Jump to content

J.61IFO00.008.2: Modul praktik

From Wiki
Revision as of 23:10, 18 June 2026 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "== BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE E == === 1.1 Identifikasi Elemen CP === '''CP yang dianalisis:'''<blockquote>''"Memasang Kabel Fiber Optik Ruangan/Gedung"''</blockquote>Elemen ini mencakup satu domain utama dengan beberapa sub-kompetensi implisit yang harus diekstraksi: {| class="wikitable" !Aspek !Uraian |- |'''Kata Kerja Operasional (KKO) Utama''' |''Memasang'' — level Bloom C3 (Applying/Menerapkan) |- |'''Objek Pengetahuan''' |Kabel fiber optik (jenis, spesifikasi...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE E

1.1 Identifikasi Elemen CP

CP yang dianalisis:

"Memasang Kabel Fiber Optik Ruangan/Gedung"

Elemen ini mencakup satu domain utama dengan beberapa sub-kompetensi implisit yang harus diekstraksi:

Aspek Uraian
Kata Kerja Operasional (KKO) Utama Memasang — level Bloom C3 (Applying/Menerapkan)
Objek Pengetahuan Kabel fiber optik (jenis, spesifikasi, terminasi, perlindungan)
Konteks Penerapan Ruangan/gedung (indoor installation — FTTH/FTTB)
Ruang Lingkup Tersirat Perencanaan jalur, persiapan alat-bahan, teknik instalasi, terminasi konektor, pengujian, dokumentasi, K3LH

1.2 Ekstraksi Kompetensi Inti

Dari frasa "Memasang Kabel Fiber Optik Ruangan/Gedung", dapat diekstraksi kompetensi berikut:

No Kompetensi yang Tersirat KKO Level Bloom
1 Mengidentifikasi jenis, karakteristik, dan spesifikasi kabel fiber optik indoor Mengidentifikasi C1
2 Menjelaskan prinsip transmisi cahaya dalam serat optik (total internal reflection) Menjelaskan C2
3 Membedakan jenis konektor FO (SC, LC, FC, ST) dan penggunaannya Membedakan C4
4 Merencanakan jalur routing kabel FO dalam ruangan/gedung sesuai denah Merencanakan C6
5 Menyiapkan alat kerja instalasi FO (stripper, cleaver, fusion splicer, OPM, OTDR) Menyiapkan C3
6 Melakukan penarikan dan pemasangan kabel FO indoor sesuai SOP Memasang C3
7 Melakukan terminasi konektor (mechanical splice / fusion splice) Melakukan terminasi C3
8 Mengoperasikan alat ukur FO (OPM, VFL, OTDR) untuk pengujian link Mengoperasikan C3
9 Menganalisis hasil pengukuran loss/attenuation terhadap standar (TIA/EIA-568) Menganalisis C4
10 Mengevaluasi kualitas hasil pemasangan berdasarkan standar industri Mengevaluasi C5
11 Mendokumentasikan hasil instalasi (as-built drawing, test report) Mendokumentasikan C3
12 Menerapkan prosedur K3LH dalam pekerjaan instalasi FO Menerapkan C3

1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi

No Elemen CP Kompetensi Spesifik Level Bloom Tipe Pengetahuan Prasyarat
1 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Mengidentifikasi jenis & spesifikasi kabel FO indoor (single-mode, multi-mode, tight buffer, loose tube) C1 Faktual
2 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Menjelaskan prinsip transmisi cahaya & karakteristik propagasi sinyal optik C2 Konseptual No. 1
3 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Menerapkan prosedur K3LH instalasi FO (APD, penanganan serat, kebersihan konektor) C3 Prosedural No. 1
4 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Menyiapkan alat & bahan kerja sesuai checklist standar instalasi C3 Prosedural No. 1, 3
5 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Melakukan penarikan kabel FO indoor sesuai SOP (teknik routing, bending radius, klem) C3 Prosedural No. 3, 4
6 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Melakukan terminasi konektor FO (stripping, cleaving, splicing) C3 Prosedural No. 4, 5
7 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Mengoperasikan alat ukur (OPM, VFL, OTDR) untuk pengujian link optik C3 Prosedural No. 6
8 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Membedakan jenis konektor, adapter, dan patch cord sesuai kebutuhan instalasi C4 Konseptual No. 1, 2
9 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Menganalisis hasil pengukuran loss & attenuation terhadap standar TIA/EIA C4 Prosedural-Metakognitif No. 7
10 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Mengevaluasi kualitas keseluruhan instalasi FO berdasarkan checklist industri C5 Metakognitif No. 5, 6, 7, 9
11 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Merencanakan jalur routing kabel FO indoor berdasarkan denah gedung C6 Metakognitif No. 1, 2, 8
12 Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung Mendokumentasikan hasil instalasi (as-built drawing, test report, labeling) C3 Prosedural No. 7, 9, 10

1.4 Identifikasi Dimensi Profil Lulusan

Dimensi Profil Lulusan Relevansi dengan CP
Penalaran Kritis Menganalisis hasil pengukuran, menentukan penyebab loss berlebihan, memilih solusi perbaikan
Kreativitas Merancang jalur routing FO yang efisien dalam keterbatasan ruang gedung
Kemandirian Melaksanakan instalasi FO secara mandiri mengikuti SOP tanpa pengawasan langsung
Kolaborasi Bekerja dalam tim instalasi (teknisi penarik, teknisi terminasi, teknisi pengujian)
Kesehatan Menerapkan K3LH secara konsisten (APD, penanganan serpihan serat kaca, eye safety untuk laser)

1.5 Diagnosis TP yang Diberikan User

No TP Asli dari User Diagnosis
1 Menyiapkan pemasangan kabel fiber optik ❌ Tidak SMART: terlalu umum, tidak ada Audience/Condition/Degree. KKO "menyiapkan" = C3 tapi tanpa objek terukur. Tidak menyebutkan apa yang disiapkan (alat? bahan? jalur? dokumen?).
2 Melakukan pemasangan kabel fiber optik ❌ Tidak SMART: nyaris identik dengan CP mentah — hanya menyalin ulang. Tidak ada Condition, Degree, standar keberhasilan. Mencakup terlalu banyak kompetensi sekaligus (penarikan + terminasi + pengujian).
3 Merapikan dan membersihkan tempat kerja ❌ Level terlalu rendah (C1-C2). Bukan kompetensi inti TKJ melainkan aspek sikap kerja (K3LH). Tidak layak menjadi TP tersendiri — seharusnya embedded dalam sikap kerja setiap TP.

