MikroTik: Limit Bandwidth Mikrotik Hotspot, DHCP & PPPoE
User dynamik seperti hotspot, DHCP & PPP punya cara sendiri untuk limit bandwidth nya.
Disini anda akan mengetahui cara mudah limit bandwidth mikrotik untuk user dinamis.
Dengan begitu anda bisa melakukan QoS terhadap jaringan anda.
Limit bandwidth adalah salah satu cara yang dipakai saat implementasi QoS.
Konsep Management Bandwidth (QoS)
QoS atau Quality of Service yang dalam bahasa indonesia artinya “kualitas layanan” bukan hanya sekedar melimit bandwidth.
limit bandwidth hanyalah salah satu tehnik dalam praktek QoS.
Lalu apa itu QoS dan Tujuan nya?
QoS Lebih menitik beratkan bagaimana cara mengelola/membagi bandwidth yang tersedia kepada user sesuai kebutuhan sehingga user merasa nyaman saat berinternet.
Yang jadi kunci disini adalah “kebutuhan nya” bukan masalah besar atau kecilnya bandwidth yang diberikan.
Walaupun kecil tapi sesuai takaran kebutuhan pasti akan nyaman .
Intinya bagaimana kita sebagai admin bisa memberi jatah yang pas dengan kebutuhan user.
Tehnik QoS Bandwidth Mikrotik
Limitasi bukanlah satu-satunya cara untuk memberikan kualitas layanan internet (QoS).
QoS bandwidth di mikrotik bisa dilakukan dengan beberapa cara.
Menggabungkan beberapa cara/tehnik dengan tepat akan menghasilkan hasil yang lebih baik.
Limitasi
Adalah tehnik QoS dengan cara membatasi penggunaan maximal bandwidth oleh user.
Tujuan nya agar user tersebut tidak menghabiskan semua bandwidth yang bisa menyebabkan user lain lemot.
Itulah mengapa setiap kamu beli/pasang internet pasti tertera kecepatan yang kamu akan dapat.
Inilah yang disebut limitasi speed.
Grouping
Tehnik ini dilakukan dengan cara memasukan user kedalam group agar mendapat alokasi bandwidth secara otomatis.
yang diberi limit adalah Group nya.
CONTOH:
Group A isinya 10 orang dan diberi limit bandwidth 10Mbps.
Nanti otomatis user yang aktif di dalam group akan mendapat jatah bandwidth sama rata.
Jika dipakai bareng ber 10 maka akan dapet 1Mbps,
Jika dipakai sendiri akan dapet 10Mbps, bedua dapet 5Mbps, dan seterusnya.
Burst
Tehnik burst digunakan untuk memberikan user kecepatan tambahan berdasar kondisi tertentu.
tujuan nya agar user mendapat kesan punya internet yang kenceng.
Kenceng banget untuk browsing, biasa saja untuk download.
CONTOH:
Dalam sebuah Group A berisi 10 orang dengan limit bandwidth group 10Mbps.
Tiap user diberi max limit 1M, tapi diberikan juga burst limit 3M
Saat digunakan untuk browsing maka kecepatan nya up to 3Mbps
Tapi jika dipakai buat download kecepatan nya akan menjadi 1Mbps
Priority
Adalah memberikan prioritas utama kepada user tertentu agar mendapat alokasi bandwidth terlebih dahulu sebelum user lain.
Misalnya untuk komputer admin, boss dan user yang bekerja dengan internet harus diberi prioritas nomer satu.
Tujuan nya agar saat traffic penuh user ini tidak perlu ngantri atau lemot.
Indikator QoS
Lalu bagaimana kamu tau bahwa QoS bandwidth telah disetting dengan benar?
Tentu kamu perlu memperhatikan beberapa indikator yang menjadi takaran kenyamanan pengguna.
Kamu bisa langsung mencoba/memposisikan sebagai user dan menggunakan internetnya.
Lalu cek beberapa parameter dibawah ini jika dirasa pengalaman berinternet mu kurang nyaman.
Troughput Bandwidth
Throughput adalah kecepatan transfer data yang sebenarnya saat melakukan koneksi internet, misalnya download, upload, streaming, browsing dan lain lain.
Jadi belum tentu saat kamu memberi limit bandwidth 2Mbps user akan mendapat 2Mbps saat berinternet.
Jadi kamu perlu test throughput internet di jaringan mu dan juga dari sisi perangkat user.
Kamu bisa gunakan speedtest atau langsung menggunakannya utuk keperluan user.
Seperti browsing, streaming, download dan sejenisnya.
Latency
Latency adalah waktu yang diperlukan oleh paket data untuk sampai ke tujuan yang dikirim lewat jaringan komputer.
Menggunakan satuan milisecond(ms).
Cara untuk mengecek latency adalah dengan melakukan ping ke target.
Jitter
Jitter adalah variasi naik turun nya latency/ping karena suatu hal di dalam jaringan.
Jitter ini yang bisa menyebabkan koneksi terputus ataupun buffering.
Packet Loss
Saat kebutuhan bandwidth user lebih dari alokasi/limit yang kamu berikan maka akan terjadi packet loss.
Untuk transmisi dengan protocol TCP, paket ini akan diminta dan dikirim ulang, jadi tidak menjadi masalah.
Tapi untuk koneksi UDP (realtime) paket akan hilang dan menyebabkan lag, macet pada aplikasi VoIP, games, video converence.