Jump to content

J.611000.003.02: Modul praktik

From Wiki

BAGIAN 1: ANALISIS CP FASE F

1.1 Identifikasi Elemen CP

Elemen: Merancang Topologi Jaringan

Teks CP (konteks AIJ Fase F): Peserta didik mampu merancang topologi jaringan berdasarkan kebutuhan pengguna, meliputi: menentukan kebutuhan pengguna secara keseluruhan dan membuat spesifikasi topologi jaringan yang sesuai dengan kondisi, skala, dan kebutuhan organisasi/instansi.

TP yang diberikan user:

  • TP-1: Menentukan Kebutuhan Pengguna Secara Keseluruhan
  • TP-2: Membuat Spesifikasi Topologi Jaringan

1.2 Ekstraksi Kompetensi Inti per TP

TP-1 — Menentukan Kebutuhan Pengguna Secara Keseluruhan

Komponen Uraian
Kata Kerja Operasional (KKO) Menentukan
Level Bloom C3 — Menerapkan (apply): siswa menggunakan teknik/metode tertentu untuk mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan)
Objek Pengetahuan Kebutuhan pengguna jaringan (user requirement): jumlah host, jenis layanan, bandwidth, ketersediaan, keamanan, skalabilitas)
Konteks Penerapan Organisasi/instansi nyata (sekolah, kantor, UMKM, gedung bertingkat) sebagai basis analisis

TP-2 — Membuat Spesifikasi Topologi Jaringan

Komponen Uraian
Kata Kerja Operasional (KKO) Membuat
Level Bloom C6 — Mencipta (create): siswa mengintegrasikan berbagai pertimbangan teknis menjadi dokumen spesifikasi topologi yang orisinal dan kontekstual
Objek Pengetahuan Spesifikasi topologi: jenis topologi (star, ring, mesh, hybrid), perangkat keras (switch, router, AP, firewall), media transmisi, pengalamatan IP, segmentasi jaringan (VLAN), diagram fisik dan logis
Konteks Penerapan Kondisi nyata organisasi: anggaran, infrastruktur eksisting, jumlah node, kebutuhan keamanan dan redundansi

1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi

No Elemen CP Kompetensi Spesifik Level Bloom Tipe Pengetahuan Prasyarat
1 Merancang Topologi Jaringan Mengidentifikasi jenis-jenis topologi jaringan (bus, star, ring, mesh, tree, hybrid) beserta karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya C1 — Mengingat Faktual Dasar jaringan komputer (Fase E)
2 Merancang Topologi Jaringan Menjelaskan konsep kebutuhan jaringan: jumlah node, jenis layanan (file sharing, internet, CCTV, VoIP), bandwidth, uptime, dan keamanan C2 — Memahami Konseptual No. 1
3 Merancang Topologi Jaringan Menganalisis kebutuhan pengguna berdasarkan data hasil wawancara/survei lapangan (user requirement analysis) C4 — Menganalisis Prosedural No. 1, 2
4 Merancang Topologi Jaringan Menentukan kebutuhan pengguna secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis dan kondisi organisasi (TP-1) C3 — Menerapkan Prosedural No. 3
5 Merancang Topologi Jaringan Mengevaluasi kesesuaian antara jenis topologi yang dipilih dengan kebutuhan, anggaran, dan skalabilitas organisasi C5 — Mengevaluasi Metakognitif No. 4
6 Merancang Topologi Jaringan Membuat spesifikasi topologi jaringan lengkap: diagram fisik & logis, daftar perangkat, skema pengalamatan IP, dan justifikasi pilihan (TP-2) C6 — Mencipta Prosedural + Metakognitif No. 4, 5

1.4 Identifikasi Dimensi Profil Lulusan

Dimensi Profil Lulusan Relevansi dengan Elemen CP
Penalaran Kritis Menganalisis kebutuhan pengguna, mengevaluasi pilihan topologi berdasarkan data
Kreativitas Merancang topologi yang inovatif, efisien, dan kontekstual sesuai kebutuhan spesifik organisasi
Kemandirian Melakukan survei kebutuhan, menyusun spesifikasi, dan membuat keputusan teknis secara mandiri
Kolaborasi Bekerja dalam tim saat pengumpulan data kebutuhan dan presentasi rancangan
Komunikasi Mempresentasikan hasil rancangan topologi kepada stakeholder secara teknis dan non-teknis
Kewargaan Merancang jaringan yang memperhatikan aspek keamanan data dan privasi pengguna

BAGIAN 2: PERUMUSAN TP SMART

Berdasarkan hasil analisis Bagian 1, dua TP yang diberikan user dikembangkan menjadi rumusan SMART-ABCD sebagai berikut. TP tambahan (TP-1.1 s.d. TP-1.3 dan TP-2.1 s.d. TP-2.3) dirumuskan untuk membangun kompetensi secara bertahap dari LOTS menuju HOTS.

