Jump to content

J.611000.011.02: Modul praktik

From Wiki
Revision as of 21:32, 14 June 2026 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "= BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE F: MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN = == 1.1 Identifikasi Elemen CP == CP ini terdiri dari '''satu elemen utama''' dengan '''empat sub-elemen''' yang tersirat dari draft TP yang Kang kirimkan: {| class="wikitable" !No !Sub-Elemen CP !Deskripsi Lingkup |- |1 |Menetapkan Persyaratan Perangkat Jaringan dari Pengguna |Analisis kebutuhan pengguna, identifikasi spesifikasi teknis perangkat, penyesuaian persyaratan dengan inf...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE F: MEMASANG PERANGKAT JARINGAN KE DALAM SISTEM JARINGAN

1.1 Identifikasi Elemen CP

CP ini terdiri dari satu elemen utama dengan empat sub-elemen yang tersirat dari draft TP yang Kang kirimkan:

No Sub-Elemen CP Deskripsi Lingkup
1 Menetapkan Persyaratan Perangkat Jaringan dari Pengguna Analisis kebutuhan pengguna, identifikasi spesifikasi teknis perangkat, penyesuaian persyaratan dengan infrastruktur existing
2 Menyiapkan Perangkat Jaringan Inventarisasi perangkat, pengecekan kelengkapan fisik dan firmware, staging & pre-configuration perangkat sebelum instalasi
3 Meng-install Perangkat Keras Jaringan Pemasangan fisik perangkat (router, switch, AP, kabel), koneksi antar-perangkat, konfigurasi dasar, dan verifikasi konektivitas
4 Menyediakan Dukungan untuk Produk yang Diinstal Post-installation support: dokumentasi as-built, handover ke pengguna, troubleshooting awal, dan pemeliharaan berkala

1.2 Ekstraksi Kompetensi Inti

No Sub-Elemen Kata Kerja Operasional (KKO) Level Bloom Objek Pengetahuan Konteks Penerapan
1 Menetapkan Persyaratan Menetapkan (C5 — Evaluating: memilih berdasarkan kriteria) C5 Persyaratan teknis perangkat jaringan (spesifikasi, kapasitas, kompatibilitas) Analisis kebutuhan klien/pengguna di lingkungan jaringan sekolah/kantor
2 Menyiapkan Perangkat Menyiapkan (C3 — Applying: melaksanakan prosedur) C3 Perangkat jaringan (router, switch, AP, kabel, konektor, tools) Staging area / gudang IT sebelum deployment ke lokasi instalasi
3 Meng-install Perangkat Keras Meng-install (C3 — Applying: mengimplementasikan) C3 Perangkat keras jaringan (rack mounting, cabling, patching, powering) Ruang server, wiring closet, area kerja pengguna
4 Menyediakan Dukungan Menyediakan (C3 — Applying: melaksanakan) C3 Layanan dukungan pasca-instalasi (dokumentasi, handover, troubleshooting, maintenance) Help desk, on-site support, remote monitoring

1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi

Tabel berikut menyusun kompetensi dari paling dasar (prasyarat) hingga paling kompleks:

No Sub-Elemen CP Kompetensi Spesifik Level Bloom Tipe Pengetahuan Prasyarat
1 Menetapkan Persyaratan Mengidentifikasi kebutuhan bandwidth, jumlah user, jenis layanan jaringan C1 (Mengingat) Faktual
2 Menetapkan Persyaratan Menjelaskan fungsi dan spesifikasi teknis perangkat jaringan (router, switch, AP, firewall) C2 (Memahami) Konseptual Kompetensi 1
3 Menetapkan Persyaratan Menentukan spesifikasi perangkat yang sesuai berdasarkan analisis kebutuhan pengguna C5 (Mengevaluasi) Metakognitif Kompetensi 1, 2
4 Menyiapkan Perangkat Melakukan inventarisasi dan pengecekan fisik perangkat jaringan C3 (Menerapkan) Prosedural Kompetensi 2
5 Menyiapkan Perangkat Melakukan update firmware dan pre-configuration pada perangkat C3 (Menerapkan) Prosedural Kompetensi 2, 4
6 Meng-install Perangkat Memasang perangkat jaringan secara fisik (rack mount, cabling, patching) sesuai topologi desain C3 (Menerapkan) Prosedural Kompetensi 4, 5
7 Meng-install Perangkat Mengkonfigurasi perangkat jaringan yang ter-install (IP addressing, VLAN, routing dasar) C3 (Menerapkan) Prosedural Kompetensi 5, 6
8 Meng-install Perangkat Menguji konektivitas dan performa jaringan pasca-instalasi C4 (Menganalisis) Prosedural Kompetensi 6, 7
9 Menyediakan Dukungan Menyusun dokumentasi as-built dan user guide jaringan yang ter-install C6 (Mencipta) Metakognitif Kompetensi 6, 7, 8
10 Menyediakan Dukungan Melakukan troubleshooting dan pemeliharaan berkala perangkat jaringan C4 (Menganalisis) Prosedural Kompetensi 7, 8
11 Menyediakan Dukungan Mengevaluasi kinerja perangkat jaringan yang ter-install dan merekomendasikan perbaikan C5 (Mengevaluasi) Metakognitif Kompetensi 8, 9, 10

1.4 Identifikasi Dimensi Profil Lulusan

Dimensi Profil Lulusan Relevansi dengan CP
Penalaran Kritis Menganalisis kebutuhan pengguna, mengevaluasi kesesuaian spesifikasi perangkat, troubleshooting pasca-instalasi
Kemandirian Melaksanakan instalasi secara mandiri sesuai SOP, mengambil keputusan teknis di lapangan
Kolaborasi Bekerja dalam tim instalasi, koordinasi dengan pengguna dan supervisor
Komunikasi Menyusun dokumentasi teknis, melakukan handover kepada pengguna, melaporkan hasil instalasi
Kreativitas Merancang solusi instalasi untuk kondisi lapangan yang tidak ideal, improvisasi teknis

1.5 Diagnosis Draft TP dari Kang

Temuan kritis — keempat draft TP mengandung kelemahan sistemik yang sama:

No Draft TP Kang Diagnosis Level Bloom Aktual
1 Menetapkan Persyaratan Perangkat Jaringan dari Pengguna ❌ Tidak ada format ABCD. Tidak ada Condition (dalam kondisi apa?) dan Degree (seberapa baik?). KKO "menetapkan" sebenarnya potensial C5, tapi tanpa konteks ABCD, TP ini ambigu dan tidak terukur. Ambigu
2 Menyiapkan Perangkat Jaringan ❌ Terlalu luas — "menyiapkan" mencakup inventarisasi, pengecekan fisik, update firmware, dan staging. Tanpa Degree dan Condition, tidak bisa diukur. Tidak ada Audience eksplisit. C3 (tanpa presisi)
3 Meng-install Perangkat Keras Jaringan ❌ Hanya C3 (menerapkan). Tidak memunculkan aspek analisis (C4) terhadap hasil instalasi maupun evaluasi (C5). Tanpa ABCD, tidak terukur. C3
4 Menyediakan Dukungan untuk Produk yang Diinstal ❌ KKO "menyediakan" adalah C3. Tidak memunculkan kompetensi dokumentasi (C6 — mencipta) dan evaluasi kinerja (C5). Frasa "produk yang diinstal" terlalu generic. C3

Ringkasan diagnosis:

Seluruh draft TP berada di rentang C3 (LOTS) tanpa variasi ke MOTS/HOTS. Distribusi aktual: LOTS 100%, MOTS 0%, HOTS 0%. Ini jauh dari target distribusi ideal (LOTS 30% / MOTS 50% / HOTS 20%) untuk CP dengan anchor verb "Memasang" (C3) yang sub-elemennya mencakup "menetapkan persyaratan" (C5 potensial). Keempat TP juga tidak memiliki satupun komponen ABCD yang lengkap — hanya ada Behavior, tanpa Audience, Condition, maupun Degree.

Keputusan: Reformulasi total diperlukan, bukan revisi inkremental.

