Pembelajaran Mendalam: Cara Menetukan Dimensi Profil Lulusan

Pembelajaran Mendalam (PM) bertujuan untuk mewujudkan Profil Lulusan yang utuh, yang terdiri dari delapan dimensi kompetensi. Demikian pula, kegiatan kokurikuler dirancang khusus untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter, yang diwujudkan melalui pencapaian delapan dimensi profil lulusan ini. Pemilihan Dimensi Profil Lulusan yang tepat adalah langkah krusial dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi peserta didik.

Bagaimana Memilih Dimensi Profil Lulusan?

Pemilihan Dimensi Profil Lulusan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui proses identifikasi dan analisis yang sistematis, baik dalam perencanaan Pembelajaran Mendalam maupun perencanaan Kokurikuler.

1. Dalam Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PM):

Pemilihan Dimensi Profil Lulusan merupakan bagian integral dari tahap "Identifikasi" dalam perencanaan PM. Proses ini melibatkan tiga langkah utama:

Mengidentifikasi Kesiapan Murid (a)

Guru perlu menganalisis pengetahuan awal murid (misalnya melalui pre-test atau diskusi awal), mengamati respons mereka terhadap tantangan berpikir kritis, mengidentifikasi gaya belajar dan minat mereka (menggunakan angket atau wawancara), menganalisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS), serta memperhatikan konteks sosial dan emosional yang memengaruhi kesiapan belajar. Hasil identifikasi ini memungkinkan guru untuk menyusun perencanaan PM yang lebih efektif, memastikan setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sesuai potensi mereka yang beragam.

Memahami Karakteristik Materi Pelajaran (b)

Guru harus mengenali sifat dasar mata pelajaran (apakah menekankan konsep, keterampilan, atau karakter), menganalisis kompetensi (pengetahuan esensial dan aplikatif), memastikan tujuan pembelajaran mendorong eksplorasi konsep (bukan sekadar hafalan), mengidentifikasi keterkaitan setiap mata pelajaran dengan kehidupan nyata, dan mengidentifikasi potensi mata pelajaran terhadap pencapaian delapan Dimensi Profil Lulusan. Ini juga termasuk mempertimbangkan tingkat kesulitan materi dan struktur materi.

Menentukan Dimensi Profil Lulusan (c)

Berdasarkan hasil identifikasi kesiapan murid dan karakteristik materi pelajaran, dimensi profil lulusan yang relevan akan ditentukan. Delapan dimensi ini adalah (1) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kewargaan, (3) penalaran kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.

2. Dalam Perencanaan Kokurikuler:

Perencanaan kokurikuler juga dimulai dengan analisis kebutuhan untuk menentukan Dimensi Profil Lulusan yang akan diperkuat. Tahapan ini melibatkan analisis satuan pendidikan secara menyeluruh.

Analisis Satuan Pendidikan

Kepala satuan pendidikan dapat memimpin diskusi dengan pendidik, melakukan observasi, dan memeriksa dokumen hasil pembelajaran untuk mengidentifikasi delapan dimensi profil lulusan mana yang masih memerlukan penguatan. Analisis ini juga mempertimbangkan:

Kesesuaian dengan Kurikulum Satuan Pendidikan

Memastikan bahwa kegiatan kokurikuler mendukung tujuan kurikulum yang sudah ada.

Minat dan Bakat Murid serta Capaian Pembelajaran yang Belum Optimal

Mengidentifikasi dimensi yang belum tercapai secara optimal dalam kegiatan intrakurikuler dan dapat dioptimalkan melalui kokurikuler.

Sumber Daya yang Dimiliki atau Dapat Diakses

Mempertimbangkan sumber daya fisik, sumber daya manusia (keahlian guru, orang tua, alumni), sumber daya finansial, dan sumber daya lingkungan (museum, sanggar, kebun, instansi pemerintah). Penting untuk memastikan mitra juga mendapatkan manfaat dari kemitraan ini.

Kondisi Kontekstual dan Karakteristik Sosial

Mempertimbangkan isu-isu dan tantangan kehidupan nyata yang relevan dengan keseharian murid.

