Perbedaan antara Tegangan, Arus, dan Daya Listrik
Perbedaan tegangan, arus, dan daya listrik tidak hanya ditemui pada umumnya perangkat listrik, melainkan juga pada perangkat dan komponen listrik tenaga surya. Pada umumnya disini merujuk pada perangkat elektronik yang menggunakan listrik dari jaringan PLN dan genset yang digunakan dalam sehari-hari.
Komponen didalam pembangkit listrik tenaga surya cenderung punya kemiripan dengan komponen listrik pada umumnya seperti inverter, baterai, aki, panel listrik, dan pengkabelannya juga serupa dengan komponen listrik biasanya. Perbedaannya terletak pada komponen panel surya dan solar charge controller yang dipakai untuk mengolah sinar matahari menjadi listrik.
Pengertian Tegangan Listrik
Tegangan listrik adalah ukuran beda potensial antara dua titik dalam rangkaian kelistrikan, dapat pula tegangan diartikan sebagai jumlah energi yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik dari satu lokasi ke lokasi lain. Satuan dari tegangan adalah Volt atau Voltage yang dilambangkan dengan huruf “V”.
Volt adalah standar satuan listrik yang digunakan untuk menunjukkan nilai tegangan dalam rangkain listrik. Tegangan dibangkitkan dari pembangkit listrik yang dibedakan menjadi tegangan sangat rendah, rendah, menengah, tinggi, ekstra tinggi, dan ultra tinggi. Informasi mengenai nilai tegangan diperlukan agar komponen yang digunakan sesuai dengan spesifikasi jaringan listrik. Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan adalah voltmeter atau multitester.
Pengertian Arus Listrik
Arus listrik adalah kecepatan aliran muatan listrik yang melalui suatu penghantar dalam waktu tertentu. Arus listrik dinyatakan dalam satuan Ampere yang dilambangkan dengan huruf “A”. Misalnya saat akan membeli perangkat proteksi seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) akan ditanya mau beli berapa amper? mau yang 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, atau 40A.
Ampere adalah satuan listrik yang digunakan untuk menunjukan nilai arus yang mengalir dalam rangkaian listrik. Nilai ampere diketahui dengan alat amperemeter, multimeter, atau tang ampere. Selain MCB, satuan ampere juga ada pada sepesifikasi peralatan elektronik seperti kipas angin, pompa air, kulkas, setrika, dan tv.
Arus listrik dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
- Arus searah (Direct Current / DC), yaitu arus yang mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu.
- Arus bolak-balik (Alternating Current / AC), yaitu arus yang mempunyai nilai berubah terhadap satuan waktu dengan karakteristik akan selalu berulang untuk periode waktu tertentu
Pengertian Daya Listrik
Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi suatu rangkaian listrik atau perangkat elektronik. Daya listrik dinyatakan dalam satuan Watt yang dilambangkan dengan huruf “W”. Watt adalah satuan listrik yang digunakan untuk menunjukkan nilai daya/kekuatan/kapasitas suatu perangkat listrik. Misalnya lampu yang terpasag di ruangan, jika dilihat lebih dekat akan ada informasi nilai watt-nya seperti 5W, 10W, dan 15W. Makin besar nilai watt lampu, makin terang lampu tersebut.
Jika suatu potensial V dikenakan ke suatu bahan dan mengalirkan arus. Energi yang diberikan ke masing-masing elektron yang menghasilkan arus listrik sebanding dengan V (beda potensial). Dengan demikian total energi yang diberikan ke sejumlah elektron yang menghasilkan total muatan sebesar dq adalah sebanding dengan Vdq. Energi yang diberikan pada elektron per satuan waktu didefinisikan sebagai daya (power).
Simbol daya adalah P (power). Sedangkan satuang daya adalah Watt.