Interaksi Manusia dan Komputer:Teknik Evaluasi
Evaluasi adalah suatu tes atas tingkat penggunaan dan fungsionalitas sistem yang dilakukan di dalam laboratorium, di lapangan/tempat kerja, atau didalam kolaborasi dengan pengguna.
Apa yang di Evaluasi?
Di dalam IMK yang dievaluasi adalah desain dan implementasinya dengan mempertimbangkan siklus hidup desain, dengan tujuan:
Melihat seberapa jauh sistem berfungsi
- Fungsionalitas sistem sesuai dan benar-benar berfungsi
- User lebih mudah dalam melaksanakan tugas
- Pengukuran unjuk kerja dari user pada sistem
Melihat efek interface bagi pengguna
- Kemudahan sistem dipelajari,
- Daya guna sistem
- Perilaku user
Mengidentifikasi problem pada sistem
- Bila suatu konteks memberikan hasil yang tidak diinginkan
- Terjadi kekacauan diantara user
- Daya guna dan fungsionalitas rendah
- Hal hal lain yang merupakan aspek negatif dari desain
Mengapa evaluasi dibutuhkan ?
Desainer tidak dapat berasumsi bahwa orang lain seperti dirinya, dan hanya dengan mengikuti design guidlines menjamin bahwa karyanya pasti bagus.
Evaluasi dibutuhkan untuk memeriksa apakah user dapat menggunakan produk tersebut dengan baik (efektif dan efisien), nyaman dan suka.
Evaluasi kepuasan penggunaan terhadap sebuah produk dapat dilakukan menggunakan kuesioner dan atau interview.
Kapan evaluasi dilakukan ?
Evaluasi dapat dilakukan:
- Selama proses pembuatan produk tersebut supaya selalu sama dengan yang diminta atau dibutuhkan oleh user. Proses ini biasa disebut formative evaluations.
- Saat produk tersebut telah jadi yaitu melalui prototype.
- Saat produk didistribusikan/dipasarkan, melalui update version.
Evaluasi produk dapat dilakukan melalui riset pasar, baik melalui perorangan atau sekelompok user.
Tujuan Evaluasi
Ada 3 tujuan utama dari evaluasi
- Melihat seberapa jauh sistem berfungsi
- Melihat efek interface dari pengguna
- Mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada sistem.
Teknik-teknik evaluasi
- Observing users
- Asking users their opinions
- Asking expert their opinions
- Testing user’s performance
- Modeling user’s task performance to predict efficacy of user
Hubungan antara paradigma dan teknik evaluasi
| Teknik | “Quick and Dirty” |
|---|---|
| Observing users | Penting untuk melihat bagaimana user berperilaku dalam lingkungan aslinya |
| Asking users | Diskusi dengan user yang potensial dalam suatu group atau group khusus |
| Asking experts | Untuk mendapatkan kritik tentang kegunaan sebuah prototype |
| User testing | ===== |
| Modelling user task performance | ===== |
| Teknik | Usability Testing |
|---|---|
| Observing users | Melalui video dan catatan, dilakukan analisa identifikasi masalah, investigasi cara kerja software atau menghitung kinerja waktu |
| Asking users | Dengan menggunakan kuesioner kepuasan sebagai pengumpulan opini user, kadang menggunakan interview untuk opini yang lebih detail. |
| Asking experts | ===== |
| User testing | Dilakukan di laboratorium/tempat kerja |
| Modelling user task performance | ===== |