BAGIAN 2 — PERUMUSAN TP SMART-ABCD

Berdasarkan analisis hirarki kompetensi di Bagian 1, berikut reformulasi TP lengkap dengan format ABCD dan distribusi Bloom yang seimbang:

Kode TP Rumusan TP (ABCD) KKO Level Bloom Estimasi JP Elemen CP Terkait
TP-1.1 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: mengidentifikasi kebutuhan perangkat jaringan berdasarkan jumlah pengguna, jenis layanan, dan kapasitas bandwidth C: menggunakan dokumen site survey dan wawancara kebutuhan klien D: dengan ketepatan minimal 80% kesesuaian antara kebutuhan dan spesifikasi perangkat yang diusulkan Mengidentifikasi C1 4 JP Sub-elemen 1
TP-1.2 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: menganalisis kesesuaian spesifikasi teknis perangkat jaringan (router, switch, AP) terhadap persyaratan pengguna dan infrastruktur existing C: berdasarkan datasheet vendor dan hasil site survey D: menghasilkan tabel komparasi minimal 3 alternatif perangkat dengan justifikasi pemilihan yang logis Menganalisis C4 6 JP Sub-elemen 1
TP-1.3 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: menetapkan spesifikasi final perangkat jaringan yang akan diinstal C: berdasarkan hasil analisis kebutuhan, batasan anggaran, dan kompatibilitas sistem D: dalam bentuk dokumen Technical Requirement Specification (TRS) yang memuat minimal 5 parameter teknis (throughput, port, protocol support, power, form factor) Menetapkan C5 4 JP Sub-elemen 1
TP-2.1 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: melakukan inventarisasi dan verifikasi kelengkapan fisik perangkat jaringan yang akan diinstal C: menggunakan checklist penerimaan barang dan tools inspeksi visual D: dengan tingkat akurasi 100% (seluruh item tercatat, kondisi fisik terverifikasi, ketidaksesuaian terdokumentasi) Melakukan inventarisasi C3 4 JP Sub-elemen 2
TP-2.2 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: melakukan pre-configuration dan update firmware perangkat jaringan di staging area C: menggunakan console cable, Winbox/WebFig (MikroTik), atau CLI (Cisco) sesuai jenis perangkat D: seluruh perangkat ter-update ke firmware stabil terbaru dan pre-configured sesuai checklist deployment dalam waktu maksimal 45 menit per perangkat Melakukan pre-configuration C3 6 JP Sub-elemen 2
TP-3.1 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: memasang perangkat jaringan secara fisik (rack mounting, cabling, patching, labeling) sesuai topologi desain C: di lingkungan lab jaringan SMK SBI dengan memperhatikan prosedur K3LH dan standar pemasangan TIA/EIA-568 D: seluruh perangkat terpasang rapi, kabel terlabel, dan koneksi fisik terverifikasi tanpa error dalam waktu maksimal 90 menit Memasang C3 8 JP Sub-elemen 3
TP-3.2 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: mengkonfigurasi perangkat jaringan yang ter-install meliputi IP addressing, VLAN, dan routing dasar C: pada topologi jaringan SMK SBI (internet via interface wlan1 wireless station mode pada MikroTik RB4011) D: seluruh perangkat dapat saling berkomunikasi sesuai skema addressing, dibuktikan dengan hasil ping test dan traceroute 100% sukses Mengkonfigurasi C3 8 JP Sub-elemen 3
TP-3.3 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: menguji dan menganalisis konektivitas serta performa jaringan pasca-instalasi C: menggunakan tools diagnostik (ping, traceroute, bandwidth test, Winbox traffic monitor) D: menghasilkan laporan pengujian yang memuat parameter latency, packet loss, throughput, dan rekomendasi optimalisasi jika ditemukan anomali Menguji & menganalisis C4 6 JP Sub-elemen 3
TP-4.1 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: menyusun dokumentasi as-built dan user guide untuk perangkat jaringan yang telah diinstal C: berdasarkan hasil instalasi dan konfigurasi aktual D: dokumen memuat topologi as-built, tabel konfigurasi, prosedur operasional, dan contact support, dalam format yang dapat dipahami oleh pengguna non-teknis Menyusun C6 6 JP Sub-elemen 4
TP-4.2 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: melakukan troubleshooting gangguan jaringan pada perangkat yang telah diinstal C: berdasarkan tiket keluhan pengguna dengan metode top-down/bottom-up/divide-and-conquer D: gangguan teridentifikasi akar masalahnya dan terselesaikan dalam waktu maksimal 30 menit dengan laporan insiden yang terdokumentasi Melakukan troubleshooting C4 6 JP Sub-elemen 4
TP-4.3 A: Peserta didik kelas XI TKJ B: mengevaluasi kinerja keseluruhan perangkat jaringan yang telah diinstal dan merekomendasikan rencana pemeliharaan berkala C: berdasarkan data monitoring selama minimal 1 minggu operasional D: menghasilkan laporan evaluasi kinerja dan jadwal maintenance preventif yang mencakup aspek hardware, firmware, dan keamanan Mengevaluasi C5 6 JP Sub-elemen 4

Tabel Distribusi Bloom

Kategori Level Bloom Jumlah TP Persentase Target
LOTS C1 (Mengidentifikasi) 1 9%
C3 (Menerapkan) 4 36%
Subtotal LOTS 5 45% ≤ 30%
MOTS C4 (Menganalisis) 3 27%
Subtotal MOTS 3 27% ≥ 50%
HOTS C5 (Mengevaluasi) 2 18%
C6 (Mencipta) 1 9%
Subtotal HOTS 3 27% ≥ 20%

Catatan: LOTS sedikit di atas target (45% vs 30%) karena sifat CP ini yang memang berat di aspek prosedural-aplikatif (memasang, mengkonfigurasi, meng-install). Ini justified secara pedagogis: kompetensi pemasangan perangkat fisik inherently membutuhkan penguasaan C3 yang solid sebelum naik ke analisis dan evaluasi. HOTS tercapai 27% (di atas target 20%).

Total estimasi JP: 64 JP (8 minggu × 8 JP/minggu = 64 JP tersedia dalam 1 semester penuh, sehingga alokasi ini realistis).

BAGIAN 3 — PENYUSUNAN ATP LINEAR

Tabel ATP

Semester Unit Kode TP Rumusan Singkat JP Asesmen Tagihan Produk
Ganjil/Genap Unit 1: Analisis Kebutuhan & Penetapan Spesifikasi Perangkat TP-1.1 Mengidentifikasi kebutuhan perangkat jaringan dari pengguna 4 Formatif: checklist site survey Dokumen hasil site survey
TP-1.2 Menganalisis kesesuaian spesifikasi perangkat terhadap persyaratan 6 Formatif: rubrik analisis komparasi Tabel komparasi perangkat + justifikasi
TP-1.3 Menetapkan spesifikasi final perangkat (Technical Requirement Specification) 4 Sumatif Unit 1: rubrik produk TRS Dokumen TRS lengkap (.docx)
Unit 2: Persiapan & Staging Perangkat TP-2.1 Inventarisasi dan verifikasi kelengkapan fisik perangkat 4 Formatif: checklist inventaris Formulir penerimaan barang terisi lengkap
TP-2.2 Pre-configuration dan update firmware di staging area 6 Sumatif Unit 2: observasi kinerja + checklist Perangkat ter-staging (firmware updated, pre-configured) + log staging
Unit 3: Instalasi Fisik & Konfigurasi Perangkat TP-3.1 Memasang perangkat secara fisik (rack, cabling, patching, labeling) 8 Formatif: observasi K3LH + checklist pemasangan Perangkat terpasang + foto dokumentasi instalasi
TP-3.2 Mengkonfigurasi IP addressing, VLAN, routing pada perangkat ter-install 8 Formatif: checklist konfigurasi + verifikasi konektivitas File konfigurasi (.rsc/.txt) + screenshot ping test
TP-3.3 Menguji dan menganalisis konektivitas serta performa pasca-instalasi 6 Sumatif Unit 3: rubrik laporan pengujian Laporan pengujian jaringan (.docx) + screenshot tools
Unit 4: Dukungan Pasca-Instalasi & Evaluasi TP-4.1 Menyusun dokumentasi as-built dan user guide 6 Formatif: rubrik kualitas dokumentasi Dokumen as-built + user guide (.docx/.pdf)
TP-4.2 Melakukan troubleshooting berdasarkan tiket keluhan pengguna 6 Formatif: observasi troubleshooting + rubrik laporan insiden Laporan troubleshooting terselesaikan (.docx)
TP-4.3 Mengevaluasi kinerja perangkat dan menyusun rencana maintenance 6 Sumatif Unit 4: rubrik evaluasi + presentasi Laporan evaluasi kinerja + jadwal maintenance + presentasi
TOTAL 64

Narasi Justifikasi Urutan

Urutan ATP ini dirancang mengikuti production flow proyek instalasi jaringan di industri, yang terdiri dari empat fase berurutan: planning → staging → deployment → post-deployment support.

Unit 1 (Analisis Kebutuhan & Penetapan Spesifikasi) ditempatkan di awal karena dalam industri, setiap proyek instalasi jaringan selalu diawali dengan needs assessment dan penentuan Bill of Materials (BoM). Seorang Pre-Sales Engineer atau Network Planner harus terlebih dahulu melakukan site survey, menganalisis kebutuhan bandwidth dan jumlah user, lalu menetapkan spesifikasi perangkat sebelum pembelian dilakukan. Tanpa kompetensi ini, siswa akan memasang perangkat tanpa dasar analisis — sebuah malpraktik di industri.

Unit 2 (Persiapan & Staging) mengikuti Unit 1 karena setelah perangkat ditetapkan dan diterima, tahap berikutnya dalam industri adalah staging: membuka kemasan, memverifikasi kelengkapan terhadap Purchase Order, melakukan update firmware ke versi stabil, dan melakukan pre-configuration dasar. Staging dilakukan di warehouse atau staging area sebelum perangkat dikirim ke lokasi instalasi. Ini mencegah kegagalan deployment di lapangan akibat perangkat rusak atau firmware tidak kompatibel.

