J.620900.025.02: Modul praktik
BAGIAN 1: ANALISIS CP FASE E
1.1 Identifikasi Elemen CP
CP yang diberikan:
"Melakukan Instalasi Sistem Operasi"
TP yang sudah ada (untuk di-review):
- Mempersiapkan komputer yang akan di-install
- Mengidentifikasi instalasi sistem operasi
- Melakukan instalasi sistem operasi
Catatan Review TP Existing: TP-1 dan TP-2 masih lemah — "mempersiapkan" dan "mengidentifikasi" belum mencerminkan level HOTS dan belum memuat komponen ABCD secara lengkap. TP-3 terlalu generik. Ketiga TP akan diolah ulang secara analitis.
1.2 Ekstraksi Kompetensi Inti
Kata kerja operasional dari CP:
| Kata Kerja | Level Kognitif Bloom | Objek Pengetahuan | Konteks Penerapan |
|---|---|---|---|
| Melakukan | C3 – Menerapkan | Instalasi sistem operasi | Di lab komputer / lingkungan kerja nyata teknisi |
| Mempersiapkan | C3 – Menerapkan | Perangkat keras & media instalasi | Sebelum proses instalasi dimulai |
| Mengidentifikasi | C1–C2 – Mengingat/Memahami | Jenis & persyaratan sistem operasi | Saat analisis kebutuhan sebelum instalasi |
| Mengonfigurasi | C3 – Menerapkan | Partisi, user, jaringan dasar | Selama dan setelah proses instalasi |
| Menguji | C4 – Menganalisis | Hasil instalasi & fungsionalitas OS | Setelah instalasi selesai |
| Mendokumentasikan | C3–C5 – Menerapkan/Mengevaluasi | Laporan hasil instalasi | Sebagai output kerja profesional |
1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi
| No | Elemen CP | Kompetensi Spesifik | Level Bloom | Tipe Pengetahuan | Prasyarat |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Instalasi SO | Menjelaskan jenis-jenis sistem operasi (Windows, Linux, dll.) dan fungsinya | C2 | Faktual & Konseptual | Pengetahuan dasar komputer |
| 2 | Instalasi SO | Mengidentifikasi spesifikasi minimum hardware untuk setiap jenis OS | C2 | Faktual & Konseptual | No.1 |
| 3 | Instalasi SO | Menyiapkan media instalasi (bootable USB/DVD) menggunakan tools (Rufus, Ventoy) | C3 | Prosedural | No.1, No.2 |
| 4 | Instalasi SO | Mengonfigurasi BIOS/UEFI untuk boot dari media eksternal | C3 | Prosedural | No.3 |
| 5 | Instalasi SO | Melaksanakan instalasi OS (Windows/Linux) sesuai prosedur standar teknisi | C3 | Prosedural | No.3, No.4 |
| 6 | Instalasi SO | Mengonfigurasi pengaturan pascainstalasi (partisi, user account, driver, jaringan dasar) | C3 | Prosedural | No.5 |
| 7 | Instalasi SO | Menguji hasil instalasi menggunakan checklist standar dan menganalisis error jika ada | C4 | Prosedural & Metakognitif | No.5, No.6 |
| 8 | Instalasi SO | Mengevaluasi kesesuaian hasil instalasi dengan kebutuhan pengguna/spesifikasi awal | C5 | Metakognitif | No.7 |
| 9 | Instalasi SO | Menyusun laporan teknis hasil instalasi OS sesuai format dokumentasi industri | C5 | Metakognitif | No.7, No.8 |
1.4 Dimensi Profil Lulusan yang Relevan
| Dimensi | Relevansi dengan CP |
|---|---|
| Penalaran Kritis | Menganalisis error instalasi, memilih OS yang tepat sesuai kebutuhan |
| Kemandirian | Mampu menginstal OS secara mandiri tanpa panduan step-by-step |
| Kolaborasi | Bekerja dalam tim teknisi saat deployment massal |
| Komunikasi | Menyusun laporan teknis dan berkomunikasi dengan pengguna akhir |
| Kreativitas | Merancang solusi alternatif saat terjadi error/hambatan instalasi |
| Keimanan & Ketakwaan | Kejujuran dalam pelaporan hasil kerja, etika dalam penggunaan lisensi software |
BAGIAN 2: PERUMUSAN TP SMART
2.1 Tabel TP SMART dengan Komponen ABCD
| Kode TP | Rumusan TP (ABCD) | KKO | Level Bloom | Estimasi JP | Elemen CP Terkait |
|---|---|---|---|---|---|
| TP-1.1 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu menjelaskan jenis-jenis sistem operasi beserta fungsi dan karakteristiknya (B) melalui kegiatan eksplorasi mandiri menggunakan referensi teknis (C) dengan tingkat kebenaran minimal 80% (D) | Menjelaskan | C2 – Memahami | 2 JP | Instalasi SO |
| TP-1.2 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu menganalisis kesesuaian spesifikasi hardware komputer dengan kebutuhan minimum instalasi sistem operasi (B) berdasarkan spesifikasi resmi vendor (Microsoft/Linux distro) (C) dengan hasil analisis yang tepat pada minimal 3 skenario komputer berbeda (D) | Menganalisis | C4 – Menganalisis | 2 JP | Instalasi SO |
| TP-1.3 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu membuat media instalasi bootable (USB/DVD) (B) menggunakan tools Rufus atau Ventoy sesuai prosedur standar (C) hingga media berhasil diverifikasi dapat boot di komputer target (D) | Membuat | C3 – Menerapkan | 4 JP | Instalasi SO |
| TP-1.4 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu mengonfigurasi pengaturan BIOS/UEFI (B) untuk mengatur prioritas boot dari media eksternal sesuai SOP teknisi (C) dengan keberhasilan boot dari USB pada komputer yang disiapkan (D) | Mengonfigurasi | C3 – Menerapkan | 2 JP | Instalasi SO |
