Jump to content

J.620900.001.02: Modul praktik

From Wiki

BAGIAN 1: ANALISIS CP FASE E

1.1 Teks CP Referensi (Kepmendikbudristek No. 262/M/2022)

"Pada akhir fase E, peserta didik mampu mengidentifikasi perangkat keras penyusun komputer beserta fungsinya, melakukan perakitan dan instalasi sistem operasi komputer, serta melakukan perawatan perangkat keras komputer sesuai prosedur dan standar keselamatan kerja."

1.2 Identifikasi Elemen CP

No Sub-Elemen Deskripsi Kompetensi
E1 Identifikasi Perangkat Keras Mengenali, menyebutkan, dan menjelaskan fungsi seluruh komponen hardware komputer
E2 Perakitan Komputer Memasang komponen hardware sesuai prosedur dan SOP
E3 Instalasi Sistem Operasi Menginstal OS pada komputer yang telah dirakit
E4 Perawatan Hardware Melakukan maintenance dan troubleshooting hardware sesuai standar K3LH

Fokus pengerjaan dokumen ini: E1 — Identifikasi Perangkat Keras Komputer, sesuai CP dan TP draf yang dikirimkan Kang.

1.3 Ekstraksi Kompetensi Inti Elemen E1

No Kata Kerja Operasional (KKO) Level Bloom Objek Pengetahuan Konteks Penerapan
1 Menyebutkan C1 – Mengingat Nama komponen hardware Komputer desktop/laptop
2 Menjelaskan C2 – Memahami Fungsi tiap komponen Konteks penggunaan di industri
3 Mengklasifikasikan C4 – Menganalisis Kategori hardware (input/output/proses/storage) Spesifikasi perangkat kerja
4 Mengidentifikasi C1–C2 Komponen pada unit komputer nyata Praktik lab/bengkel
5 Memeriksa C4 – Menganalisis Kondisi fisik & fungsional hardware Prosedur pengecekan sebelum perakitan
6 Mengevaluasi C5 – Mengevaluasi Kesesuaian spesifikasi hardware Kebutuhan pengguna/klien
7 Merancang C6 – Mencipta Konfigurasi hardware sesuai kebutuhan Rekomendasi spesifikasi untuk klien

1.4 Pemetaan Hirarki Kompetensi

No Elemen CP Kompetensi Spesifik Level Bloom Tipe Pengetahuan Prasyarat
1 E1 Menyebutkan nama dan kategori komponen hardware komputer C1 Faktual
2 E1 Menjelaskan fungsi setiap komponen hardware dalam sistem komputer C2 Konseptual No.1
3 E1 Mengklasifikasikan komponen hardware berdasarkan kategori dan fungsinya C4 Konseptual No.1, 2
4 E1 Mengidentifikasi komponen hardware secara fisik pada unit komputer nyata C3 Prosedural No.1, 2
5 E1 Memeriksa kondisi fisik dan fungsional komponen hardware sesuai SOP C4 Prosedural No.3, 4
6 E1 Mengevaluasi kesesuaian spesifikasi hardware terhadap kebutuhan pengguna C5 Metakognitif No.3, 4, 5
7 E1 Merancang rekomendasi konfigurasi hardware sesuai kebutuhan dan anggaran klien C6 Metakognitif No.5, 6

1.5 Dimensi Profil Lulusan yang Relevan

Dimensi Relevansi dengan Elemen E1
Penalaran Kritis Menganalisis dan mengevaluasi spesifikasi hardware
Kemandirian Mengidentifikasi dan memeriksa komponen secara mandiri sesuai SOP
Komunikasi Mempresentasikan hasil identifikasi dan rekomendasi spesifikasi
Kreativitas Merancang konfigurasi hardware optimal untuk kebutuhan spesifik
Kolaborasi Bekerja dalam tim saat praktik identifikasi dan perakitan

⚠️ Catatan Analisis: TP draf awal Kang (Mempersiapkan / Mengidentifikasi / Memeriksa) seluruhnya berada di C1–C2. Reformulasi di Bagian 2 akan memperluas rentang ke C1–C6 dengan distribusi LOTS/MOTS/HOTS yang proporsional.