Unit 3 (Instalasi Fisik & Konfigurasi) adalah inti deployment. Urutannya mengikuti logika lapangan: pasang fisik dulu (rack mount, cabling, patching) → konfigurasi logis (IP, VLAN, routing) → uji konektivitas. TP-3.2 secara eksplisit menggunakan konteks jaringan SMK SBI (internet via wlan1 wireless station mode pada MikroTik RB4011) agar siswa terlatih pada infrastruktur nyata yang mereka gunakan sehari-hari.

Unit 4 (Dukungan Pasca-Instalasi & Evaluasi) ditempatkan terakhir karena dalam industri, setelah deployment selesai, teknisi wajib menyerahkan dokumentasi as-built, melatih pengguna akhir, dan memberikan dukungan pasca-instalasi. Evaluasi kinerja dan perencanaan maintenance merupakan puncak kompetensi (C5–C6) yang mensyaratkan penguasaan seluruh unit sebelumnya.

BAGIAN 4 — DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI

Unit yang dipilih: Unit 3 — Instalasi Fisik & Konfigurasi Perangkat (TP-3.1, TP-3.2, TP-3.3 | Total 22 JP)

Unit ini dipilih karena merupakan inti kompetensi CP "Memasang Perangkat Jaringan" dan memiliki kompleksitas tertinggi dalam aspek prosedural.

4.1 Identitas Modul

Komponen Keterangan
Nama Penyusun Guru AIJ SMK Satya Bhakti Ilmu
Satuan Pendidikan SMK Satya Bhakti Ilmu (SMK SBI), Grobogan, Jawa Tengah
Fase / Kelas Fase F / Kelas XI
Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ)
Elemen CP Memasang Perangkat Jaringan ke dalam Sistem Jaringan
Lingkup Materi Unit 3 — Instalasi Fisik & Konfigurasi Perangkat
Alokasi Waktu 22 JP (3 minggu × 8 JP, sisa 2 JP diakumulasi dari minggu sebelumnya)
Target Peserta Didik Peserta didik reguler, termasuk akomodasi untuk peserta didik dengan kebutuhan belajar berbeda
Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dipadukan Project-Based Learning (PjBL)
Moda Pembelajaran Tatap muka (praktikum di lab jaringan)

4.2 Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran: TP-3.1, TP-3.2, dan TP-3.3 (lihat tabel ATP di Bagian 3).

Pemahaman Bermakna: Kemampuan memasang dan mengkonfigurasi perangkat jaringan secara fisik dan logis merupakan kompetensi inti seorang Network Technician yang menentukan apakah sebuah jaringan dapat beroperasi andal. Kesalahan dalam instalasi fisik (kabel longgar, grounding buruk) atau konfigurasi logis (IP conflict, VLAN mismatch) akan menyebabkan downtime yang merugikan organisasi — pemahaman ini membangun kesadaran bahwa setiap langkah kerja memiliki konsekuensi nyata.

Pertanyaan Pemantik:

  1. "Jika kalian diminta memasang 5 access point baru di gedung sekolah yang sudah memiliki jaringan berjalan, langkah pertama apa yang kalian lakukan — dan mengapa bukan langsung colok kabel?"
  2. "Mengapa seorang teknisi jaringan profesional menghabiskan lebih banyak waktu untuk labeling dan dokumentasi daripada untuk crimping kabel?"
  3. "Ketika semua perangkat sudah terpasang dan menyala, tapi satu lantai tidak bisa akses internet — bagaimana kalian menemukan titik masalahnya dalam waktu kurang dari 10 menit?"

Kegiatan Pembelajaran:

Pertemuan 1–2 (8 JP): Instalasi Fisik Perangkat Jaringan — TP-3.1

MINDFUL (Pembuka — 15 menit) Guru menampilkan foto before-after ruang server yang rapi vs berantakan. Siswa diminta mengidentifikasi risiko K3LH dan dampak operasional dari instalasi yang buruk. Ice-breaker: "Sebutkan 3 hal yang bisa salah jika kabel jaringan tidak dilabeli!"

MEANINGFUL (Inti — 300 menit / 2 pertemuan)

Sesi 1 (150 menit) — Pemasangan Fisik: Siswa dibagi dalam tim instalasi (4–5 orang/tim) dengan role assignment: Team Leader, Cable Technician (2 orang), Device Installer, Quality Checker. Setiap tim menerima Work Order berisi topologi target dan daftar perangkat yang harus dipasang. Aktivitas: (a) memasang switch/router pada rak atau meja kerja sesuai layout topologi, (b) melakukan cabling (UTP Cat 5e/6) dan patching ke patch panel/port switch, (c) labeling setiap kabel dan port menggunakan kode standar (contoh: SW1-Fa0/1 → PC-Lab1-01), (d) memeriksa koneksi fisik menggunakan cable tester dan LED indicator.

Sesi 2 (150 menit) — Verifikasi & Dokumentasi Fisik: Setiap tim melakukan cross-check instalasi tim lain menggunakan checklist verifikasi fisik. Aktivitas: (a) verifikasi seluruh koneksi kabel sesuai topologi, (b) pemeriksaan K3LH (kerapian kabel, grounding, ventilasi), (c) foto dokumentasi instalasi dari 3 sudut, (d) pengisian formulir Installation Completion Report.

JOYFUL (Penutup — 45 menit) Kompetisi antar-tim: tim mana yang instalasi fisiknya paling rapi dan terdokumentasi paling lengkap? Penilaian peer-assessment menggunakan rubrik sederhana (kerapian, labeling, dokumentasi). Refleksi: "Apa kendala terbesar saat memasang perangkat, dan bagaimana kalian mengatasinya?"

Pertemuan 3–4 (8 JP): Konfigurasi Perangkat Jaringan — TP-3.2

MINDFUL (Pembuka — 15 menit) Guru membuka Winbox dan menunjukkan interface MikroTik RB4011 SMK SBI. Guru menekankan bahwa internet masuk via wlan1 (wireless station mode), BUKAN ether1 — ini berbeda dari topologi default di buku teks. Siswa diminta menjelaskan mengapa perbedaan ini penting untuk konfigurasi selanjutnya.

MEANINGFUL (Inti — 300 menit / 2 pertemuan)

Sesi 3 (150 menit) — Konfigurasi Dasar: Menggunakan skenario: "PT Satya Network baru saja memasang 2 switch managed dan 1 router MikroTik untuk kantor cabang baru dengan 3 departemen (HRD, Finance, IT) masing-masing di VLAN terpisah." Aktivitas: (a) konfigurasi IP addressing pada setiap interface MikroTik dan SVI switch, (b) konfigurasi VLAN 10 (HRD), VLAN 20 (Finance), VLAN 30 (IT) pada switch, (c) konfigurasi trunk port antar switch dan ke router, (d) konfigurasi inter-VLAN routing pada MikroTik.

⚠️ CATATAN KRITIS INFRASTRUKTUR SMK SBI: Pada skenario ini, koneksi internet dikonfigurasi melalui interface wlan1 yang terhubung sebagai wireless station ke ISP, BUKAN melalui ether1. Siswa wajib mengkonfigurasi NAT masquerade pada out-interface wlan1, bukan ether1.

Sesi 4 (150 menit) — Konfigurasi Lanjutan & Verifikasi: Aktivitas: (a) konfigurasi DHCP server per VLAN, (b) konfigurasi DNS dan NAT masquerade (out-interface = wlan1), (c) konfigurasi firewall filter rules dasar, (d) verifikasi: ping antar-VLAN, ping ke internet, traceroute ke 8.8.8.8, (e) export konfigurasi ke file .rsc sebagai backup.

JOYFUL (Penutup — 45 menit) Challenge: "Tim mana yang bisa membuat seluruh 3 VLAN mengakses internet dalam waktu paling singkat?" Leaderboard ditampilkan. Siswa mengisi refleksi: "Kesalahan konfigurasi apa yang paling sering kalian lakukan, dan bagaimana cara menghindarinya di masa depan?"

Pertemuan 5–6 (6 JP): Pengujian & Analisis Performa — TP-3.3

MINDFUL (Pembuka — 15 menit) Guru menunjukkan contoh Network Test Report dari proyek nyata. Pertanyaan: "Mengapa klien tidak mau terima jaringan yang 'sudah jalan' tanpa laporan pengujian formal?"

MEANINGFUL (Inti — 225 menit)

Sesi 5 (150 menit) — Pengujian Sistematis: Setiap tim menguji jaringan yang mereka konfigurasi di pertemuan sebelumnya menggunakan: (a) ping test ke seluruh node (antar-PC, antar-VLAN, ke gateway, ke internet), (b) traceroute untuk memverifikasi jalur routing, (c) bandwidth test menggunakan iperf3 atau speedtest, (d) monitoring traffic via Winbox (Tools → Graphing / Traffic Monitor), (e) pencatatan hasil ke dalam template laporan pengujian.

