Jump to content

Komputer: Rakit PC

From Wiki

Untuk dapat merakit PC hingga bisa hidup dan beroperasi secara normal, terdapat serangkaian kebutuhan dan langkah-langkah yang harus dilalui, mulai dari persiapan komponen fisik hingga konfigurasi perangkat lunak dasar. Berdasarkan sumber yang tersedia, proses ini dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Kebutuhan Komponen (Perangkat Keras): PC terdiri dari tiga bagian utama: unit input, unit proses, dan unit output. Setiap bagian terdiri dari beberapa komponen yang saling mendukung. Untuk merakit PC yang dapat berfungsi, komponen-komponen inti berikut diperlukan:
    • Motherboard: Papan rangkaian tempat semua komponen elektronik komputer dirangkai dan terhubung.
    • CPU (Central Processing Unit): Otak sistem komputer, unit pemroses utama yang melakukan pengolahan masukan. Prosesor dipasang pada soket di motherboard.
    • Memori (RAM): Tempat penyimpanan data dan program yang dimasukkan melalui alat input. Data dalam RAM dapat diakses secara acak. RAM dipasang pada tempatnya (slot) di motherboard.
    • Penyimpanan (Hard Disk, CD-ROM/DVD-ROM Drive, Floppy Disk Drive): Media untuk menyimpan data secara permanen. Hard disk, CD-ROM/DVD-ROM, dan floppy drive dipasang pada tempat yang tersedia di casing dan dihubungkan ke motherboard dan power supply.
    • Power Supply: Rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pemberi sumber tegangan/arus pada peralatan PC. Power supply biasanya datang bersama casing, tetapi terkadang disarankan membeli terpisah untuk kualitas yang lebih tinggi. Kabel power supply dihubungkan ke motherboard dan drive seperti hard disk, floppy drive, dan CD-ROM.
    • Casing: Kotak atau wadah tempat mesin komputer (motherboard, power supply, drive, dll) terletak. Casing melindungi komponen dan membantu pendinginan. Case yang besar dengan banyak tempat ekspansi lebih disukai.
    • Kartu Ekspansi (misalnya VGA Card): Perangkat tambahan yang dipasang pada slot ekspansi di motherboard, contohnya VGA card untuk tampilan grafis di monitor. VGA card sangat penting untuk mendapatkan tampilan di monitor.
    • Periferal Input/Output (Keyboard, Mouse, Monitor): Peralatan pendukung yang dibutuhkan agar PC dapat bekerja optimal. Keyboard dan mouse adalah alat input standar. Monitor adalah perangkat output untuk menampilkan gambar/teks. Keyboard, mouse, dan monitor dihubungkan ke port yang sesuai di motherboard atau kartu ekspansi.
  2. Kebutuhan Peralatan (Tools): Untuk melakukan perakitan PC, beberapa alat bantu diperlukan, seperti:
    • Obeng.
    • Tang (termasuk tang cucut dan kombinasi).
    • AVO meter (multimeter).
    • Solder dan timah solder (jarang, hanya jika ada perbaikan komponen spesifik).
    • Isolasi dan tali pengikat kabel.
    • Buku catatan.
    • Tools set.
    • Peralatan kebersihan seperti kuas, penyedot debu mini, kain, tisu, cairan pembersih (untuk perawatan awal atau membersihkan kotoran saat merakit).
    • Buku manual/instruction manual dari masing-masing peralatan sangat penting sebagai panduan.
  3. Proses Perakitan Fisik: Proses perakitan PC melibatkan langkah-langkah berurutan:
    • Menyiapkan motherboard di tempat yang aman.
    • Memasang prosesor pada soketnya dengan hati-hati, memperhatikan tanda agar tidak terbalik, lalu mengunci pengaitnya. Memasang kipas pendingin di atas prosesor.
    • Memasang memori RAM pada slotnya, memperhatikan lekukan agar tidak terbalik, dan memastikan terkunci dengan baik.
    • Memasukkan motherboard ke dalam casing, mengaitkan pengait atau membaut pada tempat yang memungkinkan agar kuat.
    • Menyambungkan kabel power supply ke motherboard (kabel P8/P9 untuk AT atau kabel khusus ATX).
    • Memasang hard disk, floppy drive, dan CD-ROM drive pada bay di casing dan mengencangkannya dengan baut. Memperhatikan pengaturan jumper (master/slave) untuk hard disk dan CD-ROM.
    • Menyambungkan kabel power dari power supply ke hard disk, floppy drive, dan CD-ROM drive.
    • Menyambungkan kabel data (pita) dari hard disk, floppy drive, dan CD-ROM drive ke slot IDE/floppy di motherboard. Penting untuk memperhatikan sisi kabel berwarna merah (kaki nomor satu) agar tidak terbalik.
    • Memasang kartu ekspansi (seperti VGA card, sound card) pada slot yang tersedia di motherboard (ISA, PCI, AGP) dan membautnya ke casing.
    • Menyambungkan kabel dari tombol power, reset, speaker, dan lampu indikator dari casing ke pin yang sesuai di motherboard.