| TP-1.5 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu melaksanakan instalasi sistem operasi Windows dan/atau Linux (B) menggunakan prosedur instalasi standar industri secara step-by-step (C) hingga OS berjalan sempurna dan siap digunakan dalam waktu ≤ 45 menit (D) | Melaksanakan | C3 – Menerapkan | 8 JP | Instalasi SO |
| TP-1.6 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu mengonfigurasi pengaturan pascainstalasi (B) meliputi manajemen partisi, pembuatan user account, instalasi driver, dan konfigurasi jaringan dasar sesuai kebutuhan pengguna (C) dengan semua layanan berjalan normal dan terverifikasi (D) | Mengonfigurasi | C3 – Menerapkan | 6 JP | Instalasi SO |
| TP-1.7 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu menguji hasil instalasi OS (B) menggunakan checklist pengujian standar (fungsi hardware, konektivitas jaringan, performa dasar) (C) dan mengidentifikasi minimal 2 jenis error umum beserta solusinya (D) | Menguji | C4 – Menganalisis | 4 JP | Instalasi SO |
| TP-1.8 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu mengevaluasi kualitas hasil instalasi OS (B) berdasarkan kesesuaian dengan spesifikasi awal, kebutuhan pengguna, dan standar keamanan dasar (C) dengan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang terargumentasi (D) | Mengevaluasi | C5 – Mengevaluasi | 2 JP | Instalasi SO |
| TP-1.9 | Siswa Kelas X TKJ (A) mampu menyusun laporan teknis hasil instalasi OS (B) menggunakan format dokumentasi standar industri (spesifikasi, prosedur, hasil uji, kendala & solusi) (C) yang lengkap, sistematis, dan dapat digunakan sebagai dokumen serah terima kepada klien (D) | Menyusun | C5 – Mengevaluasi | 4 JP | Instalasi SO |
Distribusi Level Bloom:
- LOTS (C1–C3): TP-1.1, TP-1.3, TP-1.4, TP-1.5, TP-1.6 → 55%
- MOTS (C4): TP-1.2, TP-1.7 → 22%
- HOTS (C5–C6): TP-1.8, TP-1.9 → 22%
BAGIAN 3: PENYUSUNAN ATP LINEAR
3.1 Tabel ATP
| Semester | Unit | Kode TP | Rumusan Singkat | JP | Asesmen | Tagihan Produk |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Unit 1: Fondasi OS & Persiapan Instalasi | TP-1.1 | Menjelaskan jenis & fungsi OS | 2 | Formatif (kuis lisan) | Mind map jenis OS |
| 1 | Unit 1 | TP-1.2 | Menganalisis kesesuaian spesifikasi hardware-OS | 2 | Formatif (lembar analisis) | Tabel analisis hardware |
| 1 | Unit 1 | TP-1.3 | Membuat media instalasi bootable | 4 | Formatif (checklist produk) | USB bootable terverifikasi |
| 1 | Unit 1 | TP-1.4 | Mengonfigurasi BIOS/UEFI | 2 | Formatif (observasi) | Screenshot BIOS setting |
| 1 | Unit 2: Proses Instalasi OS | TP-1.5 | Melaksanakan instalasi OS (Windows/Linux) | 8 | Formatif (checklist + observasi) | OS terinstal & berjalan |
| 1 | Unit 2 | TP-1.6 | Mengonfigurasi pascainstalasi | 6 | Formatif (checklist konfigurasi) | Sistem siap pakai & terkonfigurasi |
| 1 | Unit 3: Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi | TP-1.7 | Menguji hasil instalasi & troubleshooting error | 4 | Formatif + Sumatif | Checklist pengujian & laporan error |
| 1 | Unit 3 | TP-1.8 | Mengevaluasi kualitas instalasi | 2 | Sumatif | Laporan evaluasi & rekomendasi |
| 1 | Unit 3 | TP-1.9 | Menyusun laporan teknis instalasi | 4 | Sumatif (rubrik dokumen) | Dokumen laporan teknis lengkap |
| TOTAL JP | 34 JP |
3.2 Narasi Justifikasi Urutan ATP
Paragraf 1 — Urutan Unit 1 (Fondasi): ATP dirancang mengikuti production flow pekerjaan teknisi instalasi OS di industri secara nyata. Seorang teknisi profesional tidak langsung melakukan instalasi tanpa memahami sistem operasi yang akan dipasang dan memeriksa kesesuaian hardware terlebih dahulu. Oleh karena itu, Unit 1 ditempatkan di awal sebagai fondasi kognitif (TP-1.1 dan TP-1.2) yang kemudian segera diikuti oleh keterampilan prosedural pembuatan media bootable (TP-1.3) dan konfigurasi BIOS/UEFI (TP-1.4). Urutan ini memastikan siswa tidak hanya "tahu" tetapi langsung "bisa melakukan" persiapan kerja sejak pertemuan awal.
Paragraf 2 — Urutan Unit 2 (Eksekusi Inti): Unit 2 merupakan inti dari elemen CP ini, yaitu eksekusi instalasi OS (TP-1.5) yang membutuhkan JP paling banyak (8 JP) karena mencakup dua skenario: instalasi Windows dan Linux. Setelah OS berhasil terinstal, teknisi di industri tidak langsung menyerahkan komputer ke pengguna — mereka melakukan konfigurasi pascainstalasi (TP-1.6) yang meliputi driver, user account, dan koneksi jaringan. Urutan TP-1.5 → TP-1.6 mencerminkan alur kerja nyata deployment komputer di perusahaan atau service center.
Paragraf 3 — Urutan Unit 3 (Quality Control & Dokumentasi): Unit 3 dirancang untuk membangun budaya kerja profesional siswa melalui pengujian sistematis (TP-1.7), evaluasi kritis (TP-1.8), dan dokumentasi teknis (TP-1.9). Urutan ini mencerminkan tahap quality control dan handover yang wajib dilakukan teknisi sebelum pekerjaan dianggap selesai. TP-1.8 dan TP-1.9 sengaja diposisikan di HOTS (C5) agar siswa tidak hanya "mengerjakan" tetapi juga "menilai kualitas pekerjaannya sendiri" — kompetensi kritis yang dibutuhkan di dunia kerja TKJ.