Sesi 6 (75 menit) — Analisis & Laporan: Aktivitas: (a) menganalisis hasil pengujian — apakah ada packet loss, latency tinggi, atau throughput di bawah ekspektasi? (b) mengidentifikasi akar masalah jika ditemukan anomali, (c) menyusun rekomendasi optimalisasi, (d) menyusun laporan pengujian jaringan formal (.docx).

JOYFUL (Penutup — 30 menit) Presentasi singkat per tim (5 menit/tim): temuan utama, anomali, dan rekomendasi. Peer review menggunakan rubrik. Refleksi akhir unit: "Apa hal terpenting yang kalian pelajari dari seluruh proses instalasi hingga pengujian ini?"

4.3 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

Judul LKPD: Instalasi dan Konfigurasi Perangkat Jaringan Kantor Cabang PT Satya Network

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan secara berkelompok (4–5 orang) sesuai pembagian role yang telah ditentukan.
  2. Baca skenario kerja berikut dengan cermat sebelum memulai.
  3. Ikuti langkah kerja secara berurutan — jangan loncat ke langkah berikutnya sebelum langkah sebelumnya diverifikasi oleh Team Leader.
  4. Dokumentasikan setiap langkah dengan screenshot dan catatan.
  5. Waktu pengerjaan: 3 × pertemuan (22 JP total).

Skenario Kontekstual: PT Satya Network adalah perusahaan penyedia layanan managed network. Kalian adalah tim Network Technician yang ditugaskan untuk melakukan instalasi jaringan di kantor cabang baru klien "CV Maju Bersama" di Grobogan. Kantor tersebut memiliki 3 departemen (HRD — 10 PC, Finance — 8 PC, IT — 5 PC) yang membutuhkan segmentasi VLAN, akses internet, dan DHCP otomatis. Perangkat yang tersedia: 1 unit MikroTik RB4011, 2 unit switch managed 24-port, kabel UTP Cat 6, konektor RJ-45, dan tools instalasi.

Tugas Terstruktur (Scaffolding Bertingkat):

Tahap 1 — Persiapan (Scaffolding Tinggi): Siswa menerima topologi jaringan yang sudah jadi dan tabel alokasi IP yang sudah terisi sebagian. Tugas: lengkapi tabel IP yang kosong dan verifikasi bahwa subnet tidak overlap.

Tahap 2 — Instalasi Fisik (Scaffolding Sedang): Siswa menerima layout fisik ruangan dan petunjuk umum pemasangan. Tugas: tentukan sendiri posisi perangkat, jalur kabel, dan sistem labeling. Guru hanya memberi panduan jika ada kesalahan K3LH.

Tahap 3 — Konfigurasi (Scaffolding Rendah): Siswa hanya menerima spesifikasi teknis target (3 VLAN, inter-VLAN routing, DHCP, NAT via wlan1). Tugas: rancang dan implementasikan konfigurasi secara mandiri tanpa step-by-step instruction.

Tahap 4 — Pengujian & Analisis (Scaffolding Minimal): Siswa merancang sendiri prosedur pengujian, menentukan parameter yang diuji, dan menyusun laporan secara mandiri.

Refleksi Siswa:

  1. Apa peran saya dalam tim dan bagaimana saya berkontribusi?
  2. Langkah kerja mana yang paling menantang, dan strategi apa yang saya gunakan untuk mengatasinya?
  3. Jika saya harus mengulang seluruh proses ini, apa yang akan saya lakukan berbeda?
  4. Bagaimana pengalaman ini mempersiapkan saya untuk bekerja sebagai teknisi jaringan?

4.4 Jobsheet Praktikum

JOBSHEET PRAKTIKUM — UNIT 3

Judul: Instalasi Fisik, Konfigurasi, dan Pengujian Perangkat Jaringan Kantor Cabang

Tujuan Praktikum: Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta didik mampu: (1) memasang perangkat jaringan secara fisik sesuai topologi desain dan standar K3LH, (2) mengkonfigurasi IP addressing, VLAN, inter-VLAN routing, DHCP, dan NAT pada MikroTik dan switch managed, (3) menguji dan menganalisis konektivitas serta performa jaringan pasca-instalasi.

Alat & Bahan:

No Alat/Bahan Spesifikasi Jumlah
1 Router MikroTik RB4011iGS+5HacQ2HnD (atau CHR di VirtualBox untuk simulasi) 1 unit
2 Switch Managed Cisco Catalyst 2960 / TP-Link TL-SG3428 (atau Packet Tracer) 2 unit
3 PC Client Windows 10/11, NIC Ethernet 6 unit (min.)
4 Kabel UTP Cat 5e/6, panjang sesuai kebutuhan Secukupnya
5 Konektor RJ-45 Standard 20 buah
6 Crimping Tool RJ-45 crimper 2 unit
7 Cable Tester LAN cable tester 2 unit
8 Label Sticker untuk labeling kabel dan port 1 pack
9 Software Winbox v3.x, Cisco Packet Tracer v8.x, Web browser
10 Console Cable USB-to-RJ45 / USB-to-Serial 1 unit

Keselamatan Kerja (K3LH):

  1. Pastikan seluruh perangkat dalam keadaan mati saat melakukan pemasangan fisik dan cabling.
  2. Gunakan gelang anti-statis (jika tersedia) saat menangani perangkat elektronik.
  3. Jangan menarik kabel dengan paksa — gunakan teknik cable management yang benar.
  4. Pastikan area kerja bersih, kering, dan memiliki ventilasi yang cukup.
  5. Jangan menyentuh port power atau adaptor dengan tangan basah.
  6. Rapikan sisa potongan kabel agar tidak menjadi bahaya tersandung.
  7. Matikan perangkat dan cabut adaptor setelah selesai praktikum.

Langkah Kerja:

Fase A — Instalasi Fisik (TP-3.1)

  1. Periksa kelengkapan seluruh perangkat berdasarkan checklist inventaris (dari Unit 2).
  2. Tempatkan router MikroTik RB4011 pada posisi sentral di meja/rak kerja.
  3. Tempatkan Switch-1 dan Switch-2 sesuai layout topologi yang telah diberikan.
  4. Pasang kabel UTP dari port ether2 MikroTik ke port trunk Switch-1 (port 1).
  5. Pasang kabel UTP dari port ether3 MikroTik ke port trunk Switch-2 (port 1).
  6. Pasang kabel UTP dari PC-HRD ke port access Switch-1 (VLAN 10, port 2–11).
  7. Pasang kabel UTP dari PC-Finance ke port access Switch-1 (VLAN 20, port 12–19).
  8. Pasang kabel UTP dari PC-IT ke port access Switch-2 (VLAN 30, port 2–6).
  9. Lakukan labeling pada setiap kabel dan port menggunakan format: [Device]-[Port] → [Device]-[Port] (contoh: RB4011-ether2 → SW1-Gi0/1).
  10. Nyalakan seluruh perangkat dan verifikasi LED indicator menyala normal (power = hijau, link = hijau berkedip).
  11. Lakukan pengecekan fisik menggunakan cable tester untuk memastikan seluruh kabel terhubung tanpa error.
  12. Foto dokumentasi instalasi dari minimal 3 sudut (depan, belakang, overview).

Fase B — Konfigurasi (TP-3.2)

⚠️ PENTING: Di jaringan SMK SBI, internet masuk melalui interface wlan1 (wireless station mode), BUKAN ether1. Seluruh konfigurasi NAT dan default route harus menggunakan wlan1 sebagai out-interface.

  1. Buka Winbox, connect ke MikroTik RB4011 via MAC address.
  2. Konfigurasi interface wlan1 sebagai wireless station (jika belum terkonfigurasi — sesuaikan SSID dan security profile dengan ISP sekolah).
  3. Konfigurasi IP address pada interface yang digunakan:
    • ether2 (gateway VLAN 10 & 20 via Switch-1): 192.168.10.1/24 (sub-interface atau VLAN interface)
    • ether3 (gateway VLAN 30 via Switch-2): 192.168.30.1/24
    • VLAN 10: 192.168.10.0/24 (HRD)
    • VLAN 20: 192.168.20.0/24 (Finance)
    • VLAN 30: 192.168.30.0/24 (IT)
  4. Buat VLAN interface pada MikroTik: /interface vlan add name=vlan10 vlan-id=10 interface=ether2 (ulangi untuk vlan20 dan vlan30).
  5. Assign IP address pada setiap VLAN interface.
  6. Konfigurasi VLAN pada switch managed (access port per departemen, trunk port ke router).
  7. Konfigurasi DHCP Server pada MikroTik untuk masing-masing VLAN (pool, gateway, DNS).
  8. Konfigurasi DNS: /ip dns set servers=8.8.8.8,8.8.4.4 allow-remote-requests=yes
  9. Konfigurasi NAT Masquerade: /ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=wlan1 action=masquerade
  10. Konfigurasi firewall filter rules dasar (drop invalid, accept established/related).
  11. Export seluruh konfigurasi: /export file=config-kantor-cabang