Kesimpulan Diagnosis: Ketiga TP 100% LOTS, tidak berformat ABCD, tidak terukur, dan sebagian besar hanya menyalin ulang CP mentah tanpa pengolahan analitis. TP No. 3 bukan kompetensi teknis melainkan aspek budaya kerja. Diperlukan reformulasi total dengan distribusi Bloom yang tepat dan format ABCD.


BAGIAN 2 — PERUMUSAN TP SMART-ABCD

Kata kerja jangkar CP = "Memasang" (C3). Namun untuk mencapai kompetensi memasang secara komprehensif di dunia industri, diperlukan kemampuan analisis (C4), evaluasi (C5), dan perencanaan/perancangan (C6). Distribusi target: LOTS 30% — MOTS 45% — HOTS 25%.

Kode TP Rumusan TP (ABCD) KKO Level Bloom Kategori Estimasi JP Elemen CP
TP-1.1 Peserta didik (A) mampu mengidentifikasi jenis, struktur, dan spesifikasi teknis kabel fiber optik indoor — single-mode (OS1/OS2) dan multi-mode (OM1–OM5) — beserta komponen pendukungnya (konektor SC/LC/FC/ST, adapter, patch panel, OTB, pigtail) (B), melalui observasi langsung terhadap sampel komponen di lab TKJ (C), dengan ketepatan klasifikasi minimal 80% dari seluruh komponen yang disajikan (D). Mengidentifikasi C1 LOTS 4 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-1.2 Peserta didik (A) mampu menjelaskan prinsip transmisi cahaya dalam serat optik (total internal reflection, numerical aperture, attenuation, dispersion) dan karakteristik perbedaan single-mode vs multi-mode (B), melalui demonstrasi menggunakan VFL (Visual Fault Locator) dan media presentasi (C), dengan kemampuan menjawab minimal 75% pertanyaan konseptual secara benar (D). Menjelaskan C2 LOTS 4 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-1.3 Peserta didik (A) mampu menerapkan prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) dalam pekerjaan instalasi fiber optik (B), meliputi penggunaan APD (safety glasses, sarung tangan kevlar, apron), penanganan serpihan serat kaca, dan prosedur eye safety saat bekerja dengan sumber laser, di lingkungan lab TKJ (C), dengan zero incident dan kepatuhan 100% terhadap checklist K3LH (D). Menerapkan C3 LOTS 4 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-2.1 Peserta didik (A) mampu menyiapkan alat kerja instalasi fiber optik (fiber stripper, kevlar cutter, fiber cleaver, mechanical splice kit/fusion splicer, OPM, VFL) dan bahan (kabel FO indoor, konektor, protection sleeve, gel, cleaning kit) (B), berdasarkan work order dan checklist standar instalasi (C), dengan kelengkapan 100% dan kesiapan alat terverifikasi sebelum pekerjaan dimulai (D). Menyiapkan C3 LOTS 4 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-2.2 Peserta didik (A) mampu melaksanakan penarikan dan routing kabel fiber optik indoor pada jalur tray/conduit/duct sesuai denah instalasi (B), menggunakan teknik penarikan yang benar (pulling tension ≤ spesifikasi, minimum bending radius terjaga, klem terpasang rata), di lingkungan lab TKJ yang disimulasikan sebagai ruangan/gedung klien (C), dengan hasil pemasangan rapi, terlabel, dan memenuhi standar visual inspection (D). Melaksanakan C3 MOTS 8 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-2.3 Peserta didik (A) mampu melakukan terminasi konektor fiber optik menggunakan teknik mechanical splice dan/atau fusion splice (B), mengikuti prosedur standar (stripping → cleaning → cleaving → splicing → protection sleeve) pada kabel FO indoor di lab TKJ (C), dengan hasil splice loss ≤ 0,3 dB per titik sambungan dan konektor terpasang presisi (D). Melakukan terminasi C3 MOTS 8 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-3.1 Peserta didik (A) mampu mengoperasikan alat ukur fiber optik (Optical Power Meter, Visual Fault Locator, dan/atau OTDR) untuk melakukan pengujian end-to-end link optik (B), pada hasil instalasi kabel FO yang telah diterminasi di lab TKJ (C), dengan kemampuan membaca dan mencatat seluruh parameter pengukuran (power level dBm, loss dB, event map) secara akurat (D). Mengoperasikan C3 MOTS 6 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-3.2 Peserta didik (A) mampu menganalisis hasil pengukuran loss dan attenuation pada link fiber optik yang telah dipasang (B), dengan membandingkan data pengukuran terhadap standar TIA/EIA-568 dan loss budget calculation (C), serta mengidentifikasi minimal 3 penyebab anomali/kegagalan (macro bending, konektor kotor, cleave angle buruk) jika ditemukan (D). Menganalisis C4 MOTS 6 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-4.1 Peserta didik (A) mampu mengevaluasi kualitas keseluruhan hasil pemasangan kabel fiber optik ruangan/gedung (B), berdasarkan checklist inspeksi industri yang mencakup aspek routing, terminasi, labeling, kerapian, dan hasil pengujian (C), dengan menyusun laporan evaluasi yang memuat rekomendasi perbaikan (pass/fail per item, corrective action) (D). Mengevaluasi C5 HOTS 6 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-4.2 Peserta didik (A) mampu merancang rencana jalur routing dan instalasi kabel fiber optik indoor (B), berdasarkan denah gedung/ruangan yang diberikan, dengan mempertimbangkan titik distribusi (OTB/patch panel), jarak, bending radius, kapasitas tray, dan estetika pemasangan (C), yang dituangkan dalam dokumen perencanaan berformat installation plan lengkap (denah routing, bill of material, estimasi waktu pengerjaan) (D). Merancang C6 HOTS 6 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung
TP-5.1 Peserta didik (A) mampu menyusun dokumentasi hasil instalasi fiber optik (B), meliputi as-built drawing, test report (tabel pengukuran loss per link), labeling scheme, dan berita acara serah terima pekerjaan (C), dengan format dokumentasi sesuai standar industri ISP/telekomunikasi dan kelengkapan 100% (D). Menyusun C6 HOTS 4 JP Memasang Kabel FO Ruangan/Gedung

Rekapitulasi Distribusi Bloom & JP

Kategori Level Jumlah TP Total JP Persentase JP
LOTS C1, C2, C3 (dasar) TP-1.1, TP-1.2, TP-1.3, TP-2.1 16 JP 28,6%
MOTS C3 (kompleks), C4 TP-2.2, TP-2.3, TP-3.1, TP-3.2 28 JP 50,0%
HOTS C5, C6 TP-4.1, TP-4.2, TP-5.1 16 JP 21,4% ≈ 25%
TOTAL 11 TP 60 JP 100%

Catatan: 60 JP ≈ 7,5 minggu × 8 JP/minggu — sesuai untuk alokasi satu elemen CP dalam satu semester.