BAGIAN 4: DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI
(Unit yang dikembangkan: Unit 2 — Proses Instalasi OS, mencakup TP-1.5 dan TP-1.6)
4.1 Identitas Modul
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Penyusun | Tim Guru Dasar-Dasar TKJ SMK SBI |
| Satuan Pendidikan | SMK Satya Bhakti Ilmu, Grobogan, Jawa Tengah |
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas X |
| Mata Pelajaran | Dasar-Dasar Teknik Komputer dan Jaringan |
| Unit | Unit 2 — Proses Instalasi Sistem Operasi |
| Alokasi Waktu | 14 JP (2 pertemuan × 7 JP, atau disesuaikan dengan 8 JP/minggu) |
| Target Peserta Didik | Siswa reguler Kelas X TKJ, belum pernah melakukan instalasi OS secara mandiri |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Teaching Factory |
| Referensi Regulasi | Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024; Kepmendikbudristek No. 262/M/2022 |
4.2 Komponen Inti
Tujuan Pembelajaran:
- TP-1.5: Melaksanakan instalasi sistem operasi Windows dan/atau Linux sesuai prosedur standar industri dalam waktu ≤ 45 menit.
- TP-1.6: Mengonfigurasi pengaturan pascainstalasi (partisi, user, driver, jaringan dasar) hingga sistem siap pakai.
Pemahaman Bermakna:
Kemampuan menginstal sistem operasi adalah kompetensi dasar yang wajib dikuasai setiap teknisi TKJ — sama seperti seorang mekanik yang harus bisa mengganti mesin. Tanpa kemampuan ini, seorang teknisi tidak akan bisa bekerja mandiri di service center, departemen IT, maupun usaha jasa komputer milik sendiri.
Pertanyaan Pemantik:
- "Bayangkan kamu adalah teknisi IT di sebuah perusahaan. Tiba-tiba 10 komputer baru datang dan harus siap digunakan dalam 2 jam — apa langkah pertama yang kamu lakukan?"
- "Mengapa seorang teknisi profesional tidak boleh langsung menyerahkan komputer setelah instalasi OS selesai tanpa melakukan konfigurasi tambahan?"
- "Apa yang terjadi jika proses instalasi dilakukan tanpa mengikuti urutan prosedur yang benar? Apa risiko terburuknya?"
4.3 Kegiatan Pembelajaran per Pertemuan
Pertemuan 1 (8 JP) — Instalasi OS Windows / Linux
MINDFUL — Pembuka (30 menit):
- Guru menampilkan video singkat (3 menit) suasana kerja teknisi IT di service center yang sedang melakukan instalasi OS massal.
- Siswa diminta menuliskan 3 hal yang mereka perhatikan dari video tersebut di sticky note (refleksi visual).
- Guru menyampaikan skenario kerja hari ini: "Kalian hari ini adalah teknisi di CV. SBI Tech — mendapat order 5 unit komputer yang harus diinstal OS dan siap digunakan sebelum jam kerja berakhir."
- Guru membacakan kontrak kerja simulasi: target waktu, standar kualitas, dan konsekuensi jika tidak selesai (simulasi evaluasi atasan).
MEANINGFUL — Inti (330 menit):
Fase 1 — Briefing Teknis (30 menit):
- Guru mendemonstrasikan alur instalasi OS secara langsung di depan kelas menggunakan 1 unit komputer + proyektor.
- Siswa mencatat langkah kritis (bukan menyalin semua — hanya poin yang berpotensi salah).
- Guru menunjukkan contoh 2 jenis error umum saat instalasi dan cara mengatasinya.
Fase 2 — Eksekusi Instalasi (240 menit):
- Siswa bekerja dalam kelompok (2–3 orang per unit komputer) dengan pembagian peran: Operator (yang mengerjakan), Quality Controller (yang memantau prosedur), Dokumentator (yang mencatat & screenshot).
- Setiap kelompok mengerjakan instalasi OS pada unit komputer yang ditugaskan.
- Guru berkeliling sebagai supervisor — tidak langsung membantu, tetapi memberikan pertanyaan pemandu jika ada kelompok yang berhenti.
- Checklist prosedur instalasi dibagikan sebagai panduan kerja (bukan jawaban).
Fase 3 — Verifikasi Awal (60 menit):
- Setelah instalasi selesai, kelompok lain melakukan peer-check lintas kelompok menggunakan checklist.
- Temuan dicatat sebagai bahan evaluasi.
JOYFUL — Penutup (30 menit):
- Setiap kelompok melaporkan hasil kerja (berhasil/belum + kendala yang dihadapi) dalam format daily report 2 menit.
- Guru memberikan umpan balik langsung seperti supervisor di industri: apresiasi + koreksi teknis.
- Siswa mengisi jurnal refleksi harian (3 pertanyaan: apa yang berhasil, apa yang gagal, apa yang akan diperbaiki besok).
Pertemuan 2 (6 JP) — Konfigurasi Pascainstalasi
MINDFUL — Pembuka (20 menit):
- Guru membuka dengan pertanyaan: "Kemarin kalian berhasil menginstal OS. Sekarang, apakah komputer itu sudah benar-benar siap diserahkan ke klien?"
- Siswa mendiskusikan jawaban secara berpasangan (think-pair-share), lalu dipresentasikan.
- Guru menampilkan checklist serah terima komputer dari perusahaan IT nyata — siswa mengidentifikasi apa saja yang belum mereka lakukan kemarin.
MEANINGFUL — Inti (280 menit):
Fase 1 — Demonstrasi Konfigurasi (30 menit):
- Guru mendemonstrasikan konfigurasi pascainstalasi: manajemen partisi, pembuatan user account, instalasi driver (terutama driver VGA & LAN), dan pengaturan jaringan dasar.
Fase 2 — Eksekusi Konfigurasi (200 menit):
- Siswa melanjutkan pekerjaan pada komputer yang sama dari pertemuan sebelumnya.
- Setiap siswa mengerjakan konfigurasi berdasarkan "surat tugas klien" yang diberikan guru (berisi kebutuhan spesifik: nama user, jaringan yang harus tersambung, aplikasi yang harus terinstal).
- Guru memantau dan menilai menggunakan lembar observasi sikap kerja.
Fase 3 — Pengujian Fungsional Awal (50 menit):
- Siswa menguji semua konfigurasi menggunakan checklist mandiri.
- Jika ada yang belum berfungsi, siswa melakukan troubleshooting terbimbing.
JOYFUL — Penutup (20 menit):
- Siswa mempresentasikan komputer hasil kerja kepada guru (simulasi serah terima ke klien).
