J.611000.001.01: Membuat Daftar Kebutuhan Teknis Pengguna Jaringan
Daftar Kebutuhan Teknis Pengguna Jaringan adalah dokumen formal atau kumpulan data yang mensintesis hasil survei lapangan dan wawancara pengguna menjadi spesifikasi teknis yang terukur untuk desain infrastruktur jaringan komputer. Proses ini merupakan tahap transisi dari analisis bisnis menuju desain logis dalam siklus hidup pengembangan jaringan (Network Development Life Cycle - NDLC) atau metodologi desain jaringan top-down,. Tujuan utama dari aktivitas ini adalah menerjemahkan kebutuhan operasional pengguna menjadi parameter teknis seperti throughput, ketersediaan (availability), dan skalabilitas,.
Pengolahan dan Tabulasi Data Survei
Langkah awal dalam membuat daftar kebutuhan teknis adalah pengorganisasian data mentah yang diperoleh dari proses elisitasi kebutuhan. Data ini sering kali dikonsolidasikan ke dalam tabel atau matriks untuk memudahkan analisis aliran lalu lintas data dan identifikasi kesenjangan infrastruktur.
Matriks Komunitas Pengguna
Pengembang jaringan mengklasifikasikan pengguna ke dalam komunitas berdasarkan kesamaan penggunaan aplikasi dan lokasi geografis, bukan sekadar departemen organisasi. Tabel komunitas pengguna umumnya mencakup elemen berikut:
- Nama komunitas pengguna.
- Ukuran komunitas (jumlah pengguna saat ini).
- Lokasi fisik komunitas.
- Aplikasi yang digunakan oleh komunitas tersebut.
Matriks Penyimpanan Data (Data Stores)
Selain pengguna, lokasi penyimpanan data (server, server farm, mainframe, atau unit pencadangan pita) harus didokumentasikan. Tabel ini memetakan lokasi data store, aplikasi yang dijalankan, dan komunitas pengguna yang mengaksesnya untuk membantu analisis aliran trafik.
Matriks Karakteristik Trafik Aplikasi
Untuk setiap aplikasi yang diidentifikasi, tabel spesifikasi teknis dibuat untuk mencatat karakteristik aliran trafik, protokol yang digunakan, serta perkiraan kebutuhan bandwidth dan Quality of Service (QoS).
Rincian Kebutuhan Teknis
Setelah data ditabulasi, kebutuhan pengguna diterjemahkan menjadi parameter teknis spesifik yang dapat diukur. Kategori utama kebutuhan teknis meliputi:
Kinerja Jaringan (Network Performance)
Kinerja jaringan mencakup berbagai metrik layanan yang dilihat dari sisi pelanggan. Parameter utama yang didaftar meliputi:
- Throughput: Jumlah pesan atau data bebas kesalahan yang berhasil dikirim per unit waktu. Ini berbeda dengan bandwidth (kapasitas teoretis), karena throughput dipengaruhi oleh latensi, protokol, dan gangguan sinyal.
- Latensi (Latency): Penundaan waktu antara pengiriman pesan dan penerimaannya. Latensi sangat dipengaruhi oleh jarak geografis dan waktu pemrosesan pada perangkat jaringan,.
- Jitter: Variasi dalam penundaan paket yang tiba di penerima, yang merupakan faktor kritis untuk aplikasi real-time seperti suara dan video.
- Tingkat Kesalahan (Error Rate): Persentase bit yang rusak selama transmisi, sering diukur sebagai Bit Error Rate (BER).
Ketersediaan dan Keandalan (Availability and Reliability)
Daftar kebutuhan harus menentukan target ketersediaan, yaitu persentase waktu jaringan beroperasi dan dapat diakses,. Ketersediaan sering diekspresikan dalam "nines" (misalnya, "lima sembilan" atau 99,999% setara dengan waktu henti sekitar 5 menit per tahun),.
Parameter teknis untuk mengukur hal ini meliputi:
- MTBF (Mean Time Between Failure): Rata-rata waktu yang berlalu antara kegagalan sistem.
- MTTR (Mean Time to Repair): Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kegagalan.
- Biaya Waktu Henti (Cost of Downtime): Spesifikasi nilai finansial yang hilang per jam atau menit saat jaringan tidak beroperasi, digunakan untuk membenarkan investasi pada redundansi.
Keamanan (Security)
Spesifikasi teknis keamanan mencakup identifikasi aset yang harus dilindungi dan analisis risiko. Kebutuhan ini diterjemahkan menjadi mekanisme teknis seperti penggunaan firewall, sistem deteksi intrusi (IDS), enkripsi data, serta autentikasi dan otorisasi pengguna,. Standar seperti ISO/IEC 27001 sering digunakan sebagai acuan untuk menetapkan kontrol keamanan informasi.
Analisis Kuantitas dan Skalabilitas
Bagian integral dari daftar kebutuhan teknis adalah proyeksi jumlah pengguna dan perangkat untuk memastikan skalabilitas jaringan (scalability).
Kuantifikasi Pengguna dan Perangkat
Perencana jaringan harus mendokumentasikan jumlah situs, pengguna, dan server yang akan ditambahkan dalam jangka waktu tertentu (misalnya, satu hingga dua tahun ke depan). Analisis ini mencakup:
- Jumlah pengguna total per lokasi.
- Jumlah pengguna simultan (bersamaan) untuk aplikasi tertentu, yang mempengaruhi perhitungan beban puncak trafik.
- Frekuensi dan durasi sesi aplikasi.
Perencanaan Kapasitas (Capacity Planning)
Berdasarkan jumlah pengguna dan karakteristik aplikasi, beban trafik teoretis dihitung. Misalnya, kapasitas jaringan 1 Mbps akan penuh jika 1.000 stasiun mengirimkan frame 1.000-bit setiap detik. Desain jaringan hierarkis dan modular sering direkomendasikan untuk memfasilitasi penambahan modul baru seiring bertambahnya jumlah pengguna tanpa merombak keseluruhan struktur jaringan.
Tantangan dan Batasan
Dalam menyusun daftar kebutuhan teknis, perancang jaringan menghadapi batasan non-teknis yang harus didokumentasikan sebagai constraints. Ini termasuk batasan anggaran, kebijakan politik perusahaan, dan ketersediaan staf teknis,. Selain itu, konsep "anggaran kepatuhan" (compliance budget) menunjukkan bahwa pengguna mungkin memilih untuk tidak mematuhi kebijakan keamanan jika upaya yang diperlukan dianggap menghambat tugas operasional mereka, sehingga spesifikasi teknis harus menyeimbangkan keamanan dan kemudahan penggunaan,.