||
=== Cyclic Redudancy Check: Sisi Penerima === | |||
Oleh penerima dilakukan operasi yang sama | |||
* b1 b2 b3...bm Rn-1...R1 / Dn...D1 -> sisa (rn-1...r1) | |||
* Data benar jika rn-1...r1=0 | |||
* Data salah jika rn-1...r1≠0 | |||
Pembagian standar internasional | |||
* CRC-16 -> 11000000000000101 | |||
* CRC-ITU -> 10001000000100001 | |||
* CRC-32 -> 100000100100000010001110110110111 | |||
Jika diperlukan pembagi boleh tidak menggunakan standar ini asal memenuhi | |||
* Diawali dan diakhiri dengan bit 1 (1xxxxxx1) | |||
* Jumlah minimum bit "1" : 3 bit | |||
* Agar bisa mendeteksi jumah bit kesalahan ganjil: harus habis dibagi oleh (11 = x + 1) | |||
== Checksum == | |||
CRC memerlukan perhitungan xor sebanyak jumlah bit data -> memerlukan kemampuan komputasi yang cukup besar. | |||
Diciptakan metode checksum (untuk mengurangi perhitungan) pada beberapa jenis transisi tidak perlu kecanggihan CRC atau sudah melakukan CRC di lapis lain. | |||
Cara perhitungan checksum: | |||
* Data dibagi kelompok-kelompok 16 bit (word) | |||
[[Category:Materi]] | |||
[[Category:Matkul]] | |||
[[Category:Jaringan Komputer]] | |||
[[Category:Network]] | |||
Latest revision as of 06:08, 17 April 2024
Terminologi Fisik Jaringan
- Node ●
- Link −
- Terminal ■
- Jaringan ○
Link
- Jalur yang menghubungkan antar 2 elemen jaringan (node-node atau terminal-node)
- Kumpulan link (+ node-node) = jaringan
- Fungsi link sangat vital, maka OSI menetapkan protokol lapis 2 (datalink)
- Datalink = mengatur agar komunikasi di link tersebut berjalan benar dan lancar
- Tidak ada keharusan jenis link dalam jaringan sama = boleh memilih teknologi link (fisik maupun protokol) untuk setiap link
- Terdapat 2 macam link : link fisik dan link logik (contoh: virtual path yang terdiri atas virtual channel)
Tugas Datalink
- Pembukaan hubungan dan penutupan hubungan
- Melakukan kendali atas kesalahan yang mungkin terjadi: tool → pariti, crc, dll
- Melakukan pengendalian banyaknya data yang dikirim → untuk menghindari kemacetan (kongesti): tool → sliding windows dll.
- Dan lainnya (optional): tambahan untuk protokol datalink tertentu)
Proses hubungan datalink
Ada 2 jenis proses hubungan di link
- Memerlukan connection setup
- Hubungan langsung
Connection setup
- Ada banyak path yang bisa dipilih
- Untuk hubungan yang sangat handal
- Tersedia berbagai pilihan kecepatan komunikasi
Hubungan langsung
- Tanpa pilihan jalur dan kecepatan komunikasi
- pion-to-point connection
Metode Deteksi Kesalahan
Agar bisa melakukan kendali kesalahan, syarat mutlak yang harus ada adalah adanya mekanisme deteksi kesalahan.
Beberapa metoda yang umum digunakan:
- Pariti > paling sederhana
- CRC > lebih sulit, meminta kemampuan komputasi
- Checksum > operasi word
Pariti
- Penambahan 1 bit sebagai bit deteksi kesalahan
- Terdapat dua jenis pariti yaitu genap dan ganjil
- Pariti genap = jumlah bit 1 dalam kode adalah genap
- Pariti genap = d1 xor d2 ..... Dn
- Pariti ganjil = jumlah bit 1 dalam kode adalah ganjil
- Pariti ganjil = (d1 xor d2 xor ..... Dn) xor 1
- Sistem sederhana dan mudah dibuat hardwarenya (di PC digunakan IC 74LS280)
- Tidak mampu mendeteksi kesalahan bit genap > (peluang salah mutlak 50% + peluang salah deteksi 25%)
Cyclic Redudancy Check: Sisi Pengirim
Merupakan hasil operasi pembagian biner dengan suatu pembagi tertentu (generator polinomial)
- Pembagi: Dn Dn-1 ....D1
- Deretan bit: b1 b2 b3 ...bm
- Operasi
(b1 b2 b3 ...bm)n1 / Dn...D1 -> sisa (Rn-1...R1)
- Dikirim b1 b2 b3...bm Rn-1...R1
Cyclic Redudancy Check: Sisi Penerima
Oleh penerima dilakukan operasi yang sama
- b1 b2 b3...bm Rn-1...R1 / Dn...D1 -> sisa (rn-1...r1)
- Data benar jika rn-1...r1=0
- Data salah jika rn-1...r1≠0
Pembagian standar internasional
- CRC-16 -> 11000000000000101
- CRC-ITU -> 10001000000100001
- CRC-32 -> 100000100100000010001110110110111
Jika diperlukan pembagi boleh tidak menggunakan standar ini asal memenuhi
- Diawali dan diakhiri dengan bit 1 (1xxxxxx1)
- Jumlah minimum bit "1" : 3 bit
- Agar bisa mendeteksi jumah bit kesalahan ganjil: harus habis dibagi oleh (11 = x + 1)
Checksum
CRC memerlukan perhitungan xor sebanyak jumlah bit data -> memerlukan kemampuan komputasi yang cukup besar.
Diciptakan metode checksum (untuk mengurangi perhitungan) pada beberapa jenis transisi tidak perlu kecanggihan CRC atau sudah melakukan CRC di lapis lain.
Cara perhitungan checksum:
- Data dibagi kelompok-kelompok 16 bit (word)