J.611000.012.02: modul praktik
BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE F: MENGKONFIGURASI SWITCH PADA JARINGAN
1.1 Identifikasi Elemen CP
CP "Mengkonfigurasi Switch pada Jaringan" mengandung satu kata kerja utama (anchor verb) "Mengkonfigurasi" yang berada pada level C3 (Menerapkan/Applying) dalam Taksonomi Bloom Revisi. Objek pengetahuan utamanya adalah Switch dan konteks penerapannya adalah pada Jaringan (jaringan komputer lokal/LAN).
Namun kata "Mengkonfigurasi Switch pada Jaringan" merupakan kompetensi payung (umbrella competency) yang secara implisit mencakup rangkaian kompetensi prasyarat (sebelum konfigurasi), kompetensi inti (saat konfigurasi), dan kompetensi lanjutan (setelah konfigurasi). Berikut uraian sub-elemen yang dapat diekstraksi:
| Sub-Elemen | Deskripsi |
|---|---|
| SE-1: Pemilihan & Spesifikasi Switch | Mengidentifikasi jenis switch (managed/unmanaged, L2/L3), memahami spesifikasi teknis, dan menentukan switch yang sesuai kebutuhan jaringan |
| SE-2: Instalasi Fisik Switch | Memasang switch pada rack/topologi, menghubungkan kabel UTP/SFP antar perangkat, menerapkan prosedur K3LH |
| SE-3: Konfigurasi Dasar Switch | Mengkonfigurasi hostname, password console/enable/VTY, banner MOTD, SSH, dan manajemen switch dasar |
| SE-4: Konfigurasi VLAN | Membuat VLAN, menetapkan port ke VLAN (access port), memverifikasi VLAN database |
| SE-5: Konfigurasi Trunk & Inter-VLAN | Mengkonfigurasi trunk port, allowed VLAN, native VLAN, serta inter-VLAN routing (Router-on-a-Stick / SVI) |
| SE-6: Konfigurasi Keamanan Switch | Mengkonfigurasi port security (sticky MAC, violation mode), DHCP Snooping, dan proteksi akses |
| SE-7: Konfigurasi STP | Mengkonfigurasi Spanning Tree Protocol untuk mencegah loop, menentukan root bridge, dan memverifikasi konvergensi |
| SE-8: Pengujian & Troubleshooting Switch | Menguji konektivitas antar-VLAN, mendiagnosis masalah konfigurasi, menggunakan perintah verifikasi (show vlan, show interfaces trunk, show spanning-tree) |
| SE-9: Dokumentasi Konfigurasi Switch | Menyusun dokumentasi teknis konfigurasi switch, membuat backup konfigurasi, dan menyusun laporan implementasi |
1.2 Ekstraksi KKO dan Level Bloom
| No | KKO yang Terkandung | Level Bloom | Tipe Pengetahuan | Konteks Penerapan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi (jenis/spesifikasi switch) | C1 — Mengingat | Faktual | Pemilihan perangkat sesuai kebutuhan jaringan |
| 2 | Menjelaskan (fungsi VLAN, STP, trunk) | C2 — Memahami | Konseptual | Pemahaman konsep switching |
| 3 | Menentukan (spesifikasi & jenis switch) | C3 — Menerapkan | Prosedural | Perencanaan pengadaan switch |
| 4 | Mengkonfigurasi (VLAN, trunk, port security, STP) | C3 — Menerapkan | Prosedural | Implementasi konfigurasi pada switch |
| 5 | Menguji (konektivitas, fungsi VLAN, STP) | C4 — Menganalisis | Prosedural | Verifikasi pasca-konfigurasi |
| 6 | Mendiagnosis (error konfigurasi, loop, port violation) | C4 — Menganalisis | Metakognitif | Troubleshooting masalah switch |
| 7 | Mengevaluasi (efektivitas segmentasi VLAN, keamanan port) | C5 — Mengevaluasi | Metakognitif | Quality assurance konfigurasi |
| 8 | Merancang (skema VLAN & topologi switched network) | C6 — Mencipta | Metakognitif | Desain jaringan berbasis switch |
1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi
| No | Elemen CP | Kompetensi Spesifik | Level Bloom | Tipe Pengetahuan | Prasyarat |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | SE-1 | Mengidentifikasi jenis switch (managed/unmanaged, L2/L3) dan spesifikasi teknis (port count, backplane speed, PoE) | C1 — Mengingat | Faktual | Pengetahuan dasar perangkat jaringan |
| 2 | SE-1 | Menjelaskan perbedaan fungsi switch L2 vs L3 dan mekanisme frame switching (MAC address table, forwarding) | C2 — Memahami | Konseptual | Kompetensi No. 1 |
| 3 | SE-1 | Menentukan spesifikasi switch berdasarkan Network Requirement Document (NRD) | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 1–2 |
| 4 | SE-2 | Memasang switch pada rack dan menghubungkan kabel sesuai topologi dengan prosedur K3LH | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 3 + Kompetensi kabel jaringan |
| 5 | SE-3 | Mengkonfigurasi parameter dasar switch (hostname, password, SSH, banner) via CLI | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 4 |
| 6 | SE-4 | Mengkonfigurasi VLAN: membuat VLAN, menetapkan port access, memverifikasi VLAN database | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 5 |
| 7 | SE-5 | Mengkonfigurasi trunk port: trunking protocol, allowed VLAN, native VLAN | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 6 |
| 8 | SE-5 | Mengkonfigurasi inter-VLAN routing menggunakan Router-on-a-Stick atau SVI pada L3 switch | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 7 |
| 9 | SE-6 | Mengkonfigurasi port security (sticky MAC, maximum MAC, violation mode) | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 6 |
| 10 | SE-7 | Mengkonfigurasi STP: root bridge priority, PortFast, BPDU Guard | C3 — Menerapkan | Prosedural | Kompetensi No. 7 |
| 11 | SE-8 | Menguji dan mendiagnosis masalah konfigurasi switch menggunakan perintah show dan debug | C4 — Menganalisis | Metakognitif | Kompetensi No. 5–10 |
| 12 | SE-8 | Mengevaluasi efektivitas implementasi VLAN, trunk, dan keamanan switch terhadap kebutuhan jaringan | C5 — Mengevaluasi | Metakognitif | Kompetensi No. 11 |
| 13 | SE-9 | Merancang skema VLAN dan topologi switched network lengkap untuk skenario jaringan multi-departemen | C6 — Mencipta | Metakognitif | Kompetensi No. 1–12 |
1.4 Dimensi Profil Lulusan yang Relevan
| Dimensi | Relevansi dengan CP |
|---|---|
| Penalaran Kritis | Menganalisis kebutuhan segmentasi VLAN, mendiagnosis masalah switching, mengevaluasi desain jaringan |
| Kemandirian | Mengkonfigurasi switch secara mandiri sesuai SOP tanpa panduan step-by-step |
| Kolaborasi | Bekerja dalam tim deployment sebagai Network Technician, berkoordinasi dengan tim lain saat implementasi |
| Kreativitas | Merancang skema VLAN yang efisien dan solusi troubleshooting yang inovatif |
| Komunikasi | Menyusun dokumentasi teknis, mempresentasikan hasil konfigurasi, berkomunikasi dengan client |
1.5 Kritik terhadap TP yang Diajukan
TP yang diajukan oleh guru:
- Menentukan Spesifikasi Switch
- Memilih Switch yang Tepat
- Memasang Switch
- Menguji Switch pada Jaringan
Diagnosis:
TP yang diajukan mengandung beberapa kelemahan fundamental yang perlu diperbaiki sebelum dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran:
Pertama, keempat TP hanya menyentuh tahap pra-konfigurasi (TP 1–3) dan pasca-konfigurasi (TP 4), sementara inti CP yaitu "mengkonfigurasi" justru tidak tercakup sama sekali. Tidak ada TP yang membahas konfigurasi VLAN, trunk, STP, port security, maupun inter-VLAN routing — padahal inilah substansi utama CP.