Fase C — Pengujian & Analisis (TP-3.3)

  1. Dari setiap PC client, verifikasi mendapat IP dari DHCP (ipconfig /all).
  2. Ping test intra-VLAN: PC-HRD-01 → PC-HRD-02 (harus sukses).
  3. Ping test inter-VLAN: PC-HRD-01 → PC-IT-01 (harus sukses via router).
  4. Ping test ke gateway masing-masing VLAN (harus sukses).
  5. Ping test ke internet: ping 8.8.8.8 dan ping google.com (harus sukses).
  6. Traceroute ke 8.8.8.8 — catat jumlah hop dan identifikasi jalur.
  7. Bandwidth test menggunakan speedtest atau iperf3 antar-VLAN.
  8. Monitor traffic pada Winbox: Tools → Graphing atau Traffic Monitor pada interface wlan1.
  9. Catat seluruh hasil pengujian pada template Laporan Pengujian Jaringan.
  10. Analisis: apakah ada anomali? (packet loss > 0%, latency > 50ms, throughput di bawah 50% kapasitas link?)
  11. Jika ada anomali, identifikasi kemungkinan akar masalah dan tuliskan rekomendasi perbaikan.
  12. Susun Laporan Pengujian Jaringan final (.docx) dengan format: Pendahuluan → Topologi → Metodologi Pengujian → Hasil → Analisis → Rekomendasi.

Lembar Hasil Pengamatan:

No Parameter Pengujian Metode Hasil Status (OK/NOK) Catatan
1 Koneksi fisik (LED link) Visual inspection
2 DHCP (IP otomatis) ipconfig /all
3 Ping intra-VLAN ping [IP sesama VLAN]
4 Ping inter-VLAN ping [IP VLAN lain]
5 Ping gateway ping [IP gateway VLAN]
6 Ping internet (IP) ping 8.8.8.8
7 Ping internet (DNS) ping google.com
8 Traceroute tracert 8.8.8.8
9 Bandwidth test iperf3/speedtest
10 Traffic monitoring Winbox Traffic Monitor

4.5 Media Simulasi Digital

Skenario Simulasi — Cisco Packet Tracer:

Judul: "Deployment Jaringan Kantor Cabang CV Maju Bersama"

Tools: Cisco Packet Tracer v8.2+

Topologi: 1 Router (sebagai representasi MikroTik) — 2 Switch Managed — 6 PC (2 per VLAN) — 1 Cloud (representasi internet via wireless)

Skenario: Siswa membangun topologi lengkap di Packet Tracer yang merepresentasikan jaringan kantor cabang. Karena Packet Tracer tidak memiliki device MikroTik, gunakan Router Cisco 2911 sebagai pengganti dengan konfigurasi yang ekuivalen (sub-interface, DHCP pool, ACL). Untuk latihan konfigurasi MikroTik sesungguhnya, gunakan MikroTik CHR di VirtualBox atau langsung pada hardware RB4011 di lab.

Deliverable simulasi: File .pkt yang berisi topologi lengkap dengan seluruh konfigurasi aktif dan semua ping test sukses.

Alternatif simulasi lanjutan: MikroTik CHR pada VirtualBox — siswa menginstal RouterOS CHR sebagai VM, mengkonfigurasi VLAN, DHCP, dan NAT via Winbox, kemudian mengekspor konfigurasi .rsc.

4.6 Instrumen Asesmen Otentik

Asesmen Diagnostik (Awal Unit 3)

Kognitif (5 pertanyaan):

  1. Sebutkan minimal 4 jenis perangkat keras jaringan yang biasa dipasang dalam sebuah sistem jaringan kantor!
  2. Apa perbedaan antara port access dan port trunk pada switch managed?
  3. Jelaskan fungsi VLAN dalam segmentasi jaringan!
  4. Apa yang dimaksud dengan NAT masquerade dan mengapa diperlukan?
  5. Sebutkan 3 tools CLI yang digunakan untuk menguji konektivitas jaringan beserta fungsinya!

Non-Kognitif (3 pertanyaan):

  1. Apakah kalian pernah memasang atau mencabut kabel jaringan di rumah/sekolah? Ceritakan pengalamannya!
  2. Seberapa percaya diri kalian untuk mengkonfigurasi router jika diberikan topologi dan spesifikasi teknis? (Sangat Percaya Diri / Cukup / Kurang / Belum Pernah Mencoba)
  3. Menurut kalian, hal apa yang paling menantang dari pekerjaan memasang perangkat jaringan?

Asesmen Formatif (Proses — Setiap Pertemuan)

Lembar Observasi Sikap Kerja:

No Aspek Sikap Kerja Indikator Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
1 Kepatuhan K3LH Mematikan perangkat sebelum cabling, area kerja rapi Tidak mematuhi Mematuhi sebagian Mematuhi dengan sesekali diingatkan Mematuhi secara konsisten tanpa diingatkan
2 SOP Compliance Mengikuti langkah kerja secara berurutan Banyak langkah dilewati Beberapa langkah dilewati Semua langkah diikuti, sesekali tidak urut Semua langkah diikuti secara urut
3 Kerja Sama Tim Komunikasi dan pembagian tugas dalam tim Tidak berkontribusi Berkontribusi minimal Berkontribusi aktif Berkontribusi aktif dan membantu anggota lain
4 Kedisiplinan Waktu Menyelesaikan tugas sesuai target waktu Melebihi waktu > 30% Melebihi waktu 10–30% Tepat waktu Selesai sebelum waktu dengan kualitas baik
5 Dokumentasi Mencatat dan mendokumentasikan setiap langkah Tidak mendokumentasikan Dokumentasi minimal Dokumentasi cukup lengkap Dokumentasi sangat lengkap dan rapi

Checklist Kinerja Praktikum:

No Aspek Kinerja Kriteria Tercapai (✓/✗)
1 Pemasangan fisik Seluruh perangkat terpasang sesuai topologi
2 Cabling Seluruh kabel terhubung benar dan lulus cable test
3 Labeling Seluruh kabel dan port terlabel sesuai standar
4 Konfigurasi IP Seluruh interface memiliki IP sesuai skema
5 VLAN 3 VLAN terkonfigurasi dan port assignment benar
6 Inter-VLAN routing PC antar-VLAN bisa saling ping
7 DHCP PC client mendapat IP otomatis dari pool yang benar
8 NAT (via wlan1) PC client bisa akses internet
9 Firewall Rules dasar terkonfigurasi
10 Backup konfigurasi File .rsc berhasil di-export

Asesmen Sumatif (Akhir Unit 3)

Rubrik Penilaian Produk — Laporan Pengujian Jaringan:

No Aspek Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Bobot
1 Kelengkapan Topologi As-Built Topologi lengkap dengan IP, VLAN, label port, dan legenda; sesuai kondisi aktual Topologi lengkap tapi ada 1–2 detail tidak akurat Topologi ada tapi tidak lengkap (kurang label/IP) Topologi tidak ada atau sangat tidak akurat 15%
2 Kualitas Konfigurasi Seluruh konfigurasi benar, efisien, dan terdokumentasi dengan komentar Konfigurasi benar tapi kurang efisien atau tanpa komentar Konfigurasi sebagian benar, ada error minor Konfigurasi banyak error, tidak berfungsi 25%
3 Hasil Pengujian Seluruh parameter diuji, data lengkap dan akurat, disajikan dalam tabel/grafik Sebagian besar parameter diuji, data akurat Hanya parameter dasar yang diuji Pengujian tidak sistematis atau data tidak akurat 20%
4 Analisis & Rekomendasi Analisis mendalam terhadap anomali, rekomendasi spesifik dan actionable Analisis cukup, rekomendasi ada tapi general Analisis dangkal, rekomendasi tidak spesifik Tidak ada analisis atau rekomendasi 20%
5 Format & Profesionalisme Laporan Struktur rapi, bahasa profesional, screenshot jelas dan terlabel, tanpa typo Struktur baik, sedikit typo, screenshot ada Struktur kurang terorganisir, screenshot kurang Tidak terstruktur, sulit dipahami 10%
6 Ketepatan Waktu & Presentasi Tepat waktu, presentasi jelas dan menjawab pertanyaan dengan baik Tepat waktu, presentasi cukup jelas Terlambat atau presentasi kurang jelas Terlambat dan tidak presentasi 10%

Konversi Nilai:

Rentang Skor Predikat Keterangan
90–100 A Sangat Baik — Kompeten dengan keunggulan
80–89 B Baik — Kompeten
70–79 C Cukup — Kompeten dengan catatan (KKM)
60–69 D Kurang — Belum Kompeten (perlu remidi)
< 60 E Sangat Kurang — Belum Kompeten (perlu pembinaan intensif)

KKM = 70 (Predikat C)

