Jump to content

Sistem Basis Data:Flow of Document, Flowchart dan System Context

From Wiki

Mulai tahun 1980-an, sejumlah vendor mulai mengembangkan sistem perangkat lunak untuk mengelola dokumen berbasis kertas. Sistem ini ditangani dengan dokumen kertas, yang termasuk tidak hanya dicetak dan dokumen yang diterbitkan, tetapi juga foto, sidik jari, dll.

Kemudian pengembang mulai membuat kedua jenis sistem yang dapat mengelola dokumen elektronik. Semua dokumen tersebut (file) yang dibuat dengan komputer, dan tersimpan di sistem lokal pengguna (user). Awal manajemen dokumen elektronik (EDM : Electronic Document Management) sistem dikelola baik jenis file pribadi, atau sejumlah bentuk format file. Banyak dari sistem ini nantinya akan dikenal sebagai sistem pencitraan dokumen, karena mereka fokus pada penangkapan, penyimpanan, pengindeksan dan pengambilan format file gambar.

Mungkin, karena itulah maka para pengembang sistem jaman dahulu (profesionalisme) membuat suatu diagram yang dapat membantu mereka “membaca” aliran data pada saat menganalisa kebutuhan pemilik (perusahaan) dan mengembangkannya menjadi sistem.

Pengertian

Flow of document

Flow of document atau biasa disebut sebagai FOD terkadang dan sering dipakai untuk menjelaskan proses bisnis yang berlaku pada suatu perusahaan. Informasi-informasi yang diberikan pihak perusahaan didapatkan berdasarkan hasil wawancara, observasi di lapangan dan kesimpulan dari pertemuan yang diadakan antara pengembang sistem dan pihak yang menginginkan sistem. FOD juga identik dengan perancangan sistem, hampir setiap pengembang sistem memanfaatkan Flow of Document sebagai salah satu alat perancangan sistem untuk menggambarkan sistem lama pada tahap analisis atau menggambarkan sistem yang baru pada tahap perancangan.

Flow of Document diagram

Simbol-simbol Dasar FOD

Flow of Document diagram atau dibahasa Indonesia-kan menjadi Bagan alir dokumen dapat mempermudah pengembang sistem khususnya pembaca hasil rancangannya mengetahui aliran dokumen atau data yang menunjukkan prosedur dari sistem secara logika dan arus laporannya. Hal ini berguna bagi manajemen atas, menengah dan bawah yang terlibat secara langsung dalam pengembangan sistem “membaca” deskripsi tekstual tetapi masih memungkinkan kesalahan interprestasi dari pernyataan yang dibuat. Untuk keperluan tersebut maka disediakan beberapa diagram yang dapat menggambarkan proses bisnis yang ada antara lain melalui Bussiness Process Model, Workflow atau Flow of Document, System Context Diagram dan Data Flow Diagram.

Sejarah Flowchart

Metode struktur pertama tentang proses Flowchart didokumentasikan pertama kali oleh Frank Gilberth kepada anggota American Society of Mechanical Engineers pada tahun 1921 didalam sebuah presentasi tentang Proses Grafik – Langkah awal dalam mencari Jalan Terbaik. Lulusan lain tahun 1994, Ben S. Graham, Direktur Teknik Formcraft di Industri Standart Register, mengadopsi simbol diagram alur untuk proses informasi dan hubungan. Di tahun 1947, ASME mengadopsi serangkaian simbol dari hasil karya asli Gilbreth sebagai standar ASME dalam operasi dan Grafik Diagram alur.

Douglas Hartree menjelaskan bahwa Herman Goldstine dan John von Neumann mengembangkan diagram alur (awalnya diagram) untuk merencanakan program komputer. Akun modernnya didukung oleh Insinyur IBM dan Goldstine. Pemrograman diagram alur asli Goldstine dan von Neumann dapat dilihat di laporan tidak terbit mereka. “Perencanaan dan Masalah Koding untuk instrument Komputasi Elektronik, Bagian 2, Volume 1” (tahun 1947) dimana diproduksi oleh Von Neumann. Selain mendeskripsikan logika alur kontrol, Flowchart juga mengijinkan programmer untuk mengeluarkan bahasa program mesin pada memori komputer sebelum mengembangkan bahasa kumpulan dan assambeler.

Penggunaan Flowchart menjadi popular dalam mendeskripsikan algoritma komputer dan masih digunakan pada tujuan ini. Teknik Modern seperti UML, aktifitas diagaram dan Diagram Drakon dapat dianggap sebagai ekstensi Flowchart tersebut. Pada tahun 1970 popularitas flowchart sebagai metode kita menurun ketika interaktif sambungan komputer dan generasi ketika bahasa pemrograman menjadi alat umum dari perdagangan, sejak algoritma karena algoritma dapat dinyatakan jauh lebih ringkas dan readably sebagai kode sumber dalam suatu bahasa.

Dasar Pengertian Flowchart

Flowchart atau Bagan alir

Adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir (flowchart) digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.

Flowchart atau diagram alur

Adalah kumpulan logika atau urutan-urutan instruksi program dalam bentuk suatu diagram yang terdapat simbol-simbol di dalamnya

Flowchart

Adalah simbol-simbol yang tersusun sesuai dengan fungsinya masing-masing yang dapat menggambarkan logika aliran (flow) atau prosedur suatu sistem guna membantu perancang sistem dalam berkomunikasi dan pendokumentasian prosedur.

Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya. namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:

  1. Input berupa bahan mentah
  2. Proses pengolahan
  3. Output berupa bahan jadi.

Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu :

Simbol-simbol Flowchart
  • START: berisi instruksi untuk persiapan perlatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan masalah.
  • READ: berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input.
  • PROCESS: berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
  • WRITE: berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan ke perlatan output.
  • END :mengakhiri kegiatan pengolahan

Dari gambar flowchart di atas terlihat bahwa suatu flowchart harus terdapat proses persiapan dan proses akhir. Dan yang menjadi topik dalam pembahasan ini adalah tahap proses. )arena kegiatan ini banyak mengandung *ariasi sesuai dengan kompleksitas masalah yang akan dipecahkan. 6alaupun tidak ada kaidah”kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun ada beberapa anjuran yaitu :

  • Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat
  • Penggambaran flowchart yang simetris dengan arah yang jelas.
  • Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END

Operator Flowchart

Operator Numerik
+ Penjumlahan
- Pengurangan
* Perkalian
/ Pembagian
^ Pangkat
sqrt Akar pangkat dua
Operator hubungan
= Sama dengan
# Tidak sama dengan
< Lebih kecil
> Lebih besar
<= Lebih kecil sama dengan
>= Lebih besar sama dengan
Operator Logika
+ Penjumlahan
- Pengurangan
* Perkalian
/ Pembagian
^ Pangkat
sqrt Akar pangkat dua

Terkait

Source