Kedua, seluruh TP berada pada level C1–C3 (LOTS) tanpa ada satupun TP level C4 (MOTS) maupun C5–C6 (HOTS). Distribusi taksonomi sepenuhnya rendah, tidak memenuhi standar minimal LOTS 25–30% / MOTS 45–50% / HOTS 20–25%.
Ketiga, tidak ada satupun TP yang menggunakan format ABCD (Audience – Behavior – Condition – Degree). Rumusan bersifat umum tanpa kondisi pengerjaan, tanpa kriteria keberhasilan, dan tanpa batasan waktu.
Keempat, TP 1 ("Menentukan Spesifikasi Switch") dan TP 2 ("Memilih Switch yang Tepat") secara substansi tumpang tindih — menentukan spesifikasi sudah mencakup proses pemilihan.
Kesimpulan: Seluruh TP perlu direformulasi total, bukan sekadar diperbaiki, karena fondasi kompetensi inti CP (konfigurasi switch) tidak terwakili.
BAGIAN 2 — PERUMUSAN TP SMART (ABCD)
Berdasarkan analisis CP di Bagian 1, berikut TP yang telah direformulasi dengan format SMART-ABCD, mencakup distribusi LOTS 27% / MOTS 46% / HOTS 27% — sesuai dengan anchor verb "Mengkonfigurasi" yang memungkinkan penekanan lebih besar pada HOTS.
| Kode TP | Rumusan TP (ABCD) | KKO | Level Bloom | Kategori | Est. JP | Elemen CP |
|---|---|---|---|---|---|---|
| TP-1.1 | Peserta didik (A) mampu mengidentifikasi (B) jenis, fungsi, dan spesifikasi teknis switch managed/unmanaged serta switch Layer 2/Layer 3 (B) berdasarkan datasheet vendor dan Network Requirement Document (C) dengan ketepatan minimal 80% pada lembar identifikasi (D) | Mengidentifikasi | C1 | LOTS | 4 JP | SE-1 |
| TP-1.2 | Peserta didik (A) mampu menentukan (B) spesifikasi dan jumlah switch yang dibutuhkan untuk skenario jaringan multi-departemen (B) berdasarkan analisis NRD dan denah ruangan (C) menghasilkan dokumen Bill of Quantity (BoQ) switch dengan justifikasi teknis yang valid (D) | Menentukan | C3 | LOTS | 4 JP | SE-1 |
| TP-1.3 | Peserta didik (A) mampu memasang (B) switch pada rack/topologi dan menghubungkan kabel UTP/SFP antar-perangkat sesuai diagram topologi (B) menggunakan peralatan instalasi standar dengan menerapkan prosedur K3LH (C) dengan seluruh koneksi fisik berfungsi normal (link up) dan terdokumentasi dalam label port (D) | Memasang | C3 | LOTS | 4 JP | SE-2 |
| TP-2.1 | Peserta didik (A) mampu mengkonfigurasi (B) parameter dasar switch meliputi hostname, password (console/enable/VTY), banner MOTD, dan akses SSH (B) menggunakan CLI pada Cisco Packet Tracer atau switch fisik (C) dengan seluruh parameter aktif dan dapat diverifikasi melalui perintah show running-config (D) | Mengkonfigurasi | C3 | MOTS | 6 JP | SE-3 |
| TP-2.2 | Peserta didik (A) mampu mengkonfigurasi (B) VLAN pada switch meliputi pembuatan VLAN, pemberian nama, dan penetapan port access ke VLAN yang sesuai (B) menggunakan CLI pada switch managed berdasarkan skema VLAN yang diberikan (C) dengan seluruh port terdaftar pada VLAN yang benar, diverifikasi melalui show vlan brief (D) | Mengkonfigurasi | C3 | MOTS | 8 JP | SE-4 |
| TP-2.3 | Peserta didik (A) mampu mengkonfigurasi (B) trunk link antar-switch meliputi trunk port, allowed VLAN, dan native VLAN (B) menggunakan CLI pada topologi multi-switch di Cisco Packet Tracer (C) dengan trunk beroperasi aktif dan hanya membawa VLAN yang diizinkan, diverifikasi melalui show interfaces trunk (D) | Mengkonfigurasi | C3 | MOTS | 6 JP | SE-5 |
| TP-2.4 | Peserta didik (A) mampu mengkonfigurasi (B) inter-VLAN routing menggunakan metode Router-on-a-Stick (sub-interface) atau SVI pada Layer 3 switch (B) pada topologi jaringan multi-VLAN di Cisco Packet Tracer (C) dengan host antar-VLAN dapat saling berkomunikasi, dibuktikan melalui ping test dan traceroute (D) | Mengkonfigurasi | C3 | MOTS | 8 JP | SE-5 |
| TP-2.5 | Peserta didik (A) mampu mengkonfigurasi (B) port security pada switch meliputi sticky MAC address, maximum MAC address, dan violation mode (shutdown/restrict/protect) (B) pada skenario keamanan jaringan di Cisco Packet Tracer (C) dengan port violation terdeteksi dan tercatat, diverifikasi melalui show port-security (D) | Mengkonfigurasi | C3 | MOTS | 6 JP | SE-6 |
| TP-2.6 | Peserta didik (A) mampu mengkonfigurasi (B) Spanning Tree Protocol (STP) meliputi penentuan root bridge priority, PortFast pada access port, dan BPDU Guard (B) pada topologi redundant link di Cisco Packet Tracer (C) dengan root bridge terpilih sesuai perencanaan dan loop dicegah, diverifikasi melalui show spanning-tree (D) | Mengkonfigurasi | C3 | MOTS | 6 JP | SE-7 |
| TP-3.1 | Peserta didik (A) mampu mendiagnosis (B) masalah konfigurasi switch (VLAN mismatch, trunk failure, port security violation, STP loop) (B) berdasarkan tiket gangguan simulasi dan output perintah show/debug (C) dengan mengidentifikasi root cause secara tepat dan menerapkan solusi perbaikan dalam waktu maksimal 30 menit per kasus (D) | Mendiagnosis | C4 | HOTS | 8 JP | SE-8 |
| TP-3.2 | Peserta didik (A) mampu mengevaluasi (B) efektivitas implementasi VLAN, trunk, port security, dan STP pada jaringan switched (B) dengan membandingkan kondisi aktual terhadap standar best practice dan NRD (C) menghasilkan laporan evaluasi yang memuat temuan, rekomendasi perbaikan, dan justifikasi teknis (D) | Mengevaluasi | C5 | HOTS | 6 JP | SE-8 |
| TP-3.3 | Peserta didik (A) mampu merancang (B) skema VLAN, topologi switched network, dan konfigurasi keamanan switch secara terintegrasi untuk skenario jaringan perusahaan 4 departemen (B) menggunakan Cisco Packet Tracer berdasarkan studi kasus yang diberikan (C) menghasilkan dokumen desain jaringan lengkap (topologi .pkt, VLAN plan, konfigurasi .txt, dan laporan implementasi .docx) yang memenuhi seluruh requirement (D) | Merancang | C6 | HOTS | 8 JP | SE-4, SE-5, SE-6, SE-7, SE-9 |
Rekapitulasi Distribusi Bloom:
| Kategori | Level | Jumlah TP | Persentase | JP | % JP |
|---|---|---|---|---|---|
| LOTS | C1, C3 (prasyarat) | 3 TP (TP-1.1, 1.2, 1.3) | 27% | 12 JP | 16% |
| MOTS | C3 (konfigurasi inti) | 6 TP (TP-2.1 s.d. 2.6) | 46% | 40 JP | 54% |
| HOTS | C4, C5, C6 | 3 TP (TP-3.1, 3.2, 3.3) | 27% | 22 JP | 30% |
| TOTAL | 12 TP | 100% | 74 JP | 100% |
Catatan: Total 74 JP setara dengan ±9 minggu efektif (8 JP/minggu), mencukupi untuk satu semester. Jika alokasi waktu perlu disesuaikan, JP per-TP dapat direduksi pada unit konfigurasi dasar.
