Jump to content

MikroTik: Konfigurasi LAN

From Wiki

🏠 Konsep: IP Address = Alamat Rumah

Bayangkan lagi Router MikroTik itu sebagai Rumah. Tadi kamu sudah kasih nama pintunya (ether1-Internet, ether2-LAN).

Nah, IP Address itu adalah Nomor Rumahnya.

Kalau paket data (si tukang pos) mau kirim surat (file/internet) ke rumahmu, dia harus tahu alamat lengkapnya.

  • Kalau cuma ada pintu tapi nggak ada nomor rumah --> Tukang pos bingung.
  • Kalau nomor rumahnya kembar sama tetangga --> Tukang pos salah kirim (ini namanya IP Conflict).

Jadi aturannya: Satu Interface (Pintu) Wajib Punya Satu Alamat Unik.

πŸ”’ Kode "Buntut" /24 (Slash 24)

Di sekolah atau tutorial, kalian pasti sering lihat tulisan kayak gini: 192.168.1.1/24

"Pak, itu /24 apaan sih? Kok ribet amat?"

Tenang, itu namanya Prefix atau Subnet Mask. Biar gampang, anggap saja itu Kode RT/RW.

  • Angka Depan (192.168.1.1): Ini nomor rumah spesifik kamu.
  • Angka Belakang (/24): Ini menunjukan siapa saja tetangga kamu (satu RT).

Kalau kamu pakai /24, artinya kamu satu komplek (satu jaringan) dengan nomor 192.168.1.2 sampai 192.168.1.254. Kalau ada orang pakai nomor 192.168.50.1, berarti dia beda RT alias beda kampung. Kalian nggak bisa ngobrol langsung kecuali lewat perantara (Router).

πŸ”Œ Bedanya IP Public vs IP Private

Di MikroTik nanti, kamu bakal ketemu dua jenis alamat ini. Jangan ketukar ya!

1. IP Public (Plat Merah / Resmi)

  • Ini alamat yang dikasih sama penyedia internet (ISP) kayak Indihome, Biznet, dll.
  • Ibaratnya: Ini alamat jalan raya utama. Seluruh dunia bisa nemuin alamat ini.
  • Biasanya dipasang di ether1-Internet.

2. IP Private (Plat Hitam / Lokal)

  • Ini alamat yang kamu buat sendiri sesuka hati buat komputer-komputer di lab atau kantor.
  • Ibaratnya: Ini nomor kamar di dalam kos-kosan. Orang luar jalan raya nggak perlu tahu nomor kamarmu, yang penting mereka tahu alamat gedung kosnya.
  • Biasanya angkanya 192.168.x.x atau 10.x.x.x.
  • Dipasang di ether2-LAN buat ke komputer siswa/guru.

πŸ“ Tugas Mental Buat Kamu

Nanti kalau buka Winbox, alurnya begini:

  1. Klik menu IP -> pilih Addresses.
  2. Klik tanda tambah (+).
  3. Masukkan alamatnya (Misal: 192.168.10.1/24).
  4. PENTING: Pilih Interface-nya! Jangan sampai salah kamar. Kalau IP buat lokal, ya pilih ether2. Kalau IP dari internet, pilih ether1.

Gimana? Masih aman kan kepalanya? Intinya: Interface itu barangnya, IP Address itu identitasnya.