Kode TP Rumusan TP (ABCD) KKO Level Bloom Estimasi JP Elemen CP Terkait
TP-1.1 Siswa Kelas XI AIJ (A) mampu mengidentifikasi jenis-jenis topologi jaringan (bus, star, ring, mesh, tree, hybrid) beserta karakteristik teknisnya (B), melalui analisis tabel perbandingan dan studi kasus jaringan nyata (C), dengan tingkat ketepatan minimal 80% pada kuis identifikasi (D) Mengidentifikasi C1 — Mengingat 4 JP Merancang Topologi Jaringan
TP-1.2 Siswa Kelas XI AIJ (A) mampu menganalisis kebutuhan pengguna jaringan (jumlah host, jenis layanan, bandwidth, ketersediaan, keamanan) (B), berdasarkan data hasil wawancara/survei lapangan pada studi kasus organisasi simulasi (C), menghasilkan dokumen user requirement analysis yang terstruktur (D) Menganalisis C4 — Menganalisis 8 JP Merancang Topologi Jaringan
TP-1.3 Siswa Kelas XI AIJ (A) mampu menentukan kebutuhan pengguna jaringan secara keseluruhan (B), berdasarkan hasil analisis data lapangan dan kondisi organisasi dengan mempertimbangkan anggaran dan skalabilitas (C), yang dituangkan dalam dokumen Network Requirement Document (NRD) lengkap dan tervalidasi (D) Menentukan C3 — Menerapkan 8 JP Merancang Topologi Jaringan
TP-2.1 Siswa Kelas XI AIJ (A) mampu mengevaluasi kesesuaian jenis topologi jaringan yang dipilih (B), dengan mempertimbangkan kebutuhan, anggaran, redundansi, dan skalabilitas organisasi menggunakan matriks evaluasi (C), menghasilkan rekomendasi tertulis yang terjustifikasi secara teknis (D) Mengevaluasi C5 — Mengevaluasi 8 JP Merancang Topologi Jaringan
TP-2.2 Siswa Kelas XI AIJ (A) mampu merancang diagram topologi jaringan fisik dan logis (B), menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer atau draw.io berdasarkan NRD yang telah disusun (C), menghasilkan file diagram (.pkt/.xml) yang akurat dan dapat difungsikan (D) Merancang C6 — Mencipta 8 JP Merancang Topologi Jaringan
TP-2.3 Siswa Kelas XI AIJ (A) mampu membuat dokumen spesifikasi topologi jaringan lengkap (B), mencakup: diagram fisik & logis, daftar perangkat dengan spesifikasi, skema pengalamatan IP, segmentasi VLAN, dan justifikasi pilihan desain (C), dalam format dokumen profesional yang dapat dipresentasikan kepada stakeholder (D) Membuat C6 — Mencipta 8 JP Merancang Topologi Jaringan

Distribusi Level Berpikir:

  • LOTS (C1–C3): TP-1.1, TP-1.3 → ~31%
  • MOTS (C4): TP-1.2 → ~17%
  • HOTS (C5–C6): TP-2.1, TP-2.2, TP-2.3 → ~50%

Catatan: Distribusi MOTS lebih rendah dari target 50% karena CP ini bersifat perancangan (dominan HOTS). Hal ini sesuai dengan karakteristik Fase F yang menuntut kompetensi tingkat tinggi.

BAGIAN 3: PENYUSUNAN ATP LINEAR

3.1 Tabel ATP

Semester Unit Kode TP Rumusan Singkat JP Asesmen Tagihan Produk
Ganjil (XI) Unit 1: Fondasi Analisis Kebutuhan Jaringan TP-1.1 Mengidentifikasi jenis topologi jaringan & karakteristiknya 4 JP Formatif: kuis identifikasi + tabel perbandingan Tabel perbandingan topologi (terisi lengkap)
Ganjil (XI) Unit 1 TP-1.2 Menganalisis kebutuhan pengguna jaringan dari data lapangan 8 JP Formatif: observasi proses survei + review dokumen Dokumen user requirement analysis
Ganjil (XI) Unit 1 TP-1.3 Menentukan kebutuhan pengguna secara keseluruhan (NRD) 8 JP Sumatif Unit 1: presentasi NRD + rubrik dokumen Network Requirement Document (NRD)
Ganjil (XI) Unit 2: Perancangan & Spesifikasi Topologi TP-2.1 Mengevaluasi kesesuaian topologi dengan kebutuhan organisasi 8 JP Formatif: matriks evaluasi + diskusi justifikasi Matriks evaluasi topologi + rekomendasi tertulis
Ganjil (XI) Unit 2 TP-2.2 Merancang diagram topologi fisik & logis (Packet Tracer/draw.io) 8 JP Formatif: checklist diagram + uji fungsionalitas File .pkt / .xml diagram topologi
Ganjil (XI) Unit 2 TP-2.3 Membuat spesifikasi topologi jaringan lengkap (dokumen profesional) 8 JP Sumatif Unit 2: rubrik dokumen + presentasi stakeholder Dokumen Network Design Specification (NDS)
— Prasyarat Semester Genap → TP-1.3 & TP-2.3 menjadi prasyarat untuk elemen berikutnya: Pengalamatan Jaringan & Konfigurasi Perangkat NRD & NDS dibawa sebagai dokumen kerja di semester genap

Total JP Elemen: 44 JP (± 5–6 minggu @ 8 JP/minggu)

3.2 Narasi Justifikasi Urutan ATP

Paragraf 1 — Mengapa Unit 1 didahulukan: Unit 1 (Fondasi Analisis Kebutuhan Jaringan) diposisikan di awal karena seluruh proses perancangan topologi harus berangkat dari kebutuhan nyata pengguna, bukan dari preferensi teknologi semata. Ini selaras dengan pendekatan needs-driven design yang berlaku di industri jaringan: seorang Network Engineer selalu memulai proyek dengan tahap requirement gathering sebelum menentukan teknologi apa pun. TP-1.1 (identifikasi topologi) berfungsi sebagai scaffolding pengetahuan faktual yang diperlukan sebelum siswa dapat menganalisis dan menentukan pilihan secara kritis pada TP-1.2 dan TP-1.3.