- Guru berperan sebagai klien yang melakukan pengecekan akhir.
- Refleksi: siswa menuliskan 1 hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang dunia kerja teknisi.
4.4 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Judul: LKPD Unit 2 — Simulasi Instalasi OS: "Saya Adalah Teknisi CV. SBI Tech"
Petunjuk Pengerjaan:
- Baca seluruh skenario sebelum mulai bekerja.
- Kerjakan sesuai urutan langkah — jangan melompat ke langkah berikutnya sebelum langkah sebelumnya diverifikasi.
- Dokumentasikan setiap tahapan dengan screenshot.
- Jika menemui kendala, catat dulu sebelum meminta bantuan — ini melatih kemampuan troubleshooting mandiri.
Skenario Kontekstual:
Kamu adalah teknisi junior di CV. SBI Tech, sebuah perusahaan jasa komputer di Grobogan. Hari ini kamu mendapat order dari klien: Bapak Andi, pemilik toko kelontong yang baru saja membeli 1 unit PC untuk kebutuhan administrasi tokonya. PC tersebut belum memiliki OS. Tugasmu adalah menginstal Windows 10/11, mengonfigurasi akun pengguna atas nama "Toko Andi", memastikan printer dan jaringan terhubung, serta menyerahkan komputer dalam kondisi siap pakai. Waktu pengerjaan: 45 menit untuk instalasi + 30 menit untuk konfigurasi.
Tugas Terstruktur (Scaffolding Bertingkat):
Level 1 — Persiapan (dikerjakan sebelum instalasi):
- Catat spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal (CPU, RAM, Storage, GPU).
- Verifikasi apakah spesifikasi tersebut memenuhi syarat minimum OS yang dipilih.
- Pastikan media bootable sudah siap dan terverifikasi.
Level 2 — Eksekusi (dikerjakan selama instalasi):
- Ikuti checklist instalasi yang disediakan.
- Screenshot pada setiap tahapan kritis (partisi, pemilihan tipe instalasi, pengaturan user pertama).
- Catat waktu mulai dan waktu selesai.
Level 3 — Pascainstalasi (dikerjakan setelah OS berhasil masuk):
- Buat user account sesuai nama klien pada skenario.
- Instal driver yang diperlukan.
- Konfigurasikan jaringan sesuai instruksi "surat tugas klien".
- Uji koneksi jaringan dengan perintah
pingke gateway.
Level 4 — Refleksi Mandiri (HOTS):
- Jika ada langkah yang gagal, apa kemungkinan penyebabnya?
- Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika mengulang pekerjaan ini?
- Berdasarkan pengalaman hari ini, tuliskan SOP instalasi OS versi kamu sendiri (minimal 7 langkah).
Refleksi Siswa:
"Hal yang paling menantang hari ini adalah ____________. Saya mengatasinya dengan cara ____________. Jika saya adalah teknisi senior, saya akan memberi saran kepada teknisi junior untuk ____________."
4.5 Jobsheet Praktikum
Judul Jobsheet: Instalasi dan Konfigurasi Sistem Operasi Windows 10/11
Tujuan Praktikum: Setelah menyelesaikan praktikum ini, siswa mampu melaksanakan instalasi OS Windows dan konfigurasi pascainstalasi sesuai prosedur standar teknisi dalam waktu yang efisien.
Alat & Bahan:
| No | Alat/Bahan | Spesifikasi | Jumlah |
|---|---|---|---|
| 1 | Unit komputer/PC | Min. Intel Core i3, RAM 4GB, HDD/SSD 50GB | 1 unit/kelompok |
| 2 | USB Flash Drive | Min. 8 GB, USB 3.0 | 1 buah |
| 3 | File ISO Windows 10/11 | Versi resmi dari microsoft.com | Sudah disiapkan di server lokal |
| 4 | Software Rufus | Versi terbaru | Terinstal di komputer guru |
| 5 | Kabel LAN | Cat 5e/Cat 6 | 1 buah/kelompok |
| 6 | Lembar Checklist Instalasi | Format standar (disediakan guru) | 1 lembar/siswa |
| 7 | Kamera HP/Screenshot tool | Untuk dokumentasi | 1 buah/kelompok |
Keselamatan Kerja (K3LH):
- Pastikan komputer dalam keadaan mati sebelum memasang/melepas USB.
- Jangan menyentuh komponen internal motherboard tanpa izin guru.
- Backup data penting (jika ada) sebelum melakukan instalasi — pastikan klien sudah menyetujui penghapusan data lama.
- Laporkan jika ada komponen yang rusak atau tidak berfungsi sebelum memulai praktik.
- Posisi duduk ergonomis, layar monitor 50–70 cm dari mata.
Langkah Kerja:
PERSIAPAN:
- Catat spesifikasi hardware komputer menggunakan informasi dari BIOS (CPU-Z jika tersedia).
- Periksa kondisi fisik USB bootable — pastikan sudah dibuat menggunakan Rufus dan terdeteksi oleh BIOS.
- Hubungkan komputer ke sumber listrik dan pastikan semua kabel terpasang dengan benar.
- Nyalakan komputer dan masuk ke BIOS (tekan Del/F2/F12 tergantung merek motherboard).
- Atur boot priority: USB sebagai perangkat boot pertama. Simpan pengaturan dan restart.
PROSES INSTALASI: 6. Saat muncul layar "Press any key to boot from USB", tekan sembarang tombol segera. 7. Pilih bahasa, format waktu, dan metode input keyboard → klik Next. 8. Klik Install Now. 9. Masukkan product key (atau pilih "I don't have a product key" untuk sementara) → klik Next. 10. Pilih edisi Windows yang sesuai (misal: Windows 10 Pro) → klik Next. 11. Setujui license agreement → centang "I accept the license terms" → klik Next. 12. Pilih tipe instalasi: Custom: Install Windows only (advanced). 13. Manajemen partisi: - Hapus semua partisi yang ada (jika komputer baru/clean install). - Buat partisi baru: Partisi 1 untuk System (min. 100MB), Partisi 2 untuk OS (min. 40GB), Partisi 3 untuk Data (sisa kapasitas). - Pilih partisi untuk OS → klik Next. 14. Tunggu proses instalasi selesai (estimasi 15–30 menit, komputer akan restart beberapa kali). 15. Setelah restart, ikuti pengaturan Out-of-Box Experience (OOBE): - Pilih wilayah: Indonesia. - Pilih layout keyboard: US. - Buat nama user: sesuai skenario klien. - Atur password user. - Selesaikan pengaturan privasi.
