Jump to content

Komunikasi Data dan Jaringan:IP Address

From Wiki

← Komunikasi Data dan Jaringan:Eternet NetworkingHomeKomunikasi Data dan Jaringan:Komunikasi Data Digital →

Protokol Internet (Internet Protocol, disingkat IP) adalah protokol lapisan jaringan (network layer dalam OSI Reference Model) atau protokol lapisan internetwork (internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP.

Internet Protocol Address (atau disingkat alamat IP) adalah label numerik yang ditetapkan untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer yang menggunakan Protokol Internet untuk komunikasi

IP Address terbagi dalam 2 versi, IPv4 dan IPv6

Sistem komunikasi

Berdasarkan bagaimana perangkat saling berkomunikasi, terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  • Unicast, merupakan komunikasi antar sebuah host atau point-to-point. Contoh : HTTP
  • Broadcast, merupakan metode komunikasi dari sebuah host ke semua host yang masih dalam satu jaringan. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Contoh : ARP Ethernet.
  • Multicast, merupakan metode komunikasi dari sebuah host ke banyak host yang bergabung dalam group multicast yang sama. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many. Contoh: Video Streaming.
  • Anycast, merupakan metode komunikasi dari sebuah host ke host atau kelompok host lain yang diset memiliki IP sama. Contoh : 6to4 relay.

Pendahuluan IP Address

  • Bit : satuan terkecil dalam sistem penyimpanan komputasi yang hanya berisi angka “0” dan “1”
  • Byte : merupakan gabungan dari beberapa bit, byte terdiri dari kumpulan delapan bit (8 bit)
  • Octet : unit informasi digital di komputasi dan telekomunikasi yang terdiri dari 8 bit.
  • Heksadesimal : sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol. Simbol yang digunakan adalah 10 digit bilangan angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 ditambah dengan 6 simbol huruf yaitu huruf A hingga F. 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F

Versi IP Address

IPv4

  • Internet Protocol versi 4 (IPv4) Terdiri dari 32 bits
  • jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP.

IPv6

  • Internet Protocol versi 6 (IPv6) Terdiri dari 128 bits
  • Jumlah alamat unik 3.4 x 10^38

Konversi IP Address

  • Jika pada sebuah octet semua angka biner bernilai satu, maka nilai desimal dalam octet tersebut adalah 255.
  • Cara konversi dari biner ke desimal, adalah dengan memperhatikan nilai bits. Jika dilihat dari posisi bits, bits paling kanan memiliki nilai 2 0. Dan nilai pangkat ditambahkan untuk angka biner sebelah kirinya menjadi 2 1. Terus dilanjutkan sampai bits paling kiri

Konversi IP Address

Contoh konversi bilangan biner ke desimal pada Ip address versi 4, 32 bit

Penugasan dan Jenis alamat IP

Penugasan alamat IP

IP Statis

Alamat ip yang di tetapkan untuk host saat bergabung dengan jaringan secara terus menerus dengan konfigurasi perangkat keras atau perangkat lunak pada host

IP Dinamis

Alamat IP komputer ditetapkan setiap kali restart, biasanya mengguakan teknologi DHCP

Jenis alamat IP

IP Public

Alamat IP yang digunakan dalam jaringan global Internet serta penggunaan dan alokasinya diatur oleh InterNIC untuk menjamin penggunan IP address ini secara unik

IP Private

IP yang biasanya digunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT (Network Address Translation)

Alokasi IP

Dalam sebuah alokasi IP address, ada 3 jenis IP

  • Host address / Host ID, IP address yang dapat dipasang ke sebuah perangkat jaringan seperti komputer atau router agar dapat saling interkoneksi. Host IP ini sifatnya unik, dalam artian dalam sebuah network tidak boleh ada host IP yang sama.
  • Network address / Network ID, IP address yang mereprentasikan alamat sebuah network. Semua host dalam satu network memiliki network address yang sama. Network address merupakan IP pertama dalam sebuah subnet IP
  • Broadcast address, jenis IP address yang digunakan untuk mengirim data ke semua host yang masih berada dalam satu network. Broadcast address adalah ip terakhir dalam sebuah subnet IP.