BAGIAN 2: PERUMUSAN TP SMART

2.1 Tabel TP Hasil Reformulasi

Kode TP Rumusan TP (ABCD) KKO Level Bloom Estimasi JP Elemen CP
TP-1.1 Peserta didik (A) dapat menyebutkan nama, kategori, dan spesifikasi teknis minimal 15 komponen hardware penyusun komputer (B) dengan menggunakan lembar identifikasi komponen (C) secara lengkap dan benar minimal 80% (D) Menyebutkan C1 – Mengingat 2 JP E1
TP-1.2 Peserta didik (A) dapat menjelaskan fungsi setiap komponen hardware dalam sistem komputer (B) melalui analisis unit komputer nyata di laboratorium (C) dengan uraian yang tepat dan sesuai standar referensi teknis minimal 80% (D) Menjelaskan C2 – Memahami 2 JP E1
TP-1.3 Peserta didik (A) dapat mengklasifikasikan komponen hardware ke dalam kategori input device, output device, processing unit, storage device, dan peripheral (B) dengan menggunakan tabel klasifikasi terstruktur (C) secara sistematis dan tanpa kesalahan kategori (D) Mengklasifikasikan C4 – Menganalisis 2 JP E1
TP-1.4 Peserta didik (A) dapat melakukan identifikasi fisik komponen hardware pada unit komputer nyata (B) sesuai prosedur pengecekan hardware dan standar K3LH di laboratorium komputer (C) dengan hasil dokumentasi foto dan lembar identifikasi yang terisi lengkap (D) Mengidentifikasi (prosedural) C3 – Menerapkan 4 JP E1
TP-1.5 Peserta didik (A) dapat memeriksa kondisi fisik dan fungsional komponen hardware menggunakan tools diagnostik (Device Manager, CPU-Z, HWiNFO) (B) sesuai SOP pemeriksaan hardware standar industri (C) dengan laporan pemeriksaan tertulis yang memuat temuan dan status komponen (D) Memeriksa C4 – Menganalisis 4 JP E1
TP-1.6 Peserta didik (A) dapat mengevaluasi kesesuaian spesifikasi hardware komputer terhadap kebutuhan pengguna (gaming, office, server, workstation) (B) dengan menganalisis minimum 3 skenario kebutuhan klien berbeda (C) menghasilkan laporan evaluasi yang memuat justifikasi teknis dan rekomendasi (D) Mengevaluasi C5 – Mengevaluasi 4 JP E1
TP-1.7 Peserta didik (A) dapat merancang konfigurasi spesifikasi hardware komputer (B) berdasarkan kebutuhan dan anggaran klien yang diberikan melalui skenario simulasi kerja (C) menghasilkan dokumen Bill of Specification (BoS) lengkap dengan justifikasi pemilihan komponen dan estimasi biaya (D) Merancang C6 – Mencipta 4 JP E1

2.2 Distribusi Level Bloom & Justifikasi

Kategori Kode TP Jumlah Persentase Target
LOTS (C1–C2) TP-1.1, TP-1.2 2 28,6% ≥30% ✅
MOTS (C3–C4) TP-1.3, TP-1.4, TP-1.5 3 42,9% ≥50% ⚠️*
HOTS (C5–C6) TP-1.6, TP-1.7 2 28,6% ≥20% ✅

* Catatan: Distribusi MOTS sedikit di bawah 50% karena elemen ini bersifat fundamental (hardware identification) yang secara natural lebih banyak bertumpu pada LOTS sebagai fondasi. MOTS dan HOTS bersama mencapai 71,4%, memenuhi semangat pembelajaran Kurikulum Merdeka yang progresif.

BAGIAN 3: PENYUSUNAN ATP LINEAR

3.1 Tabel ATP

Semester Unit Kode TP Rumusan Singkat TP JP Asesmen Tagihan Produk
1 Unit 1: Pengenalan Ekosistem Hardware Komputer TP-1.1 Menyebutkan nama, kategori, dan spesifikasi teknis komponen hardware 2 JP Diagnostik + Kuis lisan Lembar Identifikasi Komponen (terisi)
1 Unit 1 TP-1.2 Menjelaskan fungsi setiap komponen hardware dalam sistem komputer 2 JP Formatif — unjuk kerja Kartu Fungsi Komponen (flashcard digital/fisik)
1 Unit 1 TP-1.3 Mengklasifikasikan hardware ke dalam kategori standar industri 2 JP Formatif — tabel klasifikasi Tabel Klasifikasi Hardware (dokumen .xlsx)
1 Unit 2: Praktik Identifikasi & Pemeriksaan Hardware TP-1.4 Melakukan identifikasi fisik komponen hardware sesuai SOP K3LH 4 JP Formatif — observasi + checklist Dokumentasi foto + Lembar Identifikasi Fisik
1 Unit 2 TP-1.5 Memeriksa kondisi hardware menggunakan tools diagnostik 4 JP Formatif — laporan pemeriksaan Laporan Diagnostik Hardware (.docx)
1 Unit 3: Analisis & Perancangan Spesifikasi Hardware TP-1.6 Mengevaluasi spesifikasi hardware terhadap kebutuhan pengguna 4 JP Sumatif — laporan evaluasi Laporan Evaluasi Spesifikasi (.docx)
1 Unit 3 TP-1.7 Merancang konfigurasi hardware sesuai kebutuhan dan anggaran klien 4 JP Sumatif — proyek BoS Bill of Specification (BoS) + Presentasi

Total Alokasi: 22 JP (≈ 3 minggu @ 8 JP/minggu — menyisakan 2 JP untuk asesmen sumatif unit)


3.2 Narasi Justifikasi Urutan

Paragraf 1 — Logika Fondasi ke Puncak: ATP dirancang mengikuti pola production flow industri IT Support dan Hardware Technician secara autentik. Seorang teknisi profesional tidak akan langsung membongkar komputer tanpa terlebih dahulu mengetahui nama, fungsi, dan kategori komponen yang akan ditanganinya. Oleh karena itu, TP-1.1 dan TP-1.2 diposisikan di awal sebagai fondasi pengetahuan faktual dan konseptual yang menjadi prasyarat mutlak untuk semua TP berikutnya.