BAGIAN 3 — PENYUSUNAN ATP LINEAR
3.1 Pengelompokan Unit
| Unit | Nama Unit | TP yang Tercakup | Total JP |
|---|---|---|---|
| Unit 1 | Perencanaan & Instalasi Switch | TP-1.1, TP-1.2, TP-1.3 | 12 JP |
| Unit 2 | Konfigurasi Dasar & VLAN Switch | TP-2.1, TP-2.2 | 14 JP |
| Unit 3 | Konfigurasi Trunk & Inter-VLAN Routing | TP-2.3, TP-2.4 | 14 JP |
| Unit 4 | Konfigurasi Keamanan & STP | TP-2.5, TP-2.6 | 12 JP |
| Unit 5 | Troubleshooting, Evaluasi & Desain Switched Network | TP-3.1, TP-3.2, TP-3.3 | 22 JP |
3.2 Tabel ATP
| Sem | Unit | Kode TP | Rumusan Singkat | JP | Asesmen | Tagihan Produk |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Unit 1: Perencanaan & Instalasi Switch | TP-1.1 | Mengidentifikasi jenis & spesifikasi switch (managed/unmanaged, L2/L3) | 4 | Diagnostik + Formatif | Lembar identifikasi switch terisi lengkap |
| 1 | TP-1.2 | Menentukan spesifikasi switch berdasarkan NRD untuk jaringan multi-departemen | 4 | Formatif (produk) | Dokumen Bill of Quantity (BoQ) switch + justifikasi | |
| 1 | TP-1.3 | Memasang switch pada rack dan menghubungkan kabel sesuai topologi + K3LH | 4 | Formatif (kinerja) | Foto dokumentasi instalasi + label port | |
| 1 | Unit 2: Konfigurasi Dasar & VLAN | TP-2.1 | Mengkonfigurasi parameter dasar switch (hostname, password, SSH, banner) | 6 | Formatif (kinerja) | Screenshot show running-config + file .pkt |
| 1 | TP-2.2 | Mengkonfigurasi VLAN (create, name, assign access port) | 8 | Formatif (produk + kinerja) | File .pkt + screenshot show vlan brief | |
| 1 | Unit 3: Trunk & Inter-VLAN Routing | TP-2.3 | Mengkonfigurasi trunk port, allowed VLAN, native VLAN | 6 | Formatif (kinerja) | File .pkt + screenshot show interfaces trunk |
| 1 | TP-2.4 | Mengkonfigurasi inter-VLAN routing (Router-on-a-Stick / SVI) | 8 | Formatif (produk + kinerja) | File .pkt + bukti ping antar-VLAN | |
| 1 | Unit 4: Keamanan & STP | TP-2.5 | Mengkonfigurasi port security (sticky MAC, violation mode) | 6 | Formatif (kinerja) | File .pkt + screenshot show port-security |
| 1 | TP-2.6 | Mengkonfigurasi STP (root bridge priority, PortFast, BPDU Guard) | 6 | Formatif (kinerja) | File .pkt + screenshot show spanning-tree | |
| 1 | Unit 5: Troubleshooting, Evaluasi & Desain | TP-3.1 | Mendiagnosis masalah konfigurasi switch (VLAN mismatch, trunk failure, port violation, loop) | 8 | Sumatif (kinerja) | Laporan troubleshooting per kasus (.docx) |
| 1 | TP-3.2 | Mengevaluasi efektivitas implementasi VLAN, trunk, port security, STP | 6 | Sumatif (produk) | Laporan evaluasi jaringan + rekomendasi | |
| 1 | TP-3.3 | Merancang skema VLAN & topologi switched network terintegrasi untuk perusahaan 4 departemen | 8 | Sumatif (proyek) | Paket desain lengkap: topologi .pkt, VLAN plan, konfigurasi .txt, laporan .docx |
3.3 Narasi Justifikasi Urutan ATP
Urutan ATP ini disusun mengikuti production flow seorang Network Engineer saat melakukan deployment switch pada jaringan perusahaan baru. Dalam industri, seorang Network Engineer tidak langsung mengkonfigurasi switch — ia terlebih dahulu menganalisis kebutuhan (NRD), menentukan spesifikasi perangkat yang akan digunakan, dan menyusun Bill of Quantity sebagai dasar pengadaan. Setelah perangkat tersedia, teknisi melakukan instalasi fisik (racking, cabling, labeling) sebelum konfigurasi dimulai. Alur inilah yang direplikasi dalam Unit 1.
Unit 2 dan 3 merepresentasikan tahap implementasi konfigurasi yang mengikuti prinsip bottom-up: konfigurasi dasar switch harus selesai terlebih dahulu (hostname, password, SSH) sebelum VLAN dapat dibuat, dan VLAN harus ada sebelum trunk link dikonfigurasi. Inter-VLAN routing menjadi puncak Unit 3 karena mensyaratkan pemahaman VLAN dan trunking secara simultan. Urutan ini mencerminkan alur kerja real di mana switch baru di-deploy secara bertahap dari konfigurasi dasar menuju segmentasi jaringan.
Unit 4 (keamanan dan STP) ditempatkan setelah konfigurasi VLAN dan trunk karena dalam praktik industri, hardening dan optimasi dilakukan setelah fungsi dasar berjalan. Port security membutuhkan port yang sudah di-assign ke VLAN, dan STP membutuhkan topologi multi-switch yang sudah ter-trunk. Unit 5 menjadi kulminasi seluruh CP — siswa harus menguasai semua kompetensi sebelumnya untuk dapat men-troubleshoot, mengevaluasi, dan akhirnya merancang sendiri switched network secara utuh. Ini mencerminkan posisi Senior Network Engineer yang tidak hanya mengkonfigurasi tetapi juga mendesain dan mengevaluasi.
Seluruh unit bersifat prasyarat linear: Unit 2 tidak bisa dikerjakan tanpa Unit 1, Unit 3 tidak bisa tanpa Unit 2, dan seterusnya. Dokumen NRD dan topologi yang dihasilkan di unit-unit sebelumnya digunakan kembali (carry forward) di unit berikutnya — sesuai prinsip portfolio berbasis proyek.
BAGIAN 4 — DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI
Unit Fokus: Unit 3 — Konfigurasi Trunk & Inter-VLAN Routing
Unit 3 dipilih karena merupakan titik kritis di mana siswa harus mengintegrasikan pemahaman VLAN (Unit 2) dengan konfigurasi trunk dan routing, yang merupakan kompetensi inti seorang Network Engineer. Kegagalan di unit ini akan berdampak pada seluruh unit selanjutnya.