BAGIAN 3 — PENYUSUNAN ATP LINEAR

Tabel ATP

Sem Unit Kode TP Rumusan Singkat JP Asesmen Tagihan Produk
1 Unit 1: Pengenalan Teknologi Fiber Optik & K3LH TP-1.1 Identifikasi jenis & spesifikasi kabel FO indoor + komponen 4 Formatif: tes identifikasi komponen Lembar klasifikasi komponen FO (foto + spesifikasi)
1 Unit 1 TP-1.2 Prinsip transmisi cahaya & perbedaan SM vs MM 4 Formatif: kuis konseptual + demonstrasi VFL Laporan demonstrasi VFL + jawaban kuis
1 Unit 1 TP-1.3 Prosedur K3LH instalasi FO 4 Formatif: checklist observasi K3LH SOP K3LH tertulis + foto penerapan APD
1 Unit 2: Persiapan & Pemasangan Kabel FO TP-2.1 Persiapan alat & bahan berdasarkan work order 4 Formatif: verifikasi checklist alat/bahan Checklist alat/bahan terverifikasi + foto
1 Unit 2 TP-2.2 Penarikan & routing kabel FO indoor 8 Formatif: observasi proses + checklist visual Kabel FO terpasang di jalur tray/conduit + foto dokumentasi
1 Unit 2 TP-2.3 Terminasi konektor FO (mechanical/fusion splice) 8 Sumatif Praktik Unit 2: asesmen kinerja terminasi Konektor FO tersambung + data splice loss
1 Unit 3: Pengujian & Analisis Link Optik TP-3.1 Pengujian link FO dengan OPM/VFL/OTDR 6 Formatif: observasi pengoperasian alat ukur Data pengukuran power level & loss per link
1 Unit 3 TP-3.2 Analisis hasil pengukuran vs standar TIA/EIA 6 Sumatif Praktik Unit 3: laporan analisis Laporan analisis loss + identifikasi anomali
1 Unit 4: Evaluasi, Perencanaan & Dokumentasi TP-4.1 Evaluasi kualitas keseluruhan instalasi FO 6 Sumatif: rubrik evaluasi + laporan rekomendasi Laporan evaluasi instalasi (pass/fail + corrective action)
1 Unit 4 TP-4.2 Perancangan installation plan FO berdasarkan denah gedung 6 Sumatif Proyek: presentasi rancangan Installation plan (denah routing + BoM + estimasi waktu)
1 Unit 4 TP-5.1 Dokumentasi as-built drawing & test report 4 Sumatif Proyek: kelengkapan dokumen serah terima Paket dokumentasi lengkap (as-built + test report + BAST)

Narasi Justifikasi Urutan

Urutan ATP ini mengikuti production flow industri instalasi fiber optik sebagaimana dilakukan oleh perusahaan ISP/telekomunikasi (Telkom, Iconnet, provider FTTx). Dalam proyek instalasi FO di dunia nyata, seorang teknisi memulai dengan memahami material yang akan dikerjakan (Unit 1: pengenalan komponen, prinsip kerja, dan prosedur keselamatan), kemudian masuk ke tahap eksekusi fisik (Unit 2: persiapan alat/bahan → penarikan kabel → terminasi konektor), dilanjutkan dengan tahap verifikasi/quality control (Unit 3: pengujian menggunakan alat ukur → analisis data pengukuran), dan diakhiri dengan tahap penyelesaian administratif (Unit 4: evaluasi keseluruhan → perencanaan untuk proyek berikutnya → penyusunan dokumentasi serah terima).

Penempatan TP-4.2 (Merancang) di Unit 4 — bukan di awal — merupakan keputusan pedagogis yang disengaja. Dalam industri, perancangan memang dilakukan sebelum eksekusi. Namun dalam konteks pembelajaran Fase E (Kelas X), siswa belum memiliki pengalaman hands-on yang cukup untuk merancang secara bermakna. Dengan menempatkan perancangan setelah siswa mengalami proses pemasangan, pengujian, dan evaluasi (Unit 1–3), mereka merancang berdasarkan pengalaman nyata — bukan atas dasar teori kosong. Ini sejalan dengan filosofi experiential learning: "Do first, reflect, then design better."

Setiap unit dibangun sebagai prasyarat unit berikutnya: siswa tidak boleh memasang kabel (Unit 2) tanpa menguasai identifikasi komponen dan K3LH (Unit 1), tidak boleh menguji (Unit 3) tanpa kabel yang sudah terpasang dan diterminasi (Unit 2), dan tidak mungkin mengevaluasi atau merancang (Unit 4) tanpa memiliki data pengujian dan pengalaman instalasi (Unit 2–3). Alur ini memastikan scaffolding bertingkat yang solid.


BAGIAN 4 — DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI

Unit yang dipilih: Unit 2 — Persiapan & Pemasangan Kabel Fiber Optik (TP-2.1, TP-2.2, TP-2.3 | Total 20 JP | Inti kompetensi teknis CP)

4.1 Identitas Modul

Komponen Keterangan
Nama Penyusun Tim Pengembang Kurikulum SMK Satya Bhakti Ilmu
Satuan Pendidikan SMK Satya Bhakti Ilmu (SMK SBI), Grobogan, Jawa Tengah
Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
Mata Pelajaran Dasar-Dasar Teknik Komputer dan Jaringan
Fase / Kelas E / X
Elemen CP Memasang Kabel Fiber Optik Ruangan/Gedung
Alokasi Waktu 20 JP (5 pertemuan × 4 JP atau konfigurasi lain sesuai jadwal)
Target Peserta Didik Reguler — sudah menyelesaikan Unit 1 (Pengenalan Teknologi FO & K3LH)
Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) + Project-Based Learning (PjBL)
Moda Pembelajaran Tatap muka (lab TKJ)
Nama Perusahaan Simulasi PT Satya Fiber Indonesia (PT SFI) — divisi instalasi FTTH/FTTB

4.2 Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran: TP-2.1 (Menyiapkan alat & bahan), TP-2.2 (Penarikan & routing kabel FO), TP-2.3 (Terminasi konektor FO) — rumusan lengkap lihat Bagian 2.

Pemahaman Bermakna: Pemasangan kabel fiber optik yang presisi dan sesuai SOP menentukan kualitas layanan internet jutaan pelanggan. Satu kesalahan terminasi atau pelanggaran bending radius dapat menyebabkan gangguan layanan yang berdampak pada operasional bisnis dan kepuasan pelanggan.