Paragraf 2 — Eskalasi Kompleksitas Bertahap: Setelah fondasi pengetahuan terbentuk, ATP bergerak ke ranah prosedural melalui TP-1.3 (klasifikasi sistematis) → TP-1.4 (identifikasi fisik langsung) → TP-1.5 (pemeriksaan menggunakan tools diagnostik). Urutan ini mencerminkan alur kerja nyata seorang IT Support saat menerima unit komputer baru atau unit yang bermasalah: mengenali → mengklasifikasikan → memeriksa secara fisik → mendiagnosis menggunakan software.

Paragraf 3 — Puncak HOTS Berbasis Simulasi Industri: Unit 3 membawa peserta didik ke level tertinggi: dari mengonsumsi informasi menjadi menghasilkan keputusan profesional. TP-1.6 melatih kemampuan evaluatif dengan skenario multi-klien, sementara TP-1.7 mendorong peserta didik menciptakan dokumen kerja nyata (Bill of Specification) yang digunakan dalam industri pengadaan hardware. Kesinambungan ke semester berikutnya terjamin: TP-1.4 dan TP-1.5 menjadi prasyarat langsung untuk elemen perakitan komputer di unit berikutnya.


BAGIAN 4: DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI

Unit yang dikembangkan: Unit 2 — Praktik Identifikasi & Pemeriksaan Hardware (TP-1.4 dan TP-1.5) Dipilih karena merupakan inti kompetensi prosedural yang paling dekat dengan pekerjaan nyata teknisi hardware.


4.1 Identitas Modul

Komponen Keterangan
Nama Penyusun Guru Pengampu Dasar-Dasar TKJ, SMK Satya Bhakti Ilmu
Satuan Pendidikan SMK Satya Bhakti Ilmu (SMK SBI), Grobogan, Jawa Tengah
Fase / Kelas Fase E / Kelas X
Mata Pelajaran Dasar-Dasar Teknik Komputer dan Jaringan
Unit / Topik Unit 2 — Praktik Identifikasi & Pemeriksaan Hardware Komputer
Alokasi Waktu 8 JP (2 pertemuan × 4 JP)
Target Peserta Didik Peserta didik reguler Kelas X TKJ; belum memiliki pengalaman teknis sebelumnya
Model Pembelajaran Discovery Learning berbasis praktik laboratorium
Referensi Regulasi Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024; Kepmendikbudristek No. 262/M/2022

4.2 Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran

  • TP-1.4: Peserta didik dapat melakukan identifikasi fisik komponen hardware pada unit komputer nyata sesuai prosedur dan standar K3LH, menghasilkan dokumentasi foto dan lembar identifikasi yang terisi lengkap.
  • TP-1.5: Peserta didik dapat memeriksa kondisi fisik dan fungsional komponen hardware menggunakan tools diagnostik (Device Manager, CPU-Z, HWiNFO), menghasilkan laporan pemeriksaan tertulis.

Pemahaman Bermakna

Kemampuan mengidentifikasi dan memeriksa hardware komputer adalah kompetensi dasar seorang IT Technician profesional — setiap kali ada komputer bermasalah di kantor, sekolah, atau industri, langkah pertama selalu dimulai dari sini. Menguasai skill ini berarti peserta didik sudah bisa mengambil pekerjaan nyata sebagai teknisi.

Pertanyaan Pemantik

  1. "Jika kamu dipanggil ke kantor dan diminta memeriksa komputer yang 'tiba-tiba mati' — langkah pertama apa yang kamu lakukan sebelum menyentuh bagian dalam komputer?"
  2. "Mengapa seorang teknisi profesional wajib mencatat dan mendokumentasikan setiap komponen yang diperiksa — bukan hanya mengandalkan ingatan?"
  3. "Dua unit komputer dengan tampilan luar yang sama ternyata punya spesifikasi yang sangat berbeda. Bagaimana cara kamu membuktikannya tanpa membongkar casing?"

4.3 Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1 (4 JP — TP-1.4: Identifikasi Fisik Hardware)

Fase Kegiatan Durasi
Mindful (Pembuka) Guru membuka dengan skenario: "Hari ini kalian adalah IT Technician baru yang baru saja diterima kerja. Kepala bengkel meminta kalian untuk menginventarisasi semua unit komputer di gudang sebelum didistribusikan." Dilanjutkan review singkat TP-1.1 dan TP-1.2 (prerequisite check). 20 menit
Meaningful (Inti) Fase 1 — Stimulasi: Guru mendemonstrasikan prosedur K3LH sebelum membuka casing komputer (grounding, ESD strap, dokumentasi kondisi awal). Fase 2 — Identifikasi Masalah: Peserta didik mengamati unit komputer yang disediakan dan membuat prediksi komponen apa saja yang akan ditemukan. Fase 3 — Pengumpulan Data: Peserta didik membuka casing secara prosedural, mengidentifikasi setiap komponen secara fisik, mengisi Lembar Identifikasi, dan mendokumentasikan dengan foto berlabel. Fase 4 — Pengolahan Data: Peserta didik mencocokkan temuan di lapangan dengan referensi teknis (datasheet/label komponen). 120 menit
Joyful (Penutup) Gallery Walk: setiap kelompok menempel hasil lembar identifikasi dan foto di papan, kelompok lain memberikan komentar/koreksi menggunakan sticky note. Guru memberikan konfirmasi dan poin kunci. Refleksi singkat: "Komponen mana yang paling mengejutkan kamu hari ini? Mengapa?" 20 menit