4.1 Identitas Modul
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Penyusun | Guru Pengampu AIJ, SMK Satya Bhakti Ilmu |
| Satuan Pendidikan | SMK Satya Bhakti Ilmu (SMK SBI), Grobogan, Jawa Tengah |
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas XI |
| Mata Pelajaran | Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ) |
| Unit Pembelajaran | Unit 3 — Konfigurasi Trunk & Inter-VLAN Routing |
| Alokasi Waktu | 14 JP (2 minggu × 8 JP, sisa 2 JP untuk review/remedial) |
| Target Peserta Didik | Peserta didik kelas XI TKJ yang telah menyelesaikan Unit 2 (VLAN) |
| Model Pembelajaran | Teaching Factory (TEFA) + Project-Based Learning (PjBL) |
| Profil Lulusan | Penalaran Kritis, Kemandirian, Kolaborasi, Komunikasi |
4.2 Komponen Inti
Tujuan Pembelajaran:
- TP-2.3: Mengkonfigurasi trunk link antar-switch (trunk port, allowed VLAN, native VLAN)
- TP-2.4: Mengkonfigurasi inter-VLAN routing (Router-on-a-Stick / SVI)
Pemahaman Bermakna: Dalam jaringan perusahaan nyata, segmentasi VLAN tidak akan berfungsi optimal tanpa trunk link yang menghubungkan switch-switch di berbagai lokasi dan tanpa mekanisme routing yang memungkinkan komunikasi antar-departemen. Kemampuan ini menjadi kompetensi wajib bagi setiap Network Technician yang menangani deployment jaringan kantor.
Pertanyaan Pemantik:
- "Jika sebuah perusahaan memiliki 3 switch di 3 lantai berbeda, masing-masing memiliki VLAN yang sama (VLAN 10-Keuangan, VLAN 20-HRD), bagaimana caranya agar PC di VLAN 10 lantai 1 bisa berkomunikasi dengan PC di VLAN 10 lantai 3?"
- "Mengapa siswa di VLAN Lab-TKJ tidak bisa mengakses printer yang ada di VLAN Guru, padahal sama-sama terhubung ke jaringan sekolah?"
- "Apa yang terjadi jika semua port antar-switch dikonfigurasi sebagai access port dan bukan trunk port?"
Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 1–2 (8 JP): Konfigurasi Trunk Link
| Fase | Durasi | Kegiatan |
|---|---|---|
| MINDFUL (Pembuka) | 30 menit | Guru menampilkan topologi jaringan SMK SBI yang memiliki 2 switch di 2 ruangan berbeda (Lab TKJ dan Ruang Guru). Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana caranya agar VLAN yang sama di dua switch bisa saling terhubung?" Siswa diminta mengamati dan menuliskan hipotesis di sticky note. Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka berperan sebagai Network Technician yang mendapat work order: "Hubungkan 2 switch gedung baru agar VLAN 10, 20, 30 bisa diakses dari kedua switch." |
| MEANINGFUL (Inti) | 270 menit | Sesi 1 — Konsep Trunk (45 menit): Guru mendemonstrasikan perbedaan access port vs trunk port menggunakan analogi "jalan tol khusus" vs "jalan umum". Siswa mengamati output show interfaces trunk pada topologi demo. Sesi 2 — Praktik Konfigurasi Trunk (135 menit): Siswa bekerja berpasangan sebagai tim Network Technician. Setiap tim mengkonfigurasi trunk link antara 2 switch menggunakan Cisco Packet Tracer sesuai jobsheet. Langkah: (1) konfigurasi trunk port, (2) set allowed VLAN, (3) set native VLAN, (4) verifikasi dengan show interfaces trunk. Sesi 3 — Troubleshooting Trunk (90 menit): Guru menyiapkan 3 topologi dengan error tersembunyi (native VLAN mismatch, trunk not negotiating, allowed VLAN salah). Setiap tim diminta mendiagnosis dan memperbaiki.
|
| JOYFUL (Penutup) | 60 menit | Setiap tim mempresentasikan hasil konfigurasi trunk (2 menit per tim). Guru memfasilitasi "Gallery Walk" di mana siswa melihat topologi tim lain. Refleksi: siswa menuliskan 3 hal yang dipelajari dan 1 hal yang masih membingungkan. Guru memberikan apresiasi dan preview pertemuan berikutnya tentang inter-VLAN routing. |
Pertemuan 3–4 (6 JP): Konfigurasi Inter-VLAN Routing
| Fase | Durasi | Kegiatan |
|---|---|---|
| MINDFUL (Pembuka) | 20 menit | Review hasil trunk dari pertemuan sebelumnya. Guru memunculkan masalah: "Trunk sudah berhasil, VLAN 10 di Switch A bisa ping ke VLAN 10 di Switch B. Tapi VLAN 10 tetap tidak bisa ping ke VLAN 20. Mengapa?" Siswa berdiskusi berpasangan 3 menit, lalu sharing. Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka naik level menjadi Junior Network Engineer yang menangani inter-VLAN routing. |
| MEANINGFUL (Inti) | 190 menit | Sesi 1 — Konsep Inter-VLAN Routing (30 menit): Guru menjelaskan 2 metode: Router-on-a-Stick (sub-interface pada router) dan SVI (Switch Virtual Interface pada L3 switch). Demonstrasi perbandingan kedua metode. Sesi 2 — Praktik Router-on-a-Stick (90 menit): Setiap tim mengkonfigurasi Router-on-a-Stick sesuai jobsheet: (1) konfigurasi sub-interface di router per VLAN, (2) set encapsulation dot1Q, (3) assign IP gateway per VLAN, (4) verifikasi ping antar-VLAN dan traceroute. Sesi 3 — Praktik SVI pada L3 Switch (70 menit): Tim yang selesai lebih awal melanjutkan ke konfigurasi SVI sebagai metode alternatif. Perbandingan output kedua metode didiskusikan. |
| JOYFUL (Penutup) | 60 menit | Challenge Time: Setiap tim menerima "tiket eskalasi" berisi skenario: "Client VLAN 30 tidak bisa akses server di VLAN 10 setelah migrasi switch. Selesaikan dalam 20 menit." Tim tercepat dengan solusi benar mendapat apresiasi. Refleksi akhir unit: siswa mengisi lembar evaluasi diri tentang penguasaan trunk dan inter-VLAN routing. |
4.3 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD Unit 3: Konfigurasi Trunk & Inter-VLAN Routing
Petunjuk Pengerjaan:
- Kerjakan LKPD ini berpasangan (2 orang per tim).
- Gunakan Cisco Packet Tracer versi 8.x.
- Simpan file .pkt setiap selesai satu tahap.
- Screenshot setiap output verifikasi dan tempelkan pada kolom yang disediakan.
- Waktu pengerjaan: 4 × 45 menit.
Skenario Kontekstual: PT Nusantara Digital — sebuah perusahaan IT di Semarang — baru saja membuka kantor baru 2 lantai. Lantai 1 memiliki Departemen Keuangan (VLAN 10) dan Departemen HRD (VLAN 20). Lantai 2 memiliki Departemen IT (VLAN 30) dan Departemen Marketing (VLAN 20 — sama dengan lantai 1). Setiap lantai menggunakan 1 switch Cisco 2960. Kedua switch harus dihubungkan via trunk agar VLAN yang sama dapat berkomunikasi antar-lantai. Selain itu, seluruh departemen harus bisa saling mengakses melalui inter-VLAN routing menggunakan router Cisco 2911.
Tugas Terstruktur (Scaffolding Bertingkat):
Tahap 1 — Bangun Topologi (Level: Guided) Buat topologi di Packet Tracer sesuai diagram berikut: 2 switch (SW-Lantai1 dan SW-Lantai2), 1 router (R-Gateway), 6 PC (2 per VLAN). Hubungkan: SW-Lantai1 Fa0/24 ↔ SW-Lantai2 Fa0/24 (trunk antar-switch), SW-Lantai1 Gig0/1 ↔ R-Gateway Gig0/0 (trunk ke router). Catat nama perangkat dan interface yang digunakan.
Tahap 2 — Konfigurasi Trunk Antar-Switch (Level: Guided) Pada kedua switch, konfigurasi port Fa0/24 sebagai trunk port. Set allowed VLAN hanya VLAN 10, 20, 30. Set native VLAN = 99. Verifikasi dengan show interfaces fa0/24 switchport dan show interfaces trunk. Screenshot output dan analisis: VLAN apa saja yang di-carry oleh trunk?