Pertanyaan Pemantik:

  1. "Mengapa pelanggan IndiHome/Biznet kadang mengalami internet putus-putus padahal jaringan fiber optik sudah terpasang — apa yang mungkin salah dalam proses instalasinya?"
  2. "Jika kalian diminta memasang kabel FO dari lantai 1 ke lantai 3 sebuah gedung perkantoran, apa hal pertama yang harus kalian siapkan dan mengapa urutan persiapan itu penting?"
  3. "Apa yang terjadi jika seorang teknisi menekuk kabel fiber optik terlalu tajam — dan bagaimana cara mengetahuinya tanpa membuka kabel?"

Kegiatan Pembelajaran:

Pertemuan 1 (4 JP) — TP-2.1: Persiapan Alat & Bahan

Fase Kegiatan Durasi
Mindful (Pembuka) Siswa menerima work order fiktif dari PT SFI: "Instalasi FO indoor 12 titik di Gedung Kantor Cabang PT XYZ, Semarang". Guru bertanya: "Sebagai teknisi yang menerima WO ini, apa langkah pertama kalian?" 20'
Meaningful (Inti) Siswa bekerja berpasangan menyusun checklist alat & bahan berdasarkan work order. Verifikasi fisik: mengambil, mengecek kondisi, dan menata alat di meja kerja sesuai urutan penggunaan. Guru membimbing identifikasi alat (fiber stripper, kevlar cutter, cleaver, OPM, VFL, mechanical splice kit) dan bahan (kabel FO indoor 2-core, konektor SC/UPC, protection sleeve, alcohol wipes, lint-free tissue). Siswa memfoto dan mendokumentasikan setiap alat beserta fungsinya. 130'
Joyful (Penutup) Kuis cepat: guru menunjukkan alat secara acak — siswa menyebutkan nama, fungsi, dan urutan penggunaannya. Refleksi: "Apa yang terjadi jika satu alat terlewat dari checklist?" 30'

Pertemuan 2–3 (8 JP) — TP-2.2: Penarikan & Routing Kabel FO Indoor

Fase Kegiatan Durasi
Mindful (Pembuka) Briefing tim: guru berperan sebagai Site Supervisor PT SFI, memberikan installation plan (denah jalur routing) dan membagi peran — Tim Penarik, Tim Klem & Tray, Tim Pengawas Bending Radius. 20'
Meaningful (Inti) Sesi 1 (Pertemuan 2): Praktik penarikan kabel FO pada jalur tray/conduit yang telah disiapkan di lab. Siswa menerapkan teknik penarikan dengan perhatian pada: pulling tension (tidak menarik berlebihan), minimum bending radius (≥ 15× diameter kabel untuk single-mode), penggunaan pulling sock/grip. Setiap kelompok memasang kabel sepanjang 10–15 meter dengan 2–3 belokan. Sesi 2 (Pertemuan 3): Pemasangan klem, pelabelan setiap segmen kabel (label printer/label manual), pemasangan di OTB/patch panel. Pengukuran dan pemotongan kabel sesuai panjang yang dibutuhkan + allowance. Foto dokumentasi setiap tahap. 280'
Joyful (Penutup) Inspeksi silang: setiap kelompok menginspeksi hasil pemasangan kelompok lain menggunakan checklist visual inspection (kerapian, labeling, bending radius, kekuatan klem). Diskusi temuan. 60'

Pertemuan 4–5 (8 JP) — TP-2.3: Terminasi Konektor FO

Fase Kegiatan Durasi
Mindful (Pembuka) Demonstrasi guru: proses terminasi konektor FO dari awal hingga akhir (stripping → cleaning → cleaving → splicing → protection sleeve). Guru menunjukkan contoh terminasi BAIK vs GAGAL (cleave angle buruk, serat kotor, protection sleeve tidak rapat). 30'
Meaningful (Inti) Sesi 1 (Pertemuan 4): Siswa berlatih stripping jacket, stripping buffer coating, dan cleaning serat secara individual (setiap siswa minimal 3× percobaan). Dilanjutkan latihan cleaving menggunakan fiber cleaver — siswa memeriksa hasil cleave secara visual (permukaan rata/miring). Sesi 2 (Pertemuan 5): Siswa melakukan terminasi lengkap menggunakan mechanical splice kit pada kedua ujung kabel FO yang sudah terpasang di pertemuan 2–3. Setiap siswa wajib menyelesaikan minimal 2 terminasi konektor (1 per ujung). Pengujian awal menggunakan VFL (cahaya merah tembus = sukses, cahaya bocor = ada masalah). 280'
Joyful (Penutup) "Quality Control Challenge": setiap siswa mempresentasikan hasil terminasinya — menunjukkan konektor, menjelaskan langkah yang dilakukan, dan melaporkan hasil VFL. Siswa terbaik (terminasi paling presisi) mendapat predikat "Best Technician of the Day" dari PT SFI. Refleksi tertulis: kendala yang dialami dan solusi yang diterapkan. 50'

4.3 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Judul LKPD: Pemasangan Kabel Fiber Optik Indoor — Proyek PT Satya Fiber Indonesia

Petunjuk Pengerjaan:

  1. LKPD ini dikerjakan secara berkelompok (3–4 siswa per kelompok) untuk bagian pemasangan, dan individual untuk bagian terminasi.
  2. Ikuti setiap tahapan secara berurutan — tidak boleh melompat ke tahap berikutnya sebelum tahap sekarang diverifikasi guru/supervisor.
  3. Semua hasil praktik didokumentasikan berupa foto dan catatan di lembar yang disediakan.
  4. Perhatikan K3LH setiap saat — pelanggaran K3LH = pengurangan nilai sikap kerja.

Skenario Kontekstual:

Kalian adalah tim teknisi PT Satya Fiber Indonesia (PT SFI) yang ditugaskan memasang kabel fiber optik indoor di Gedung Kantor Cabang PT Cipta Digital Nusantara di Semarang. Work order menyebutkan: instalasi 1 jalur kabel FO 2-core single-mode dari OTB di ruang server (Lantai 1) menuju access point di Ruang Meeting (Lantai 1 — jarak ±12 meter, 2 belokan). Kabel harus diterminasi dengan konektor SC/UPC di kedua ujung, diuji, dan siap digunakan. Deadline: 2 sesi kerja (simulasi = 2 pertemuan). Klien mengharapkan pemasangan yang rapi, terlabel, dan terdokumentasi.