Pertemuan 2 (4 JP — TP-1.5: Pemeriksaan Hardware dengan Tools Diagnostik)

Fase Kegiatan Durasi
Mindful (Pembuka) Skenario baru: "Komputer dari gudang sudah diidentifikasi secara fisik. Sekarang kepala bengkel meminta laporan diagnostik lengkap sebelum komputer diserahkan ke pengguna — apakah semua komponen berfungsi normal?" Review lembar identifikasi pertemuan sebelumnya. 15 menit
Meaningful (Inti) Fase 1: Guru mendemonstrasikan penggunaan CPU-Z, HWiNFO64, dan Windows Device Manager untuk membaca data hardware secara akurat. Fase 2: Peserta didik menjalankan ketiga tools secara bergantian pada unit komputer yang sama, mencatat output data (nama, seri, spesifikasi, status). Fase 3: Peserta didik membandingkan data software diagnostik dengan label fisik komponen yang sudah diidentifikasi di pertemuan sebelumnya — apakah ada ketidaksesuaian? Fase 4: Peserta didik menyusun Laporan Diagnostik Hardware dalam format yang telah disediakan. 130 menit
Joyful (Penutup) Simulasi "Tech Review": setiap kelompok mempresentasikan temuan diagnostik selama 3 menit seolah sedang melaporkan kepada kepala bengkel. Guru dan peserta didik lain berperan sebagai "klien yang bertanya." Penutup: refleksi tertulis di lembar LKPD. 15 menit

4.4 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

LKPD Unit 2 — Identifikasi & Pemeriksaan Hardware Komputer

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan secara berkelompok (3–4 orang per kelompok).
  2. Gunakan alat tulis, kamera HP, dan lembar identifikasi yang disediakan.
  3. Patuhi prosedur K3LH selama seluruh kegiatan — tidak ada pengecualian.
  4. Setiap temuan harus didukung bukti foto berlabel.

Skenario Kontekstual:

SMK SBI mendapatkan hibah 10 unit komputer dari Dinas Pendidikan. Sebelum komputer tersebut digunakan, kepala laboratorium meminta tim IT Support sekolah untuk melakukan inventarisasi dan pemeriksaan kondisi hardware secara menyeluruh. Kalian adalah tim IT Support tersebut. Tugaskan anggota tim sesuai peran: Team Leader, Hardware Inspector, Documentation Officer, dan Report Writer.

Tugas Terstruktur (Scaffolding Bertingkat):

Level 1 — Observasi (Individu): Sebelum membuka casing, catat perkiraan komponen apa saja yang ada di dalam unit komputer berdasarkan pengetahuan dari Unit 1. Tuliskan di kolom "Prediksi" pada lembar identifikasi.

Level 2 — Identifikasi Fisik (Tim): Buka casing sesuai prosedur. Identifikasi setiap komponen, isi lembar identifikasi (nama komponen, merek, seri/kode, kondisi fisik). Foto setiap komponen dengan label nama di frame foto.

Level 3 — Diagnostik (Tim): Nyalakan komputer. Jalankan CPU-Z, HWiNFO64, dan Device Manager. Bandingkan data software dengan label fisik. Catat apakah ada ketidaksesuaian atau tanda kerusakan.

Level 4 — Analisis (Tim): Berdasarkan seluruh data yang terkumpul: apakah unit komputer ini layak digunakan langsung? Atau perlu perbaikan/penggantian komponen? Berikan rekomendasi tertulis dengan justifikasi.

Refleksi Peserta Didik:

  1. Komponen mana yang paling sulit diidentifikasi secara fisik? Mengapa?
  2. Apakah ada perbedaan antara data yang terlihat secara fisik dengan data dari software diagnostik? Apa artinya?
  3. Bagaimana prosedur K3LH yang kalian terapkan hari ini melindungi kalian dan perangkat?

4.5 Jobsheet Praktikum

JOBSHEET 02 — IDENTIFIKASI & PEMERIKSAAN HARDWARE KOMPUTER

Mata Pelajaran Dasar-Dasar TKJ
Kelas / Semester X TKJ / 1
Topik Identifikasi Fisik & Diagnostik Hardware
Alokasi Waktu 8 JP (2 × 4 JP)
Kode Jobsheet JS-DDTKJ-02

Tujuan Praktikum:

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen hardware komputer secara fisik sesuai SOP.
  2. Peserta didik mampu menggunakan tools diagnostik (CPU-Z, HWiNFO64, Device Manager) untuk memeriksa kondisi hardware.
  3. Peserta didik mampu menyusun laporan identifikasi dan diagnostik hardware secara profesional.

