Jaringan Komputer: FAQ
Apa saja spesialisasi kejuruan komputer?
Ada banyak spesialisasi kejuruan di bidang komputer. Beberapa di antaranya termasuk:
- Pengembang perangkat lunak: mengembangkan perangkat lunak untuk berbagai platform dan tujuan, seperti aplikasi web, desktop, mobile, game, dan sistem operasi.
- Data scientist: mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data untuk menghasilkan wawasan bisnis dan keputusan yang didukung data.
- Network engineer: merancang, membangun, dan mengelola jaringan komputer untuk memastikan konektivitas yang aman dan andal antara sistem dan perangkat.
- Penetration tester: mengevaluasi keamanan sistem dan perangkat dengan mengidentifikasi dan mengeksploitasi celah keamanan yang ada.
- Cybersecurity analyst: mengidentifikasi dan mengevaluasi ancaman keamanan dan mengembangkan strategi untuk melindungi sistem dan perangkat dari serangan cyber.
- Database administrator: merancang, mengelola, dan memelihara sistem basis data untuk memastikan keamanan dan ketersediaan data yang efektif.
- AI dan Machine learning engineer: merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem cerdas dan otomatisasi dengan menggunakan teknologi AI dan machine learning.
- DevOps Engineer: menyatukan pengembangan perangkat lunak dan operasi IT untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengembangan perangkat lunak.
- Cloud computing engineer: merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem yang berjalan di cloud computing seperti AWS, Google Cloud, Azure dan lainnya.
- UI/UX designer: merancang antarmuka dan pengalaman pengguna yang intuitif dan efisien untuk aplikasi dan situs web.
Ini hanya beberapa contoh spesialisasi kejuruan di bidang komputer yang tersedia. Ada banyak lagi spesialisasi lain yang dapat dipilih, tergantung pada minat, keahlian, dan tujuan karir individu.
Apakah jaringan komputer sama dengan Network engineer?
Tidak selalu sama. Jaringan komputer adalah infrastruktur yang digunakan untuk menghubungkan perangkat dan sistem komputer agar dapat berkomunikasi dan berbagi sumber daya seperti file, printer, dan internet. Jaringan komputer meliputi berbagai komponen seperti router, switch, modem, kabel, dan perangkat lunak jaringan. Sementara itu, seorang Network engineer adalah seorang profesional di bidang teknologi informasi yang bertanggung jawab merancang, mengimplementasikan, mengelola, dan memelihara jaringan komputer. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga ketersediaan, keandalan, dan keamanan jaringan. Tugas seorang Network engineer dapat meliputi merancang dan membangun jaringan, mengevaluasi kinerja jaringan, mengidentifikasi dan memecahkan masalah jaringan, serta mengimplementasikan solusi keamanan jaringan. Jadi, meskipun jaringan komputer merupakan bagian penting dari pekerjaan seorang Network engineer, tetapi tugas mereka lebih luas dan meliputi banyak aspek yang berbeda dalam mengelola jaringan komputer.
Lapisan paling bawah dari arsitektur jaringan komputer adalah?
Lapisan paling bawah dari arsitektur jaringan komputer adalah lapisan fisik (physical layer). Lapisan fisik merupakan lapisan terendah dalam model OSI (Open Systems Interconnection) dan model TCP/IP. Lapisan ini bertanggung jawab untuk mentransmisikan bit-bit data dari satu perangkat ke perangkat lain di dalam jaringan, melalui media transmisi fisik seperti kabel tembaga, serat optik, dan gelombang radio.
Pada lapisan fisik, terdapat berbagai standar dan teknologi yang digunakan untuk mengatur transmisi data melalui media transmisi. Beberapa teknologi yang umum digunakan pada lapisan fisik adalah Ethernet, Wi-Fi, dan Token Ring. Lapisan fisik juga harus memperhatikan karakteristik fisik media transmisi, seperti jarak, kapasitas, dan kecepatan transmisi data.
Selain itu, pada lapisan fisik juga terdapat berbagai perangkat keras yang digunakan untuk memfasilitasi transmisi data, seperti kartu jaringan (network interface card/NIC), repeater, switch, dan router. Perangkat-perangkat ini berfungsi untuk menghubungkan perangkat di jaringan dan membantu mentransmisikan data dari satu perangkat ke perangkat lain.
Identitas berbentuk hostname / domain biasanya digunakan pada lapisan?
Identitas berbentuk hostname atau domain biasanya digunakan pada lapisan aplikasi dalam arsitektur jaringan komputer.
Hostname atau domain adalah suatu cara untuk memberikan nama atau label pada suatu alamat IP (Internet Protocol), sehingga lebih mudah diingat dan digunakan oleh manusia dalam berkomunikasi dan mengakses sumber daya di jaringan komputer. Nama domain umumnya terdiri dari beberapa bagian, yang dipisahkan oleh titik, dan dapat menggambarkan lokasi atau tujuan dari sumber daya yang ingin diakses.