BAGIAN 5 — TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA

Unit 1: Analisis Kebutuhan & Penetapan Spesifikasi Perangkat

Langkah 1 — Identifikasi Pekerjaan Nyata

Aspek Deskripsi
Pekerjaan Nyata Melakukan site survey dan needs assessment untuk proyek instalasi jaringan baru
Jabatan di Industri Pre-Sales Engineer, Network Planner, IT Consultant
Tugas & Tanggung Jawab Mengunjungi lokasi klien, mewawancarai pengguna untuk mengetahui kebutuhan, mengukur area fisik, menghitung jumlah user dan bandwidth yang dibutuhkan, menyusun Bill of Materials (BoM), membuat dokumen Technical Requirement Specification (TRS)

Langkah 2 — Kemampuan yang Dibutuhkan

Dimensi Kemampuan
Pengetahuan (P) Spesifikasi teknis perangkat jaringan (throughput, port count, protocol support), prinsip perhitungan bandwidth, jenis-jenis topologi jaringan, standar kabel (Cat 5e/6/6A), perbedaan managed vs unmanaged switch
Keterampilan (K) Melakukan wawancara kebutuhan klien, mengisi formulir site survey, membaca datasheet vendor, menyusun tabel komparasi perangkat, membuat dokumen TRS menggunakan template standar
Sikap Kerja (S) Ketelitian dalam pencatatan data, kemampuan komunikasi dengan klien non-teknis, objektivitas dalam memilih perangkat (tidak bias vendor), ketepatan waktu penyerahan dokumen

Langkah 3 — Langkah Kerja Sistematis

Persiapan: (1) Menerima Project Brief dari supervisor berisi scope of work. (2) Menyiapkan formulir site survey dan alat ukur.

Proses: (3) Melakukan site visit — mengukur area, menghitung titik akses, mewawancarai pengguna. (4) Menganalisis data site survey — menghitung kebutuhan bandwidth, jumlah port, coverage area AP. (5) Mencari dan membandingkan spesifikasi perangkat dari minimal 3 vendor menggunakan datasheet. (6) Menyusun tabel komparasi dengan justifikasi pemilihan.

Pemeriksaan: (7) Memverifikasi kompatibilitas perangkat terpilih dengan infrastruktur existing. (8) Peer review dokumen oleh rekan sejawat.

Penyelesaian: (9) Menyusun dokumen TRS final. (10) Presentasi rekomendasi kepada supervisor/klien.

Langkah 4 — Simulasi Aktivitas

Aspek Simulasi Deskripsi
Setting Lab jaringan disulap menjadi Meeting Room klien + IT Planning Office
Peran Siswa Tim Pre-Sales Engineer (3–4 orang/tim) yang menerima permintaan proposal dari klien (diperankan guru atau tim lain)
Skenario CV Maju Bersama ingin membangun jaringan baru untuk kantor 3 lantai dengan total 50 user. Klien memiliki budget terbatas (Rp 25 juta) dan ingin jaringan yang bisa dikelola secara terpusat. Tim harus melakukan needs assessment, menyusun komparasi perangkat, dan mempresentasikan rekomendasi.
Kerja Tim Anggota 1: Interviewer (wawancara klien). Anggota 2: Site Surveyor (ukur area dan gambar denah). Anggota 3: Researcher (cari spesifikasi perangkat online). Anggota 4: Document Writer (susun TRS).
Target Waktu 2 × 45 menit (1 pertemuan) untuk site survey + analisis. 2 × 45 menit (1 pertemuan) untuk penyusunan TRS dan presentasi.

Langkah 5 — Hasil Kerja

Aktivitas Praktik Output/Produk Format Standar Keberhasilan
Site survey dan wawancara klien Formulir Site Survey terisi lengkap .docx / printed form Seluruh field terisi, data akurat, ditandatangani surveyor
Analisis komparasi perangkat Tabel Komparasi Perangkat (min. 3 vendor) .xlsx / tabel di .docx Minimal 5 parameter teknis dibandingkan, ada justifikasi pemilihan
Penyusunan dokumen TRS Technical Requirement Specification .docx Memuat: scope, topologi usulan, BoM, estimasi biaya, timeline
Presentasi rekomendasi Slide presentasi + demo verbal .pptx / verbal Presentasi < 10 menit, menjawab pertanyaan klien, rekomendasi logis

Langkah 6 — Penilaian Kompetensi

Dimensi Aspek yang Dinilai Teknik Penilaian Bobot
Pengetahuan (20%) Pemahaman spesifikasi perangkat, perhitungan bandwidth, prinsip topologi Pre-test tertulis (10 soal) 20%
Keterampilan (60%) Ketepatan site survey, kualitas analisis komparasi, kelengkapan TRS, kemampuan presentasi Rubrik produk + observasi presentasi 60%
Sikap Kerja (20%) Ketelitian data, komunikasi dengan klien, kerja sama tim, ketepatan waktu Observasi + jurnal refleksi 20%

Unit 2: Persiapan & Staging Perangkat

Langkah 1 — Identifikasi Pekerjaan Nyata

Aspek Deskripsi
Pekerjaan Nyata Receiving, verifikasi, dan staging perangkat jaringan sebelum deployment ke lokasi klien
Jabatan di Industri IT Asset Manager, Warehouse Technician, Network Technician (staging)
Tugas & Tanggung Jawab Menerima kiriman perangkat, mencocokkan dengan Purchase Order, membuka dan memeriksa kelengkapan fisik, melakukan update firmware, melakukan pre-configuration dasar (hostname, password, NTP), mencatat serial number dan MAC address, labeling perangkat

Langkah 2 — Kemampuan yang Dibutuhkan

Dimensi Kemampuan
Pengetahuan (P) Prosedur penerimaan barang, cara membaca PO dan packing list, cara mengecek firmware version, prosedur update firmware MikroTik dan Cisco
Keterampilan (K) Mengisi formulir penerimaan barang, mengoperasikan Winbox/CLI untuk cek dan update firmware, melakukan pre-configuration (hostname, password, NTP, disable unused ports), mencatat informasi aset ke dalam spreadsheet inventaris
Sikap Kerja (S) Ketelitian pengecekan (zero tolerance untuk perangkat rusak/kurang), kedisiplinan pencatatan serial number, kehati-hatian menangani perangkat elektronik (ESD awareness)

Langkah 3 — Langkah Kerja Sistematis

Persiapan: (1) Terima Delivery Note dan Purchase Order. (2) Siapkan staging area, formulir penerimaan, dan tools.

Proses: (3) Buka kemasan, cocokkan isi dengan PO (jenis, jumlah, spesifikasi). (4) Inspeksi visual seluruh perangkat (fisik utuh, tidak cacat, seal utuh). (5) Catat serial number dan MAC address ke spreadsheet inventaris aset. (6) Nyalakan perangkat, akses via console/Winbox, cek firmware version. (7) Update firmware ke versi stabil terbaru jika diperlukan. (8) Lakukan pre-configuration: set hostname, ubah password default, konfigurasi NTP, disable port yang tidak digunakan. (9) Labeling perangkat dengan kode aset.

Pemeriksaan: (10) Verifikasi seluruh perangkat ter-staging sesuai checklist. (11) QC oleh Team Leader — perangkat yang tidak lolos staging ditandai dan dilaporkan.

Penyelesaian: (12) Isi dan tandatangani Staging Completion Form. (13) Perangkat siap untuk dikirim/dibawa ke lokasi instalasi.

Langkah 4 — Simulasi Aktivitas

Aspek Simulasi Deskripsi
Setting Lab jaringan disulap menjadi IT Warehouse / Staging Area
Peran Siswa IT Asset Receiving Team (2–3 orang/tim)
Skenario PT Satya Network menerima kiriman 5 perangkat (2 router MikroTik, 2 switch, 1 AP) untuk proyek kantor cabang. Tim harus memproses penerimaan, melakukan staging lengkap, dan melaporkan hasilnya kepada Project Manager (guru).
Kerja Tim Anggota 1: Receiving Officer (cocokkan PO, inspeksi fisik). Anggota 2: Staging Technician (firmware update, pre-config). Anggota 3: Asset Recorder (catat inventaris, labeling).
Target Waktu Seluruh proses staging untuk 5 perangkat selesai dalam 2 × 45 menit (1 pertemuan)

Langkah 5 — Hasil Kerja

Aktivitas Praktik Output/Produk Format Standar Keberhasilan
Penerimaan dan inspeksi barang Formulir Penerimaan Barang terisi dan ditandatangani .docx / printed form Semua item terverifikasi, ketidaksesuaian terdokumentasi
Pencatatan aset Spreadsheet Inventaris Aset Jaringan .xlsx Serial number, MAC address, firmware version tercatat untuk seluruh perangkat
Pre-configuration Perangkat ter-staging (hostname set, password changed, firmware updated) Config file (.rsc) + screenshot Seluruh perangkat lolos checklist staging
Pelaporan Staging Completion Form .docx Ditandatangani, seluruh perangkat berstatus "Ready to Deploy" atau "Rejected" dengan alasan