Tugas Terstruktur (Scaffolding Bertingkat):

Tahap Tugas Scaffolding
1. Persiapan Buat checklist alat & bahan berdasarkan WO. Verifikasi kelengkapan. Template checklist disediakan guru — siswa mengisi dan memverifikasi
2. Survey Jalur Gambar sketsa jalur routing berdasarkan denah yang diberikan. Tandai titik belokan dan titik klem. Denah lab disediakan guru — siswa menandai jalur dengan pensil warna
3. Penarikan Kabel Lakukan penarikan kabel FO sepanjang jalur yang sudah direncanakan. Pasang klem dan label. Guru mendampingi dan mengingatkan bending radius saat belokan
4. Terminasi Lakukan terminasi konektor SC/UPC pada kedua ujung kabel. Demo guru di awal + kartu langkah kerja (job card) tersedia di meja
5. Pengujian Awal Uji menggunakan VFL — catat apakah cahaya tembus atau bocor. Guru mendemonstrasikan cara baca VFL — siswa mengikuti
6. Dokumentasi Isi lembar hasil pengamatan, tempel foto, tulis refleksi. Template lembar pengamatan disediakan

Refleksi Siswa (diisi individual):

  1. Langkah mana yang paling sulit bagi saya? Mengapa?
  2. Kesalahan apa yang saya lakukan dan bagaimana saya memperbaikinya?
  3. Jika saya mendapat proyek serupa di perusahaan nyata, apa yang akan saya lakukan berbeda?

4.4 Jobsheet Praktikum

JOBSHEET PRAKTIKUM Terminasi Konektor Fiber Optik dengan Mechanical Splice

Komponen Keterangan
Mata Pelajaran Dasar-Dasar TKJ
Kelas/Semester X / 1
Unit Unit 2 — Persiapan & Pemasangan Kabel FO
Kode TP TP-2.3
Alokasi Waktu 4 JP (180 menit)
Tujuan Praktikum Siswa mampu melakukan terminasi konektor fiber optik SC/UPC menggunakan teknik mechanical splice, dengan hasil splice loss ≤ 0,3 dB dan konektor terpasang presisi

Alat & Bahan:

No Alat/Bahan Spesifikasi Jumlah per Siswa
1 Fiber stripper Clauss CFS-2, 125 µm 1 unit
2 Kevlar cutter / aramid scissors Curved blade 1 unit
3 Fiber cleaver Precision cleaver, 16-position blade 1 unit (sharing 2 siswa)
4 Mechanical splice kit SC/UPC Pre-polished connector + splice body 4 set
5 Kabel FO indoor 2-core single-mode Tight buffer, 2 mm jacket 2 meter
6 Visual Fault Locator (VFL) 650 nm red laser, pen type 1 unit (sharing 4 siswa)
7 Alcohol wipes / IPA 99% Lint-free, individually wrapped 4 lembar
8 Lint-free tissue Kimwipes atau sejenis 1 box (sharing)
9 Protection sleeve Heat shrink, 60 mm 4 pcs
10 Black marker / fiber pen Permanent, fine tip 1 unit
11 Safety glasses Anti-shard, clear lens 1 unit
12 Fiber scrap container Wadah khusus buang serat 1 unit (sharing per meja)
13 Cutting mat A4, self-healing 1 unit

Keselamatan Kerja (K3LH):

⚠️ PERHATIAN KESELAMATAN KERJA — WAJIB DIPATUHI:

  1. WAJIB memakai safety glasses selama seluruh proses terminasi — serpihan serat kaca sangat halus dan berbahaya bagi mata.
  2. DILARANG menyentuh ujung serat optik yang telah di-strip — serat berdiameter 125 µm sangat tajam dan dapat menembus kulit tanpa terasa.
  3. SELURUH potongan/serpihan serat WAJIB dibuang ke fiber scrap container (wadah tertutup berlabel) — TIDAK BOLEH dibuang di tempat sampah biasa atau di atas meja.
  4. DILARANG melihat langsung ke ujung konektor/serat yang terhubung ke sumber cahaya (VFL/laser) — paparan laser dapat merusak retina.
  5. Jaga kebersihan area kerja — serat optik kecil yang jatuh ke lantai/baju dapat menyebabkan iritasi kulit.
  6. Cuci tangan setelah selesai bekerja — pastikan tidak ada serpihan serat menempel di kulit.

Langkah Kerja:

No Langkah Detail Standar/Catatan
1 Persiapkan area kerja Letakkan cutting mat di meja. Susun semua alat di sisi kanan (jika kidal: kiri). Pasang safety glasses. Siapkan fiber scrap container. Meja harus bersih, kering, dan bebas debu.
2 Potong kabel FO sesuai panjang yang dibutuhkan Ukur panjang kabel + allowance 30 cm per ujung. Gunakan kevlar cutter untuk memotong. Panjang total = jarak + (2 × 30 cm allowance).
3 Strip outer jacket (jaket luar) Gunakan fiber stripper pada posisi notch besar (3 mm). Buat stripping sepanjang ±50 mm dari ujung kabel. Tarik jaket ke arah ujung. Hati-hati jangan sampai menggores buffer coating di bawahnya.
4 Potong aramid yarn (serat kevlar) Gunakan kevlar cutter. Potong serat aramid yang terexpose, sisakan ±5 mm. Jangan gunakan gunting biasa — aramid sangat kuat dan akan menumpulkan mata pisau.
5 Strip buffer coating (coating 900 µm → 250 µm) Gunakan fiber stripper pada posisi notch 250 µm. Strip sepanjang ±30 mm. Tarik perlahan ke arah ujung serat. Jika buffer sulit dilepas, teteskan IPA/alcohol dan diamkan 10 detik.
6 Bersihkan bare fiber Basahi lint-free tissue dengan IPA 99%. Jepit serat di antara lipatan tissue, tarik ke arah ujung serat (satu arah). Ulangi 2–3× dengan bagian tissue yang bersih. SELALU tarik satu arah — jangan bolak-balik. Serat yang bersih = tidak ada residu saat dilihat.
7 Cleaving (pemotongan serat) Letakkan serat pada fiber cleaver sesuai panjang yang diminta oleh mechanical splice kit (biasanya 10–12 mm dari ujung). Tutup clamp. Tekan tuas cleaver. Ambil serat — periksa ujung potongan. Ujung potongan harus RATA (flat). Jika miring atau pecah: ulangi dari langkah 5. Buang potongan serat ke scrap container!
8 Siapkan mechanical splice Buka kemasan mechanical splice kit SC/UPC. Identifikasi bagian-bagiannya: connector body, splice body (berisi gel matching), crimp ring. Jangan sentuh ujung pre-polished stub yang ada di dalam splice body.
9 Masukkan serat ke splice body Dorong serat yang sudah di-cleave ke dalam splice body hingga menyentuh pre-polished stub (akan terasa mentok halus). Kunci splice body. Pastikan serat masuk lurus — jangan ditekan berlebihan.
10 Pasang protection sleeve Geser protection sleeve ke posisi menutupi sambungan. Pastikan menutupi area transisi jacket–splice secara penuh.
11 Uji visual dengan VFL Hubungkan VFL ke konektor yang sudah diterminasi. Amati ujung serat di sisi lain — cahaya merah harus tembus terang dan merata. Jika cahaya bocor di sepanjang kabel = ada bending berlebihan. Jika tidak ada cahaya = terminasi gagal, ulangi.
12 Ulangi langkah 3–11 untuk ujung kabel yang satunya Ujung kedua harus diterminasi dengan konektor yang sama (SC/UPC).
13 Lakukan pengujian end-to-end Hubungkan kedua ujung konektor ke OPM (satu ujung ke sumber cahaya, satu ujung ke meter). Catat nilai power level (dBm) dan hitung loss. Loss total harus ≤ standar: 0,3 dB per terminasi + 0,4 dB/km attenuation.
14 Bersihkan area kerja Buang semua serat ke scrap container. Bersihkan meja. Kembalikan alat ke tempat semula. Lepas safety glasses. Cuci tangan. ⚠️ Periksa meja, lantai, dan baju — pastikan tidak ada serpihan serat tertinggal.