Tahap 3 — Konfigurasi Router-on-a-Stick (Level: Semi-Guided) Konfigurasi sub-interface pada router R-Gateway: Gig0/0.10 → VLAN 10, Gig0/0.20 → VLAN 20, Gig0/0.30 → VLAN 30. Tentukan sendiri IP address gateway untuk masing-masing VLAN (subnet /24). Aktifkan interface utama Gig0/0. Verifikasi: ping dari PC VLAN 10 ke PC VLAN 20, dan dari PC VLAN 20 Lantai 1 ke PC VLAN 20 Lantai 2.
Tahap 4 — Troubleshoot & Dokumentasi (Level: Independent) Guru akan memodifikasi salah satu konfigurasi di file .pkt kalian tanpa memberi tahu perubahannya. Tugas: identifikasi masalah, temukan root cause, perbaiki, dan dokumentasikan dalam format laporan troubleshooting.
Refleksi Siswa:
- Apa perbedaan mendasar antara access port dan trunk port dalam konteks pekerjaan nyata?
- Dalam situasi apa Anda akan memilih Router-on-a-Stick dibanding SVI? Jelaskan alasannya.
- Kesalahan apa yang paling sering Anda lakukan saat konfigurasi trunk? Bagaimana cara mencegahnya?
4.4 Jobsheet Praktikum
JOBSHEET PRAKTIKUM UNIT 3 Judul: Konfigurasi Trunk Link dan Inter-VLAN Routing pada Topologi Multi-Switch
A. Tujuan Praktikum: Setelah menyelesaikan praktikum ini, peserta didik mampu mengkonfigurasi trunk port antar-switch dan inter-VLAN routing menggunakan Router-on-a-Stick, dengan seluruh VLAN dapat berkomunikasi antar-switch dan antar-VLAN.
B. Alat dan Bahan:
| No | Alat/Bahan | Spesifikasi | Jumlah |
|---|---|---|---|
| 1 | Komputer/Laptop | Min. RAM 4 GB, prosesor dual-core | 1 per siswa |
| 2 | Cisco Packet Tracer | Versi 8.x (terinstal) | 1 per komputer |
| 3 | Kabel UTP Cat 5e/6 | Straight-through (jika menggunakan perangkat fisik) | 4 buah |
| 4 | Switch Cisco 2960 | Managed, 24-port FastEthernet (atau simulator) | 2 unit |
| 5 | Router Cisco 2911 | GigabitEthernet (atau simulator) | 1 unit |
| 6 | PC End Device | Sebagai host per VLAN (atau simulator) | 6 unit |
C. Keselamatan Kerja (K3LH):
- Pastikan area kerja bersih dan kabel tidak menghalangi jalur evakuasi.
- Matikan perangkat sebelum menghubungkan/melepas kabel (jika menggunakan perangkat fisik).
- Gunakan gelang anti-statis saat menyentuh perangkat fisik.
- Simpan file konfigurasi secara berkala untuk menghindari kehilangan data.
- Jangan mengubah konfigurasi switch/router di luar jobsheet tanpa izin instruktur.
D. Skema Topologi:
[PC1-VLAN10]---Fa0/1\ /Fa0/1---[PC4-VLAN30]
[PC2-VLAN20]---Fa0/2 |--[SW-Lantai1]--Fa0/24===Fa0/24--[SW-Lantai2]--| Fa0/2---[PC5-VLAN20]
[PC3-VLAN30]---Fa0/3/ | \Fa0/3---[PC6-VLAN10]
Gig0/1 (trunk)
|
[R-Gateway]
Gig0/0
.10 .20 .30 (sub-interfaces)
E. Tabel Pengalamatan:
| Perangkat | Interface | IP Address | Subnet Mask | VLAN | Gateway |
|---|---|---|---|---|---|
| R-Gateway | Gig0/0.10 | 192.168.10.1 | 255.255.255.0 | 10 | — |
| R-Gateway | Gig0/0.20 | 192.168.20.1 | 255.255.255.0 | 20 | — |
| R-Gateway | Gig0/0.30 | 192.168.30.1 | 255.255.255.0 | 30 | — |
| PC1 | NIC | 192.168.10.11 | 255.255.255.0 | 10 | 192.168.10.1 |
| PC2 | NIC | 192.168.20.11 | 255.255.255.0 | 20 | 192.168.20.1 |
| PC3 | NIC | 192.168.30.11 | 255.255.255.0 | 30 | 192.168.30.1 |
| PC4 | NIC | 192.168.30.12 | 255.255.255.0 | 30 | 192.168.30.1 |
| PC5 | NIC | 192.168.20.12 | 255.255.255.0 | 20 | 192.168.20.1 |
| PC6 | NIC | 192.168.10.12 | 255.255.255.0 | 10 | 192.168.10.1 |
F. Langkah Kerja:
Tahap 1 — Persiapan Topologi (15 menit)
- Buka Cisco Packet Tracer, buat topologi baru.
- Tempatkan 2 unit Switch 2960, 1 unit Router 2911, dan 6 unit PC sesuai skema topologi.
- Hubungkan kabel: PC1→SW-Lantai1 Fa0/1, PC2→SW-Lantai1 Fa0/2, PC3→SW-Lantai1 Fa0/3.
- Hubungkan kabel: PC4→SW-Lantai2 Fa0/1, PC5→SW-Lantai2 Fa0/2, PC6→SW-Lantai2 Fa0/3.
- Hubungkan SW-Lantai1 Fa0/24 ↔ SW-Lantai2 Fa0/24 (trunk antar-switch).
- Hubungkan SW-Lantai1 Gig0/1 ↔ R-Gateway Gig0/0 (trunk ke router).
- Simpan file sebagai
Trunk_InterVLAN_NamaKelompok.pkt.
Tahap 2 — Konfigurasi VLAN pada Kedua Switch (20 menit)
- Pada SW-Lantai1, buat VLAN:
vlan 10→ name KEUANGAN,vlan 20→ name HRD,vlan 30→ name IT,vlan 99→ name NATIVE. - Assign port: Fa0/1 → VLAN 10 (access), Fa0/2 → VLAN 20 (access), Fa0/3 → VLAN 30 (access).
- Ulangi langkah 8–9 pada SW-Lantai2 dengan assignment: Fa0/1 → VLAN 30, Fa0/2 → VLAN 20, Fa0/3 → VLAN 10.
- Verifikasi:
show vlan briefpada kedua switch. Screenshot dan tempelkan di lembar hasil.
Tahap 3 — Konfigurasi Trunk Antar-Switch (20 menit)
- Pada SW-Lantai1, konfigurasi interface Fa0/24:
interface fa0/24
switchport mode trunk
switchport trunk allowed vlan 10,20,30,99
switchport trunk native vlan 99
- Ulangi langkah yang sama pada SW-Lantai2 interface Fa0/24.
- Verifikasi:
show interfaces trunkpada kedua switch. Pastikan:- Mode = trunk (on)
- VLAN allowed = 10, 20, 30, 99
- Native VLAN = 99
- Screenshot output dan catat pada lembar hasil.
Tahap 4 — Konfigurasi Trunk ke Router (10 menit)
- Pada SW-Lantai1, konfigurasi interface Gig0/1:
interface gig0/1
switchport mode trunk
switchport trunk allowed vlan 10,20,30
switchport trunk native vlan 99
Tahap 5 — Konfigurasi Router-on-a-Stick (25 menit)
- Pada R-Gateway, aktifkan interface utama:
interface gig0/0
no shutdown
- Buat sub-interface untuk VLAN 10:
interface gig0/0.10
encapsulation dot1Q 10
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
- Buat sub-interface untuk VLAN 20:
interface gig0/0.20
encapsulation dot1Q 20
ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
- Buat sub-interface untuk VLAN 30:
interface gig0/0.30
encapsulation dot1Q 30
ip address 192.168.30.1 255.255.255.0
- Verifikasi:
show ip interface brief. Pastikan semua sub-interface berstatus "up/up".