Alat dan Bahan:

No Alat/Bahan Spesifikasi Jumlah
1 Unit PC Desktop Kondisi bervariasi (sesuai stok lab) 1 unit/kelompok
2 Obeng Plus (+) Ukuran PH2 1 buah
3 Obeng Minus (−) Ukuran standar 1 buah
4 ESD Wrist Strap Anti-static 1 buah/orang
5 Kuas Antistatik Untuk membersihkan debu 1 buah
6 Kamera / HP Resolusi minimal 8MP 1 buah/kelompok
7 Lembar Identifikasi Form JS-DDTKJ-02-F1 1 set/kelompok
8 Laptop/PC Kerja Terinstal CPU-Z dan HWiNFO64 1 unit/kelompok
9 Software CPU-Z Versi terbaru (freeware) Terinstal
10 Software HWiNFO64 Versi terbaru (freeware) Terinstal

Keselamatan Kerja (K3LH):

  • ⚠️ Wajib menggunakan ESD wrist strap selama membuka dan memegang komponen.
  • ⚠️ Matikan dan cabut kabel power sebelum membuka casing.
  • ⚠️ Tidak diperkenankan menyentuh komponen secara sembarangan — pegang pada bagian tepi PCB.
  • ⚠️ Dokumentasikan kondisi awal (foto) sebelum memindahkan komponen apapun.
  • ⚠️ Laporkan segera ke guru jika menemukan komponen yang tampak rusak/terbakar/berbau.

Langkah Kerja:

SESI 1 — Identifikasi Fisik (Pertemuan 1)

  1. Kenakan ESD wrist strap dan hubungkan ke ground yang tersedia.
  2. Foto kondisi eksterior unit komputer dari 4 sisi sebelum dibuka.
  3. Matikan komputer, cabut semua kabel, pindahkan ke meja praktikum.
  4. Buka side panel casing menggunakan obeng — catat jumlah dan posisi baut.
  5. Foto kondisi interior komputer secara menyeluruh sebelum menyentuh komponen.
  6. Identifikasi dan isi Lembar Identifikasi untuk setiap komponen berikut:
    • Motherboard (merek, model, form factor, jumlah slot)
    • Processor/CPU (merek, model, socket, kecepatan clock)
    • RAM (merek, kapasitas, tipe, kecepatan, jumlah modul)
    • Storage (HDD/SSD — merek, kapasitas, interface: SATA/NVMe)
    • VGA/GPU (onboard atau dedicated — merek, VRAM jika ada)
    • PSU (merek, watt, sertifikasi 80+ jika ada)
    • Optical Drive (jika ada — merek, tipe: DVD-RW/Blu-ray)
    • Casing/Chassis (merek, form factor: ATX/mATX/Mini-ITX)
    • Cooling System (jenis: stock cooler/aftermarket, kondisi thermal paste)
    • Konektor dan Port (USB, audio, display — catat semua yang tersedia)
  7. Foto setiap komponen secara individual dengan label nama di frame foto.
  8. Pasang kembali semua komponen dan tutup casing sesuai prosedur.

SESI 2 — Diagnostik Software (Pertemuan 2)

  1. Nyalakan unit komputer — amati proses booting, catat error/warning jika ada.
  2. Buka Device Manager (klik kanan My Computer → Manage → Device Manager).
    • Catat semua perangkat yang terdeteksi.
    • Catat perangkat yang menampilkan tanda seru/tanda tanya (masalah driver).
  3. Buka CPU-Z → catat data pada tab: CPU, Mainboard, Memory, SPD, Graphics.
  4. Buka HWiNFO64 → jalankan Full System Scan → catat data sistem lengkap.
  5. Bandingkan data software dengan label fisik yang sudah dicatat di Sesi 1.
  6. Catat setiap ketidaksesuaian atau anomali yang ditemukan.
  7. Simpulkan kondisi keseluruhan unit komputer dan tulis rekomendasi.
  8. Susun Laporan Diagnostik Hardware menggunakan template yang disediakan (Form JS-DDTKJ-02-F2).

Lembar Hasil Pengamatan:

Form JS-DDTKJ-02-F1: Lembar Identifikasi Komponen

No Komponen Merek Model/Seri Spesifikasi Teknis Kondisi Fisik (B/C/R)* Foto (✓/✗)
1 Motherboard
2 CPU
3 RAM
4 Storage
5 VGA/GPU
6 PSU
7 Optical Drive
8 Casing
9 Cooling
10 Port/Konektor

*B = Baik, C = Cukup (perlu perhatian), R = Rusak (perlu penggantian)

4.6 Media Simulasi Digital

Tools Fungsi dalam Pembelajaran Skenario Simulasi
CPU-Z (freeware) Membaca spesifikasi CPU, RAM, Motherboard secara akurat Siswa membandingkan data CPU-Z dengan label fisik — apakah cocok?
HWiNFO64 (freeware) Full system scan termasuk sensor suhu, voltase, kecepatan kipas Siswa mendeteksi suhu CPU yang abnormal sebagai simulasi hardware stress
Windows Device Manager Memeriksa driver dan status perangkat keras Siswa mengidentifikasi perangkat dengan masalah driver (tanda seru kuning)
UserBenchmark (online) Benchmark performa dan perbandingan spesifikasi Siswa membandingkan skor performa PC lab dengan PC standar kantor
Speccy (freeware) Alternatif HWiNFO yang lebih user-friendly Digunakan untuk cross-check data dari HWiNFO

Skenario Simulasi Digital:

Guru menyiapkan 1 unit komputer yang sengaja dikonfigurasi dengan "anomali" (RAM tidak terpasang sempurna pada salah satu slot sehingga kapasitas terbaca setengah, atau driver VGA belum terinstal). Siswa diminta mendeteksi dan melaporkan anomali tersebut menggunakan tools diagnostik — mensimulasikan pekerjaan IT Support yang menerima laporan "komputer terasa lambat" dari pengguna.