Langkah 6 — Penilaian Kompetensi

Dimensi Aspek yang Dinilai Teknik Penilaian Bobot
Pengetahuan (20%) Prosedur penerimaan barang, cara update firmware, konsep pre-configuration Pre-test lisan (5 pertanyaan) 20%
Keterampilan (60%) Ketepatan pencocokan PO, kelengkapan inspeksi, keberhasilan staging (firmware + pre-config) Checklist kinerja + verifikasi perangkat 60%
Sikap Kerja (20%) Ketelitian, kerapian labeling, penanganan perangkat hati-hati, pencatatan lengkap Observasi + checklist sikap 20%

Unit 3: Instalasi Fisik & Konfigurasi Perangkat

Langkah 1 — Identifikasi Pekerjaan Nyata

Aspek Deskripsi
Pekerjaan Nyata Deployment jaringan di lokasi klien: instalasi fisik perangkat, cabling, konfigurasi, dan commissioning
Jabatan di Industri Network Technician, Field Engineer, Network Installer
Tugas & Tanggung Jawab Memasang perangkat di rak/lokasi sesuai desain topologi, melakukan cabling dan patching sesuai standar TIA/EIA, mengkonfigurasi perangkat (IP, VLAN, routing, NAT, DHCP), melakukan commissioning test, menyerahkan ke tim support

Langkah 2 — Kemampuan yang Dibutuhkan

Dimensi Kemampuan
Pengetahuan (P) Standar pemasangan kabel TIA/EIA-568, prinsip IP addressing dan subnetting, konsep VLAN dan trunking, inter-VLAN routing, NAT, DHCP, firewall dasar, prosedur commissioning
Keterampilan (K) Memasang perangkat di rak, melakukan crimping dan patching, mengoperasikan Winbox/CLI, mengkonfigurasi VLAN pada switch managed, mengkonfigurasi routing, NAT, DHCP, dan firewall pada MikroTik, melakukan pengujian konektivitas dan performa
Sikap Kerja (S) Kepatuhan K3LH (matikan perangkat sebelum cabling), kerapian instalasi (cable management, labeling), ketelitian konfigurasi, ketepatan waktu deployment, dokumentasi real-time

Langkah 3 — Langkah Kerja Sistematis

Persiapan: (1) Review topologi desain dan checklist deployment. (2) Verifikasi seluruh perangkat ter-staging dan siap install. (3) Siapkan tools instalasi (crimping tool, cable tester, label, kabel).

Proses: (4) Pemasangan fisik perangkat sesuai layout (rack mount / desk mount). (5) Cabling: tarik kabel UTP dari patch panel ke masing-masing outlet. (6) Crimping dan patching konektor RJ-45. (7) Labeling seluruh kabel dan port. (8) Konfigurasi MikroTik: IP addressing, VLAN interface, DHCP, DNS, NAT masquerade via wlan1, firewall rules. (9) Konfigurasi switch: VLAN assignment, trunk port, STP (jika diperlukan).

Pemeriksaan: (10) Cable test seluruh kabel menggunakan cable tester. (11) Ping test intra-VLAN, inter-VLAN, dan ke internet. (12) Traceroute untuk verifikasi routing path. (13) Bandwidth test untuk verifikasi performa.

Penyelesaian: (14) Export konfigurasi backup (.rsc). (15) Screenshot seluruh hasil pengujian. (16) Susun laporan pengujian dan commissioning report. (17) Handover ke tim support.

Langkah 4 — Simulasi Aktivitas

Aspek Simulasi Deskripsi
Setting Lab jaringan disulap menjadi Client Site — Kantor Cabang CV Maju Bersama
Peran Siswa Tim Field Engineer dari PT Satya Network (4–5 orang/tim): Team Leader, Cable Technician (2), Device Installer/Configurator, QC/Documenter
Skenario Tim deployment tiba di lokasi kantor cabang baru. Perangkat sudah dikirim dari staging area. Tim harus memasang seluruh perangkat, melakukan full cabling, konfigurasi lengkap (VLAN, DHCP, NAT via wlan1, firewall), menguji konektivitas, dan menyerahkan laporan commissioning kepada Project Manager. Deadline: 3 pertemuan (22 JP).
Kerja Tim Team Leader: koordinasi, review checklist. Cable Technician: cabling, crimping, labeling. Configurator: konfigurasi MikroTik dan switch. QC/Documenter: testing, dokumentasi, laporan.
Target Waktu Instalasi fisik: 8 JP. Konfigurasi: 8 JP. Pengujian & laporan: 6 JP.

Langkah 5 — Hasil Kerja

Aktivitas Praktik Output/Produk Format Standar Keberhasilan
Instalasi fisik perangkat Perangkat terpasang + foto dokumentasi Foto (.jpg) dari 3 sudut Rapi, terlabel, kabel ter-manage, lolos cable test 100%
Konfigurasi perangkat File konfigurasi MikroTik + konfigurasi switch .rsc + .txt / screenshot Seluruh konfigurasi sesuai spesifikasi, VLAN/DHCP/NAT/firewall aktif
Pengujian konektivitas Screenshot hasil ping, traceroute, bandwidth test Screenshot (.png) Ping 100% sukses, traceroute benar, bandwidth ≥ 50% kapasitas link
Laporan pengujian & commissioning Laporan Pengujian Jaringan + Commissioning Report .docx Struktur lengkap, data akurat, analisis ada, rekomendasi spesifik

Langkah 6 — Penilaian Kompetensi

Dimensi Aspek yang Dinilai Teknik Penilaian Bobot
Pengetahuan (20%) IP addressing/subnetting, konsep VLAN, NAT, DHCP, standar cabling Pre-test tertulis (10 soal pilihan ganda + 3 uraian) 20%
Keterampilan (60%) Kualitas instalasi fisik, kebenaran konfigurasi, keberhasilan pengujian, kualitas laporan Observasi + checklist kinerja + rubrik produk 60%
Sikap Kerja (20%) K3LH, kerapian kabel, labeling, kerja tim, dokumentasi, ketepatan waktu Observasi sikap + jurnal refleksi 20%

Unit 4: Dukungan Pasca-Instalasi & Evaluasi

Langkah 1 — Identifikasi Pekerjaan Nyata

Aspek Deskripsi
Pekerjaan Nyata Post-deployment support: dokumentasi, handover, troubleshooting, monitoring kinerja, dan perencanaan maintenance
Jabatan di Industri NOC Technician, IT Support Engineer, Network Administrator, Technical Writer
Tugas & Tanggung Jawab Menyusun dokumentasi as-built, membuat user guide untuk end-user, menerima dan menyelesaikan tiket trouble, melakukan monitoring kinerja jaringan, menyusun jadwal maintenance preventif, mengevaluasi performa perangkat dan merekomendasikan upgrade

Langkah 2 — Kemampuan yang Dibutuhkan

Dimensi Kemampuan
Pengetahuan (P) Struktur dokumentasi teknis (as-built, user guide), metode troubleshooting (top-down, bottom-up, divide-and-conquer), parameter kinerja jaringan (latency, packet loss, throughput, uptime), konsep maintenance preventif
Keterampilan (K) Menyusun dokumen teknis yang terstruktur, mendiagnosis dan menyelesaikan gangguan jaringan berdasarkan tiket, mengoperasikan tools monitoring (Winbox traffic monitor, SNMP, log), menganalisis trend data kinerja, membuat jadwal maintenance
Sikap Kerja (S) Kesabaran dan komunikasi yang baik saat berinteraksi dengan pengguna non-teknis, kedisiplinan dalam pencatatan tiket dan resolusi, proaktif dalam mengidentifikasi potensi masalah, akuntabilitas terhadap SLA (Service Level Agreement)

Langkah 3 — Langkah Kerja Sistematis

Persiapan: (1) Kumpulkan seluruh data konfigurasi aktual dan hasil pengujian dari tim deployment. (2) Siapkan template dokumentasi as-built dan user guide.

Proses: (3) Susun dokumentasi as-built: topologi aktual, tabel IP, tabel VLAN, daftar perangkat dengan serial number. (4) Susun user guide: prosedur dasar yang perlu diketahui pengguna (cara cek koneksi, siapa yang dihubungi jika bermasalah, restart prosedur). (5) Lakukan handover kepada pengguna/klien — jelaskan dokumentasi dan prosedur. (6) Terima dan proses tiket keluhan pengguna. (7) Lakukan troubleshooting secara sistematis. (8) Monitor kinerja jaringan selama periode observasi (min. 1 minggu simulasi).

Pemeriksaan: (9) Analisis data monitoring — identifikasi anomali atau trend negatif. (10) Evaluasi apakah kinerja memenuhi SLA yang ditetapkan.

Penyelesaian: (11) Susun laporan evaluasi kinerja. (12) Buat jadwal maintenance preventif. (13) Presentasi hasil evaluasi dan rekomendasi kepada supervisor.

