Jump to content

J.620900.024.02: Pemeriksaan dan Persiapan Sistem Komputer

From Wiki

Pemeriksaan dan persiapan sistem komputer adalah rangkaian prosedur teknis yang dilakukan sebelum pelaksanaan instalasi, konfigurasi, atau perbaikan pada perangkat komputer (PC). Proses ini mencakup penyediaan perangkat keras, penyiapan dokumen pendukung seperti buku manual, pemeriksaan perangkat bantu (tools), serta pengujian fungsionalitas awal untuk memastikan komputer dapat menyala dan berjalan dengan normal. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem sebelum dilakukan tindakan teknis lebih lanjut.

Persiapan Awal

Sebelum melakukan tindakan teknis, teknisi diwajibkan melakukan persiapan terhadap kelengkapan kerja dan administrasi.

Dokumentasi dan Prosedur

Dalam melaksanakan unit kompetensi terkait instalasi atau perbaikan PC, teknisi harus didukung dengan ketersediaan Standard Operating Procedure (SOP) perakitan atau perbaikan PC. Selain itu, buku manual (instruction manual) dari masing-masing komponen serta petunjuk pengoperasian harus tersedia untuk memastikan kesesuaian spesifikasi. Teknisi juga perlu menyiapkan log sheet atau report sheet untuk mencatat riwayat perawatan atau perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya.

Peralatan Bantu (Tools Kit)

Untuk menunjang kelancaran dan keselamatan kerja, peralatan instalasi atau tools kit harus disiapkan sesuai dengan jenis tugas yang akan dilakukan. Peralatan umum yang dibutuhkan dalam perbaikan dan perakitan meliputi obeng, tang, kuas, penyedot debu mini, dan kain kering atau cairan pembersih. Untuk keperluan diagnosa komponen elektronik, alat ukur seperti multimeter (AVO meter) dan logic probe juga mungkin diperlukan, meskipun penggunaannya pada motherboard yang masih baik tidak disarankan kecuali oleh teknisi yang memahami titik ukur.

Pengujian Fungsionalitas Sistem

Setelah persiapan fisik dan dokumen selesai, tahap selanjutnya adalah memastikan komputer dapat menyala dan beroperasi secara normal melalui mekanisme pengujian sistem.

Power-On Self-Test (POST)

Ketika komputer pertama kali dihidupkan, sistem akan menjalankan prosedur diagnostik yang disebut Power-On Self-Test (POST). POST adalah tes yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi komponen pendukung agar dapat bekerja dengan baik. Proses ini dikendalikan oleh BIOS (Basic Input Output System) yang tersimpan dalam ROM. Urutan prosedur POST meliputi:

  1. Pengecekan Power Supply, yang ditandai dengan hidupnya lampu indikator dan berputarnya kipas pendingin.
  2. Pengecekan CPU, timer, kendali memori, dan memory module.
  3. Pengecekan I/O controller dan bus controller, termasuk kartu VGA yang terhubung ke monitor.

Jika komputer berhasil melewati proses POST, hal ini mengindikasikan bahwa perangkat keras dan instalasinya dalam kondisi baik. Keberhasilan ini biasanya ditandai dengan bunyi beep pendek satu kali (tergantung jenis BIOS) atau tampilan visual pada layar monitor.

Proses Booting

Setelah lolos dari POST, komputer akan melanjutkan ke proses booting, yaitu proses mengaktifkan sistem operasi. Sistem operasi akan mengambil alih kendali perangkat keras dan memuat antarmuka pengguna. Proses booting dianggap selesai ketika tampilan desktop muncul pada layar monitor dan komputer siap digunakan.

Diagnosa Kegagalan Awal

Jika komputer tidak berjalan normal saat dinyalakan, sistem akan memberikan pesan kesalahan yang dapat diidentifikasi melalui suara (beep codes) atau tampilan visual.

  • Indikator Suara: Kode beep yang dikeluarkan melalui speaker motherboard memberikan petunjuk spesifik mengenai komponen yang bermasalah, seperti memori, power supply, atau kartu grafis.
  • Pemeriksaan Fisik: Jika komputer tidak menyala sama sekali (mati total), pemeriksaan diarahkan pada instalasi fisik ke tegangan listrik, kabel daya, dan fungsi power supply. Pengecekan juga meliputi sambungan kabel ke periferal utama seperti keyboard dan monitor.

Diagnosa ini dilakukan untuk mengisolasi sumber permasalahan sebelum teknisi melakukan perbaikan atau konfigurasi ulang.