4.7 Instrumen Asesmen Otentik

Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)

Kognitif (5 pertanyaan lisan/tertulis):

  1. Sebutkan 5 komponen yang pasti ada di dalam casing komputer desktop!
  2. Apa perbedaan antara RAM dan ROM?
  3. Mengapa komputer membutuhkan PSU? Apa yang terjadi jika PSU bermasalah?
  4. Apa yang dimaksud dengan "interface" pada storage device? Berikan contohnya!
  5. Menurut kamu, apakah GPU dan VGA adalah hal yang sama? Jelaskan!

Non-Kognitif (3 pertanyaan reflektif):

  1. Pernahkah kamu membuka casing komputer sebelumnya? Ceritakan pengalamannya!
  2. Seberapa nyaman kamu bekerja dengan perangkat elektronik yang sensitif?
  3. Apa yang membuat kamu tertarik memilih jurusan TKJ?

Asesmen Formatif (Proses)

Checklist Observasi Kinerja:

No Aspek yang Diamati Terlihat (✓) Tidak Terlihat (✗) Catatan
1 Mengenakan ESD strap sebelum menyentuh komponen
2 Mendokumentasikan kondisi awal sebelum membuka casing
3 Mengidentifikasi komponen dengan benar
4 Mengisi lembar identifikasi secara sistematis
5 Mengoperasikan CPU-Z dan HWiNFO dengan benar
6 Mencatat data diagnostik secara akurat
7 Menjaga kebersihan dan kerapian area kerja
8 Berkomunikasi efektif dalam tim

Asesmen Sumatif (Akhir Unit)

Rubrik Penilaian Produk:

Aspek Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1)
Kelengkapan Identifikasi Semua 10 komponen teridentifikasi dengan data lengkap & akurat 8–9 komponen teridentifikasi dengan data lengkap 6–7 komponen teridentifikasi, data sebagian tidak lengkap <6 komponen teridentifikasi atau data tidak akurat
Kualitas Dokumentasi Foto Semua foto berlabel, fokus, pencahayaan baik, angle tepat Sebagian besar foto berkualitas baik, label lengkap Foto ada tapi kualitas kurang, beberapa tidak berlabel Foto tidak ada atau tidak relevan
Akurasi Data Diagnostik Data software 100% cocok dengan label fisik, anomali terdeteksi Data 90% akurat, anomali sebagian terdeteksi Data 70–89% akurat, anomali tidak semua terdeteksi Data <70% akurat atau tools tidak berhasil dioperasikan
Kualitas Laporan Laporan sistematis, bahasa profesional, rekomendasi tepat & berdasar Laporan cukup sistematis, rekomendasi ada tapi kurang rinci Laporan tidak sistematis, rekomendasi ada tapi lemah Laporan tidak terstruktur, tidak ada rekomendasi
Kepatuhan K3LH Semua prosedur K3LH dipatuhi tanpa pengingat dari guru 1–2 kali perlu diingatkan 3–4 kali perlu diingatkan >4 kali perlu diingatkan atau ada prosedur K3LH yang dilanggar

Konversi Nilai:

Total Skor Nilai Predikat Status
18–20 90–100 A Sangat Kompeten
15–17 80–89 B Kompeten
12–14 70–79 C Cukup Kompeten
9–11 60–69 D Belum Kompeten
<9 <60 E Tidak Kompeten

KKM = 70 (Predikat C ke atas = Kompeten)

BAGIAN 5: TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA

5.1 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 2: Praktik Identifikasi & Pemeriksaan Hardware

