Mikrotik: Persiapan Konfigurasi Mikrotik
Appearance
Berikut adalah panduan persiapan yang dapat Anda lakukan:
- Pahami Dasar-dasar Jaringan (Network Fundamental) Sebelum mulai mempelajari konfigurasi perangkat MikroTik, disarankan untuk terlebih dahulu memahami materi yang berkaitan dengan dasar-dasar jaringan. Pengetahuan dasar jaringan ini mencakup pemahaman tentang jaringan LAN, pengkabelan, dan alamat IP (beserta prefix atau subnetmask seperti 192.168.1.0/24). Anda juga sebaiknya mengerti penggunaan layanan Internet, pengujian jaringan menggunakan tools seperti "ping", serta pemahaman tentang IP Address, Network Address, Broadcast Address, Default Gateway, DNS Server, nomor port, dan protokol (TCP, UDP, ICMP).
- Siapkan Perangkat Keras atau Lingkungan Simulasi Materi yang ada tidak hanya berkaitan dengan konsep atau teori, melainkan juga praktik langsung. Untuk keperluan praktik, disarankan menyiapkan beberapa perangkat:
- Koneksi Internet (disarankan minimal 512 kbps atau lebih cepat).
- Router MikroTik dengan arsitektur yang sesuai (misalnya x86, MIPS, PowerPC, TILE, CHR). Contoh yang digunakan dalam materi adalah RouterBoard 951-2n.
- Komputer desktop atau laptop yang dilengkapi dengan aplikasi WinBox dan browser Internet.
- LAN Switch dan kabel jaringan yang dibutuhkan untuk membangun jaringan.
- Access Point (opsional, jika memungkinkan).
- Alternatifnya, Anda dapat menggunakan simulator jaringan seperti VMware, VNETLAB, atau GNS3. Menggunakan simulator dapat membantu Anda untuk mensimulasikan jaringan dan materi tanpa perlu membeli perangkat keras terlebih dahulu. Panduan instalasi simulator mungkin tersedia di video/materi sebelumnya.
- Pastikan Router dalam Kondisi Awal (Tidak Ada Konfigurasi) Untuk mempermudah proses pembelajaran dan praktik sesuai panduan, diasumsikan bahwa Router MikroTik yang akan digunakan tidak memiliki konfigurasi sama sekali, termasuk konfigurasi default yang biasanya ada pada router baru.
- Jika router yang Anda gunakan bukan router baru atau pernah digunakan sebelumnya, sebaiknya lakukan prosedur reset konfigurasi.
- Prosedur reset ini akan mengembalikan konfigurasi router ke kondisi default. Ada dua cara reset: Soft Reset (melalui software) dan Hard Reset (melalui tombol reset).
- Untuk melakukan soft reset via command line, gunakan perintah
system reset-configuration no-defaults=yes. Konfirmasi dengan 'y' saat diminta. Via WinBox, menu yang digunakan adalah System > Reset Configuration, lalu klik tombol Reset Configuration. - Untuk melakukan hard reset pada RouterBoard seri 951-2n, tekan tombol reset (menggunakan pengungkit kecil atau pulpen) saat router dalam kondisi mati (kabel power tercabut), lalu colokkan kembali kabel power sambil tetap menekan tombol reset. Tahan hingga LED ACT berkedip, lalu padam. Terus tahan hingga semua LED indikator port ethernet menyala sebentar lalu padam (sekitar 20-40 detik). Lepaskan kabel power, lalu colokkan kembali untuk menghidupkan router dengan konfigurasi default.
- Router MikroTik juga dapat diinstal ulang menggunakan Netinstall jika mengalami masalah serius atau boot loop. Netinstall juga bisa digunakan untuk reset password tanpa menghapus konfigurasi sebelumnya dengan mencentang opsi "keep old configuration".
