Pembelajaran Mendalam: inquery kolaboratif
Inkuiri kolaboratif adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang mengedepankan penyelidikan aktif dan kerja sama antarpeserta didik dalam proses belajar. Ini merupakan bagian dari praktik pedagogis dalam kegiatan kokurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik secara holistik, terutama karakter.
Berikut adalah beberapa aspek penting dari inkuiri kolaboratif:
• Pengertian Inkuiri kolaboratif, atau pembelajaran berbasis penyelidikan, adalah model pembelajaran inovatif yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep secara mendalam, melatih keterampilan berpikir kritis, komunikasi, memecahkan masalah secara kreatif, serta bekerja sama dalam konteks dunia nyata.
• Praktik Pedagogis Dalam konteks kokurikuler, inkuiri kolaboratif mengutamakan pembelajaran aktif seperti model pembelajaran berbasis penyelidikan (inquiry-based learning), pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), dan ruang eksplorasi yang memungkinkan murid mengonstruksi pengetahuan serta membangun makna secara mandiri maupun kolaboratif.
• Tujuan Tujuannya adalah membantu murid melihat keterkaitan antarilmu, mengembangkan delapan dimensi profil lulusan (seperti penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi), serta memperdalam pemahaman melalui pengalaman kontekstual. Misalnya, melalui inkuiri, siswa diajak untuk mengembangkan pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
• Sintaks/Fase Pembelajaran Model inkuiri (Inquiry) memiliki sintaks atau fase pembelajaran tertentu yang menjadi ciri khasnya, meliputi:
1. Engage (Melibatkan): Menyajikan fenomena atau permasalahan untuk memotivasi dan menarik rasa ingin tahu peserta didik, serta mendorong berbagi ide dan diskusi awal. Ini melibatkan identifikasi dan perumusan masalah, kemudian memilih satu rumusan masalah untuk dipecahkan.
2. Explore (Mengeksplorasi): Merancang dan melaksanakan penyelidikan ilmiah. Murid dibimbing untuk berkelompok, mendiskusikan strategi pemecahan masalah, mengambil keputusan, melakukan eksplorasi untuk membuktikan kebenaran hipotesis, dan mencari informasi pendukung yang relevan. Selama fase ini, penting bagi siswa untuk terlibat aktif, mengembangkan pemikiran kritis, dan mendokumentasikan semua data/temuan.
3. Explain (Menjelaskan): Menganalisis hasil eksplorasi, menyajikan dan mendiskusikan hasil, serta mengembangkan keterampilan berpikir. Murid dibimbing untuk menginterpretasikan data, menjelaskan hasil, dan berbagi pendapat antar kelompok, hingga mengambil keputusan untuk menolak atau menerima hipotesis.
4. Elaborate (Mengelaborasi): Menerapkan apa yang telah dijelaskan dan mengaplikasikan pengetahuan serta keterampilan yang telah didapatkan. Siswa diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan mengembangkan pemikiran kritis melalui latihan soal, mengklarifikasi poin-poin tertentu, dan menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan situasi baru.
5. Evaluate (Mengevaluasi): Melakukan penilaian, evaluasi, dan refleksi, serta menyimpulkan hasil. Peserta didik dibimbing untuk menyimpulkan hasil pembelajaran dan melakukan refleksi serta evaluasi diri terhadap pemahaman dan keterampilan yang telah dilatih.
Inkuiri kolaboratif sangat mendukung Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) karena mendorong siswa untuk benar-benar memahami, menghubungkan, dan menerapkan pengetahuan, bukan hanya menghafal fakta. Lingkungan belajar yang mendukung inkuiri kolaboratif juga meningkatkan partisipasi aktif dan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajaran mereka sendiri.