Paragraf 2 — Mengapa Unit 2 mengikuti Unit 1: Unit 2 (Perancangan & Spesifikasi Topologi) hanya dapat dikerjakan setelah siswa memiliki dokumen NRD yang valid dari Unit 1. Urutan internal Unit 2 mengikuti production flow industri: evaluasi pilihan (TP-2.1) → visualisasi rancangan (TP-2.2) → dokumentasi lengkap (TP-2.3). Tanpa evaluasi terlebih dahulu (TP-2.1), siswa cenderung langsung menggambar diagram tanpa landasan justifikasi teknis yang kuat — sebuah kesalahan umum di lapangan yang menghasilkan topologi yang tidak optimal secara biaya maupun performa.

Paragraf 3 — Kesinambungan dengan semester berikutnya: TP-1.3 (NRD) dan TP-2.3 (NDS) dirancang sebagai living documents yang akan terus digunakan di semester genap ketika siswa mempelajari elemen Pengalamatan Jaringan dan Konfigurasi Perangkat. Dengan demikian, rancangan topologi yang dibuat di semester ganjil bukan sekadar tugas yang dikumpulkan dan dilupakan, melainkan menjadi blueprint kerja nyata yang berkesinambungan — mencerminkan alur kerja proyek jaringan sesungguhnya di industri.

BAGIAN 4: DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI

Unit yang dikembangkan: Unit 2 — Perancangan & Spesifikasi Topologi Jaringan (TP-2.1, TP-2.2, TP-2.3)

4.1 Identitas Modul

Komponen Keterangan
Nama Penyusun Tim Guru AIJ SMK Satya Bhakti Ilmu
Satuan Pendidikan SMK Satya Bhakti Ilmu, Grobogan, Jawa Tengah
Fase / Kelas Fase F / Kelas XI
Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ)
Elemen CP Merancang Topologi Jaringan
Unit Unit 2: Perancangan & Spesifikasi Topologi Jaringan
Alokasi Waktu 24 JP (3 pertemuan × 8 JP)
Target Peserta Didik Siswa Kelas XI Konsentrasi TKJ/AIJ, telah menyelesaikan Unit 1 (memiliki NRD)
Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) — TEFA simulasi
Referensi Regulasi Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024; Kepmendikbudristek No. 262/M/2022; SE Kurikulum Pembelajaran Mendalam

4.2 Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran

  • TP-2.1: Mengevaluasi kesesuaian topologi dengan kebutuhan organisasi
  • TP-2.2: Merancang diagram topologi fisik & logis menggunakan Packet Tracer/draw.io
  • TP-2.3: Membuat dokumen spesifikasi topologi jaringan lengkap (NDS)

Pemahaman Bermakna

Merancang jaringan bukan sekadar menggambar garis dan kotak — ini adalah pekerjaan teknis yang menentukan apakah ratusan orang dapat bekerja, belajar, dan berkomunikasi dengan lancar atau tidak. Setiap keputusan desain membawa konsekuensi nyata: biaya, keandalan, dan keamanan.

Pertanyaan Pemantik

  1. "Mengapa sebuah sekolah dengan 1.400 pengguna hotspot seperti SMK SBI tidak cukup hanya menggunakan satu access point dan satu router biasa?"
  2. "Jika Anda diminta merancang jaringan untuk kantor baru dengan anggaran terbatas, dari mana Anda mulai — memilih perangkat dulu atau menentukan kebutuhan dulu?"
  3. "Apa yang terjadi jika topologi yang dipilih tidak sesuai dengan kebutuhan — siapa yang dirugikan dan apa konsekuensinya?"

4.3 Kegiatan Pembelajaran per Pertemuan

Pertemuan 1 (8 JP) — TP-2.1: Evaluasi & Pemilihan Topologi

Fase Durasi Kegiatan
Mindful (Pembuka) 30 menit Guru menampilkan foto ruang server dan topologi jaringan SMK SBI (MikroTik RB4011, Ruijie AP, ~1.400 klien hotspot). Siswa diminta mengidentifikasi: "Topologi apa yang digunakan? Mengapa?" Dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan kontrak kerja proyek.
Meaningful (Inti) 300 menit (1) Siswa menerima NRD masing-masing dari Unit 1. (2) Guru menjelaskan matriks evaluasi topologi (kriteria: biaya, skalabilitas, fault tolerance, kemudahan manajemen, keamanan). (3) Siswa secara berpasangan mengisi matriks evaluasi untuk minimal 3 opsi topologi yang relevan dengan kebutuhan organisasi di NRD mereka. (4) Siswa membuat rekomendasi tertulis: topologi mana yang dipilih dan mengapa, disertai justifikasi teknis. (5) Presentasi mini (5 menit/pasangan) — pasangan lain memberikan tanggapan kritis.
Joyful (Penutup) 30 menit Kuis cepat digital (Quizizz/Mentimeter): 5 soal skenario pilihan topologi. Refleksi: siswa mengisi sticky note digital — "Satu hal yang mengubah cara pandangku tentang memilih topologi hari ini."

Pertemuan 2 (8 JP) — TP-2.2: Desain Diagram Topologi Fisik & Logis

Fase Durasi Kegiatan
Mindful (Pembuka) 30 menit Review matriks evaluasi pertemuan sebelumnya. Guru mendemonstrasikan perbedaan physical diagram vs logical diagram menggunakan contoh nyata jaringan SMK SBI di Cisco Packet Tracer. Siswa menetapkan target kerja hari ini: file .pkt selesai dalam 5 jam kerja.
Meaningful (Inti) 300 menit (1) Siswa membuka Cisco Packet Tracer, membangun topologi fisik berdasarkan rekomendasi TP-2.1: menempatkan perangkat (router, switch, AP, server, end device) sesuai NRD. CATATAN WAJIB: Untuk skenario yang menggunakan jaringan SMK SBI, internet masuk via wlan1 (wireless station mode) — BUKAN ether1. (2) Siswa melengkapi logical diagram: pengalamatan IP, penomoran interface, segmentasi VLAN (jika ada). (3) Guru berkeliling sebagai "supervisor proyek" — memberikan umpan balik langsung. (4) Siswa melakukan uji konektivitas dasar (ping antar-node) untuk validasi diagram. (5) Export screenshot dan simpan file .pkt.
Joyful (Penutup) 30 menit Siswa saling menukar file .pkt dengan pasangan lain untuk peer review menggunakan checklist. Refleksi: "Apa kesulitan terbesar saat mengubah kebutuhan di kertas menjadi diagram nyata?"