    • Menghubungkan periferal eksternal seperti monitor (ke VGA card), keyboard, dan mouse (ke port PS/2 atau USB).
    • Menyambungkan kabel listrik PC (power) ke power supply di belakang casing, dan kabel listrik monitor (jika ada colokan di PSU) atau langsung ke jala-jala listrik.
    • Melakukan pengecekan kembali semua sambungan dan pemasangan komponen sebelum menyalakan komputer.
    • Memastikan pelaksanaan keamanan dan keselamatan kerja (K3) selama proses perakitan.
  4. Konfigurasi Awal (Setup BIOS): Setelah perakitan fisik selesai, PC perlu dikonfigurasi melalui BIOS agar dapat mengenali semua perangkat dan mengatur urutan booting:
    • Menghidupkan komputer dan menekan tombol yang sesuai (biasanya DEL atau F2) saat proses POST untuk masuk ke menu setup BIOS.
    • Mengatur jam, hari (tanggal, waktu).
    • Mengaktifkan atau menonaktifkan perangkat I/O yang terintegrasi (onboard) sesuai dengan komponen yang terpasang.
    • Mengatur urutan boot (Boot Sequence), misalnya mengatur agar komputer boot dari CD-ROM atau floppy disk terlebih dahulu untuk instalasi sistem operasi.
    • Mengatur parameter hard disk dan CD-ROM (biasanya "Auto" agar sistem mendeteksi otomatis).
    • Menyimpan hasil setting dan keluar dari BIOS.
  5. Proses Booting (POST): Ketika PC pertama kali dihidupkan, BIOS akan menjalankan Power-On Self-Test (POST). Ini adalah tes otomatis untuk mengecek fungsi dasar komponen PC. Urutan POST melibatkan pengecekan power supply, CPU, BIOS, CMOS, memori (RAM), I/O controller, dan bus controller. Jika semua prosedur POST berhasil dilewati tanpa error (ditandai dengan bunyi beep atau tampilan di layar), berarti hardware dasar dan instalasinya baik.
  6. Instalasi Sistem Operasi: Agar PC dapat beroperasi secara "normal" (lebih dari sekadar POST dan BIOS), dibutuhkan perangkat lunak sistem operasi (OS). OS adalah program yang mengelola perangkat keras dan lunak serta menyediakan antarmuka bagi pengguna. Proses instalasi OS (contoh Windows 98 yang dijelaskan di sumber) meliputi:
    • Mempersiapkan media instalasi (CD, hard disk) dan buku manualnya.
    • Memastikan hardware memenuhi spesifikasi minimum.
    • Menyiapkan hard disk (mempartisi dan memformat). Ini sering dilakukan menggunakan utilitas dari disket atau CD instalasi OS.
    • Memulai instalasi (setup) dari DOS atau OS lain.
    • Mengikuti instruksi di layar, termasuk menyalin file-file sistem operasi ke hard disk.
    • Restart komputer setelah file sistem dasar tersalin.
    • Melanjutkan proses setup, termasuk konfigurasi awal dan finalisasi setting hardware.
  7. Instalasi Driver Perangkat Keras: Setelah sistem operasi terinstal, driver untuk berbagai perangkat keras (terutama kartu ekspansi seperti VGA dan Sound Card, serta periferal lain) perlu diinstal. Driver adalah perangkat lunak yang memungkinkan OS berkomunikasi dengan perangkat keras spesifik. Instalasi driver memastikan perangkat keras berfungsi optimal dan dikenali sepenuhnya oleh OS. Ini sering dilakukan melalui menu seperti "Add New Hardware" di sistem operasi.
  8. Pemeriksaan Akhir: Setelah perakitan hardware, konfigurasi BIOS, dan instalasi sistem operasi beserta driver selesai, PC perlu diperiksa fungsionalitasnya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara fisik (mengecek sambungan) atau menggunakan software (BIOS setup, Device Manager di Windows) untuk memastikan semua komponen terdeteksi dan berfungsi baik. PC dapat dikatakan "hidup dengan normal" jika sistem operasi booting dengan baik, periferal (keyboard, mouse, monitor, dll) berfungsi, dan PC dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Secara ringkas, untuk merakit PC hingga bisa hidup dengan normal, dibutuhkan komponen hardware dasar, alat perakitan, proses perakitan fisik yang hati-hati dan sesuai prosedur, konfigurasi awal melalui BIOS, instalasi sistem operasi, dan instalasi driver untuk perangkat keras.

Sebagai langkah analisis selanjutnya, Anda mungkin ingin mempertimbangkan langkah-langkah troubleshooting spesifik yang dijelaskan dalam modul lain (seperti Mendiagnosis Permasalahan dan Perbaikan PC) untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah umum yang mungkin timbul selama atau setelah proses perakitan, BIOS setup, atau instalasi OS, terutama jika PC tidak hidup atau tidak booting secara normal setelah perakitan fisik.