Jump to content

Pengguna root

From Wiki

Pengguna root, sering disebut sebagai super user, adalah akun pengguna dalam sistem operasi berbasis Linux dan Unix yang memiliki hak akses penuh dan tidak terbatas terhadap seluruh sumber daya sistem. Akun ini dibuat secara otomatis pada saat proses instalasi sistem operasi dan memiliki wewenang untuk mengawasi serta membatasi pengguna lain. Dalam struktur sistem, hak akses pengguna dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu pengguna biasa (regular user) yang memiliki akses terbatas dan pengguna root yang memiliki izin untuk mengubah, menambah, dan menghapus konfigurasi sistem.

Karakteristik dan Identifikasi

Sistem operasi Linux mengenali pengguna root berdasarkan nomor identitas pengguna atau User ID (UID). Pengguna root secara default selalu menggunakan UID 0,. Sistem akan mengasumsikan bahwa pengguna manapun yang memiliki UID 0 adalah pengguna dengan hak akses tertinggi, terlepas dari nama akun yang digunakan.

Secara visual pada antarmuka baris perintah (command line interface), status pengguna root ditandai dengan simbol pagar (#) pada prompt shell, berbeda dengan pengguna biasa yang umumnya ditandai dengan simbol dolar ($),. Selain itu, direktori rumah (home directory) untuk pengguna root berlokasi di /root, terpisah dari direktori pengguna biasa yang umumnya berada di direktori /home.

Fungsi dan Wewenang

Pengguna root memegang kendali mutlak atas sistem operasi. Wewenang ini mencakup:

  • Manajemen Sistem: Kemampuan untuk menggerakkan perangkat keras (hardware), seperti membuat file pada hard disk dan menjalankan tugas utama sistem operasi.
  • Manajemen Pengguna: Hak untuk menambah atau menghapus akun pengguna serta grup dalam sistem. Root dapat mengganti kata sandi milik semua pengguna, sedangkan pengguna biasa hanya dapat mengganti kata sandi mereka sendiri.
  • Akses File: Kemampuan untuk mengakses dan memodifikasi file sistem yang krusial, termasuk file /etc/passwd dan /etc/shadow yang menyimpan informasi akun dan kata sandi pengguna,.

Metode Akses

Terdapat mekanisme spesifik untuk mendapatkan hak akses root:

  • Perintah su: Merupakan singkatan dari substitute user, perintah ini digunakan untuk beralih sesi login dari pengguna biasa menjadi pengguna root atau pengguna lain. Pengguna harus memasukkan kata sandi root untuk menggunakan perintah ini.
  • Perintah sudo: Memungkinkan pengguna biasa untuk menjalankan perintah dengan hak akses root tanpa harus login sebagai root sepenuhnya. Penggunaan sudo dianggap dapat meningkatkan keamanan sistem karena menyediakan fitur audit dan pelacakan aktivitas.

Keamanan dan Risiko

Penggunaan akun root memiliki implikasi keamanan yang signifikan. Karena root memiliki akses tidak terbatas, kesalahan konfigurasi atau penyalahgunaan dapat merusak sistem. Beberapa praktik keamanan terkait pengguna root meliputi:

  • Pembatasan Login: Disarankan untuk menonaktifkan login langsung sebagai root (Disable Root Login) dan menggunakan sudo untuk keperluan administratif guna menghindari pembagian kata sandi root dan meningkatkan keamanan.
  • Deteksi Anomali: Administrator harus memantau adanya akun non-root yang memiliki UID 0, karena hal tersebut dapat mengindikasikan adanya pengguna tidak sah atau "siluman" yang memiliki hak akses tertinggi,.
  • Isu SUID: File eksekusi dengan bit Set User ID (SUID) yang aktif dapat disalahgunakan jika memiliki celah keamanan, yang memungkinkan pengguna lokal atau jarak jauh mendapatkan akses setara root.