Pertemuan 3 (8 JP) — TP-2.3: Penyusunan Dokumen NDS & Presentasi

Fase Durasi Kegiatan
Mindful (Pembuka) 30 menit Guru menampilkan contoh dokumen Network Design Specification (NDS) dari perusahaan jaringan nyata (disederhanakan). Siswa diminta mengidentifikasi komponen apa saja yang ada. Penjelasan format NDS yang akan dibuat.
Meaningful (Inti) 270 menit (1) Siswa menyusun dokumen NDS lengkap menggunakan template yang disediakan, mencakup: (a) ringkasan eksekutif, (b) diagram fisik & logis (embed dari .pkt), (c) daftar perangkat + spesifikasi + estimasi harga, (d) skema pengalamatan IP, (e) konfigurasi VLAN (jika ada), (f) justifikasi pemilihan topologi, (g) rencana mitigasi risiko. (2) Siswa berlatih presentasi dalam kelompok kecil.
Joyful (Penutup) 60 menit Simulasi Presentasi Stakeholder: Guru dan 2 siswa terpilih berperan sebagai "Direksi IT" — siswa lain mempresentasikan NDS mereka dalam format design review meeting (masing-masing 8 menit + 5 menit tanya jawab). Penilaian dilakukan dengan rubrik sumatif.

4.4 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik

LKPD Unit 2: Evaluasi & Perancangan Topologi Jaringan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan NRD yang telah kamu susun pada Unit 1 sebagai dasar seluruh pekerjaan di LKPD ini.
  2. Kerjakan setiap tahap secara berurutan — jangan loncat ke tahap berikutnya sebelum tahap sebelumnya divalidasi guru.
  3. Simpan semua file digital (diagram, dokumen) dalam folder bernama: [NamaKamu]_NDS_TKJ_XI.

Skenario Kontekstual:

"PT Maju Bersama adalah perusahaan distribusi yang baru membuka kantor cabang di Grobogan. Kantor ini akan menampung 50 karyawan di 4 divisi (Keuangan, Pemasaran, Gudang, dan Manajemen), membutuhkan akses internet, server file sharing internal, sistem CCTV IP, dan printer jaringan. Anggaran infrastruktur jaringan: Rp 35.000.000. Kamu ditugaskan sebagai Network Designer junior untuk merancang jaringan kantor ini."

Tugas Terstruktur:

Tahap A — Matriks Evaluasi Topologi (scaffolding: form sudah tersedia, siswa mengisi)

Kriteria Evaluasi Bobot Topologi Star Topologi Hybrid (Star+Ring) Topologi Mesh Parsial Skor Pilihan Kamu
Biaya implementasi 25%
Kemudahan manajemen 20%
Fault tolerance 20%
Skalabilitas 20%
Keamanan 15%
Total Skor 100%

Beri skor 1–5 untuk setiap sel, lalu kalikan dengan bobot. Topologi dengan skor tertinggi = rekomendasi.

Rekomendasi Topologi: _______________ Justifikasi (min. 3 kalimat): _______________

Tahap B — Diagram Topologi (petunjuk Packet Tracer step-by-step tersedia di Jobsheet)

Tahap C — Draf NDS (template tersedia, siswa melengkapi)

Refleksi Siswa:

  1. Apa pertimbangan teknis yang paling sulit saat memilih topologi?
  2. Jika anggaran tiba-tiba dipotong 50%, apa yang akan kamu ubah dari rancanganmu?
  3. Menurutmu, apa perbedaan terbesar antara merancang topologi di sekolah vs di dunia kerja nyata?

4.5 Jobsheet Praktikum

JOBSHEET #2 — Membangun Topologi Jaringan di Cisco Packet Tracer

Komponen Keterangan
Judul Desain Topologi Jaringan Kantor Cabang PT Maju Bersama
Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ)
Kelas / Semester XI / Ganjil
Alokasi Waktu 300 menit (1 pertemuan)
Tujuan Praktikum Siswa mampu membangun diagram topologi jaringan fisik dan logis menggunakan Cisco Packet Tracer berdasarkan NRD dan rekomendasi topologi yang telah dibuat

Alat & Bahan:

  • Laptop/PC dengan Cisco Packet Tracer (versi 8.x ke atas) terinstall
  • NRD (Network Requirement Document) dari Unit 1
  • Hasil matriks evaluasi topologi (LKPD Tahap A)
  • Template pengalamatan IP (disediakan guru)
  • Koneksi internet untuk referensi spesifikasi perangkat

Keselamatan Kerja (K3LH):

  • Pastikan laptop dalam kondisi baterai cukup / tersambung ke charger
  • Simpan file setiap 15 menit (Ctrl+S) untuk menghindari kehilangan data
  • Tidak mengakses konten di luar kebutuhan praktikum
  • Laporkan kerusakan perangkat kepada guru sebelum praktikum dimulai

Topologi Referensi yang Dibangun:

[Internet/ISP]
      |
 [Router Utama] ← wlan1 (wireless station — sumber internet)
      |
  [Core Switch]
  /    |    \    \
[SW-  [SW-  [SW-  [SW-
KEU] PMS]  GDG]  MGT]
 |     |     |     |
[PC] [PC]  [PC]  [PC]
           [CCTV IP]  [Printer]
           [File Server]

⚠️ KRITIS: Jika mengacu pada infrastruktur SMK SBI — internet masuk melalui interface wlan1 (mode wireless station), BUKAN ether1. Kesalahan ini menyebabkan konfigurasi NAT dan routing tidak berfungsi.