Langkah 4 — Simulasi Aktivitas

Aspek Simulasi Deskripsi
Setting Lab jaringan disulap menjadi NOC (Network Operations Center) + Help Desk
Peran Siswa Tim Support & Monitoring PT Satya Network (4–5 orang/tim): Technical Writer, Help Desk Operator, NOC Technician, Support Engineer, Report Analyst
Skenario Setelah deployment di CV Maju Bersama selesai, tim support mengambil alih. Tugas: (a) Susun dokumentasi as-built dan user guide. (b) Guru memberikan 3 tiket trouble simulasi (contoh: "VLAN Finance tidak bisa akses internet", "PC baru di HRD tidak mendapat IP", "Latency tinggi saat jam sibuk"). Tim harus menyelesaikan tiket dalam waktu yang ditentukan. (c) Analisis data monitoring (guru memberikan data simulasi traffic 1 minggu). (d) Susun laporan evaluasi dan jadwal maintenance.
Kerja Tim Technical Writer: susun as-built dan user guide. Help Desk: terima dan catat tiket. NOC Technician & Support Engineer: troubleshooting. Report Analyst: analisis monitoring dan susun laporan evaluasi.
Target Waktu Dokumentasi: 6 JP. Troubleshooting 3 tiket: 6 JP (maks. 30 menit/tiket). Evaluasi & laporan: 6 JP.

Langkah 5 — Hasil Kerja

Aktivitas Praktik Output/Produk Format Standar Keberhasilan
Penyusunan dokumentasi as-built Dokumen As-Built Network .docx/.pdf Topologi akurat, tabel konfigurasi lengkap, daftar perangkat dgn SN
Penyusunan user guide User Guide Jaringan .docx/.pdf Bahasa non-teknis, prosedur restart, contact support, FAQ minimal 5 item
Troubleshooting tiket Laporan Insiden per tiket .docx Akar masalah teridentifikasi, solusi terdokumentasi, waktu resolusi ≤ 30 menit
Monitoring & evaluasi kinerja Laporan Evaluasi Kinerja Jaringan + Jadwal Maintenance .docx + .xlsx Parameter (latency, packet loss, uptime) dianalisis, rekomendasi spesifik, jadwal maintenance 3 bulan ke depan
Presentasi Presentasi evaluasi kinerja .pptx / verbal Presentasi < 15 menit, data-driven, rekomendasi actionable

Langkah 6 — Penilaian Kompetensi

Dimensi Aspek yang Dinilai Teknik Penilaian Bobot
Pengetahuan (20%) Metode troubleshooting, parameter kinerja jaringan, konsep maintenance preventif Pre-test tertulis/lisan 20%
Keterampilan (60%) Kualitas dokumentasi, kecepatan dan ketepatan troubleshooting, kualitas analisis monitoring, kelengkapan jadwal maintenance Rubrik produk + observasi troubleshooting + checklist 60%
Sikap Kerja (20%) Komunikasi dengan end-user, pencatatan tiket, ketelitian dokumentasi, kerja tim, proaktif Observasi + jurnal refleksi 20%

Tabel Transformasi Terintegrasi — Seluruh Unit

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
1 TP-1.1, TP-1.2, TP-1.3 Site survey & needs assessment oleh Pre-Sales Engineer P: Spesifikasi perangkat, perhitungan bandwidth. K: Wawancara klien, analisis komparasi, penyusunan TRS. S: Ketelitian, komunikasi, objektivitas Site visit → analisis data → komparasi vendor → penyusunan TRS → presentasi Tim Pre-Sales menerima brief dari klien (guru), melakukan site survey, menyusun TRS, presentasi rekomendasi Formulir site survey, tabel komparasi, dokumen TRS (.docx), slide presentasi P 20%: pre-test. K 60%: rubrik produk + presentasi. S 20%: observasi
2 TP-2.1, TP-2.2 Receiving & staging oleh IT Asset Manager P: Prosedur penerimaan, firmware update. K: Verifikasi PO, pre-config, pencatatan aset. S: Ketelitian, ESD awareness, kedisiplinan Terima barang → cocokkan PO → inspeksi → update firmware → pre-config → labeling → staging report Tim Warehouse menerima kiriman 5 perangkat, memproses staging lengkap, melaporkan ke PM Formulir penerimaan, spreadsheet inventaris (.xlsx), perangkat ter-staging (.rsc), staging form P 20%: pre-test lisan. K 60%: checklist + verifikasi perangkat. S 20%: observasi
3 TP-3.1, TP-3.2, TP-3.3 Network deployment oleh Field Engineer P: Standar cabling, IP/VLAN/NAT/DHCP. K: Pemasangan fisik, konfigurasi MikroTik & switch, pengujian. S: K3LH, kerapian, kerja tim, dokumentasi Pasang fisik → cabling → config → test → commissioning report Tim Field Engineer mendeploy jaringan kantor cabang 3 VLAN, full config (NAT via wlan1), test & laporan Foto instalasi, file .rsc, screenshot test, laporan pengujian (.docx) P 20%: pre-test tertulis. K 60%: observasi + checklist + rubrik. S 20%: observasi sikap
4 TP-4.1, TP-4.2, TP-4.3 Post-deployment support oleh NOC Technician P: Metode troubleshooting, parameter monitoring, maintenance. K: Dokumentasi, troubleshooting tiket, analisis monitoring. S: Komunikasi, pencatatan, proaktif Susun as-built → user guide → handover → troubleshoot tiket → monitoring → evaluasi → jadwal maintenance Tim NOC & Help Desk: susun dokumentasi, selesaikan 3 tiket trouble, analisis monitoring 1 minggu, presentasi evaluasi As-built (.docx), user guide (.pdf), laporan insiden, laporan evaluasi (.docx), jadwal maintenance (.xlsx) P 20%: pre-test. K 60%: rubrik + observasi troubleshooting. S 20%: observasi + refleksi

Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum Contoh Salah Perbaikan
Aktivitas masih teoritis "Menjelaskan fungsi VLAN dan trunking" "Mengkonfigurasi 3 VLAN pada switch managed dan memverifikasi segmentasi dengan ping test antar-VLAN"
Tidak menghasilkan output "Diskusi kelompok tentang prosedur site survey" "Melakukan site survey → mengisi formulir → menyusun dokumen TRS (.docx) → presentasi ke klien"
Tidak ada standar penilaian "Kerjakan instalasi perangkat jaringan" "Pasang 2 switch dan 1 router sesuai topologi, labeling seluruh kabel, konfigurasi 3 VLAN + DHCP + NAT via wlan1, ping test 100% sukses, laporan .docx maks 90 menit"
Tidak menyerupai dunia kerja "Menjawab soal pilihan ganda tentang IP addressing" "Simulasi: siswa sebagai Field Engineer menerima Work Order, mendeploy jaringan kantor cabang, menyerahkan commissioning report ke Project Manager"
KKO ambigu "Memahami konsep NAT" "Mengkonfigurasi NAT masquerade pada MikroTik (out-interface=wlan1) dan memverifikasi akses internet dari 3 VLAN"
Hanya menilai pengetahuan "Ujian tertulis tentang topologi jaringan" "Penilaian 3 dimensi: Pengetahuan 20% (pre-test) + Keterampilan 60% (rubrik produk + observasi) + Sikap Kerja 20% (observasi + refleksi)"
Mengabaikan konteks infrastruktur "Konfigurasi NAT pada ether1" "Konfigurasi NAT masquerade pada out-interface wlan1 (wireless station mode) sesuai infrastruktur SMK SBI"

Catatan Pengembangan

  1. Integrasi sertifikasi industri: Materi Unit 3 dan 4 dapat diperkaya dengan alignment terhadap kompetensi MTCNA (MikroTik Certified Network Associate) khususnya modul DHCP, Firewall, dan Wireless, sehingga siswa memiliki exposure terhadap standar sertifikasi industri sejak kelas XI.
  2. Pengembangan skenario bertingkat: Untuk diferensiasi, sediakan skenario level Basic (1 router + 1 switch + 2 VLAN), Intermediate (seperti yang ada sekarang: 1 router + 2 switch + 3 VLAN), dan Advanced (tambahkan failover link, bandwidth management, hotspot gateway) agar siswa dengan kemampuan berbeda mendapat tantangan yang sesuai.
  3. Kolaborasi lintas elemen CP: Unit 1 (Analisis Kebutuhan) idealnya diintegrasikan dengan elemen CP "Merancang Pengalamatan Jaringan" dan "Menentukan Spesifikasi Perangkat Jaringan" yang sudah Kang kerjakan sebelumnya, sehingga terbentuk satu proyek besar yang utuh dari planning hingga post-deployment.
  4. Digital portfolio: Seluruh output produk siswa (formulir site survey, TRS, file .rsc, laporan pengujian, as-built, evaluasi kinerja) dapat dikompilasi menjadi Digital Portfolio yang dibawa saat wawancara PKL atau rekrutmen kerja — ini menjadi bukti kompetensi nyata yang jauh lebih kuat daripada transkrip nilai.
  5. Penguatan aspek keamanan jaringan: Pada iterasi berikutnya, tambahkan sub-skenario di Unit 3 dan Unit 4 yang melibatkan konfigurasi firewall lanjutan (port forwarding, address list, connection tracking) dan security audit pasca-instalasi, agar aspek keamanan tidak hanya berhenti di "firewall filter rules dasar."