Pada lapisan aplikasi, hostname atau domain digunakan sebagai bagian dari protokol aplikasi, seperti HTTP (Hypertext Transfer Protocol) pada web dan SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) pada email. Dalam protokol HTTP, hostname digunakan sebagai bagian dari URL (Uniform Resource Locator) untuk menunjukkan lokasi atau alamat dari sumber daya web yang diakses. Sedangkan dalam protokol SMTP, hostname digunakan sebagai bagian dari alamat email untuk menunjukkan lokasi dari server email yang menerima dan mengirim email tersebut.
Hostname atau domain juga dapat digunakan pada lapisan lain dalam jaringan komputer, seperti pada lapisan transport atau lapisan internet, namun dalam konteks tersebut identitas tersebut biasanya digunakan dalam bentuk alamat IP.
Daya pancar 0.8 W berapa db?
Untuk mengkonversi daya pancar dalam Watt (W) menjadi desibel (dB), kita dapat menggunakan rumus:
dB = 10 x log10(P/Pr)
dimana P adalah daya pancar yang akan dikonversi (dalam satuan Watt), dan Pr adalah referensi daya (dalam satuan Watt). Sebagai referensi daya, biasanya digunakan daya 1 mW (milidBm), sehingga Pr = 0.001 W.
Dalam hal ini, daya pancar yang akan dikonversi adalah 0.8 W, sehingga:
dB = 10 x log10(0.8/0.001)
dB = 10 x log10(800)
dB = 10 x 2.903
dB = 29.03 dB
Jadi, daya pancar 0.8 W setara dengan 29.03 dB.
Untuk menset agar wlan0 tersambung pada kanal 2 perintah yang digunakan adalah
Untuk menset agar antarmuka jaringan WLAN pada komputer Linux terhubung ke kanal 2, Anda dapat menggunakan perintah berikut:
sudo iwconfig wlan0 channel 2
Perintah ini akan mengkonfigurasi antarmuka jaringan WLAN "wlan0" pada komputer Anda agar terhubung ke kanal 2. Perintah "iwconfig" digunakan untuk mengkonfigurasi antarmuka jaringan nirkabel pada sistem Linux, sedangkan argumen "channel 2" digunakan untuk menentukan kanal yang diinginkan. Pastikan bahwa antarmuka jaringan WLAN yang ingin dikonfigurasi adalah "wlan0", dan ganti "sudo" dengan akses root jika diperlukan.
IP address 10.234.56.128 Netmask 255.0.0.0 Maka Broadcast address-nya adalah
Dalam kelas A dari alamat IP, netmask 255.0.0.0 menandakan bahwa 8 bit pertama dari alamat IP menunjukkan jaringan, sedangkan 24 bit sisanya menunjukkan host.
Jadi, alamat jaringan dari IP address 10.234.56.128 dengan netmask 255.0.0.0 adalah 10.0.0.0. Untuk menemukan broadcast address, kita perlu mengubah semua bit host menjadi 1. Oleh karena itu, broadcast address dapat dihitung sebagai berikut:
Alamat jaringan: 10.0.0.0 Netmask: 255.0.0.0 ------------------------------------------------- Bit jaringan: 10 . 0 . 0 . 0 Bit netmask: 11111111 . 0 . 0 . 0 Bit host: 0 . 234 . 56 . 128 ------------------------------------------------- Broadcast address: 10 .255 .255 .255
Jadi, broadcast address untuk IP address 10.234.56.128 dengan netmask 255.0.0.0 adalah 10.255.255.255.
Kecepatan yang biasanya digunakan pada LAN / Ethernet adalah
Kecepatan yang biasanya digunakan pada Local Area Network (LAN) atau Ethernet tergantung pada jenis teknologi Ethernet yang digunakan. Berikut adalah beberapa kecepatan yang biasanya digunakan pada Ethernet:
- 10 Mbps (Ethernet): Kecepatan ini merupakan kecepatan standar pada Ethernet lama, yang menggunakan kabel koaksial sebagai media transmisi.
- 100 Mbps (Fast Ethernet): Kecepatan ini merupakan kecepatan yang umum digunakan pada jaringan Ethernet saat ini, yang menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) sebagai media transmisi.
- 1 Gbps (Gigabit Ethernet): Kecepatan ini merupakan kecepatan yang semakin umum digunakan pada jaringan Ethernet modern, yang menggunakan kabel UTP atau serat optik sebagai media transmisi.
- 10 Gbps (10 Gigabit Ethernet): Kecepatan ini digunakan pada jaringan Ethernet yang membutuhkan throughput tinggi, seperti pada data center atau server.
Selain itu, terdapat juga kecepatan Ethernet yang lebih tinggi lagi, seperti 40 Gbps dan 100 Gbps, yang digunakan pada jaringan dengan kebutuhan throughput yang sangat tinggi.