Penentuan Dimensi Profil Lulusan

Berdasarkan hasil analisis ini, satuan pendidikan kemudian menentukan dimensi profil lulusan yang akan menjadi fokus kegiatan kokurikuler.

Contoh Ilustrasi Pemilihan Dimensi dalam Kokurikuler

Pak Armand (SD Lentera)

Mengidentifikasi peningkatan pemakaian gawai oleh murid yang memicu penyebaran informasi tidak sesuai usia. Oleh karena itu, ia memilih dimensi Penalaran Kritis agar murid dapat menyaring informasi dari internet.

Bu Cici (PAUD Satu Nusa)

Dengan kelas TK-A baru yang permintaannya meningkat, ia memutuskan untuk membangun fondasi dimensi Kemandirian murid di semester pertama.

Bu Lina (SMP Cinta Ilmu)

Mengamati banyak orang tua murid berprofesi UMKM/pariwisata dan rencana pemerintah daerah membuka area wisata baru. Ini dimanfaatkan untuk membangun dimensi Kreativitas dan Kolaborasi murid.

Pak Bara (SMK Top)

Menyadari kerja sama dengan perusahaan luar negeri untuk magang. Ia memilih untuk menguatkan dimensi Kewargaan murid demi menjaga nasionalisme tetap tumbuh.

Delapan Dimensi Profil Lulusan

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing dimensi yang menjadi fokus dalam PM dan Kokurikuler:

  1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Individu yang memiliki keyakinan teguh dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.
  2. Kewargaan: Individu yang cinta tanah air, menaati aturan dan norma sosial, peduli dan bertanggung jawab sosial, serta berkomitmen menyelesaikan masalah nyata terkait keberlanjutan hidup, lingkungan, dan harmoni antarbangsa.
  3. Penalaran Kritis: Individu yang mampu berpikir logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi informasi, menganalisis masalah, mengevaluasi argumen, menghubungkan gagasan, dan merefleksikan proses berpikir dalam pengambilan keputusan.
  4. Kreativitas: Individu yang mampu berpikir inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi unik dan bermanfaat.
  5. Kolaborasi: Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama, menghargai kontribusi tim, dan menghormati perbedaan.
  6. Kemandirian: Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri, mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas tanpa bergantung pada orang lain, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  7. Kesehatan: Individu yang menjalankan kebiasaan hidup sehat, memiliki fisik prima, bugar, serta mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik (well-being).
  8. Komunikasi: Individu yang memiliki kemampuan menyampaikan ide, gagasan, dan informasi dengan jelas, serta berinteraksi secara efektif secara intrapribadi dan antarpribadi dalam berbagai situasi.

Integrasi dengan Pengalaman dan Prinsip Pembelajaran

Setelah Dimensi Profil Lulusan dipilih, langkah selanjutnya adalah merancang pengalaman belajar (Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi) yang akan mendukung pencapaian dimensi tersebut. Pengalaman belajar ini harus dijiwai oleh prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Misalnya, pengalaman "Memahami" berfokus pada pembangunan kesadaran murid terhadap tujuan pembelajaran dan konstruksi pengetahuan esensial, aplikatif, serta nilai dan karakter. "Mengaplikasi" melibatkan penerapan pengetahuan secara kontekstual untuk pemecahan masalah nyata. Sedangkan "Merefleksi" adalah proses evaluasi diri dan pemaknaan hasil belajar untuk perbaikan berkelanjutan.

Peran Evaluasi dan Umpan Balik

Evaluasi kegiatan kokurikuler, termasuk asesmen formatif dan sumatif, bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan dampak kegiatan terhadap pencapaian delapan dimensi profil lulusan. Hasil evaluasi ini juga berfungsi untuk memberikan umpan balik dan data otentik kepada kepala satuan pendidikan untuk memutuskan tindak lanjut, termasuk mengidentifikasi dimensi yang masih memerlukan penguatan pada kegiatan kokurikuler selanjutnya. Pelaporan hasil kokurikuler dalam rapor murid akan mencantumkan deskripsi pencapaian dimensi profil lulusan ini.