Pengalamatan IP

Ada 3 macam kategori pengalamatan IP, yaitu:

  1. Classfull Addressing
  2. Subnetted Classfull Addressing
  3. Classless Addressing: CIDR

Kelas IP

IP address IPv4 juga dibagi menjadi beberapa kelas. Masing-masing memiliki rentang angka serta jumlah maksimal alamat IP dan jaringan

Kelas D merupakan alokasi IP address yang disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, Kelas E merupakan IP alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan

Netmask

Pada Pengalamatan Logik, selain butuh nomor IP dibutuhkan netmask atau subnetmask.

Netmask besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit.

Ada tiga pengelompokan besar subnet mask :

  • 255.0.0.0
  • 255.255.0.0
  • 255.255.255.0.

Hal tadi biasa disebut class, dikenal tiga class :

  • Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyaisub netmask 255.0.0.0
  • Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
  • Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0

IP dan Netmask

Pengalamatan Logik merupakan Gabungan antara IP dan Netmask

Penulisan biasanya sebagai berikut:

IP : 202.95.151.129
Netmask : 255.255.255.0

Perhitungan antara IP dan Netmask akan menghasilkan NetworkID

Memberikan Network ID

Network ID atau Porsi Network

Host/Komputer pada sebuah jaringan pada dasarnya hanya bisa berkomunikasi secara langsung dengan perangkat yang satu jaringan dengan komputer tersebut. NetID harus sama.

Subnet mask yang menentukan NetworkID dan yang mana sebagai porsi nomor komputer/host

Fungsi dari subnet mask ini adalah membedakan network id dan host id

Biasanya semua yang bernilai 0 pada pengalamatan jaringan itulah yang disebut NetworkID (Tapi tidak selalu)

Peralatan jaringan layer 3, Routers menggunakan NetworkID ketika dia butuh untuk memforward data ke Jaringan yang lain

Penggunaan Subnet Mask

Subnet mask sebenarnya merupakan alat yang dipakai untuk melihat dalam IP address mana bagian dari NetID dan HostID.

Untuk melihat NetID pada jaringan kita lakukan operasi AND antara Netmask dan IP Address

Misal:

10.252.240.6 Netmask 255.255.255.0
Konversi menjadi biner dan AND-kan
00001010.11111100.11110000.00000110
11111111.11111111.11111111.00000000    AND
00001010.11111100.11110000.00000000
Jadi NetID kita adalah 10.252.240.0

Dalam satu jaringan NetID akan sama

Pembagian Subnet Mask

Misal 192.168.2.3 dan netmask 255.255.255.0 yang bitnya 1 pada netmask berarti pada IP itulah NetIDkomputer kita.

Bit 0 pada Netmask berhubungan dengan nomor Host, NetID 192.168.2.0, Nomor Hostnya 3

Jangkauan Network ID Kelas A

Pada satu Jaringan NetID akan selalu sama

Class A, misal Penomoran Host merupakan kombinasi 24 bit

Jangkauan Network ID Kelas B

Class B, terdapat 16 bit kombinasi untuk host, dimungkinkan untuk kelas B sebanyak 65,536 dalam satu jaringan

Jangkauan Network ID Kelas C

Class C dimungkin ada 254 komputer yang bisa terhubung ke jaringan

Misal 192.168.16.0 Maka host bisa diberi nomor IP 192.168.16.1 –192.168.16.254

Nomor terakhir yaitu 192.168.16.255 disebut broadcast

IP Private Addresses

Tidak ada 2 PC yang terhubung ke jaringan publik internet akan mempunyai alamat IP yang sama karena alamat IP Publik adalah global dan distandarisasi.

Private IP addresses adalah solusi untuk permasalahan kekurangan dari alamat IP publik. Alamat dibawah ini tidak akan dirutekan ke jaringan internet:

Koneksi sebuah jaringan yang menggunakan IP Private ke internet memerlukan NAT.

Alamat IP Khusus

Automatic Private IP Addressing (APIPA)

IP Address yang diberikan oleh APIPA merupakan IP Private dengan range IP Address 169.254.0.1 s/d 169.254.255.254

Disediakan oleh IANA (Internet Assigned Number Authority) agar tidak dapat melakukan routing di internet dan dijamin tidak akan bentrok (konflik)

IANA adalah organisasi yang mengelola seluruh IP address di seluruh dunia

Loopback Address

Pseudo interface that allows a host to use IP

Broadcast

Alamat yang digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan.

Jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya, tidak perlu membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan, Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut

Seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu

Nomor Broadcast biasanya adalah nomor terakhir IP pada suatu jaringan (Segment host yang nilai bitnya 1)

Contoh Network Address

Direct Broadcast Address