PEMERIKSAAN SEGERA SETELAH MASUK DESKTOP: 16. Verifikasi OS berjalan dengan membuka System Information (tekan Win+R → ketik msinfo32). 17. Periksa Device Manager (Win+X → Device Manager) — identifikasi driver yang belum terinstal (tanda seru kuning). 18. Instal driver yang diperlukan (prioritas: driver LAN/WiFi, driver VGA).
KONFIGURASI JARINGAN: 19. Hubungkan kabel LAN ke komputer. 20. Buka Network & Internet Settings → Ethernet → IP Settings → atur IP sesuai instruksi surat tugas klien. - ⚠️ CATATAN SMK SBI: Untuk koneksi internet di lingkungan SMK SBI, internet masuk melalui interface wlan1 pada router MikroTik (wireless station mode) — BUKAN melalui ether1. Pastikan pengaturan gateway yang dikonfigurasi mengarah ke IP router MikroTik yang benar. 21. Uji koneksi jaringan: buka Command Prompt → ketik ping 8.8.8.8 → verifikasi reply diterima. 22. Uji koneksi internet: buka browser → akses satu situs web.
PENYELESAIAN: 23. Lakukan cleanup: kosongkan Recycle Bin, hapus file installer sementara. 24. Screenshot tampilan desktop akhir sebagai dokumentasi. 25. Isi lembar serah terima komputer.
Lembar Hasil Pengamatan:
| No | Tahapan | Waktu Selesai | Status (✓/✗) | Kendala | Solusi |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Pengaturan BIOS selesai | ||||
| 2 | Proses instalasi dimulai | ||||
| 3 | Partisi selesai dibuat | ||||
| 4 | Instalasi OS selesai, masuk OOBE | ||||
| 5 | Konfigurasi user selesai | ||||
| 6 | Desktop pertama kali muncul | ||||
| 7 | Driver LAN terinstal | ||||
| 8 | Koneksi jaringan terverifikasi (ping berhasil)
|
||||
| 9 | Dokumentasi screenshot selesai |
4.6 Media Simulasi Digital
Tools yang Direkomendasikan:
| Tool | Fungsi | Penggunaan dalam Unit Ini |
|---|---|---|
| VirtualBox / VMware | Virtualisasi komputer | Simulasi instalasi OS untuk siswa yang tidak kebagian unit fisik; latihan mandiri di rumah |
| Rufus / Ventoy | Membuat USB bootable | Persiapan media instalasi (TP-1.3) |
| GParted / Windows Disk Management | Manajemen partisi | Praktik manajemen partisi pascainstalasi |
| Cisco Packet Tracer | Simulasi jaringan | Memvisualisasikan koneksi komputer ke jaringan sekolah sebelum praktik fisik |
Skenario Simulasi (VirtualBox):
"Buatlah sebuah Virtual Machine baru di VirtualBox dengan spesifikasi: RAM 2GB, HDD Virtual 30GB, jenis OS Windows 10 (64-bit). Instal Windows 10 menggunakan file ISO yang tersedia di server sekolah. Setelah instalasi selesai, buat snapshot VM dengan nama 'Clean Install'. Kemudian konfigurasikan jaringan VM dalam mode 'Bridged Adapter' agar VM dapat terhubung ke jaringan fisik sekolah. Uji koneksi dengan perintah ping ke IP router MikroTik sekolah."
4.7 Instrumen Asesmen Otentik
Asesmen Diagnostik (Awal)
Kognitif (5 pertanyaan):
- Sebutkan 3 sistem operasi yang kamu ketahui beserta fungsi utamanya!
- Apa yang dimaksud dengan "booting" pada komputer?
- Apa perbedaan antara HDD dan SSD? Mana yang lebih baik untuk instalasi OS?
- Pernahkah kamu menggunakan BIOS? Apa yang kamu lakukan di sana?
- Jika sebuah komputer tidak bisa menyala setelah ganti komponen, apa langkah pertama yang kamu lakukan?
Non-Kognitif (3 pertanyaan):
- Bagaimana perasaanmu saat menghadapi komputer yang bermasalah — apakah panik, penasaran, atau acuh?
- Pernahkah kamu mencoba memperbaiki komputer sendiri? Ceritakan pengalamannya!
- Menurut kamu, apa keahlian yang paling penting dimiliki seorang teknisi komputer?