Langkah Kerja:

  1. Buka Cisco Packet Tracer → New Project → simpan dengan nama [NamaKamu]_Topologi_PT_MajuBersama.pkt
  2. Tambahkan perangkat berikut ke workspace:
    • 1× Router (pilih sesuai NRD — disarankan: 2901 atau 4321)
    • 4× Switch (2960-24TT untuk tiap divisi)
    • 1× Access Point (untuk area umum, jika diperlukan)
    • 1× Server (untuk file server)
    • Minimal 12× PC (3 per divisi)
    • 1× IP Camera (simulasi CCTV)
  3. Hubungkan perangkat menggunakan kabel yang tepat:
    • Router ke Core Switch: kabel straight-through (FastEthernet/GigabitEthernet)
    • Switch ke Switch: kabel crossover (atau pilih "automatically choose connection type")
    • PC ke Switch: kabel straight-through
  4. Beri label setiap perangkat (klik 2× pada nama perangkat):
    • Format: R-UTAMA, SW-CORE, SW-KEU, PC-KEU-01, dst.
  5. Atur pengalamatan IP sesuai skema yang telah ditentukan:
    • Network: 192.168.10.0/24 (Keuangan), 192.168.20.0/24 (Pemasaran), 192.168.30.0/24 (Gudang), 192.168.40.0/24 (Manajemen)
    • Gateway masing-masing divisi dikonfigurasi pada sub-interface router
  6. Lakukan uji konektivitas:
    • Ping dari PC-KEU-01 ke PC-PMS-01 → catat hasilnya
    • Ping dari PC-KEU-01 ke File Server → catat hasilnya
    • Ping dari PC-GDG-01 ke Router → catat hasilnya
  7. Buat logical diagram terpisah (gunakan draw.io atau PowerPoint):
    • Tampilkan: IP network per segmen, VLAN ID (jika ada), nama interface router
  8. Simpan dan export screenshot workspace Packet Tracer
  9. Kumpulkan file: [NamaKamu]_Topologi_PT_MajuBersama.pkt + screenshot

Lembar Hasil Pengamatan:

Pengujian Perangkat Sumber Perangkat Tujuan Hasil Ping Keterangan
1 PC-KEU-01 PC-PMS-01
2 PC-KEU-01 File Server
3 PC-GDG-01 Router
4 PC-MGT-01 PC-KEU-01
5 Semua PC Router (gateway)

4.6 Instrumen Asesmen Otentik

A. Asesmen Diagnostik (Awal Unit 2)

Kognitif (5 pertanyaan):

  1. Sebutkan 3 jenis topologi jaringan yang paling umum digunakan di perkantoran beserta 1 kelebihan utama masing-masing!
  2. Apa perbedaan antara physical topology dan logical topology?
  3. Jika sebuah kantor memiliki 4 lantai dan 200 pengguna, topologi apa yang paling tepat? Jelaskan alasanmu!
  4. Apa yang dimaksud dengan fault tolerance dalam konteks topologi jaringan?
  5. Mengapa segmentasi jaringan (VLAN) penting dalam sebuah organisasi?

Non-Kognitif (3 pertanyaan):

  1. Seberapa percaya dirimu dalam merancang jaringan secara mandiri (skala 1–5)? Apa yang membuatmu merasa begitu?
  2. Pernah melihat instalasi jaringan komputer secara langsung? Ceritakan apa yang kamu amati!
  3. Jika kamu bekerja sebagai Network Engineer, bagian pekerjaan mana yang paling menarik bagimu — perancangan, instalasi, atau pemeliharaan?

B. Asesmen Formatif (Proses)

Lembar Observasi Sikap Kerja:

No Aspek Indikator SB (4) B (3) C (2) PB (1)
1 Kemandirian Mengerjakan tugas tanpa harus selalu ditanya guru
2 Kedisiplinan Hadir tepat waktu, mengumpulkan tugas sesuai deadline
3 Kerjasama Aktif berkontribusi dalam diskusi dan peer review
4 SOP Compliance Mengikuti langkah kerja jobsheet secara berurutan
5 Dokumentasi Menyimpan file secara teratur dan terstruktur

Checklist Kinerja Praktikum (Pertemuan 2):

No Aspek Kinerja Ya Tidak
1 Perangkat terhubung dengan kabel yang tepat
2 Label perangkat diberikan sesuai konvensi
3 Skema IP addressing sesuai NRD
4 Uji ping berhasil minimal 4 dari 5 pengujian
5 File disimpan dengan nama yang benar
6 Logical diagram dibuat terpisah

C. Asesmen Sumatif (Akhir Unit 2)

Rubrik Penilaian Dokumen NDS:

Aspek SB — 4 B — 3 C — 2 PB — 1
Matriks Evaluasi Topologi Semua kriteria diisi lengkap, skor dihitung benar, justifikasi ≥5 kalimat dengan argumentasi teknis kuat Semua kriteria diisi, skor dihitung, justifikasi 3–4 kalimat Sebagian besar kriteria diisi, justifikasi singkat Matriks tidak lengkap, tidak ada justifikasi
Diagram Topologi Fisik Semua perangkat terhubung benar, label lengkap, menggunakan simbol standar, file .pkt berfungsi Perangkat terhubung, label sebagian besar ada, file .pkt ada Beberapa koneksi keliru, label tidak lengkap Diagram tidak selesai atau tidak berfungsi
Diagram Topologi Logis IP addressing akurat, semua interface berlabel, segmentasi VLAN tercantum IP addressing akurat, sebagian interface berlabel IP addressing sebagian benar, minim label Tidak ada logical diagram
Daftar Perangkat & Spesifikasi Semua perangkat tercantum lengkap dengan spesifikasi teknis dan estimasi harga Perangkat tercantum dengan spesifikasi, tanpa harga Perangkat tercantum, spesifikasi minim Daftar tidak lengkap
Justifikasi Desain Justifikasi menyeluruh mencakup teknis, biaya, skalabilitas, dan risiko; mengacu pada NRD Justifikasi mencakup 2–3 aspek Justifikasi singkat, 1 aspek Tidak ada justifikasi
Kualitas Dokumen Format profesional, rapi, konsisten, tidak ada kesalahan ejaan Format rapi, 1–2 kesalahan minor Format cukup rapi, beberapa kesalahan Format tidak rapi, banyak kesalahan

Konversi Nilai:

Rentang Skor Nilai Predikat
≥ 90 A Sangat Baik
80–89 B Baik
70–79 C Cukup (Kompeten)
60–69 D Perlu Bimbingan
< 60 E Belum Kompeten

KKM = 70 (Predikat C — Cukup)

BAGIAN 5: TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA

5.1 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 1: Fondasi Analisis Kebutuhan Jaringan

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
1 TP-1.1 Network Analyst di perusahaan IT melakukan inventarisasi jenis topologi yang sesuai sebelum memulai proyek jaringan P: Mengenal karakteristik tiap topologi (bus, star, ring, mesh, tree, hybrid) — biaya, fault tolerance, skalabilitas K: Membuat tabel komparasi topologi S: Teliti, sistematis, berbasis data 1. Menerima brief proyek (spesifikasi organisasi) 2. Mencari referensi teknis topologi 3. Membuat tabel perbandingan berdasarkan kriteria teknis 4. Mempresentasikan hasil komparasi kepada tim Setting: Lab TKJ sebagai ruang "Technical Meeting" Peran siswa: Junior Network Analyst Skenario: Siswa menerima project brief dari "manajer" (guru) — sebuah perusahaan baru membutuhkan jaringan, tim harus menyiapkan daftar opsi topologi yang akan dibahas Tabel perbandingan topologi (format spreadsheet/tabel Word, minimal 5 kriteria, 4 jenis topologi) Pengetahuan (20%): Kuis identifikasi topologi dari gambar Keterampilan (60%): Kelengkapan & keakuratan tabel perbandingan Sikap (20%): Ketelitian pengisian data, disiplin waktu
2 TP-1.2 Network Consultant melakukan site survey dan wawancara kebutuhan klien sebelum merancang jaringan P: Memahami parameter kebutuhan jaringan (jumlah host, bandwidth, uptime, keamanan, layanan yang dibutuhkan) K: Melakukan wawancara terstruktur, mengolah data hasil survei, menyusun dokumen requirement S: Komunikasi profesional, mendengar aktif, tidak bias 1. Menyiapkan form wawancara/survei 2. Melakukan wawancara dengan "klien" (guru/siswa lain berperan sebagai manajer organisasi) 3. Mengolah data hasil wawancara 4. Mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional jaringan 5. Mendokumentasikan hasil dalam format terstruktur Setting: Lab sebagai "Ruang Meeting Konsultasi" Peran siswa: Network Consultant yang datang ke kantor klien Skenario: Siswa diberikan identitas "klien" (sekolah, kantor, UMKM) yang berbeda-beda. Siswa melakukan wawancara terstruktur selama 20 menit, lalu mengolah data. Deadline simulasi: 45 menit untuk mengolah data setelah wawancara Dokumen User Requirement Analysis (format: nama organisasi, deskripsi bisnis, jumlah pengguna per divisi, layanan yang dibutuhkan, prioritas, constraint anggaran) Pengetahuan (20%): Pre-test: parameter kebutuhan jaringan Keterampilan (60%): Kelengkapan dan ketepatan dokumen requirement Sikap (20%): Cara berkomunikasi saat wawancara, attitude profesional
3 TP-1.3 Network Project Manager menyusun Network Requirement Document (NRD) resmi yang menjadi dasar kontrak kerja dengan klien P: Memahami struktur dan komponen NRD standar industri K: Mengintegrasikan data dari berbagai sumber menjadi dokumen NRD yang kohesif dan dapat digunakan sebagai dasar perancangan S: Presisi, mampu membuat keputusan berbasis data, profesional dalam penulisan dokumen 1. Review ulang data hasil wawancara (Langkah TP-1.2) 2. Kategorisasi kebutuhan: must-have vs nice-to-have 3. Menetapkan spesifikasi minimum jaringan (jumlah node, bandwidth minimum, uptime target) 4. Menetapkan constraint (anggaran, ruang fisik, regulasi keamanan) 5. Menyusun dokumen NRD dalam format profesional 6. Validasi NRD dengan "klien" (presentasi dan persetujuan) Setting: Lab sebagai "Ruang Kerja Project Manager" Peran siswa: Network Project Manager Skenario: Setelah data survei diperoleh, siswa harus menyelesaikan NRD dalam satu sesi kerja (simulasi deadline akhir pekan — dokumen harus selesai sebelum meeting dengan klien besok pagi) Target waktu: NRD selesai dalam 3 JP Dokumen Network Requirement Document (NRD) lengkap, berisi: ringkasan organisasi, kebutuhan fungsional, kebutuhan non-fungsional, spesifikasi minimum, constraint, dan tanda tangan "persetujuan klien" Pengetahuan (20%): Mampu menjelaskan setiap bagian NRD secara lisan Keterampilan (60%): Rubrik NRD: kelengkapan, ketepatan data, kualitas penulisan, format profesional Sikap (20%): Kemampuan membuat keputusan, manajemen waktu, ketelitian