Tahap 6 — Konfigurasi IP Address pada PC (10 menit)
- Set IP address, subnet mask, dan default gateway pada setiap PC sesuai Tabel Pengalamatan.
Tahap 7 — Pengujian & Verifikasi (20 menit)
- Test 1 — Intra-VLAN same switch: Ping dari PC1 (VLAN 10, SW-Lantai1) ke PC6 (VLAN 10, SW-Lantai2). Catat hasil: sukses/gagal.
- Test 2 — Inter-VLAN: Ping dari PC1 (VLAN 10) ke PC2 (VLAN 20). Catat hasil: sukses/gagal.
- Test 3 — Traceroute: Dari PC1, jalankan
tracert 192.168.20.11. Catat hop yang dilalui — seharusnya melalui gateway 192.168.10.1. - Test 4 — Cross-switch cross-VLAN: Ping dari PC3 (VLAN 30, SW-Lantai1) ke PC5 (VLAN 20, SW-Lantai2). Catat hasil.
- Screenshot seluruh hasil pengujian dan tempelkan di lembar hasil.
Tahap 8 — Dokumentasi (15 menit)
- Simpan file .pkt final.
- Export konfigurasi running-config dari kedua switch dan router ke file .txt.
- Susun laporan singkat berisi: topologi, VLAN plan, konfigurasi trunk, konfigurasi sub-interface, dan hasil pengujian.
G. Lembar Hasil Pengamatan:
| No | Item Verifikasi | Perintah CLI | Hasil (Screenshot/Catatan) | Status (✓/✗) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | VLAN database SW-Lantai1 | show vlan brief | (tempel screenshot) | |
| 2 | VLAN database SW-Lantai2 | show vlan brief | (tempel screenshot) | |
| 3 | Trunk status SW-Lantai1 | show interfaces trunk | (tempel screenshot) | |
| 4 | Trunk status SW-Lantai2 | show interfaces trunk | (tempel screenshot) | |
| 5 | Sub-interface Router | show ip interface brief | (tempel screenshot) | |
| 6 | Ping intra-VLAN cross-switch | ping 192.168.10.12 dari PC1 | (tempel screenshot) | |
| 7 | Ping inter-VLAN | ping 192.168.20.11 dari PC1 | (tempel screenshot) | |
| 8 | Traceroute inter-VLAN | tracert 192.168.20.11 dari PC1 | (tempel screenshot) |
⚠️ CATATAN PENTING — Infrastruktur SMK SBI: Pada jaringan SMK SBI, koneksi internet masuk ke router MikroTik RB4011iGS+5HacQ2HnD melalui interface
wlan1(wireless station mode), BUKANether1. Jika jobsheet ini dikembangkan lebih lanjut untuk skenario integrasi switch dengan router MikroTik sekolah, pastikan konfigurasi gateway WAN mengarah kewlan1, bukanether1. Kesalahan ini merupakan error paling sering terjadi di lab.
4.5 Media Simulasi Digital
Rekomendasi Tools:
| Tools | Kegunaan dalam Unit 3 |
|---|---|
| Cisco Packet Tracer 8.x (Primer) | Simulasi topologi multi-switch, konfigurasi trunk, VLAN, dan inter-VLAN routing. Mendukung CLI penuh Cisco IOS. |
| GNS3 / EVE-NG (Alternatif lanjutan) | Untuk siswa yang ingin menggunakan IOS image asli dengan fitur lebih lengkap. |
| MikroTik CHR + Winbox (Kontekstual SMK SBI) | Sebagai perbandingan: konfigurasi VLAN dan trunk pada MikroTik (bridge VLAN filtering). |
Skenario Simulasi: "Deployment Jaringan Kantor Cabang PT Nusantara Digital"
Siswa berperan sebagai tim Network Technician dari vendor IT yang mendapat kontrak deployment jaringan kantor cabang baru PT Nusantara Digital di Grobogan. Kantor memiliki 2 lantai, 4 departemen, dan membutuhkan segmentasi VLAN dengan inter-VLAN routing. Tim harus: (1) membangun topologi di Packet Tracer sesuai NRD, (2) mengkonfigurasi VLAN + trunk + inter-VLAN routing, (3) menguji seluruh konektivitas, (4) menyerahkan file .pkt + dokumentasi konfigurasi sebagai deliverable ke "project manager" (guru).
4.6 Instrumen Asesmen Otentik
4.6.1 Asesmen Diagnostik (Awal Unit 3)
Kognitif:
- Apa fungsi VLAN pada sebuah switch managed?
- Sebutkan perbedaan antara access port dan trunk port!
- Jika PC di VLAN 10 ingin berkomunikasi dengan PC di VLAN 20, perangkat apa yang dibutuhkan?
- Apa yang dimaksud dengan native VLAN pada trunk link?
- Mengapa kita perlu membatasi VLAN yang diizinkan melewati trunk?
Non-Kognitif:
- Seberapa percaya diri kamu dalam mengkonfigurasi switch via CLI? (Sangat percaya diri / Cukup / Kurang / Belum pernah)
- Apakah kamu lebih nyaman belajar dengan panduan step-by-step atau langsung mencoba sendiri?
- Bagaimana perasaanmu saat harus troubleshoot error konfigurasi yang tidak kamu ketahui penyebabnya?
