Router
Secara umum, router adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan berbagai jaringan yang berbeda.
- Tugas Utama: Tugas utama router adalah menyediakan jalur komunikasi ke jaringan lain (proses yang sering disebut routing). Router bertugas mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet menuju tujuannya.
- Kecerdasan Router: Router dianggap sebagai perangkat jaringan yang cerdas. Router mampu memahami cara mengirimkan data dari satu jaringan ke jaringan lain.
- Mekanisme Kerja: Router bekerja dengan menentukan rute terbaik yang harus ditempuh oleh paket data.
- Tabel Routing: Untuk menentukan jalur terbaik, router memanfaatkan tabel routing (routing table). Tabel routing ini dibuat pada setiap router untuk mendefinisikan jalur komunikasi yang dapat digunakan ke jaringan lain.
- Perbedaan dengan Switch: Penting untuk diketahui bahwa router memiliki fungsi berbeda dari switch. Switch menghubungkan perangkat dalam satu jaringan lokal (Local Area Network/LAN) yang sama, sedangkan router menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda.
Jenis-Jenis Router MikroTik
MikroTik adalah sebuah perusahaan yang menyediakan sistem operasi khusus untuk mengelola jaringan, dan nama "MikroTik" itu sendiri berasal dari bahasa Latvia yang berarti "jaringan kecil". MikroTik hadir dalam dua bentuk utama:
- MikroTik RouterOS (ROS): Ini adalah sistem operasi independen berbasis Linux yang dirancang khusus untuk memanajemen network. RouterOS dapat diinstal pada PC biasa (arsitektur x86) sehingga PC tersebut dapat berfungsi sebagai router. RouterOS menyediakan fitur-fitur lengkap untuk jaringan IP dan jaringan wireless.
- MikroTik RouterBoard (RB): Ini adalah perangkat keras spesifik (hardware) yang diproduksi oleh MikroTik dan sudah ditanami sistem operasi RouterOS untuk dijadikan router. RouterBoard tersedia dalam berbagai seri, mulai dari low-end hingga high-end.
Peran Utama dan Fitur Konfigurasi Router MikroTik
Router MikroTik memiliki banyak peran dan fitur, yang membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan jaringan.
Routing (Penentuan Jalur)
Routing adalah fungsi utama router. Ada dua jenis routing yang umum digunakan:
- Static Routing (Routing Statis): Konfigurasi routing yang paling sederhana di mana tabel routing diatur secara manual oleh administrator jaringan. Dalam routing statis, administrator harus menambahkan jalur satu per satu untuk setiap network tujuan yang tidak terhubung langsung.
- Dynamic Routing (Routing Dinamis): Router secara otomatis bertukar informasi routing (jalur) dengan router lain menggunakan protokol routing (seperti RIP, OSPF, atau BGP). Ini lebih mudah dikelola untuk jaringan skala besar atau kompleks karena informasi routing akan diperbarui secara otomatis.
Internet Gateway dan Akses Jaringan
Router MikroTik sering berperan sebagai Internet Gateway, yaitu perangkat yang menghubungkan LAN ke Internet dan mengatur lalu lintas masuk dan keluar.
- Network Address Translation (NAT): NAT berfungsi untuk mentranslasikan alamat IP. Ini sangat penting karena untuk terhubung ke Internet diperlukan IP Publik, tetapi karena keterbatasan IP Publik, NAT digunakan untuk menyembunyikan IP Private komputer pengguna (di jaringan lokal) dan menggantinya dengan IP Publik router saat paket data keluar ke Internet. Dalam MikroTik, teknik yang sering digunakan adalah masquerade.
- Konfigurasi Awal: Konfigurasi dasar yang harus dilakukan untuk menjadikan router sebagai gateway meliputi: Setting IP Address pada setiap interface, Setting Default Route (menentukan jalur ke ISP), Setting DNS Server, dan Setting NAT (Masquerade).
Fitur Keamanan (Firewall)
Firewall adalah sistem keamanan yang digunakan untuk memantau dan mengelola lalu lintas (trafik) yang masuk dan keluar dari router atau jaringan, berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan.
Firewall pada MikroTik sering menggunakan fitur Filter Rule, yang memproses paket data menggunakan chain (rantai):
- Input Chain: Untuk memproses paket yang ditujukan ke router itu sendiri (misalnya, saat Anda mengakses router menggunakan WinBox).
- Forward Chain: Untuk memproses paket yang melewati router (misalnya, saat pengguna di LAN mengakses Internet).
- Output Chain: Untuk memproses paket yang berasal dari router itu sendiri (misalnya, saat router melakukan ping ke luar).
Manajemen Bandwidth (QoS)
Quality of Service (QoS) atau Manajemen Bandwidth bertujuan untuk memberikan layanan sesuai dengan level yang diharapkan, dan mencegah perebutan resource traffic.
MikroTik memiliki dua fitur utama untuk manajemen bandwidth:
- Simple Queue: Digunakan untuk pengaturan bandwidth sederhana, biasanya berdasarkan IP Address client, untuk menentukan kecepatan upload dan download maksimum (MIR) dan minimum (Committed Information Rate/CIR).
- Queue Tree: Umumnya digunakan untuk skenario pembagian bandwidth yang lebih rumit, dan memerlukan konfigurasi Firewall Mangle terlebih dahulu (untuk menandai paket data).