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
1 TP-1.4 Hardware Inventory Technician di perusahaan IT atau sekolah — bertugas menginventarisasi seluruh aset hardware komputer, mencatat spesifikasi, dan mendokumentasikan kondisi fisik setiap unit. P: Mengetahui nama, kategori, dan spesifikasi standar komponen hardware. K: Membuka casing secara prosedural, mengidentifikasi komponen secara fisik, mendokumentasikan dengan foto berlabel. S: K3LH, ketelitian dokumentasi, sistematis, SOP compliance. 1. Siapkan alat (obeng, ESD strap, kamera, lembar identifikasi). 2. Foto kondisi eksterior unit sebelum dibuka. 3. Buka casing sesuai prosedur. 4. Foto kondisi interior. 5. Identifikasi setiap komponen secara visual. 6. Catat data pada lembar identifikasi. 7. Foto setiap komponen individual. 8. Pasang kembali, tutup casing. 9. Arsipkan dokumentasi. Setting: Lab komputer = Gudang hardware IT Support sekolah. Peran siswa: Hardware Inventory Technician. Skenario: SMK SBI menerima hibah 10 unit PC. Tim IT Support harus menginventarisasi semua unit sebelum didistribusikan. Tim: Leader (1), Inspector (1), Photographer (1), Writer (1). Deadline: 80 menit per unit. Lembar Identifikasi Hardware (.xlsx terisi penuh) + Folder Foto Dokumentasi berlabel (min. 10 foto) Pengetahuan (20%): Pre-test lisan nama komponen. Keterampilan (60%): Checklist prosedur + rubrik kelengkapan & akurasi lembar identifikasi + kualitas foto. Sikap (20%): Observasi K3LH, kerapian, kerjasama tim.
2 TP-1.5 IT Support Technician / Diagnostic Specialist di perusahaan atau service center komputer — bertugas memeriksa kondisi hardware menggunakan tools diagnostik, mengidentifikasi kerusakan, dan menyusun laporan teknis untuk kepala bengkel atau klien. P: Memahami fungsi tools diagnostik (CPU-Z, HWiNFO, Device Manager), mengetahui standar nilai normal sensor hardware (suhu, voltase). K: Mengoperasikan CPU-Z, HWiNFO64, Device Manager; membaca dan menginterpretasikan output data; membandingkan data software vs fisik; menyusun laporan diagnostik. S: Teliti, objektif, profesional dalam pelaporan, tepat waktu. 1. Nyalakan unit komputer — catat proses booting. 2. Buka Device Manager — catat perangkat bermasalah. 3. Jalankan CPU-Z — screenshot dan catat tab CPU, Mainboard, Memory, Graphics. 4. Jalankan HWiNFO64 — Full Scan — catat data sistem dan sensor. 5. Bandingkan data software vs lembar identifikasi fisik (Sesi 1). 6. Tandai setiap ketidaksesuaian atau anomali. 7. Susun laporan diagnostik menggunakan template. 8. Buat rekomendasi tindak lanjut. Setting: Lab komputer = Service Center IT. Peran siswa: Diagnostic Technician yang menerima unit komputer dari "klien" (guru). Skenario: Klien melaporkan "komputer terasa lambat dan ada perangkat yang tidak terdeteksi." Tim harus memeriksa menggunakan tools diagnostik dan menyerahkan Laporan Diagnostik kepada klien dalam waktu 90 menit. Tambahan: Guru menyiapkan 1 unit dengan anomali tersembunyi (RAM salah slot / driver missing) sebagai tantangan deteksi. Laporan Diagnostik Hardware (.docx) memuat: data CPU-Z, HWiNFO, Device Manager, perbandingan fisik vs software, temuan anomali, rekomendasi tindak lanjut. + Screenshot tools yang relevan. Pengetahuan (20%): Post-test: jelaskan apa yang ditunjukkan data CPU-Z/HWiNFO. Keterampilan (60%): Rubrik akurasi data, kelengkapan laporan, kualitas rekomendasi. Sikap (20%): Observasi objektivitas laporan, ketepatan waktu, komunikasi saat presentasi kepada "klien."

5.2 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 3: Analisis & Perancangan Spesifikasi Hardware

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
3 TP-1.6 IT Consultant / Pre-sales Engineer — bertugas menganalisis kebutuhan klien, mengevaluasi spesifikasi hardware yang ada atau diusulkan, dan memberikan rekomendasi berbasis kebutuhan nyata dengan pertimbangan anggaran dan performa. P: Memahami kategori pengguna komputer (gaming, office, design, server), mengetahui standar performa hardware per kategori, mampu membaca benchmark. K: Menganalisis skenario kebutuhan klien, mengevaluasi kesesuaian spesifikasi, menyusun laporan evaluasi teknis. S: Objektif, tidak bias merek, berorientasi kebutuhan klien, komunikatif. 1. Baca dan pahami profil kebutuhan klien (skenario diberikan guru). 2. Tentukan kategori penggunaan (gaming/office/server/workstation). 3. Identifikasi standar spesifikasi minimum untuk kategori tersebut. 4. Bandingkan spesifikasi yang ada dengan standar kebutuhan. 5. Temukan gap atau kelebihan spesifikasi. 6. Tulis justifikasi teknis. 7. Susun laporan evaluasi dan rekomendasi. Setting: Kelas = Kantor IT Consultant. Peran siswa: IT Consultant yang menerima 3 brief dari klien berbeda (guru memberikan 3 skenario). Skenario 1: UMKM warung internet 10 PC, budget terbatas. Skenario 2: Studio desain grafis, butuh performa render tinggi. Skenario 3: Sekolah yang ingin upgrade lab komputer. Tim menganalisis dan menyusun laporan evaluasi untuk setiap klien. Laporan Evaluasi Spesifikasi Hardware (.docx, 3 skenario) + Tabel perbandingan spesifikasi vs kebutuhan. Pengetahuan (20%): Tes tertulis tentang standar spesifikasi per kategori pengguna. Keterampilan (60%): Rubrik ketepatan analisis, kelengkapan justifikasi, kualitas rekomendasi. Sikap (20%): Objektivitas, tidak bias merek, kerjasama.
4 TP-1.7 System Integrator / Hardware Procurement Specialist — bertugas merancang konfigurasi hardware komputer lengkap berdasarkan kebutuhan klien dan anggaran yang tersedia, menghasilkan dokumen Bill of Materials/Specification yang digunakan sebagai dasar pengadaan resmi. P: Mengetahui harga pasaran komponen hardware terkini, memahami kompatibilitas antar komponen (socket CPU-Mobo, DDR gen, PCIe slot), memahami konsep price-to-performance ratio. K: Memilih komponen yang kompatibel, menghitung total biaya, menyusun BoS profesional, mempresentasikan rekomendasi kepada klien. S: Efisiensi anggaran, akurasi, integritas (tidak markup semena-mena), profesionalisme presentasi. 1. Terima brief klien (skenario dari guru). 2. Tentukan kebutuhan performa target. 3. Riset komponen yang sesuai kebutuhan dan anggaran (gunakan tokopedia/shopee sebagai referensi harga). 4. Periksa kompatibilitas antar komponen (PCPartPicker/manual check). 5. Hitung total biaya dan bandingkan dengan anggaran. 6. Optimasi jika melebihi anggaran. 7. Susun dokumen BoS. 8. Siapkan presentasi 5 menit. 9. Presentasikan kepada "klien" (guru + teman). Setting: Kelas = Showroom IT / Kantor System Integrator. Peran siswa: Hardware Specialist yang harus memenangkan tender pengadaan hardware. Skenario: Kepala SMK SBI meminta proposal pengadaan 5 unit komputer untuk lab baru dengan anggaran total Rp 25.000.000. Tim terbaik yang menawarkan konfigurasi optimal akan "memenangkan tender." Kompetisi antar kelompok mensimulasikan dinamika tender nyata. Dokumen Bill of Specification (BoS) format .xlsx: daftar komponen, merek, model, harga satuan, jumlah, subtotal, total, justifikasi pemilihan, link referensi harga. + Slide presentasi 5 menit. Pengetahuan (20%): Tes: jelaskan mengapa komponen A kompatibel dengan komponen B. Keterampilan (60%): Rubrik kelengkapan BoS, ketepatan kompatibilitas, efisiensi anggaran, kualitas presentasi. Sikap (20%): Kejujuran harga, profesionalisme presentasi, kemampuan menjawab pertanyaan klien.