4.6.2 Asesmen Formatif (Proses)
Checklist Observasi Kinerja Praktik:
| No | Aspek yang Diamati | Ya | Tidak | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Siswa membangun topologi sesuai skema tanpa bantuan | |||
| 2 | Siswa mengkonfigurasi trunk port dengan benar (mode, allowed VLAN, native VLAN) | |||
| 3 | Siswa mengkonfigurasi sub-interface pada router dengan encapsulation dot1Q yang tepat | |||
| 4 | Siswa melakukan verifikasi menggunakan perintah show yang sesuai | |||
| 5 | Siswa dapat mengidentifikasi error saat ping gagal | |||
| 6 | Siswa mendokumentasikan hasil dengan rapi dan lengkap | |||
| 7 | Siswa menerapkan prosedur K3LH (kerapian area kerja, penyimpanan file) | |||
| 8 | Siswa berkolaborasi efektif dengan pasangan kerja |
4.6.3 Asesmen Sumatif (Akhir Unit 3)
Rubrik Penilaian Produk — File Konfigurasi & Laporan:
| Aspek | Sangat Baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Perlu Bimbingan (1) | Bobot |
|---|---|---|---|---|---|
| Ketepatan konfigurasi trunk | Trunk aktif, allowed VLAN tepat, native VLAN sesuai perencanaan, tanpa error | Trunk aktif, minor error pada allowed VLAN (kelebihan/kekurangan 1 VLAN) | Trunk aktif tapi native VLAN salah atau allowed VLAN default (all) | Trunk tidak aktif atau mode salah (masih access) | 25% |
| Ketepatan inter-VLAN routing | Semua VLAN dapat berkomunikasi, sub-interface/SVI benar, gateway tepat | 1 VLAN tidak bisa routing, konfigurasi lainnya benar | 2+ VLAN tidak bisa routing, error pada encapsulation | Inter-VLAN routing tidak berfungsi sama sekali | 25% |
| Hasil pengujian | Seluruh test ping & traceroute berhasil, output didokumentasikan lengkap | 1 test gagal tapi root cause teridentifikasi | 2+ test gagal, root cause hanya sebagian teridentifikasi | Mayoritas test gagal, tidak ada analisis | 20% |
| Kualitas dokumentasi | Laporan lengkap (topologi, VLAN plan, konfigurasi, hasil test), rapi, terstruktur | Laporan lengkap tapi format kurang rapi | Laporan tidak lengkap (hilang 1–2 komponen) | Tidak ada laporan atau hanya screenshot tanpa penjelasan | 15% |
| Sikap kerja | Mandiri, K3LH dipatuhi, kolaborasi efektif, tepat waktu | Perlu sedikit bantuan, K3LH dipatuhi, kolaborasi cukup | Banyak bertanya, K3LH kurang, kolaborasi minim | Tidak mandiri, K3LH diabaikan, tidak berkolaborasi | 15% |
Konversi Nilai:
| Rentang Skor | Predikat | Keterangan |
|---|---|---|
| 90–100 | A | Sangat Kompeten |
| 80–89 | B | Kompeten |
| 70–79 | C | Cukup Kompeten (KKM) |
| 60–69 | D | Belum Kompeten (Remedial) |
| < 60 | E | Tidak Kompeten (Remedial + Pendampingan) |
KKM = 70 (Predikat C)
BAGIAN 5 — TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA
Unit 1: Perencanaan & Instalasi Switch
Tabel Transformasi Terintegrasi
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TP-1.1 | Pre-Sales Engineer melakukan survey kebutuhan switch untuk client, membaca datasheet vendor, dan merekomendasikan jenis switch yang sesuai | P: Jenis switch (managed/unmanaged, L2/L3), spesifikasi teknis (port count, backplane speed, PoE, MTBF). K: Membaca datasheet, membandingkan spesifikasi antar-vendor, mengisi lembar identifikasi. S: Ketelitian, objektivitas dalam membandingkan produk | 1. Terima NRD dari client (guru) → 2. Baca datasheet switch dari 3 vendor (Cisco, MikroTik, Ruijie) → 3. Identifikasi parameter teknis kunci → 4. Bandingkan spesifikasi dalam tabel perbandingan → 5. Rekomendasikan pilihan dengan justifikasi | Lab disulap menjadi kantor Pre-Sales Engineer. Siswa berperan sebagai Pre-Sales Engineer dari distributor IT. Menerima "brief" dari client (guru) berisi kebutuhan jaringan, lalu harus menganalisis 3 datasheet switch dan menyusun rekomendasi | Lembar identifikasi switch + tabel perbandingan 3 vendor + dokumen rekomendasi (1 halaman) | P: Tes tertulis identifikasi spesifikasi (20%). K: Checklist ketepatan pengisian lembar + rubrik produk (60%). S: Observasi ketelitian & objektivitas (20%) |
| 2 | TP-1.2 | Network Consultant menyusun Bill of Quantity (BoQ) perangkat switching berdasarkan NRD untuk proposal pengadaan | P: Struktur BoQ, cara menghitung kebutuhan port berdasarkan jumlah user/departemen. K: Menghitung kebutuhan switch, menyusun BoQ dengan justifikasi teknis dan harga. S: Akurasi perhitungan, profesionalisme dalam penyusunan dokumen | 1. Analisis NRD: jumlah user per departemen, jumlah lantai, kebutuhan uplink → 2. Hitung total port yang dibutuhkan (+ 20% spare) → 3. Tentukan jumlah & model switch → 4. Cari harga referensi dari katalog vendor → 5. Susun BoQ dalam format tabel standar + justifikasi | Siswa berperan sebagai Network Consultant yang menyusun proposal pengadaan switch untuk klien "PT Nusantara Digital" (4 departemen, 2 lantai, 80 user). BoQ harus lengkap dengan harga satuan, total, dan justifikasi pemilihan | Dokumen BoQ switch (.docx) berisi: tabel kebutuhan, spesifikasi terpilih, harga, justifikasi teknis | P: Tes lisan pertanyaan konseptual (20%). K: Rubrik produk BoQ — kelengkapan, akurasi hitung, justifikasi (60%). S: Observasi profesionalisme dokumen (20%) |
| 3 | TP-1.3 | Network Technician memasang switch di rack server, melakukan cabling sesuai diagram topologi fisik, dan labeling port | P: Prosedur pemasangan switch (rack mounting), standar cabling (TIA-568), K3LH perangkat aktif. K: Memasang switch di rack, menghubungkan kabel UTP/SFP, membuat label port. S: K3LH (gelang anti-statis, kerapian kabel), kedisiplinan labeling | 1. Baca diagram topologi fisik → 2. Siapkan alat (obeng rack, kabel, label) → 3. Pasang switch pada rack (atau simulasi meja lab) → 4. Hubungkan kabel sesuai diagram → 5. Verifikasi link-up pada setiap port → 6. Buat label port (departemen + VLAN) → 7. Foto dokumentasi instalasi | Lab disulap menjadi ruang instalasi. Siswa berperan sebagai Network Technician yang melakukan instalasi switch baru. Menggunakan switch fisik (jika tersedia) atau simulator. Wajib menerapkan K3LH dan labeling standar | Foto dokumentasi instalasi (min. 4 foto) + label port terpasang + checklist verifikasi link-up | P: Tes identifikasi prosedur K3LH (20%). K: Checklist kinerja instalasi — kebenaran koneksi, kerapian kabel, label (60%). S: Observasi K3LH & kedisiplinan (20%) |
Unit 2: Konfigurasi Dasar & VLAN Switch
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 4 | TP-2.1 | Network Engineer melakukan initial setup switch baru: mengkonfigurasi parameter keamanan dan manajemen dasar sebelum deploy ke production | P: Perintah CLI konfigurasi dasar (hostname, password, SSH, banner), hierarki privilege Cisco IOS. K: Mengkonfigurasi switch via console cable, menyimpan konfigurasi. S: Kepatuhan SOP keamanan, disiplin backup konfigurasi | 1. Hubungkan laptop ke switch via console cable → 2. Masuk ke privileged EXEC mode → 3. Set hostname sesuai standar penamaan → 4. Konfigurasi password: console, enable secret, VTY → 5. Konfigurasi SSH (domain, RSA key, VTY transport input ssh) → 6. Set banner MOTD → 7. copy running-config startup-config → 8. Verifikasi show running-config
|
Lab sebagai staging area Network Engineer. Siswa menerima "switch baru dari gudang" dan harus melakukan initial setup sesuai SOP perusahaan. Diberi template standar penamaan (contoh: SW-[Lokasi]-[Nomor]) dan password policy perusahaan | File .pkt berisi switch dengan konfigurasi dasar lengkap + screenshot show running-config + backup .txt
|
P: Tes tertulis perintah CLI (20%). K: Checklist konfigurasi — hostname, password, SSH, banner (60%). S: Observasi kepatuhan SOP & backup (20%) |
