Jump to content

UDP (User Datagram Protocol)

From Wiki

User Datagram Protocol (UDP) adalah salah satu protokol lapisan transpor pada himpunan protokol TCP/IP yang mendukung komunikasi connectionless (tanpa koneksi) dan unreliable (tidak andal) antar host dalam jaringan,. Protokol ini didefinisikan untuk mengirimkan paket data yang disebut datagram tanpa memerlukan proses negosiasi koneksi terlebih dahulu antara dua host yang hendak bertukar informasi. UDP beroperasi pada lapisan transpor (transport layer) dalam model referensi TCP/IP, sejajar dengan Transmission Control Protocol (TCP),.

Karakteristik Teknis

UDP diklasifikasikan sebagai protokol yang tidak andal (unreliable) dan tanpa koneksi (connectionless). Berbeda dengan TCP yang berorientasi pada koneksi dan menjamin pengiriman data, UDP memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Tanpa Koneksi (Connectionless): Pesan UDP dikirimkan tanpa harus membangun hubungan atau negosiasi koneksi (handshake) antara pengirim dan penerima.
  • Tidak Andal (Unreliable): UDP mengirimkan datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan konfirmasi (acknowledgment). Protokol ini tidak menjamin bahwa data akan sampai ke tujuan; data yang hilang atau rusak selama transmisi harus ditangani oleh protokol lapisan aplikasi di atasnya.
  • Minim Overhead: UDP hanya menambahkan alamat port, checksum untuk kontrol kesalahan, dan panjang informasi data dari lapisan di atasnya. Header UDP memiliki ukuran tetap sebesar 8 byte.
  • Tidak Ada Kontrol Aliran (Flow Control): UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) data masuk atau keluar, serta tidak memiliki mekanisme kontrol aliran seperti yang dimiliki TCP,.

Struktur Datagram

Paket data dalam protokol UDP disebut sebagai user datagram. Sebuah datagram terdiri dari header UDP dan data. Header UDP memiliki panjang tetap 8 byte yang terdiri dari empat field masing-masing berukuran 16 bit:

  1. Source Port: Nomor port asal yang digunakan oleh proses aplikasi pengirim.
  2. Destination Port: Nomor port tujuan pada host penerima.
  3. Total Length: Panjang total datagram (header ditambah data) dalam byte.
  4. Checksum: Digunakan untuk deteksi kesalahan (error checking) pada header dan data.

Pesan UDP memiliki ukuran maksimum 65.507 byte, yang dihitung dari 65.535 (nilai maksimum 16-bit) dikurangi 20 byte header IP dan 8 byte header UDP.

Fungsi dan Penggunaan

UDP digunakan dalam situasi di mana kecepatan transmisi lebih diutamakan daripada keandalan pengiriman, atau untuk aplikasi yang dapat mentoleransi hilangnya sedikit data,. Penggunaan UDP meliputi:

  • Komunikasi Request-Response: Cocok untuk proses yang memerlukan komunikasi permintaan-tanggapan sederhana dengan sedikit perhatian terhadap kontrol aliran.
  • Transmisi Broadcast dan Multicast: UDP mendukung pengiriman paket dari satu sumber ke banyak tujuan (one-to-many), yang tidak dapat dilakukan oleh TCP,.
  • Manajemen Jaringan: Digunakan oleh protokol manajemen seperti Simple Network Management Protocol (SNMP).
  • Pembaruan Routing: Digunakan oleh protokol seperti Routing Information Protocol (RIP) untuk pengiriman pembaruan rute.
  • Aplikasi Khusus: Protokol seperti Domain Name System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), dan Trivial File Transfer Protocol (TFTP) beroperasi menggunakan UDP,.

Port UDP

Seperti TCP, UDP menggunakan nomor port untuk mengidentifikasi proses aplikasi tertentu pada host. Beberapa well-known port yang digunakan oleh UDP antara lain:

  • Port 53: Domain Name System (DNS),.
  • Port 67 & 68: Bootstrap Protocol (BOOTP) server dan client / DHCP,.
  • Port 69: Trivial File Transfer Protocol (TFTP).
  • Port 123: Network Time Protocol (NTP).
  • Port 161 & 162: Simple Network Management Protocol (SNMP).

Implementasi pada Perangkat Jaringan

Pada perangkat jaringan seperti router Mikrotik, lalu lintas UDP sering dikelola melalui fitur firewall dan connection tracking. Dalam connection tracking, status koneksi UDP dapat dipantau, di mana paket pertama akan memulai koneksi baru (New) meskipun UDP bersifat connectionless secara teknis. Administrator jaringan dapat menerapkan aturan firewall untuk memblokir, mengizinkan, atau menandai paket UDP berdasarkan port sumber atau tujuan tertentu,. Selain itu, UDP digunakan dalam alat pengujian bandwidth (seperti Bandwidth Test di Mikrotik) untuk mengukur throughput jaringan.