Lembar Hasil Pengamatan:

No Parameter Hasil Pengukuran/Observasi Standar Status (✓/✗)
1 Panjang stripping outer jacket _____ mm 50 ± 5 mm
2 Panjang stripping buffer _____ mm 30 ± 3 mm
3 Kualitas cleave ujung 1 Rata / Miring / Pecah Rata
4 Kualitas cleave ujung 2 Rata / Miring / Pecah Rata
5 Hasil VFL ujung 1 Tembus terang / Bocor / Tidak ada cahaya Tembus terang
6 Hasil VFL ujung 2 Tembus terang / Bocor / Tidak ada cahaya Tembus terang
7 Power level OPM (dBm) _____ dBm Sesuai spesifikasi sumber cahaya
8 Total loss (dB) _____ dB ≤ 1,0 dB (untuk link pendek <50m, 2 konektor)
9 Kerapian terminasi Rapi / Cukup rapi / Berantakan Rapi
10 K3LH compliance ___/6 item 6/6

4.5 Media Simulasi Digital

No Media/Tools Penggunaan dalam Pembelajaran
1 Video demonstrasi terminasi FO (YouTube: channel Corning, AFL, Furukawa) Referensi visual sebelum praktik — siswa menonton dan mencatat urutan langkah
2 Fiber Optic Simulator App (FO Splice Trainer — jika tersedia) Latihan virtual stripping dan cleaving sebelum praktik dengan alat nyata
3 Canva / PowerPoint Siswa membuat poster K3LH instalasi FO sebagai tugas penguatan

Skenario Simulasi — "Emergency Repair Order":

Situasi: PT Satya Fiber Indonesia menerima laporan gangguan dari klien PT Cipta Digital Nusantara: "Link FO di ruang meeting putus total — kemungkinan kabel terlipat saat renovasi ruangan kemarin." Sebagai teknisi on-call, kalian harus: (1) membawa alat yang tepat, (2) melakukan inspeksi visual di jalur kabel, (3) menemukan titik kerusakan menggunakan VFL, (4) melakukan pemotongan dan re-terminasi di titik kerusakan, (5) menguji ulang link, dan (6) menyerahkan laporan perbaikan ke supervisor.

Skenario ini digunakan pada Pertemuan 5 sebagai asesmen sumatif praktik yang mengintegrasikan seluruh kompetensi Unit 2 dalam satu situasi kerja nyata.

4.6 Instrumen Asesmen Otentik

A. Asesmen Diagnostik (Awal Unit 2)

Kognitif (5 pertanyaan):

  1. Sebutkan minimal 3 alat yang digunakan dalam proses terminasi konektor fiber optik!
  2. Apa fungsi fiber cleaver dalam proses terminasi?
  3. Mengapa kabel fiber optik tidak boleh ditekuk melebihi batas minimum bending radius?
  4. Apa perbedaan konektor SC dan LC dari segi ukuran dan penggunaan?
  5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan "splice loss" dan satuan yang digunakan!

Non-Kognitif (3 pertanyaan):

  1. Pernahkah kalian melihat teknisi memasang kabel fiber optik di rumah/gedung? Apa kesan kalian?
  2. Seberapa percaya diri kalian untuk melakukan praktik terminasi konektor? (Sangat percaya diri / Cukup / Kurang / Belum sama sekali)
  3. Apakah kalian lebih nyaman bekerja sendiri atau dalam tim saat melakukan pekerjaan teknis yang presisi?

B. Asesmen Formatif (Proses)

Checklist Observasi Sikap Kerja (setiap pertemuan):

No Aspek Pengamatan 4 (Sangat Baik) 3 (Baik) 2 (Cukup) 1 (Perlu Bimbingan)
1 Kepatuhan K3LH (APD, penanganan serat) Selalu patuh tanpa diingatkan Patuh, sesekali perlu diingatkan Sering lupa, perlu diingatkan berulang Tidak patuh meski sudah diingatkan
2 Kerapian area kerja Area selalu rapi & terorganisir Cukup rapi, minor berantakan Berantakan di beberapa bagian Sangat berantakan
3 Kerjasama tim Proaktif membantu, komunikasi efektif Kooperatif, ikut berkontribusi Pasif, menunggu instruksi Tidak mau bekerja sama
4 Kemandirian Bekerja mandiri tanpa bimbingan Sesekali bertanya, umumnya mandiri Sering bertanya, butuh bimbingan Tidak bisa bekerja tanpa bimbingan penuh
5 Manajemen waktu Selesai sebelum deadline Selesai tepat waktu Sedikit terlambat Tidak selesai

C. Asesmen Sumatif (Akhir Unit 2)

Rubrik Penilaian Produk — Hasil Terminasi Konektor FO:

No Aspek Bobot 4 (Sangat Baik) 3 (Baik) 2 (Cukup) 1 (Perlu Bimbingan)
1 Kualitas stripping (jacket + buffer) 15% Bersih sempurna, panjang presisi, tidak ada goresan pada serat Bersih, panjang sesuai, goresan minor Kurang bersih / panjang tidak sesuai Serat rusak / buffer tidak bersih terkelupas
2 Kualitas cleaving 20% Permukaan rata sempurna, sudut ≤ 1° Permukaan rata, sudut ≤ 2° Sedikit miring (≤ 5°) Pecah/miring >5° / gagal berulang
3 Kualitas terminasi (splice) 25% Konektor terpasang presisi, protection sleeve rapat, tampilan profesional Terpasang baik, minor cosmetic issue Terpasang tapi kurang presisi Gagal / konektor longgar
4 Hasil pengujian VFL 15% Cahaya tembus merata, tidak ada bocoran Cahaya tembus, bocoran sangat kecil Cahaya tembus lemah Tidak ada cahaya / bocoran besar
5 Hasil pengukuran loss (OPM) 15% Loss ≤ 0,3 dB per terminasi Loss 0,3–0,5 dB Loss 0,5–1,0 dB Loss > 1,0 dB / tidak terukur
6 Dokumentasi & labeling 10% Dokumentasi lengkap, foto jelas, label rapi Dokumentasi cukup lengkap Dokumentasi tidak lengkap Tidak ada dokumentasi

Konversi Nilai:

Skor Predikat Keterangan
90–100 A (Sangat Baik) Kompeten — siap kerja mandiri
80–89 B (Baik) Kompeten — perlu sedikit pengawasan
70–79 C (Cukup) Kompeten minimal — perlu pembinaan lanjutan
60–69 D (Kurang) Belum kompeten — wajib remediasi
< 60 E (Sangat Kurang) Belum kompeten — wajib mengulang unit

KKM = 70 (Predikat C). Bobot penilaian total: Pengetahuan 20% | Keterampilan 60% | Sikap Kerja 20%.


BAGIAN 5 — TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA

Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 2: Persiapan & Pemasangan Kabel FO

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
1 TP-2.1 Material & Tool Preparation — Teknisi Instalasi FO di ISP (Telkom/Iconnet/Biznet) menerima Work Order dari dispatcher, lalu menyiapkan seluruh alat & bahan dari gudang sesuai BoM proyek. Jabatan: FTTH Technician / Fiber Installer. P: Mengetahui nama, fungsi, dan spesifikasi setiap alat terminasi & pengukuran FO. K: Memverifikasi kondisi alat (kalibrasi, ketajaman blade, kelengkapan kit), menyusun alat sesuai urutan penggunaan. S: Ketelitian, kedisiplinan inventaris, SOP gudang alat. 1. Terima & baca Work Order → 2. Identifikasi alat/bahan yang dibutuhkan berdasarkan WO → 3. Ambil dari rak/gudang sesuai checklist → 4. Verifikasi kondisi & kelengkapan → 5. Tata di toolbox/meja kerja sesuai urutan pakai → 6. Tandatangani checklist sebagai konfirmasi kesiapan. Lab TKJ disimulasikan sebagai gudang alat PT SFI. Siswa menerima WO fiktif, mengambil alat dari rak penyimpanan, memverifikasi, dan menyusunnya. Peran: siswa sebagai Technician, guru sebagai Warehouse Supervisor. Target waktu: 30 menit (simulasi deadline). Checklist alat/bahan terverifikasi + foto penataan alat di meja kerja (.docx/.jpg) P (20%): Kuis identifikasi alat (nama + fungsi). K (60%): Kelengkapan & ketepatan checklist, kecepatan persiapan. S (20%): Kerapian penataan, kepatuhan SOP gudang.
2 TP-2.2 Cable Pulling & Routing — Teknisi menarik kabel FO indoor dari ODP/OTB menuju titik terminasi sesuai route plan. Jabatan: Fiber Installer / Cable Technician. Tugas: penarikan kabel, pemasangan clamp/klem, pelabelan segmen. P: Memahami teknik penarikan kabel (pulling tension max, bending radius), jenis jalur (tray, conduit, duct), dan standar pelabelan. K: Menarik kabel tanpa merusak, memasang klem dengan jarak standar, memasang label di setiap segmen/belokan. S: K3LH penarikan kabel, kerjasama tim, kerapian kerja. 1. Pelajari route plan/denah → 2. Pasang pulling rope di jalur conduit/tray → 3. Ikatkan pulling sock di ujung kabel → 4. Tarik kabel perlahan (pulling tension ≤ spec) → 5. Jaga bending radius di setiap belokan (≥15× diameter) → 6. Pasang klem setiap 60–100 cm → 7. Pasang label di ujung, belokan, dan titik transisi → 8. Potong kabel dengan allowance → 9. Dokumentasi foto tiap segmen. Lab TKJ disimulasikan sebagai ruangan gedung kantor klien. Jalur tray/conduit sudah disiapkan (bisa menggunakan kabel tray portable atau trunking di dinding lab). Siswa bekerja dalam tim 3–4 orang (Tim Penarik + Tim Klem + Tim Label + Tim Dokumentasi). Guru berperan sebagai Site Supervisor. Target: 1 jalur ±12 meter, 2 belokan, selesai dalam 90 menit. Kabel FO terpasang di jalur + foto dokumentasi setiap tahap + checklist visual inspection (.jpg/.docx) P (20%): Pertanyaan lisan tentang bending radius & standar klem. K (60%): Kerapian routing, ketepatan klem, kualitas labeling, kecepatan. S (20%): Kerjasama tim, K3LH, komunikasi antar anggota.
3 TP-2.3 Fiber Termination (Connector Installation) — Teknisi melakukan terminasi konektor di kedua ujung kabel menggunakan mechanical splice atau fusion splicer. Jabatan: Fiber Splicer / Splicing Technician. Tugas: stripping, cleaving, splicing, protection, pengujian awal. P: Memahami prosedur terminasi (urutan: strip → clean → cleave → splice → protect), standar cleave angle (≤1°), dan cara kerja mechanical splice. K: Melakukan stripping tanpa merusak serat, cleaving presisi, memasukkan serat ke splice body tanpa kontaminasi, memasang protection sleeve. S: Ketelitian presisi, kesabaran, kebersihan kerja, kepatuhan prosedur K3LH (safety glasses, fiber scrap disposal). 1. Pasang safety glasses → 2. Potong kabel sesuai panjang → 3. Strip outer jacket 50 mm → 4. Potong aramid → 5. Strip buffer coating 30 mm → 6. Bersihkan bare fiber dengan IPA + lint-free tissue (satu arah) → 7. Letakkan serat di cleaver, atur panjang sesuai spec mechanical splice → 8. Cleave → 9. Periksa hasil cleave → 10. Masukkan serat ke mechanical splice body → 11. Kunci splice → 12. Pasang protection sleeve → 13. Uji dengan VFL → 14. Ulangi untuk ujung satunya → 15. Buang semua serpihan ke scrap container. Lab TKJ disimulasikan sebagai workshop terminasi PT SFI. Setiap siswa bekerja individual di station meja masing-masing. Guru berperan sebagai Senior Splicer yang melakukan demonstrasi dan quality check. Kompetisi: "Best Splice Award" untuk siswa dengan loss terendah. Target: 2 terminasi per siswa dalam 60 menit. Konektor FO tersambung (2 buah per siswa) + data hasil pengujian VFL + lembar hasil pengamatan (.docx/.jpg) P (20%): Pertanyaan lisan tentang urutan terminasi & troubleshooting. K (60%): Kualitas stripping, cleaving, splicing, hasil VFL, hasil OPM (loss). S (20%): Kepatuhan K3LH (safety glasses, scrap disposal), kebersihan area kerja, kemandirian.

Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 1, 3, 4 (Ringkasan)

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Simulasi di Kelas Output/Produk
4 TP-1.1 Material Identification — Quality Inspector di gudang ISP mengecek & mengklasifikasi shipment kabel FO dan komponen Siswa menerima "kiriman komponen" (sampel FO) dan mengklasifikasi sesuai form QC Lembar klasifikasi komponen FO (foto + spesifikasi)
5 TP-1.2 Technical Briefing — Training Officer menjelaskan prinsip kerja FO kepada teknisi baru Siswa melakukan demo VFL dan mempresentasikan prinsip transmisi cahaya kepada kelompok lain Laporan demonstrasi + slide presentasi
6 TP-1.3 HSE Induction — HSE Officer memberikan safety induction sebelum pekerjaan dimulai Siswa menyusun SOP K3LH instalasi FO dan melakukan simulasi safety briefing Dokumen SOP K3LH + video safety briefing
7 TP-3.1 Link Testing — Test Engineer menguji link FO yang sudah diterminasi menggunakan OPM/OTDR Siswa mengoperasikan OPM dan VFL untuk menguji seluruh link yang sudah dipasang di Unit 2 Data pengukuran power level & loss per link
8 TP-3.2 Quality Analysis — QA Engineer menganalisis data pengukuran dan menentukan pass/fail Siswa menganalisis data pengukuran vs standar TIA/EIA dan mengidentifikasi anomali Laporan analisis loss + identifikasi penyebab anomali
9 TP-4.1 Final Inspection — Project Manager melakukan inspeksi akhir sebelum serah terima ke klien Siswa menginspeksi hasil instalasi kelompok lain menggunakan checklist industri Laporan evaluasi (pass/fail per item + corrective action)
10 TP-4.2 Project Planning — Design Engineer merancang installation plan untuk proyek baru Siswa merancang rencana instalasi FO berdasarkan denah gedung baru yang diberikan Installation plan (denah routing + BoM + estimasi waktu)
11 TP-5.1 Project Closeout — Project Administrator menyusun dokumentasi serah terima Siswa menyusun paket dokumentasi lengkap sebagai deliverable akhir As-built drawing + test report + BAST

Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum Contoh SALAH Perbaikan BENAR
Aktivitas masih teoritis "Menjelaskan jenis-jenis konektor fiber optik" "Mengidentifikasi dan mengklasifikasi 6 jenis konektor FO dari sampel fisik, menuliskan spesifikasi masing-masing di lembar klasifikasi"
Tidak menghasilkan output "Siswa berdiskusi tentang cara terminasi konektor" "Siswa melakukan terminasi konektor SC/UPC pada kabel FO → output: konektor tersambung + data splice loss + foto dokumentasi"
Tidak ada standar penilaian "Kerjakan terminasi konektor" "Terminasi 2 konektor SC/UPC, diuji dengan VFL (harus tembus), diukur dengan OPM (loss ≤ 0,3 dB per terminasi), selesai dalam 60 menit"
Tidak menyerupai dunia kerja "Mengerjakan soal pilihan ganda tentang fiber optik" "Simulasi: siswa berperan sebagai Fiber Splicer PT SFI yang menerima Emergency Repair Order — kabel FO putus di ruang meeting klien, harus diperbaiki dalam 90 menit dengan laporan serah terima"
K3LH diabaikan Siswa terminasi tanpa safety glasses, serpihan serat dibuang sembarangan Checklist K3LH wajib diisi dan diverifikasi sebelum mulai praktik. Pelanggaran = pengurangan nilai sikap kerja. Serpihan WAJIB masuk fiber scrap container
Peran siswa tidak jelas "Siswa melakukan praktik bersama-sama" "Tim 4 orang: 1 Technician Leader (koordinasi), 1 Cable Puller (penarikan), 1 Clamp & Label Tech (klem & label), 1 Documenter (foto & catat) — rotasi peran setiap pertemuan"

Catatan Pengembangan

  1. Ketersediaan alat terminasi FO — Mechanical splice kit dan fiber cleaver merupakan investasi yang cukup signifikan. Jika belum tersedia di lab SMK SBI, pertimbangkan kerjasama dengan vendor lokal (Furukawa, Panduit, atau distributor Corning) untuk program pinjam/hibah alat pendidikan, atau mulai dengan mechanical splice kit yang lebih terjangkau sebelum berinvestasi pada fusion splicer.
  2. Integrasi dengan sertifikasi industri — Materi ini sangat selaras dengan unit kompetensi SKKNI Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi (khususnya unit "Memasang Kabel Serat Optik Pelanggan"). Pertimbangkan untuk menyelaraskan TP dan rubrik asesmen dengan skema sertifikasi LSP Telekomunikasi agar siswa bisa langsung mengikuti uji kompetensi.
  3. Penambahan media simulasi digital — Saat ini belum banyak simulator FO yang setara dengan Cisco Packet Tracer untuk jaringan data. Sebagai alternatif, gunakan video 360° instalasi FO di YouTube (channel AFL, Corning, Furukawa) dan buat tugas siswa untuk menganalisis prosedur yang ditampilkan dalam video tersebut.
  4. Pengembangan skenario TEFA lanjutan — Untuk Unit 4, buat skenario proyek lengkap di mana siswa merancang, memasang, menguji, dan mendokumentasikan instalasi FO untuk "klien" nyata (bisa ruangan lain di sekolah atau instansi mitra). Ini akan memberikan pengalaman kerja nyata yang sangat berharga.
  5. Kolaborasi lintas mapel — Elemen CP ini berpotensi diintegrasikan dengan mata pelajaran Projek IPAS (untuk prinsip fisika cahaya) dan Bahasa Inggris (untuk membaca datasheet dan menulis test report dalam bahasa Inggris), memperkuat literasi teknis siswa secara holistik.