Fiber Optic: Penyambungan Drop Core
Penyambungan serat optik secara permanen dan untuk menghasilkan rugi-rugi (loss) penyambungan yang sangat kecil harus menggunakan metode peleburan atau fusion splicing. Proses ini sangat krusial karena titik sambung merupakan titik rawan gangguan dalam jaringan kabel.
Persiapan Peralatan dan Material
Sebelum memulai penyambungan, pastikan semua peralatan khusus (khusus) dan umum tersedia dan dalam kondisi baik.
Peralatan Khusus
| Nama Peralatan | Fungsi |
| Fusion Splicer | Melakukan peleburan/pemanasan untuk menyambung dua ujung serat optik secara permanen. |
| Fiber Cleaver | Memotong ujung serat optik (core/cladding) agar rata/tegak lurus dengan akurasi tinggi. |
| Fiber Stripper | Mengupas lapisan coating serat optik (selubung serat). |
| Miller | Alat khusus untuk mengupas bagian coating kabel jenis Drop Core. |
| Lupsheat Cutter | Mengupas kulit luar kabel. |
| Adaptor & Torque Wrench | Untuk mengencangkan konektor dan mof. |
| Optical Power Meter (OPM) | Mengukur kekuatan sinyal optik atau loss pada saluran serat optik, digunakan untuk pengetesan mutu sambungan. |
| OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) | Digunakan untuk pengetesan saluran, mengukur redaman, panjang, dan mengetahui kerusakan serat. |
Material Utama
- Alkohol (kadar minimal 95%) atau Jelly Cleaner (untuk membersihkan jelly).
- Tissue (untuk membersihkan ujung serat yang sudah dikupas dengan alkohol).
- Sleeve atau Selongsong Pelindung Sambungan (protection sleeve).
- Kabel serat optik (kabel drop core biasanya berjenis G.657A/B).
- Sarung tangan.
Prosedur Penyambungan Serat Optik (Fusion Splicing)
Proses penyambungan serat optik, khususnya pada kabel drop core (yang mungkin disambung ke pigtail splitter di ODP atau ke kabel drop core lainnya), harus dilakukan dengan urutan yang cermat untuk meminimalkan loss.
Persiapan Serat Optik (Fiber Preparation)
Ini adalah langkah paling penting untuk menjamin kualitas sambungan yang baik:
- Pengupasan Kulit Luar Kabel (Sheath Stripping): Jika menggunakan drop core aerial (kabel udara), pisahkan kawat penggantung (messenger wire) jika ada. Kupas lapisan luar kabel (outer jacket) menggunakan Lupsheat Cutter atau alat pengupas kabel yang sesuai. Panjang serat yang dikupas dari ujung kabel kira-kira ± 2 meter (untuk persiapan splice yang panjang).
- Pengupasan Coating (Coating Stripping): Kupas lapisan coating (pelapis plastik) dari serat menggunakan Fiber Stripper atau Miller (khusus untuk drop core). Proses ini mengekspos bagian cladding dan core dari serat kaca.
- Pembersihan Serat: Bersihkan ujung serat yang sudah dikupas dari sisa coating dan debu menggunakan tisu yang dibasahi alkohol (minimal 95%). Ujung serat harus benar-benar bersih agar tidak terjadi kegagalan penyambungan seperti 'Fiber too Dusty' atau 'BUBLE' pada layar splicer.
- Pemotongan Serat (Fiber Cleaving): Potong ujung serat menggunakan Fiber Cleaver. Pemotongan harus tegak lurus (rata) dan rapi. Biasanya disisakan panjang ± 1,5 cm – 2 cm dari ujung yang akan disambung. Pengecekan hasil potongan harus dilakukan; hasil yang buruk (miring, kurang, retak) akan menyebabkan loss tinggi.
- Memasang Sleeve: Masukkan selongsong pelindung (protection sleeve) ke salah satu ujung serat sebelum proses fusion dilakukan. Ini berfungsi untuk melindungi titik sambung setelah proses splicing selesai.
Proses Fusion Splicing
Proses ini dilakukan di dalam perangkat Fusion Splicer:
- Penempatan Serat: Tempatkan kedua ujung serat optik (yang sudah dibersihkan dan dipotong) pada dudukan (V-Grove) di dalam fusion splicer. Jika penyambungan dengan pigtail, gunakan fiber holder berukuran 250 µm untuk serat kabel dan 900 µm untuk pigtail.
- Alignment dan Fusion: Mesin akan melakukan penyelarasan (alignment) secara otomatis, memastikan sumbu serat sejajar dan jarak ujung serat sudah tepat. Proses fusion (peleburan) dilakukan dengan menembakkan sinar LASER dari elektroda (ARC).
- Pengecekan dan Perlindungan: Setelah fusion selesai, mesin akan memberikan estimasi nilai Loss sambungan. Nilai Loss yang diizinkan untuk sambungan permanen adalah maksimal 0,2 dB. Jika loss terlalu tinggi, penyambungan ulang mungkin diperlukan. Geser protection sleeve sehingga menutupi titik sambungan. Lakukan pemanasan sleeve (heating) di dalam heater bawaan splicer untuk mengamankan sambungan secara permanen.
Penempatan pada Titik Terminasi
Serat yang telah disambung kemudian harus dirapikan dan disimpan:
- Penempatan pada Tray: Tempatkan sambungan serat pada cassette atau tray di dalam Sarana Sambung Kabel (SSK) atau Joint Closure. Setiap tray dapat menampung maksimum 12 sambungan. Pastikan bending radius (jari-jari tekukan) serat optik tidak kurang dari 3 cm untuk mencegah macro bending yang menyebabkan loss.
- Penutupan Closure (Opsional): Jika penyambungan dilakukan di lapangan pada joint closure (SSK), pastikan penanganan kabel, pemasangan strain relief (pengikat kekuatan), dan pemasangan sealing tape dilakukan sesuai prosedur untuk mencegah air masuk. Kencangkan closure dengan palu dan pengunci untuk menjamin ketahanan terhadap gangguan alam dan mekanis.
Metode Terminasi Alternatif untuk Kabel Drop Core
Meskipun fusion splicing adalah metode terbaik untuk sambungan permanen ber-loss rendah, kabel drop core di lapangan juga sering diterminasi menggunakan konektor siap pakai:
Terminasi Langsung Menggunakan Konektor:
- Ini adalah cara terminasi yang paling murah (dibanding CTF/CTB).
- Menggunakan konektor tanpa pig tail dan tanpa end closure.
- Kualitas assembling konektor pada setiap serat harus memenuhi standar loss konektor, yaitu 0,5 dB. Hal ini memerlukan pengalaman karena sulit mencapai standar tersebut.
Menggunakan Fast Connector/SOC (Splice On Connector):
- Fast Connector atau Splice On Connector (SOC) adalah konektor yang dapat dirakit langsung di lapangan.
- SOC biasanya digunakan untuk menghubungkan antar core fiber menggunakan splicer.
Rekomendasi Strategis dan Langkah Selanjutnya
Penyambungan kabel drop core (G.657) di jaringan akses harus memprioritaskan kualitas sambungan (<0.2 dB) dan kepatuhan terhadap standar bending radius untuk menjaga performa koneksi broadband.
Mengingat kabel drop core sangat rentan terhadap tekanan mekanis dan tekukan, penting untuk memastikan teknisi memahami dengan baik perbedaan antara metode penyambungan fusion dan penggunaan fast connector atau splice on connector (SOC) di lapangan.