Jump to content

MikroTik: Distance default

From Wiki

Kenapa Rute Statis di MikroTik Punya Nilai Distance 1?

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah router, khususnya MikroTik, memutuskan jalur mana yang terbaik untuk mengirim paket data? Bayangkan Anda sedang menggunakan Google Maps di tengah kota yang padat. Ada banyak jalan menuju tujuan Anda: ada yang lewat jalan tol, ada yang lewat jalan tikus. Google Maps akan menganalisis semua pilihan dan merekomendasikan rute tercepat. Nah, router melakukan hal serupa, tetapi acuannya bukan kecepatan, melainkan sebuah nilai bernama Administrative Distance (atau sering disebut Distance saja di MikroTik). Nilai ini pada dasarnya adalah "tingkat kepercayaan" router terhadap sebuah rute.

Prinsip utamanya sangat sederhana: semakin kecil nilai distance, semakin tinggi prioritas rute tersebut, dan semakin router "mempercayainya".

Untuk rute yang kita tambahkan secara manual, atau yang dikenal sebagai Static Route, MikroTik memberikan nilai distance default sebesar 1.

Kenapa Angka 1?

Nilai 1 ini menunjukkan bahwa rute statis dianggap sangat andal dan diprioritaskan oleh router. Namun, ada satu yang lebih istimewa, yaitu rute yang berstatus connected (jaringan yang terhubung langsung ke antarmuka router), yang memiliki nilai distance 0. Ini sangat logis, karena tidak ada yang lebih pasti bagi router selain jaringan yang "menancap" langsung di port-nya sendiri.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat skenario ini: Sebuah kantor memiliki dua koneksi internet, ISP A dan ISP B. ISP A dijadikan jalur utama dengan static route (distance 1), sedangkan ISP B sebagai cadangan diatur melalui protokol OSPF (distance 110). Jika kedua jalur ini aktif, router akan selalu memilih ISP A untuk mengirim data. Kenapa? Karena nilai distance 1 jauh lebih kecil (lebih prioritas) daripada 110. Jalur ISP B baru akan digunakan jika jalur utama (ISP A) terputus.

Perbandingan Nilai Distance Default di MikroTik

Setiap protokol routing memiliki "tingkat kepercayaan" atau nilai distance bawaan yang berbeda-beda, membentuk semacam hierarki. Berikut adalah daftar standar di MikroTik:

  • Connected Routes: 0 (Paling dipercaya, sumber kebenaran mutlak bagi router)
  • Static Routes: 1 (Sangat dipercaya, karena diatur langsung oleh admin)
  • eBGP: 20
  • OSPF: 110
  • RIP: 120
  • MME: 130
  • iBGP: 200 (Dianggap kurang dipercaya dibandingkan protokol lain dalam daftar ini)

Bagaimana Jika Nilainya Sama?

Sebagai administrator jaringan, Anda memiliki kuasa untuk mengubah nilai distance ini. Lalu, apa yang terjadi jika ada beberapa rute menuju tujuan yang sama dan Anda mengatur nilai distance-nya menjadi sama persis? Dalam kasus ini, MikroTik akan menganggap semua jalur tersebut sama baiknya dan akan mendistribusikan lalu lintas data ke semua jalur tersebut secara bergantian. Metode ini dikenal sebagai Round Robin atau Equal-Cost Multi-Path (ECMP). Ini seperti membuka dua loket kasir sekaligus; pelanggan akan dilayani secara bergantian di kedua loket untuk mempercepat antrean.

Memahami konsep distance ini adalah kunci untuk merancang jaringan yang andal dan efisien. Dengan mengatur nilai ini, Anda bisa mengontrol alur data, menentukan jalur utama, menyiapkan jalur cadangan (failover), dan bahkan melakukan load balancing sederhana.