Jump to content

J.611000.003.02: Menentukan besaran bandwidth untuk setiap segmen jaringan

From Wiki

Manajemen bandwidth atau Bandwidth Management adalah proses pengalokasian dan pengendalian kapasitas transmisi data pada jaringan komputer untuk mencegah monopoli penggunaan bandwidth oleh pengguna tertentu. Mekanisme ini bertujuan untuk memastikan setiap klien mendapatkan alokasi bandwidth yang sesuai dengan kebutuhan atau kebijakan jaringan, serta menjaga kualitas layanan (Quality of Service) agar tetap stabil meskipun lalu lintas data sedang padat. Implementasi manajemen bandwidth umumnya dilakukan pada perangkat router yang menghubungkan jaringan lokal dengan internet.

Konsep Dasar Alokasi

Dalam menentukan besaran bandwidth untuk setiap segmen, terdapat dua parameter utama yang digunakan sebagai acuan batas kecepatan transfer data:

  • Committed Information Rate (CIR): Merupakan alokasi bandwidth terendah atau minimum yang dijamin akan didapatkan oleh pengguna, bahkan ketika kondisi jaringan sedang sangat sibuk. Jika lalu lintas jaringan padat, pengguna tidak akan mendapatkan bandwidth di bawah nilai CIR yang telah ditetapkan.
  • Maximum Information Rate (MIR): Merupakan batas maksimum bandwidth yang dapat dicapai oleh pengguna ketika jaringan sedang sepi atau terdapat alokasi bandwidth yang tidak terpakai oleh pengguna lain. Nilai MIR sering disebut sebagai batas up to.

Sebagai contoh perhitungan sederhana, jika total bandwidth yang tersedia adalah 20 Mbps dan terdapat 20 pengguna aktif, maka nilai CIR dapat ditetapkan sebesar 1 Mbps (20 Mbps dibagi 20 pengguna), sementara nilai MIR dapat diset hingga 20 Mbps.

Metode Penentuan dan Pembagian

Terdapat beberapa metode teknis yang digunakan dalam perangkat jaringan (seperti MikroTik RouterOS) untuk mengimplementasikan pembagian bandwidth:

1. Simple Queue

Metode ini merupakan cara paling sederhana untuk membatasi bandwidth berdasarkan alamat IP (IP Address), alamat jaringan (Network Address), atau antarmuka jaringan (Interface). Simple Queue mengatur batas kecepatan unduh (download) dan unggah (upload) secara dua arah sekaligus. Metode ini memproses aturan secara berurutan dari atas ke bawah, sehingga aturan yang diletakkan di posisi atas akan diprioritaskan

2. Queue Tree

Metode Queue Tree digunakan untuk implementasi manajemen bandwidth yang lebih kompleks dengan struktur hierarki (pohon). Berbeda dengan Simple Queue, metode ini memerlukan penandaan paket (packet marking) menggunakan fitur Firewall Mangle sebelum pelimitan dapat diterapkan. Queue Tree melakukan pembatasan trafik secara satu arah (directional) dan memproses antrian secara bersamaan tanpa memperhatikan urutan aturan.

Dalam struktur hierarki Queue Tree, terdapat dua jenis queue:

  • Inner Queue (Parent): Bertugas melakukan distribusi bandwidth kepada queue lain di bawahnya atau kepada beberapa jaringan lokal.
  • Leaf Queue: Bertugas memberikan alokasi bandwidth langsung kepada komputer pengguna (user).

3. Per Connection Queue (PCQ)

PCQ adalah metode antrian yang dirancang untuk membagi bandwidth secara merata dan dinamis kepada pengguna yang aktif. Metode ini mempermudah administrator jaringan karena tidak perlu membuat aturan manual untuk setiap klien; sistem secara otomatis membagi total bandwidth yang tersedia dengan jumlah pengguna yang sedang aktif. Jika hanya satu pengguna yang aktif, pengguna tersebut dapat menggunakan bandwidth hingga batas maksimum, namun jika banyak pengguna aktif, bandwidth akan dibagi rata secara proporsional.

Kategori Kualitas Throughput

Selain alokasi besaran, kualitas bandwidth yang diterima pengguna (throughput) dapat dikategorikan berdasarkan persentase keberhasilan transfer data dibandingkan dengan kapasitas yang tersedia:

  • Sangat Bagus: 76% – 100%
  • Bagus: 51% – 75%
  • Sedang: 26% – 50%
  • Buruk: < 25%.

Throughput yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perangkat keras, kepadatan lalu lintas data, atau gangguan sinyal pada media transmisi.