5.2 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 2: Perancangan & Spesifikasi Topologi Jaringan

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
4 TP-2.1 Network Architect mengevaluasi berbagai opsi desain jaringan dalam design review meeting sebelum memutuskan topologi final yang akan diimplementasikan P: Memahami kriteria seleksi topologi: biaya total kepemilikan (TCO), fault tolerance, skalabilitas, kemudahan manajemen, keamanan K: Menggunakan matriks evaluasi (weighted scoring), menulis rekomendasi teknis tertulis, mempresentasikan justifikasi S: Berpikir kritis, objektif berbasis data, berani mempertahankan rekomendasi teknis 1. Ambil NRD yang sudah divalidasi 2. Identifikasi minimal 3 opsi topologi yang relevan 3. Tentukan kriteria evaluasi dan bobot (berdasarkan prioritas NRD) 4. Isi matriks evaluasi secara objektif (skor 1–5 per kriteria) 5. Hitung total skor tertimbang 6. Tulis rekomendasi tertulis dengan justifikasi teknis minimum 5 kalimat 7. Presentasikan rekomendasi dalam design review meeting Setting: Lab disulap menjadi "Ruang Rapat Design Review" Peran siswa: Network Architect yang mempresentasikan rekomendasi kepada tim teknis dan manajer Skenario: Setiap siswa/pasangan mempresentasikan matriks evaluasi dan rekomendasi topologi (5 menit presentasi + 5 menit Q&A). Siswa lain berperan sebagai anggota tim teknis yang boleh mengajukan keberatan teknis. Target: Semua pasangan selesai presentasi dalam 1 sesi Matriks evaluasi topologi (spreadsheet/tabel dengan skor terisi) + Dokumen rekomendasi tertulis (min. 1 halaman A4) Pengetahuan (20%): Mampu menjelaskan kriteria evaluasi saat Q&A Keterampilan (60%): Ketepatan pengisian matriks, kualitas justifikasi, kemampuan presentasi Sikap (20%): Kemampuan mempertahankan argumen teknis, menghargai pendapat tim
5 TP-2.2 Network Designer membangun diagram topologi jaringan (fisik & logis) menggunakan tools standar industri (Cisco Packet Tracer, draw.io, Visio, atau GNS3) sebagai blueprint implementasi P: Memahami simbol standar diagram jaringan (Cisco/ISO), perbedaan physical vs logical diagram, konvensi pengalamatan IP, konsep VLAN K: Mengoperasikan Cisco Packet Tracer untuk membangun topologi, mengkonfigurasi pengalamatan IP dasar, menguji konektivitas, mengekspor diagram S: Presisi dalam penempatan dan pelabelan, mengikuti konvensi standar, mendokumentasikan setiap perubahan 1. Buka Cisco Packet Tracer → buat project baru 2. Tambahkan perangkat sesuai daftar NRD (router, switch, AP, server, end device) 3. Hubungkan perangkat dengan kabel yang tepat (lurus/silang/fiber sesuai kebutuhan) 4. Beri label semua perangkat sesuai konvensi (R-UTAMA, SW-CORE, SW-[DIVISI], dll.) 5. Konfigurasikan IP address pada setiap interface dan end device 6. Lakukan uji konektivitas (ping antar-segmen, ping ke gateway) 7. Buat logical diagram terpisah (draw.io/PowerPoint) 8. Simpan dan export screenshot ⚠️ WAJIB: Pada skenario mengacu infrastruktur SMK SBI — internet masuk via wlan1 (wireless station mode), BUKAN ether1 Setting: Lab TKJ sebagai "NOC Room / Network Design Studio" Peran siswa: Network Designer yang mengerjakan project desain jaringan dengan tenggat waktu (simulasi workday 5 jam) Skenario: Siswa menerima NRD + matriks evaluasi yang telah disetujui. Mereka harus menyelesaikan diagram topologi dalam waktu 5 JP — jika tidak selesai, "proyek terlambat" dan dinilai sesuai progres yang ada. Guru berperan sebagai "Project Manager" yang sesekali melakukan walkthrough review. File .pkt (Cisco Packet Tracer) + Logical diagram (.xml draw.io atau .pptx) + Screenshot hasil ping (min. 4 pengujian berhasil) Pengetahuan (20%): Pre-test: simbol perangkat jaringan & konvensi kabel Keterampilan (60%): Checklist diagram (koneksi benar, label lengkap, IP benar, ping berhasil) Sikap (20%): Ketelitian pelabelan, kepatuhan SOP penyimpanan file, manajemen waktu
6 TP-2.3 Network Engineer / Solution Architect menyusun Network Design Specification (NDS) — dokumen teknis komprehensif yang diserahkan kepada klien dan tim implementasi sebagai panduan kerja resmi P: Memahami struktur dokumen NDS standar industri, cara mengintegrasikan diagram fisik & logis ke dalam dokumen, cara menulis justifikasi teknis untuk audiens teknis dan non-teknis K: Menyusun dokumen multi-bagian yang kohesif, mengintegrasikan diagram dari tools ke Word/PDF, menghitung estimasi biaya perangkat, mempresentasikan kepada stakeholder S: Komunikasi tertulis profesional, kemampuan menyederhanakan konsep teknis untuk audiens non-teknis, percaya diri dalam presentasi 1. Buka template NDS yang disediakan 2. Isi bagian: (a) Ringkasan Eksekutif (non-teknis, 1 halaman) (b) Diagram Topologi Fisik (embed dari .pkt/screenshot) (c) Diagram Topologi Logis (embed dari draw.io) (d) Daftar Perangkat + Spesifikasi + Harga pasar (e) Skema Pengalamatan IP (tabel lengkap) (f) Konfigurasi VLAN — jika ada (g) Justifikasi Pemilihan Topologi (mengacu pada matriks evaluasi) (h) Rencana Mitigasi Risiko (min. 3 skenario risiko) 3. Review dan finalisasi dokumen 4. Latihan presentasi dalam kelompok kecil 5. Presentasi formal: simulasi design review meeting dengan stakeholder Setting: Lab disulap menjadi "Ruang Rapat Board of Directors" Peran siswa: Solution Architect yang mempresentasikan proposal desain jaringan kepada "Direksi" (guru + 2 siswa terpilih sebagai evaluator) Skenario: Format presentasi formal: 8 menit paparan + 5 menit Q&A. "Direksi" boleh mengajukan pertanyaan teknis dan bisnis. Siswa harus mampu menjawab pertanyaan di luar NDS jika relevan dengan desain mereka. Dokumen Network Design Specification (NDS) — format .docx/.pdf, minimal 8 halaman — berisi semua komponen yang ditentukan Pengetahuan (20%): Kemampuan menjawab Q&A teknis dari "Direksi" Keterampilan (60%): Rubrik NDS 6 aspek (lihat Bagian 4.6C) Sikap (20%): Kepercayaan diri presentasi, kemampuan komunikasi kepada non-teknisi, penampilan profesional