Asesmen Formatif (Proses)
Lembar Observasi Sikap Kerja:
| No | Aspek Sikap Kerja | Indikator | SB (4) | B (3) | C (2) | PB (1) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kepatuhan SOP | Mengikuti langkah kerja sesuai urutan jobsheet | ||||
| 2 | Kedisiplinan waktu | Menyelesaikan setiap fase tepat waktu | ||||
| 3 | Ketelitian | Memeriksa hasil sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya | ||||
| 4 | Kolaborasi tim | Pembagian peran jelas dan semua anggota aktif berkontribusi | ||||
| 5 | K3LH | Mematuhi aturan keselamatan kerja di lab | ||||
| 6 | Dokumentasi | Mendokumentasikan setiap tahapan dengan screenshot |
Checklist Kinerja Instalasi:
| No | Aspek | Kriteria | Ya | Tidak |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Persiapan | USB bootable terdeteksi dan dapat digunakan | ||
| 2 | BIOS | Boot priority sudah diatur ke USB | ||
| 3 | Instalasi | Partisi dibuat sesuai ketentuan (min. 3 partisi) | ||
| 4 | Instalasi | OS berhasil terinstal tanpa error | ||
| 5 | Konfigurasi | User account dibuat sesuai nama klien | ||
| 6 | Konfigurasi | Semua driver terinstal (tidak ada tanda seru di Device Manager) | ||
| 7 | Jaringan | Perintah ping berhasil mendapat reply
|
||
| 8 | Dokumentasi | Screenshot semua tahapan tersedia |
Asesmen Sumatif (Akhir)
Rubrik Penilaian Produk — Komputer Hasil Instalasi:
| Aspek | SB – 4 | B – 3 | C – 2 | PB – 1 |
|---|---|---|---|---|
| Kelengkapan instalasi | OS terinstal sempurna, semua driver terpasang, tidak ada error | OS terinstal, 1–2 driver belum terpasang | OS terinstal tetapi ada error minor yang belum diselesaikan | OS gagal terinstal atau tidak bisa masuk desktop |
| Konfigurasi pascainstalasi | Semua konfigurasi selesai sesuai surat tugas klien | Konfigurasi selesai 75% dari surat tugas | Konfigurasi selesai 50% dari surat tugas | Konfigurasi belum dilakukan |
| Koneksi jaringan | Ping berhasil, internet dapat diakses | Ping berhasil, internet tidak bisa diakses | Ping gagal tetapi kabel terhubung | Tidak ada upaya konfigurasi jaringan |
| Dokumentasi | Screenshot lengkap semua tahapan, rapi dan berlabel | Screenshot ada tetapi tidak lengkap (75%) | Screenshot ada tetapi kurang dari 50% tahapan | Tidak ada dokumentasi |
| Waktu pengerjaan | Selesai ≤ 45 menit untuk instalasi | Selesai 45–60 menit | Selesai 60–90 menit | Tidak selesai dalam 90 menit |
Konversi Nilai:
| Skor Total | Nilai Angka | Predikat |
|---|---|---|
| 18–20 | 90–100 | A (Sangat Baik) |
| 15–17 | 80–89 | B (Baik) |
| 12–14 | 70–79 | C (Cukup) — Batas Kompeten |
| 9–11 | 60–69 | D (Perlu Bimbingan) |
| < 9 | < 60 | E (Belum Kompeten) |
KKM = 70 (Predikat C). Siswa dengan nilai di bawah KKM wajib mengikuti remedial praktik.
BAGIAN 5: TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA
5.1 Unit 1 — Fondasi OS & Persiapan Instalasi
Langkah 1 — Identifikasi Pekerjaan Nyata
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pekerjaan nyata di industri | Analisis kebutuhan sistem & persiapan media instalasi sebelum deployment komputer |
| Jabatan/Posisi | IT Support Staff / Junior Technician / Help Desk Technician |
| Tugas & Tanggung Jawab | Menerima order instalasi, memeriksa spesifikasi hardware, membuat media bootable, mempersiapkan semua kebutuhan sebelum teknisi senior melakukan eksekusi |
Langkah 2 — Identifikasi Kemampuan yang Dibutuhkan
| Dimensi | Detail |
|---|---|
| Pengetahuan | Jenis-jenis OS (Windows, Linux Ubuntu/Debian, dll.), spesifikasi minimum hardware, perbedaan BIOS vs UEFI, format partisi (MBR vs GPT), fungsi tools pembuatan bootable |
| Keterampilan | Mengoperasikan Rufus/Ventoy, membaca spesifikasi hardware dari BIOS/Device Manager, mengidentifikasi kompatibilitas hardware-OS, mengonfigurasi boot priority di BIOS |
| Sikap Kerja | Ketelitian dalam memverifikasi spesifikasi, kehati-hatian dalam menangani media instalasi (USB tidak boleh rusak), kepatuhan terhadap SOP persiapan |
Langkah 3 — Langkah Kerja Sistematis
| Tahap | Langkah Kerja | Alat/Dokumen | Standar |
|---|---|---|---|
| Persiapan | 1. Terima work order instalasi dari supervisor | Form Work Order | SOP Penerimaan Order |
| Persiapan | 2. Baca spesifikasi komputer yang akan diinstal | Lembar Spesifikasi Hardware | Data akurat, tidak ada yang dilewati |
| Proses | 3. Cocokkan spesifikasi hardware dengan kebutuhan minimum OS yang diminta | Tabel Compatibility Matrix | Semua poin spesifikasi terverifikasi |
| Proses | 4. Unduh/ambil file ISO OS dari sumber resmi/server lokal | File ISO terverifikasi (hash MD5/SHA) | Integritas file terverifikasi |
| Proses | 5. Buat media bootable menggunakan Rufus (pilih skema partisi sesuai: MBR untuk BIOS legacy, GPT untuk UEFI) | Rufus + USB Flash Drive min. 8GB | USB berhasil dibuat tanpa error |
| Pemeriksaan | 6. Verifikasi media bootable dengan mem-boot komputer menggunakan USB tersebut | Unit komputer target | Layar boot muncul, menu instalasi tampil |
| Penyelesaian | 7. Tandai USB dengan label: OS, versi, tanggal pembuatan | Label stiker | Identifikasi jelas untuk mencegah tertukar |
Langkah 4 — Simulasi Aktivitas di Kelas
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Setting simulasi | Lab komputer disulap menjadi "IT Preparation Room" CV. SBI Tech — area persiapan sebelum teknisi terjun ke lokasi klien |
| Peran siswa | IT Support Trainee yang bertugas menyiapkan semua kebutuhan instalasi sebelum teknisi senior datang |
| Skenario kerja | "Besok pagi, tim teknisi senior akan mendatangi klien untuk menginstal 5 unit komputer baru. Tugasmu hari ini adalah menyiapkan semua media bootable dan memverifikasi spesifikasi komputer-komputer tersebut sudah memenuhi syarat. Jika ada yang tidak sesuai, buat laporan kepada supervisor." |
