Jump to content

Bahasa Indonesia: Kata serapan

From Wiki

Kata serapan atau unsur serapan merupakan bagian dari kaidah penulisan yang diatur dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Kaidah ini diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan dapat diakses secara daring.

Tujuan mempelajari penulisan unsur serapan adalah untuk memastikan penulisan kata baku yang benar dalam teks formal, seperti biografi, dan karya ilmiah, serta menghindari kesalahan dalam penulisan,.

Sumber Asal dan Pengertian Kata Serapan

Kata-kata dalam bahasa Indonesia banyak yang diserap (diambil) dari bahasa daerah atau bahasa asing.

  • Dari Bahasa Daerah: Contoh kata yang diserap dari bahasa daerah adalah kata rancak yang diserap dari bahasa Minangkabau yang berarti bagus, elok, dan cantik. Contoh lain adalah kata gawai (sebagai padanan gadget) yang diserap dari bahasa daerah, tepatnya bahasa Jawa. Kata gawai sendiri memiliki tiga makna dalam KBBI, salah satunya 'peranti elektronik' atau 'mekanik dengan fungsi praktis', yang membuatnya populer menggantikan gadget.
  • Dari Bahasa Asing: Contoh kata yang diserap dari bahasa asing adalah risiko (dari kata risk dalam bahasa Inggris).

Penggunaan dalam Konteks Ilmiah dan Formal

Penggunaan kata serapan sangat ditekankan dalam penulisan formal, seperti laporan hasil observasi, teks biografi, dan karya ilmiah, sering kali untuk menggantikan istilah asing yang baru muncul.

  • Konteks Teknologi Informasi: Istilah asing seperti gadget diserap menjadi gawai atau bahkan diserap langsung menjadi gadget. Kata hyperlink diserap menjadi hipertaut atau pranala (yang diambil dari bahasa Jawi/Jawa Kuno).
  • Konteks Bisnis/Kewirausahaan: Istilah-istilah dari bahasa Inggris seperti innovation, criteria, qualification, business plan, start-up business, content, claim, dan disqualification dibahas sebagai kosakata yang diserap dan harus dicari padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya, start-up business diserap menjadi usaha rintisan atau bisnis rintisan.
  • Konteks Sosial/Perundungan: Istilah bullying dipadankan dengan kata merundung atau merisak.

Kaidah Penulisan Kata Serapan

Dalam teks biografi dan dokumen resmi, penelaahan terhadap kata serapan harus mengikuti kaidah penulisan yang benar, khususnya merujuk pada EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) Edisi V.

Contoh-contoh kaidah penulisan kata serapan yang ditelaah dari bahasa Inggris, antara lain:

Kata dalam Teks Asal Bahasa Asing Kaidah Penulisan
komunikatif communicative (Inggris) c di depan a, u, o, dan konsonan menjadi k, sedangkan -ive menjadi -if.
patriotik patriotic (Inggris) -ic menjadi -ik dalam bahasa Indonesia.
stabilitas stability (Inggris) -ty menjadi -tas.
sosialisasi socialization (Inggris) c di depan e, i, oe, dan y menjadi s, dan -(a)tion menjadi -asi.
priyayi priyayi diserap seluruhnya.

Kata asing atau kata daerah harus ditulis miring (italik). Inkonsistensi dalam penerapan ejaan dapat terjadi jika penulis tidak menulis miring kata asing seperti copy dan online, padahal kata lain seperti business plan dan original ditulis miring.

Menghindari Kata Tidak Baku

Penulis harus menggunakan kata baku dalam teks resmi. Misalnya:

  • Bentuk baku dari orisinil adalah orisinal.
  • Bentuk baku dari portal (dalam konteks komputer) adalah situs web.
  • Contoh lain kata tidak baku yang harus dicari bentuk bakunya: analisa, bhineka, hirarki, otodidak, pondasi, khasanah, komplek, malpraktik, metoda, kwalitas.