5.3 Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum Contoh Kasus Nyata Perbaikan yang Benar
Aktivitas masih teoritis "Jelaskan perbedaan topologi star dan mesh di depan kelas" "Bandingkan topologi star vs mesh menggunakan matriks evaluasi berdasarkan NRD organisasi yang kamu survei — tuliskan rekomendasi tertulis min. 5 kalimat"
Tidak menghasilkan output Diskusi kelompok tentang topologi terbaik tanpa dokumentasi hasil Diskusi → isi matriks evaluasi → hasilkan dokumen rekomendasi → presentasi di depan kelas
Tidak ada standar penilaian "Kerjakan diagram topologi di Packet Tracer" "Bangun topologi sesuai NRD: min. 4 segmen jaringan, semua perangkat berlabel, uji ping min. 4 dari 5 skenario berhasil, file disimpan .pkt dengan nama konvensi — selesai dalam 5 JP"
Tidak menyerupai dunia kerja Siswa menggambar topologi di buku dengan pensil tanpa konteks Siswa berperan sebagai Network Architect dalam design review meeting — wajib menggunakan Packet Tracer, mempresentasikan dengan justifikasi teknis seperti dalam proyek nyata
Pengalamatan IP asal-asalan Siswa menggunakan IP 192.168.1.1/24 untuk semua segmen tanpa segmentasi Siswa menyusun skema IP addressing bertingkat sesuai jumlah host per divisi (VLSM jika diperlukan) dengan tabel pengalamatan yang terdokumentasi
Mengabaikan infrastruktur eksisting Siswa merancang topologi tanpa mempertimbangkan perangkat yang sudah ada Skenario harus mencantumkan perangkat eksisting (jika ada) — misalnya, pada skenario SMK SBI: wlan1 sudah terpakai sebagai uplink internet, rancangan harus menyesuaikan

Catatan Pengembangan (Saran Improvement untuk Iterasi Berikutnya)

  1. Integrasi TEFA lebih dalam: Pada iterasi berikutnya, skenario simulasi dapat diganti dengan klien nyata — misalnya, siswa merancang topologi untuk ruangan atau laboratorium baru di SMK SBI secara sesungguhnya. Hal ini meningkatkan autentisitas dan motivasi siswa secara signifikan.
  2. Penambahan elemen GNS3/EVE-NG: TP-2.2 saat ini menggunakan Cisco Packet Tracer. Pada iterasi berikutnya, siswa tingkat lanjut dapat menggunakan GNS3 atau EVE-NG dengan image router/switch nyata (MikroTik, Cisco IOS) untuk simulasi yang lebih dekat dengan kondisi industri sesungguhnya.
  3. Penggunaan Winbox dalam skenario SMK SBI: Karena SMK SBI menggunakan MikroTik RB4011, skenario perancangan topologi sebaiknya juga mencakup latihan membaca konfigurasi eksisting via Winbox (wlan1 sebagai uplink, client hotspot ~1.400 node) — sehingga siswa memahami bahwa NRD yang mereka buat harus kompatibel dengan infrastruktur nyata.
  4. Portofolio digital berbasis proyek: NRD dan NDS yang dihasilkan siswa sebaiknya dikompilasi dalam sebuah digital portfolio (Google Sites / Notion / Canva) yang dapat diakses oleh guru, orang tua, dan calon DUDI. Ini meningkatkan rasa memiliki siswa terhadap karya mereka dan mempersiapkan mereka untuk wawancara PKL.
  5. Kolaborasi lintas program keahlian: Elemen "Merancang Topologi Jaringan" sangat potensial dikolaborasikan dengan program keahlian Multimedia atau PPLG — di mana siswa TKJ merancang infrastruktur jaringan untuk proyek aplikasi/website yang dikembangkan oleh siswa Multimedia/PPLG, sehingga keduanya merasakan ekosistem kerja industri yang sesungguhnya.

Canvas