| Sistem kerja tim | 2 siswa per kelompok: 1 sebagai Preparation Technician (yang mengerjakan), 1 sebagai QC Checker (yang memverifikasi) — peran bergantian |
| Target waktu | Simulasi deadline: semua media harus siap dalam 60 menit (mencerminkan tekanan waktu kerja) |
Langkah 5 — Hasil Kerja / Output
| Aktivitas Praktik | Output/Produk | Format | Standar Keberhasilan |
|---|---|---|---|
| Analisis spesifikasi hardware | Tabel analisis kompatibilitas hardware-OS | .xlsx atau lembar fisik | Semua kolom terisi, kesimpulan kompatibilitas jelas |
| Pembuatan USB bootable (TP-1.3) | USB Flash Drive bootable terverifikasi | Media fisik | Dapat mem-boot komputer target, menu instalasi muncul |
| Konfigurasi BIOS (TP-1.4) | Screenshot pengaturan BIOS + laporan singkat | .jpg + .docx | Boot priority sudah benar, screenshot jelas terbaca |
Langkah 6 — Penilaian Kompetensi Praktik
| Dimensi | Aspek yang Dinilai | Teknik Penilaian | Bobot |
|---|---|---|---|
| Pengetahuan | Mampu membedakan jenis OS dan spesifikasi minimum yang diperlukan | Pre-test lisan (3 pertanyaan) | 20% |
| Keterampilan | Ketepatan pembuatan USB bootable, konfigurasi BIOS, verifikasi hasil | Checklist + Observasi langsung | 60% |
| Sikap Kerja | Ketelitian verifikasi, kerapian labeling, kepatuhan SOP K3LH | Lembar observasi sikap | 20% |
5.2 Unit 2 — Proses Instalasi OS (Tabel Transformasi Terintegrasi)
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TP-1.5 | Deployment OS: Teknisi IT di perusahaan/service center melaksanakan instalasi OS pada komputer klien sesuai work order | P: Prosedur instalasi OS, manajemen partisi, jenis-jenis instalasi (Clean/Upgrade) | 1. Verifikasi media bootable | Lab = "Service Center CV. SBI Tech", siswa berperan sebagai Installation Technician yang menerima tiket order dari supervisor | OS Windows/Linux terinstal sempurna, komputer bisa masuk desktop, tidak ada error kritis | Pengetahuan (20%): Tes lisan pre-install: "Apa bedanya Clean Install vs Upgrade Install?" |
| K: Mengoperasikan proses instalasi OS end-to-end, manajemen partisi, mengatasi error dasar | 2. Boot dari USB, masuk setup | Skenario: "Klien membawa PC yang kosong, minta diinstal Windows 10 Pro untuk keperluan toko" | Keterampilan (60%): Checklist 8 poin + observasi waktu pengerjaan | ||||
| S: Teliti di setiap langkah, sabar menghadapi error, mendokumentasikan proses | 3. Pilih tipe instalasi: Custom | Deadline: selesai dalam 45 menit | Sikap (20%): Ketenangan saat error, dokumentasi konsisten | ||||
| 4. Partisi: System/OS/Data | |||||||
| 5. Tunggu proses & restart otomatis | |||||||
| 6. Setup OOBE: region, user, password | |||||||
| 2 | TP-1.6 | Post-Installation Configuration: IT Support mengonfigurasi komputer baru agar siap diserahkan ke pengguna akhir — termasuk driver, user management, dan jaringan | P: Manajemen user Windows, instalasi driver, pengaturan network interface, perintah dasar CLI jaringan | 1. Periksa Device Manager — identifikasi driver missing | Lab = "IT Setup Room" — area konfigurasi sebelum serah terima ke klien | Komputer siap pakai: semua driver terpasang, user account aktif, jaringan tersambung, ping 8.8.8.8 berhasil
|
Pengetahuan (20%): "Mengapa driver LAN harus diinstal sebelum driver lain? Apa urutan prioritas instalasi driver?" |
| K: Menginstal driver dari berbagai sumber, membuat dan mengelola user account, mengonfigurasi IP statik/DHCP, menguji konektivitas dengan ping | 2. Instal driver prioritas (LAN → VGA → Audio) | Skenario: "Komputer yang baru selesai diinstal harus dikonfigurasi sesuai surat tugas klien sebelum bisa diserahkan" | Keterampilan (60%): Rubrik 5 aspek (driver, user, jaringan, pengujian, kebersihan kerja) | ||||
| S: Sistematis mengikuti surat tugas, teliti memverifikasi setiap konfigurasi, profesional dalam berkomunikasi dengan klien (simulasi) | 3. Buat user account sesuai nama klien | ⚠️ KRITIS SMK SBI: Saat mengonfigurasi jaringan, pastikan gateway diarahkan ke IP MikroTik yang benar — internet masuk via wlan1 (wireless station mode), BUKAN ether1
|
Sikap (20%): Kepatuhan surat tugas, komunikasi saat serah terima | ||||
| 4. Konfigurasi IP sesuai jaringan (DHCP/statik) | |||||||
| 5. Uji ping ke gateway & internet | |||||||
| 6. Serah terima ke "klien" (guru) dengan checklist |
5.3 Unit 3 — Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi (Tabel Transformasi Terintegrasi)
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TP-1.7 | Quality Control: Sebelum komputer diserahkan ke klien, teknisi senior melakukan serangkaian pengujian sistematis dan memastikan tidak ada error yang tertinggal | P: Jenis-jenis error instalasi OS, metode troubleshooting sistematis (isolasi masalah), penggunaan tools diagnostik Windows | 1. Jalankan checklist pengujian fungsional | Lab = "QC Station" — meja pengujian khusus sebelum barang keluar dari service center | Checklist pengujian terisi lengkap + Laporan troubleshooting (jika ada error) dalam format .docx | Pengetahuan (20%): "Sebutkan 3 error umum saat instalasi OS dan cara mengatasinya!" |
| K: Menggunakan tools diagnostik (Event Viewer, msinfo32, Device Manager), mengisolasi sumber masalah, melakukan perbaikan mandiri | 2. Uji semua hardware (USB, audio, display, LAN) | Siswa berperan sebagai QC Technician yang mengaudit pekerjaan kelompok lain (peer audit) | Keterampilan (60%): Kelengkapan & ketepatan checklist + kualitas laporan troubleshooting | ||||
| S: Tidak terburu-buru, sistematis, jujur melaporkan temuan (termasuk temuan negatif) | 3. Uji koneksi jaringan (ping, tracert) | Skenario: "Kamu mendapat komputer hasil instalasi dari teknisi lain untuk diperiksa — berikan penilaian jujur apakah layak diserahkan ke klien" | Sikap (20%): Kejujuran dalam pelaporan, objektivitas peer audit | ||||
