Debian: Konfigurasi IP address v2
Bayangkan komputer kalian itu seperti sebuah rumah. Kalau rumah tidak punya alamat, tukang pos (paket data) bakal bingung mau kirim surat ke mana. Nah, di jaringan komputer, alamat rumah ini disebut IP Address.
Karena kita sedang membangun Server (pelayan), alamatnya harus Statis (tetap). Jangan sampai alamatnya berubah-ubah, nanti "pelanggan" (komputer client) bingung mencarinya.
Langkah-langkah
1. Cek Dulu "Kartu Identitas" (Interface) Kalian
Sebelum memberi alamat, kita harus tahu nama "kartu jaringan" (LAN Card) yang terpasang. Di Linux, biasanya namanya eth0, eth1, dan seterusnya.
- Ketik perintah:
ifconfig - Nanti akan muncul daftar interface. Cari yang namanya
eth0(biasanya ini yang pertama).
2. Buka File Konfigurasi (Buku Catatan Alamat)
Semua pengaturan jaringan di Debian disimpan dalam satu file "sakti". Kita harus mengedit file ini agar IP address-nya tersimpan permanen (tidak hilang saat komputer dimatikan).
- Ketik perintah untuk membuka file:
vim /etc/network/interfaces
3. Tulis "Mantram" IP Address
Setelah file terbuka, kalian akan melihat tulisan-tulisan. Hati-hati, jangan ubah bagian lo (loopback), itu penting buat komputer "ngobrol" sama dirinya sendiri. Tambahkan atau ubah bagian untuk eth0 menjadi seperti ini:
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.10.254
dns-nameservers 119.2.40.21
Penjelasan Singkat (Biar Gak Bingung):
- auto eth0: "Nyalakan" kartu jaringan eth0 secara otomatis saat komputer hidup.
- iface eth0 inet static: Kita bilang ke komputer, "Eh, eth0 pakai IP yang TETAP (static) ya, jangan minta-minta (dhcp)."
- address: Ini nomor alamat IP server kalian.
- netmask: Ini seperti kode pos atau pengelompokan wilayah jaringan.
- gateway: Ini pintu gerbang menuju internet (biasanya alamat modem/router).
4. Simpan Pekerjaan (Penting!)
Kalau kalian pakai editor vim, caranya agak unik:
- Tekan tombol "i" di keyboard untuk mulai mengetik/mengedit (Insert).
- Kalau sudah selesai, tekan tombol "Esc".
- Ketik ":wq" (artinya Write & Quit / Simpan & Keluar), lalu tekan Enter.
5. Terapkan Perubahan (Restart Service)
Setelah dicatat, sistem belum sadar kalau alamatnya berubah. Kita harus "senggol" dulu biar dia baca ulang catatannya.
- Ketik perintah:
/etc/init.d/networking restart.
6. Cek Hasilnya
Pastikan alamatnya sudah nempel dengan benar.
- Ketik lagi:
ifconfig. - Lihat di bagian
eth0, apakahinet addrsudah berubah sesuai yang kalian ketik tadi?
Tips Tambahan: Kalau kalian malas mengedit file dan cuma butuh IP sementara (akan hilang kalau restart), kalian bisa pakai perintah cepat ini:
ifconfig eth0 192.168.10.1 netmask 255.255.255.0 up. Tapi Bapak sarankan pakai cara edit file di atas ya, biar permanen!