- Periksa dan Bersihkan Konfigurasi Default yang Tidak Diinginkan Setelah router direset (terutama jika menggunakan opsi
no-defaults=yesatau setelah menghapus konfigurasi default saat login pertama kali via Winbox), pastikan tidak ada konfigurasi bridge yang tersisa, karena ini dapat mempengaruhi konfigurasi yang akan dilakukan. Anda dapat memeriksa konfigurasi bridge dengan perintahinterface bridge print. Jika ada, hapus interface bridge tersebut (contohinterface bridge remove 0) dan pastikan tidak ada port yang menjadi anggotanya (interface bridge port print, contohinterface bridge port remove 0,1). - Pilih dan Siapkan Metode Akses untuk Konfigurasi Terdapat beberapa cara untuk mengakses Router MikroTik untuk konfigurasi:
- WinBox: Aplikasi berbasis desktop yang portable (tidak perlu instalasi). Direkomendasikan karena mudah digunakan dengan antarmuka grafis (GUI) dan memiliki fitur CLI juga. Dapat diakses menggunakan IP Address atau MAC Address. Menggunakan MAC Address sangat membantu jika perangkat belum memiliki IP Address atau saat IP Address mungkin diubah/dihapus. Unduh WinBox dari situs resmi mikrotik.com.
- Webfig: Akses melalui browser web. Mirip WinBox tapi diakses via browser. Membutuhkan router sudah memiliki alamat IP untuk diakses.
- Telnet/SSH: Akses melalui Command Line Interface (CLI). Membutuhkan pemahaman perintah dasar. SSH lebih aman dibanding Telnet. Telnet menggunakan port 23 (default), SSH port 22 (default). Untuk menggunakan Telnet di Windows, pastikan fitur Telnet Client diaktifkan.
- Lainnya: Tik-App (Android), API Socket, FTP, Serial Console.
- Saat menghubungkan komputer ke RouterBoard, pastikan alamat IP pada komputer dalam keadaan kosong atau mendapatkan IP secara otomatis (obtain), karena RouterBoard mungkin memberikan alamat IP default (seperti 192.168.88.1/24 pada ether2). Gunakan kabel UTP tipe straight untuk menghubungkan komputer ke RouterBoard.
- Login awal biasanya menggunakan username
admindan password kosong. Jika login dengan WinBox pada router baru/reset, mungkin muncul kotak dialog untuk menggunakan konfigurasi default; disarankan untuk memilih "Remove Configuration".
- Identifikasi dan Kelola Interface Setelah berhasil mengakses router (misalnya via New Terminal di Winbox), periksa interface yang tersedia dan statusnya menggunakan perintah
interface print. Setiap interface memiliki nama default (ether1, ether2, dst.) dan nomor indeks (#) yang berguna untuk konfigurasi. Untuk alasan keamanan, non-aktifkan (disable) interface router yang memang tidak digunakan dengan perintahinterface disable [nomor_index]. Anda juga dapat mengganti nama interface agar lebih mudah diidentifikasi (misalnya ether1-Internet, ether2-LAN). - Ubah Identitas Router (Opsional tapi Dianjurkan) Mengganti identitas (hostname) router dari default "MikroTik" sangat berguna untuk membedakan router satu dengan yang lain, terutama jika mengelola banyak perangkat. Anda dapat mengubahnya melalui System > Identity di WinBox atau menggunakan perintah CLI
system identity set name=[nama_baru]. - Amankan Akses Login Awal (Opsional tapi Penting) Secara default, user
adminmemiliki akses penuh (full) dan password kosong. Dianjurkan untuk segera mengamankan akses login ini. Anda bisa mengatur password untuk useradmin(contohuser set admin password=123456) atau menonaktifkan useradmindan membuat user baru dengan username dan password yang berbeda, serta menentukan hak akses (group) yang sesuai (full, write, atau read).
Itulah panduan persiapan sebelum Anda mulai melakukan konfigurasi inti pada perangkat MikroTik.