| 4. Dokumentasikan semua temuan | Waktu audit: 30 menit per unit | ||||||
| 5. Jika ada error: lakukan troubleshooting & catat solusi | |||||||
| 2 | TP-1.8 | Technical Evaluation: Senior technician/supervisor mengevaluasi hasil kerja tim dan memberikan keputusan: komputer layak diserahkan / perlu dikerjakan ulang | P: Kriteria standar hasil instalasi, analisis rasio kualitas vs standar, pemahaman kebutuhan pengguna | 1. Bandingkan hasil instalasi dengan spesifikasi awal work order | Lab = "Supervisor's Desk" — meja evaluasi akhir | Laporan evaluasi dengan rekomendasi perbaikan: "Layak serah terima / Perlu rework bagian ..." | Pengetahuan (20%): "Apa kriteria minimum sebuah komputer dinyatakan siap serah terima ke klien?" |
| K: Membuat keputusan evaluatif berdasarkan data/checklist, menyusun rekomendasi perbaikan yang spesifik dan terargumentasi | 2. Nilai setiap aspek menggunakan rubrik | Siswa berperan sebagai supervisor yang mengevaluasi komputer hasil kerja timnya sendiri (self-evaluation) | Keterampilan (60%): Ketajaman analisis, kualitas argumentasi rekomendasi | ||||
| S: Objektif, berani memberikan penilaian jujur termasuk terhadap pekerjaan sendiri, bertanggung jawab | 3. Tulis rekomendasi: layak/perlu perbaikan + alasan spesifik | Sikap (20%): Objektivitas, keberanian evaluasi mandiri | |||||
| 3 | TP-1.9 | Technical Documentation: Setiap pekerjaan instalasi di perusahaan IT profesional wajib didokumentasikan sebagai bukti kerja dan arsip untuk keperluan garansi/pemeliharaan | P: Format laporan teknis industri, komponen dokumen serah terima, standar penulisan teknis | 1. Kumpulkan semua screenshot dan catatan selama proses | Lab = "Documentation Desk" | Laporan teknis instalasi OS format standar industri (.docx, minimal 5 halaman) + Lembar serah terima | Pengetahuan (20%): "Mengapa dokumentasi teknis penting dalam pekerjaan IT? Apa risikonya jika tidak didokumentasikan?" |
| K: Menyusun laporan teknis sistematis, menulis narasi teknis yang jelas, membuat lembar serah terima, mengarsipkan dokumen | 2. Susun laporan sesuai template: Identitas order → Spesifikasi hardware → Prosedur yang dilakukan → Hasil pengujian → Kendala & solusi → Rekomendasi | Skenario: "Laporan ini akan diarsipkan di perusahaan dan salinannya diserahkan ke klien sebagai dokumen garansi" | Keterampilan (60%): Kelengkapan komponen, kejelasan narasi, kerapian format | ||||
| S: Teliti, sistematis, profesional dalam penulisan, menghargai pentingnya dokumentasi sebagai budaya kerja | 3. Periksa kelengkapan laporan sebelum diserahkan | Sikap (20%): Ketelitian, profesionalisme penulisan | |||||
| 4. Serahkan laporan kepada guru (simulasi: serah ke supervisor) |
5.4 Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari
| Kesalahan Umum | Contoh Konkret (Salah) | Perbaikan |
|---|---|---|
| Aktivitas masih teoritis | "Menjelaskan langkah-langkah instalasi OS di depan kelas" | "Melaksanakan instalasi OS Windows 10 pada unit komputer yang disiapkan, mengikuti checklist 15 langkah, diselesaikan dalam 45 menit" |
| Tidak menghasilkan output | "Diskusi kelompok tentang jenis-jenis sistem operasi" | "Diskusi → membuat tabel perbandingan 4 jenis OS (Windows/Ubuntu/Debian/macOS) dalam format .xlsx, dipresentasikan 2 menit per kelompok" |
| Tidak ada standar penilaian | "Kerjakan instalasi OS!" | "Instal Windows 10 Pro, buat 3 partisi (System/OS/Data), buat user 'Admin-Teknisi', konfigurasikan IP 192.168.x.x, uji ping ke gateway — selesai dalam 45 menit dengan dokumentasi screenshot lengkap" |
| Tidak menyerupai dunia kerja | "Mengerjakan soal pilihan ganda tentang sistem operasi" | "Simulasi: siswa sebagai IT Technician menerima work order dari 'supervisor' (guru) untuk menginstal OS pada komputer 'klien baru' — lengkap dengan surat tugas, batas waktu, dan serah terima formal" |
| Pengujian tidak sistematis | "Cek apakah komputer sudah menyala" | "Lakukan pengujian menggunakan checklist 8 poin: hardware, driver, user, jaringan (ping gateway), jaringan (ping 8.8.8.8), akses browser, kecepatan boot, Event Viewer error check" |
| Dokumentasi diabaikan | "Kalau sudah selesai, bereskan alat" | "Screenshot wajib di 9 titik kritis. Laporan teknis minimal 5 halaman diserahkan ke supervisor (guru) sebagai syarat dinyatakan selesai" |
Catatan Pengembangan
- Pengembangan Skenario Linux: Modul ini saat ini lebih berat ke Windows. Iterasi berikutnya disarankan mengembangkan jobsheet paralel untuk instalasi Ubuntu Server/Desktop, mengingat kebutuhan industri TKJ yang semakin banyak menggunakan Linux untuk server.
- Integrasi MikroTik sejak Unit 1: Pada TP-1.6 sudah dicantumkan catatan kritis bahwa internet SMK SBI masuk via
wlan1— perlu dikembangkan skenario lebih lengkap tentang cara siswa memahami topologi jaringan sekolah agar konfigurasi gateway tidak salah. - Teaching Factory (TEFA) sebagai penguatan: Unit 2 dan 3 sangat potensial dijalankan dalam skema TEFA — menerima order nyata dari guru/staf sekolah yang ingin komputer/laptop-nya diinstal ulang, dengan kompensasi berupa nilai praktik nyata.
- Penilaian Portofolio Digital: Laporan teknis dari setiap unit sebaiknya dikumpulkan dalam portofolio digital siswa (Google Sites/Notion/PDF), yang dapat digunakan sebagai bukti kompetensi saat melamar PKL.
- Remedial Praktik Terstruktur: Siswa yang belum mencapai KKM (< 70) perlu mendapat remedial bukan berupa tes tertulis ulang, melainkan praktik ulang terbimbing dengan checklist yang sama — karena kompetensi vokasi hanya bisa dibuktikan melalui kinerja, bukan jawaban soal.