Database Server
Database Server (Server Basis Data) adalah sebuah layanan jaringan yang berfungsi sebagai media penyimpanan data dan informasi penting dalam sebuah sistem komputer. Pada sistem operasi Debian, Database Server dapat dikonfigurasi untuk beroperasi secara terpisah atau berjalan bersamaan dengan layanan lain seperti Web Server untuk mendukung aplikasi web yang kompleks.
Perangkat Lunak
Terdapat berbagai jenis perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjalankan layanan Database Server. Beberapa aplikasi yang umum dikenal dan digunakan meliputi:
- MySQL: Aplikasi ini sering digunakan karena stabilitasnya.
- PostgreSQL: Salah satu alternatif sistem manajemen basis data.
- MsSQL: Sistem basis data yang juga dikenal dalam pengelolaan server.
Dalam implementasi pada Debian (khususnya versi Lenny), MySQL versi 5 sering menjadi pilihan utama untuk konfigurasi server.
Instalasi dan Konfigurasi
Untuk membangun sebuah Database Server menggunakan MySQL di Debian, proses instalasi dilakukan melalui manajer paket dengan perintah apt-get install mysql-server. Selama proses instalasi, sistem akan meminta pengguna untuk memasukkan kata sandi (password) untuk pengguna default root pada MySQL.
Secara default, setelah instalasi selesai, server basis data dapat langsung digunakan. Namun, administrator dapat melakukan konfigurasi lanjutan, seperti mengubah port default atau mengizinkan akses dari komputer lain selain localhost, dengan menyunting berkas konfigurasi utama yang terletak di /etc/mysql/my.conf. Setiap kali terjadi perubahan konfigurasi, layanan (daemon) MySQL harus dimulai ulang (restart) agar perubahan tersebut diterapkan, menggunakan perintah /etc/init.d/mysql restart.
Manajemen dan Pengujian
Pengelolaan dan pengujian Database Server dapat dilakukan melalui dua metode utama:
1. Baris Perintah (Terminal/Shell)
Pengelolaan basis data dapat dilakukan secara langsung melalui terminal dengan perintah mysql -u root -p diikuti dengan memasukkan kata sandi. Beberapa perintah dasar yang digunakan dalam lingkungan monitor MySQL antara lain:
show databases;untuk melihat daftar basis data yang tersedia.create database namadatabase;untuk membuat basis data baru.use namadatabase;untuk memilih dan membuka basis data.drop database namadatabase;untuk menghapus basis data.
2. Antarmuka Grafis Web (Web GUI)
Untuk memudahkan pengelolaan tanpa harus menghafal sintaks perintah, administrator dapat menggunakan aplikasi berbasis web seperti phpMyAdmin. Aplikasi ini menawarkan antarmuka yang ramah pengguna (user friendly). Agar phpMyAdmin dapat berjalan, server Debian harus terlebih dahulu memiliki Web Server (Apache2) dan PHP5 terinstal. Konfigurasi tambahan untuk phpMyAdmin dapat dilakukan pada berkas /etc/phpmyadmin/apache.conf. Akses dilakukan melalui peramban web dengan alamat URL server diikuti /phpmyadmin, dan proses login menggunakan akun root MySQL.
Integrasi Aplikasi
Database Server menjadi komponen krusial dalam mendukung Content Management System (CMS) dan aplikasi web lainnya. Contoh integrasi meliputi:
- Joomla: Instalasi CMS Joomla memerlukan pembuatan basis data baru pada MySQL Server sebelum proses konfigurasi web dilakukan.
- RoundCubeMail: Aplikasi webmail ini memerlukan konfigurasi basis data yang disesuaikan dengan Database Server yang ada. Proses ini melibatkan impor struktur basis data awal menggunakan perintah
mysql roundcubemail < .... - OsTube: Sebagai server streaming multimedia, aplikasi ini juga memerlukan konfigurasi basis data MySQL pada tahap instalasinya.