Jump to content

J.611000.001.01: Menentukan informasi spesifik yang dibutuhkan

From Wiki

Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer yang saling terhubung dan dapat saling berkomunikasi untuk bertukar informasi atau sumber daya seperti data, berkas (file), printer, dan perangkat lainnya. Sistem ini memungkinkan pertukaran data antara pihak pengirim dan penerima melalui media transmisi. Dalam implementasinya, jaringan komputer memerlukan identifikasi spesifik seperti alamat Protokol Internet (IP Address) dan perangkat keras penghubung seperti router untuk mengelola lalu lintas data antar jaringan yang berbeda.

Pengalamatan Jaringan

Pengalamatan merupakan komponen fundamental agar perangkat dapat dikenali dan berkomunikasi dalam jaringan.

  • Alamat IPv4: Protokol Internet versi 4 (IPv4) mendefinisikan alamat IP sebagai nomor 32-bit yang terdiri dari empat oktet desimal yang dipisahkan oleh titik. Alamat ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu network address (alamat jaringan) dan host identifier (identitas host). Metode pembagian alamat IPv4 telah berkembang dari sistem berbasis kelas (Classful) menjadi Classless Inter-Domain Routing (CIDR) untuk efisiensi.
  • Alamat IPv6: Dikembangkan untuk mengatasi menipisnya ketersediaan IPv4, IPv6 menggunakan alamat 128-bit yang ditulis dalam notasi heksadesimal. IPv6 menyediakan ruang alamat yang jauh lebih besar dan fitur keamanan yang lebih terintegrasi.
  • Subnetting: Proses memecah satu jaringan besar menjadi beberapa sub-jaringan kecil untuk efisiensi alamat IP dan pengelolaan trafik. Metode yang umum digunakan adalah Variable Length Subnet Mask (VLSM) dan notasi CIDR.

Perangkat Keras Jaringan

Infrastruktur jaringan bergantung pada berbagai perangkat keras untuk transmisi data.

  • Router: Perangkat yang berfungsi menghubungkan jaringan yang berbeda dan menentukan jalur (rute) terbaik untuk pengiriman data menggunakan tabel routing. Router beroperasi pada Layer 3 (Network Layer) dalam model OSI.
  • Switch dan Hub: Switch bekerja pada Layer 2 (Data Link) dan menghubungkan perangkat dalam satu jaringan lokal (LAN) dengan menggunakan alamat MAC untuk meneruskan data secara spesifik. Berbeda dengan Hub yang meneruskan sinyal ke semua port tanpa seleksi, Switch dapat membagi domain tabrakan (collision domain).
  • Media Transmisi: Media fisik yang digunakan meliputi kabel tembaga (Coaxial, Twisted Pair/UTP/STP) dan kabel serat optik (Fiber Optic). Selain itu, terdapat media nirkabel yang menggunakan gelombang radio atau inframerah.

Protokol Komunikasi

Protokol adalah himpunan aturan yang mengatur komunikasi data antar perangkat.

  • TCP/IP: Model referensi standar internet yang terdiri dari empat lapisan: Application, Transport, Internet, dan Network Interface. Protokol TCP (Transmission Control Protocol) menyediakan layanan pengiriman data yang andal (reliable) dan berorientasi sambungan (connection-oriented).
  • UDP: User Datagram Protocol (UDP) adalah protokol yang tidak menjamin pengiriman data (unreliable) dan tanpa koneksi (connectionless), namun memiliki overhead yang lebih kecil dibanding TCP.
  • DHCP: Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) digunakan untuk mendistribusikan alamat IP secara otomatis kepada klien dalam jaringan.

Manajemen dan Keamanan

Pengelolaan lalu lintas dan keamanan data merupakan aspek krusial dalam operasional jaringan.

  • Firewall: Sistem keamanan yang memantau dan mengontrol lalu lintas masuk dan keluar berdasarkan aturan keamanan. Firewall dapat melakukan penyaringan paket (packet filtering) dan Network Address Translation (NAT). NAT berfungsi mentranslasikan alamat IP privat menjadi IP publik untuk akses internet.
  • Manajemen Bandwidth (QoS): Mekanisme untuk mengatur alokasi bandwidth guna mencegah monopoli penggunaan data oleh satu klien. Teknik yang digunakan meliputi Simple Queue untuk pembatasan sederhana dan Queue Tree untuk pengaturan yang lebih kompleks dan hierarkis.

Jaringan Nirkabel (WLAN)

Jaringan nirkabel menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi dan diatur oleh standar IEEE 802.11.

  • Topologi: Terdapat dua mode utama, yaitu Ad-Hoc (peer-to-peer tanpa Access Point) dan Infrastructure (menggunakan Access Point sebagai pusat).
  • Standar: Perkembangan standar meliputi 802.11a, 802.11b, 802.11g, hingga 802.11n yang menawarkan perbedaan dalam frekuensi dan kecepatan transfer data.