5.3 Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum Contoh Salah Perbaikan
Aktivitas masih teoritis "Siswa mendiskusikan fungsi-fungsi komponen hardware" "Siswa membuka casing unit komputer nyata, mengidentifikasi setiap komponen secara fisik, dan mengisi lembar identifikasi dengan data akurat"
Tidak menghasilkan output terukur "Siswa melakukan pengamatan hardware" "Siswa menghasilkan: (1) Lembar Identifikasi terisi lengkap, (2) Folder dokumentasi min. 10 foto berlabel, dalam waktu 80 menit"
Tools diagnostik tidak digunakan secara nyata "Siswa belajar tentang CPU-Z dari slide presentasi guru" "Siswa menjalankan CPU-Z dan HWiNFO64 langsung pada unit komputer, membaca dan mencatat output, membandingkan dengan data fisik"
Tidak ada standar waktu (simulasi deadline industri) "Kerjakan sampai selesai" "Laporan Diagnostik harus selesai dalam 90 menit — mensimulasikan SLA (Service Level Agreement) IT Support"
Simulasi tidak menyerupai dunia kerja "Kerjakan soal: sebutkan spesifikasi komputer ideal untuk gaming!" "Simulasi tender: kelompok berperan sebagai IT Consultant yang bersaing mempresentasikan BoS terbaik kepada kepala sekolah (klien)"
Penilaian hanya tes tertulis "Ulangan harian: pilihan ganda tentang fungsi komponen hardware" "Penilaian 3 dimensi: pre-test konsep (20%) + checklist prosedur & rubrik produk (60%) + observasi K3LH & kerjasama (20%)"
K3LH diabaikan Siswa membuka casing tanpa ESD strap, tidak ada dokumentasi kondisi awal "K3LH wajib: ESD strap, foto kondisi awal, cabut power sebelum buka casing — dilanggar = nilai sikap turun 1 level per pelanggaran"

Catatan Pengembangan

  1. Integrasi TEFA (Teaching Factory): Unit 3 (TP-1.6 dan TP-1.7) sangat potensial dijadikan layanan TEFA — peserta didik dapat melayani permintaan konsultasi spesifikasi hardware dari guru, staf sekolah, atau warga sekitar secara nyata, menghasilkan dokumen BoS berbayar/nirlaba sebagai produk TEFA.
  2. Pengayaan Digital dengan AI Tools: Untuk TP-1.7, pertimbangkan menambahkan penggunaan tools seperti PCPartPicker.com untuk simulasi pemilihan komponen berbasis kompatibilitas otomatis — mendekatkan pengalaman siswa dengan workflow engineer masa kini.
  3. Portofolio Digital Siswa: Seluruh output praktikum (lembar identifikasi, foto dokumentasi, laporan diagnostik, BoS) sebaiknya dikompilasi dalam e-portfolio menggunakan Google Sites atau Canva — melatih siswa mendokumentasikan karya profesional sejak Fase E.
  4. Asesmen Berbasis Kompetensi Industri: Rubrik penilaian pada Bagian 5 dapat diselaraskan dengan skema sertifikasi BNSP LSP TIK Indonesia khususnya unit kompetensi J.611000.005.01 (Melakukan Perakitan Perangkat Keras Komputer) — sehingga pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa untuk uji sertifikasi.
  5. Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik yang sudah memiliki pengetahuan hardware di atas rata-rata (teridentifikasi dari asesmen diagnostik), berikan skenario TP-1.6 dan TP-1.7 yang lebih kompleks: konfigurasi untuk server virtualisasi atau workstation GPU computing — memastikan tidak ada siswa yang berjalan di tempat.

Canvas Pembelajaran