Debian: Konfigurasi DNS
Sistem Penamaan Domain (DNS) adalah sistem basis data terdistribusi dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk memetakan nama host menjadi alamat IP dan sebaliknya,. Pada sistem operasi Debian, layanan ini umumnya disediakan oleh perangkat lunak BIND (Berkeley Internet Name Domain), yang tersedia dalam paket bind9. DNS merupakan komponen vital yang memungkinkan penggunaan nama domain yang mudah diingat oleh manusia untuk menggantikan alamat numerik yang digunakan oleh perangkat keras jaringan.
Perangkat Lunak dan Instalasi
Implementasi referensi untuk server nama pada Debian adalah BIND, yang dikelola oleh Internet Software Consortium (ISC). Versi 9 dari BIND (paket bind9) membawa peningkatan keamanan, termasuk kemampuan menjalankan server dengan hak akses pengguna non-root untuk meminimalisir dampak kerentanan keamanan.
Selain BIND, terdapat perangkat lunak DNS lain yang dapat diterapkan pada sistem berbasis Linux, antara lain djbdns, MaraDNS, NSD, dan PowerDNS. Untuk melakukan instalasi BIND pada Debian, perintah yang digunakan adalah apt-get install bind9.
Struktur dan Konfigurasi
Data DNS disusun dalam bentuk zona, di mana setiap zona mencakup suatu domain atau rentang alamat IP. Konfigurasi DNS pada Debian melibatkan penyuntingan beberapa berkas utama:
1. Konfigurasi Zona
Definisi zona dilakukan pada berkas konfigurasi utama BIND, seperti /etc/bind/named.conf.local atau /etc/bind/named.conf.default-zones,. Konfigurasi ini membedakan dua jenis zona utama:
- Zona Forward (Maju): Berfungsi untuk memetakan nama domain ke alamat IP.
- Zona Reverse (Terbalik): Berfungsi untuk memetakan alamat IP kembali ke nama domain. Zona ini memiliki penamaan khusus, di mana komponen alamat IP dibalik dan diikuti akhiran
.in-addr.arpauntuk IPv4 atau.ip6.arpauntuk IPv6.
2. Berkas Basis Data Zona
Setiap zona merujuk pada berkas basis data yang menyimpan Resource Records (RR). Administrator dapat membuat berkas ini dengan menyalin templat yang sudah ada, seperti db.local, untuk kemudian disunting sesuai kebutuhan. Sintaks nama dalam berkas ini mengikuti aturan ketat; nama domain lengkap (FQDN) harus diakhiri dengan tanda titik (.) untuk mencegah penambahan nama domain lokal secara otomatis.
Jenis Rekaman Sumber Daya (Resource Records)
Zona DNS berisi berbagai jenis rekaman yang mendefinisikan properti domain, antara lain:
- SOA (Start of Authority): Memberikan informasi tentang server DNS yang memiliki otoritas tertinggi untuk sebuah domain.
- NS (Name Server): Memetakan nama domain ke server nama yang melayani domain tersebut,.
- A (Address): Memetakan nama host ke alamat IPv4,.
- AAAA: Memetakan nama host ke alamat IPv6,.
- CNAME (Canonical Name): Membuat alias untuk nama domain ke nama kanonik lainnya,.
- MX (Mail Exchange): Menentukan server yang bertugas menerima surel untuk domain tersebut, dilengkapi dengan tingkat prioritas,.
- PTR (Pointer): Digunakan dalam zona reverse untuk memetakan alamat IP ke nama host,.
Pengelolaan dan Pengujian
Setelah konfigurasi zona dan berkas basis data selesai, layanan BIND harus dimulai ulang agar perubahan diterapkan, biasanya menggunakan perintah /etc/init.d/bind9 restart.
Untuk memverifikasi konfigurasi dan operasional server DNS, administrator dapat menggunakan alat diagnosis jaringan seperti:
- host: Perintah ini digunakan untuk melakukan kueri ke server DNS guna memeriksa balasan untuk nama domain atau resolusi terbalik.
- dig (Domain Information Groper): Utilitas yang memberikan informasi rinci mengenai proses resolusi DNS dan status jawaban dari server,.
- nslookup: Alat baris perintah untuk menanyakan server nama Internet secara interaktif.
Di sisi klien, konfigurasi agar sistem menggunakan server DNS tertentu dilakukan dengan menyunting berkas /etc/resolv.conf dan menambahkan direktif nameserver diikuti alamat IP server DNS,.
Keamanan
BIND versi 9 mendukung standar DNSSEC (Domain Name System Security Extensions). DNSSEC menyediakan mekanisme penandatanganan dan otentikasi rekaman DNS untuk mencegah pemalsuan data (spoofing) selama proses resolusi nama. Selain itu, administrator dapat membatasi transfer zona dan kueri hanya dari jaringan terpercaya melalui direktif allow-query dan allow-transfer dalam konfigurasi zona.