Jump to content

Jaringan Komputer:Lapis Data link

From Wiki

Terminologi Fisik Jaringan

  • Node ●
  • Link −
  • Terminal ■
  • Jaringan ○
  • Jalur yang menghubungkan antar 2 elemen jaringan (node-node atau terminal-node)
  • Kumpulan link (+ node-node) = jaringan
  • Fungsi link sangat vital, maka OSI menetapkan protokol lapis 2 (datalink)
  • Datalink = mengatur agar komunikasi di link tersebut berjalan benar dan lancar
  • Tidak ada keharusan jenis link dalam jaringan sama = boleh memilih teknologi link (fisik maupun protokol) untuk setiap link
  • Terdapat 2 macam link : link fisik dan link logik (contoh: virtual path yang terdiri atas virtual channel)
  • Pembukaan hubungan dan penutupan hubungan
  • Melakukan kendali atas kesalahan yang mungkin terjadi: tool → pariti, crc, dll
  • Melakukan pengendalian banyaknya data yang dikirim → untuk menghindari kemacetan (kongesti): tool → sliding windows dll.
  • Dan lainnya (optional): tambahan untuk protokol datalink tertentu)

Ada 2 jenis proses hubungan di link

  1. Memerlukan connection setup
  2. Hubungan langsung

Connection setup

  • Ada banyak path yang bisa dipilih
  • Untuk hubungan yang sangat handal
  • Tersedia berbagai pilihan kecepatan komunikasi

Hubungan langsung

  • Tanpa pilihan jalur dan kecepatan komunikasi
  • pion-to-point connection

Metode Deteksi Kesalahan

Agar bisa melakukan kendali kesalahan, syarat mutlak yang harus ada adalah adanya mekanisme deteksi kesalahan.

Beberapa metoda yang umum digunakan:

  • Pariti > paling sederhana
  • CRC > lebih sulit, meminta kemampuan komputasi
  • Checksum > operasi word

Pariti

  • Penambahan 1 bit sebagai bit deteksi kesalahan
  • Terdapat dua jenis pariti yaitu genap dan ganjil
    • Pariti genap = jumlah bit 1 dalam kode adalah genap
    • Pariti genap = d1 xor d2 ..... Dn
    • Pariti ganjil = jumlah bit 1 dalam kode adalah ganjil
    • Pariti ganjil = (d1 xor d2 xor ..... Dn) xor 1
  • Sistem sederhana dan mudah dibuat hardwarenya (di PC digunakan IC 74LS280)
  • Tidak mampu mendeteksi kesalahan bit genap > (peluang salah mutlak 50% + peluang salah deteksi 25%)

Cyclic Redudancy Check: Sisi Pengirim

Merupakan hasil operasi pembagian biner dengan suatu pembagi tertentu (generator polinomial)

  • Pembagi: Dn Dn-1 ....D1
  • Deretan bit: b1 b2 b3 ...bm
  • Operasi
(b1 b2 b3 ...bm)n1 / Dn...D1 -> sisa (Rn-1...R1)
  • Dikirim b1 b2 b3...bm Rn-1...R1

Cyclic Redudancy Check: Sisi Penerima

Oleh penerima dilakukan operasi yang sama

  • b1 b2 b3...bm Rn-1...R1 / Dn...D1 -> sisa (rn-1...r1)
  • Data benar jika rn-1...r1=0
  • Data salah jika rn-1...r1≠0

Pembagian standar internasional

  • CRC-16 -> 11000000000000101
  • CRC-ITU -> 10001000000100001
  • CRC-32 -> 100000100100000010001110110110111

Jika diperlukan pembagi boleh tidak menggunakan standar ini asal memenuhi

  • Diawali dan diakhiri dengan bit 1 (1xxxxxx1)
  • Jumlah minimum bit "1" : 3 bit
  • Agar bisa mendeteksi jumah bit kesalahan ganjil: harus habis dibagi oleh (11 = x + 1)

Checksum

CRC memerlukan perhitungan xor sebanyak jumlah bit data -> memerlukan kemampuan komputasi yang cukup besar.

Diciptakan metode checksum (untuk mengurangi perhitungan) pada beberapa jenis transisi tidak perlu kecanggihan CRC atau sudah melakukan CRC di lapis lain.

Cara perhitungan checksum:

  • Data dibagi kelompok-kelompok 16 bit (word)