| 5 | TP-2.2 | Network Engineer mengimplementasikan segmentasi VLAN pada switch sesuai VLAN plan yang telah disetujui dalam dokumen desain jaringan | P: Konsep VLAN (broadcast domain, VLAN ID, VLAN database), perintah konfigurasi VLAN. K: Membuat VLAN, memberi nama, assign port ke VLAN, verifikasi VLAN database. S: Ketelitian assign port, dokumentasi | 1. Baca VLAN Plan dari dokumen desain → 2. Buat VLAN sesuai plan (vlan [id], name [nama]) → 3. Assign port access ke VLAN sesuai mapping → 4. Verifikasi show vlan brief → 5. Test konektivitas intra-VLAN (ping antar PC di VLAN yang sama) → 6. Test isolasi inter-VLAN (ping antar VLAN — harusnya gagal) → 7. Dokumentasikan VLAN assignment
|
Siswa berperan sebagai Network Engineer yang mengimplementasikan VLAN plan untuk PT Nusantara Digital. VLAN plan sudah disiapkan dalam dokumen (dari guru). Siswa harus mengimplementasikan tepat sesuai plan, lalu memverifikasi | File .pkt + screenshot show vlan brief + tabel VLAN assignment yang diverifikasi + bukti test ping (berhasil intra-VLAN, gagal inter-VLAN)
|
P: Tes konsep VLAN (20%). K: Rubrik produk — ketepatan VLAN, assignment port, hasil verifikasi (60%). S: Observasi ketelitian & dokumentasi (20%) |
Unit 3: Konfigurasi Trunk & Inter-VLAN Routing
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 6 | TP-2.3 | Network Engineer mengkonfigurasi trunk link antar-switch pada deployment multi-switch agar VLAN dapat melewati batas switch | P: Konsep trunking (802.1Q tagging), allowed VLAN, native VLAN, negosiasi DTP. K: Konfigurasi trunk port, set allowed VLAN, set native VLAN, verifikasi trunk. S: Konsistensi konfigurasi kedua sisi trunk, kepatuhan standar native VLAN | 1. Identifikasi port yang akan menjadi trunk (uplink antar-switch) → 2. Konfigurasi switchport mode trunk pada kedua sisi → 3. Set allowed VLAN (hanya VLAN yang diperlukan) → 4. Set native VLAN (harus sama di kedua sisi) → 5. Verifikasi show interfaces trunk → 6. Test: ping antar PC di VLAN sama tapi beda switch → 7. Dokumentasikan
|
Siswa berperan sebagai Network Technician yang menghubungkan 2 switch di 2 lantai kantor. Menerima work order: "Pastikan VLAN 10, 20, 30 bisa diakses dari kedua switch. Gunakan native VLAN 99." Harus selesai dalam 45 menit | File .pkt + screenshot show interfaces trunk + bukti ping intra-VLAN cross-switch
|
P: Tes konsep trunk (20%). K: Checklist konfigurasi trunk — mode, allowed, native, verifikasi (60%). S: Observasi time management & SOP (20%) |
| 7 | TP-2.4 | Network Engineer mengimplementasikan inter-VLAN routing agar departemen-departemen yang berbeda VLAN dapat saling berkomunikasi sesuai kebijakan jaringan | P: Konsep inter-VLAN routing, sub-interface, encapsulation dot1Q, SVI. K: Konfigurasi Router-on-a-Stick (sub-interface + encapsulation) atau SVI, assign gateway per VLAN. S: Akurasi konfigurasi, verifikasi menyeluruh, troubleshooting mandiri | 1. Tentukan metode routing (RoaS/SVI) → 2. Konfigurasi trunk port dari switch ke router → 3. Buat sub-interface per VLAN pada router → 4. Set encapsulation dot1Q + IP gateway → 5. Aktifkan interface utama (no shutdown) → 6. Set default gateway pada semua PC → 7. Test ping inter-VLAN → 8. Traceroute untuk verifikasi jalur → 9. Dokumentasikan konfigurasi + hasil test
|
Siswa berperan sebagai Junior Network Engineer. Skenario: "Client PT Nusantara Digital complain bahwa Dept. Keuangan (VLAN 10) tidak bisa mengakses shared printer di Dept. IT (VLAN 30). Implementasikan solusi inter-VLAN routing." Target: selesai dalam 60 menit | File .pkt + screenshot show ip interface brief (router) + bukti ping & traceroute antar-VLAN + laporan konfigurasi
|
P: Tes konsep inter-VLAN routing (20%). K: Rubrik produk — ketepatan sub-interface, encapsulation, gateway, hasil test (60%). S: Observasi kemandirian & troubleshooting attitude (20%) |
Unit 4: Konfigurasi Keamanan & STP
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 8 | TP-2.5 | Network Security Engineer mengimplementasikan port security pada switch untuk mencegah unauthorized device dan MAC flooding attack | P: Konsep port security, sticky MAC, maximum MAC, violation mode (shutdown/restrict/protect), MAC flooding attack. K: Konfigurasi port security, verifikasi, recovery dari violation (shutdown → no shutdown). S: Kesadaran keamanan, SOP response terhadap violation | 1. Identifikasi port access yang perlu diamankan → 2. Aktifkan port security pada interface → 3. Set maximum MAC address (misal: 1) → 4. Aktifkan sticky MAC learning → 5. Set violation mode (shutdown) → 6. Verifikasi show port-security dan show port-security interface → 7. Simulasikan violation (pindahkan kabel ke port) → 8. Amati status port (err-disabled) → 9. Recovery: shutdown + no shutdown → 10. Dokumentasikan
|
Lab disulap menjadi NOC (Network Operations Center). Siswa berperan sebagai Network Security Engineer. Skenario: "Tim security mendeteksi anomali — perangkat tidak dikenal terhubung ke switch lantai 2. Implementasikan port security untuk seluruh access port." Guru menyiapkan "serangan" (menghubungkan PC tak dikenal ke port) untuk dideteksi siswa | File .pkt + screenshot show port-security + log violation + laporan insiden keamanan (.docx)
|
P: Tes konsep port security & attack vector (20%). K: Checklist konfigurasi + rubrik laporan insiden (60%). S: Observasi awareness keamanan & response SOP (20%) |
| 9 | TP-2.6 | Network Engineer mengkonfigurasi STP pada topologi redundant untuk mencegah broadcast storm dan memastikan konvergensi optimal | P: Konsep STP (root bridge, bridge priority, port states, PortFast, BPDU Guard), bahaya loop. K: Mengubah bridge priority, mengkonfigurasi PortFast pada access port, mengaktifkan BPDU Guard, memverifikasi STP topology. S: Perencanaan root bridge, ketelitian konfigurasi, kesabaran menunggu konvergensi | 1. Bangun topologi redundant (3 switch, redundant link) → 2. Verifikasi show spanning-tree — identifikasi root bridge default → 3. Tentukan switch mana yang seharusnya menjadi root (berdasarkan posisi sentral) → 4. Ubah priority: spanning-tree vlan 10 priority 4096 → 5. Verifikasi ulang root bridge → 6. Konfigurasi PortFast pada access port → 7. Aktifkan BPDU Guard → 8. Simulasikan loop (cabut/pasang kabel) → 9. Amati konvergensi STP → 10. Dokumentasikan
|
Siswa berperan sebagai Network Engineer senior. Skenario: "Jaringan kantor sering down karena broadcast storm. Investigasi menunjukkan ada redundant link tanpa STP. Implementasikan STP dan tentukan root bridge yang optimal." | File .pkt + screenshot show spanning-tree (sebelum & sesudah) + diagram port states + laporan implementasi STP
|
P: Tes konsep STP & loop prevention (20%). K: Rubrik produk — ketepatan root bridge, PortFast, BPDU Guard (60%). S: Observasi perencanaan & ketelitian (20%) |
Unit 5: Troubleshooting, Evaluasi & Desain Switched Network
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 10 | TP-3.1 | NOC Engineer menerima tiket gangguan dari helpdesk, melakukan diagnosis masalah switching, dan menyelesaikan masalah dalam SLA waktu | P: Metodologi troubleshooting (top-down/bottom-up), perintah show & debug, common switching issues (VLAN mismatch, trunk failure, port security violation, STP loop). K: Membaca output CLI, mengidentifikasi root cause, menerapkan solusi, mendokumentasikan resolusi. S: Berpikir sistematis, ketenangan menghadapi pressure, komunikasi eskalasi | 1. Terima tiket gangguan (isi: gejala, user yang terdampak) → 2. Akses switch via SSH/console → 3. Verifikasi status interface (show ip interface brief) → 4. Periksa VLAN assignment (show vlan brief) → 5. Periksa trunk (show interfaces trunk) → 6. Periksa port security (show port-security) → 7. Periksa STP (show spanning-tree) → 8. Identifikasi root cause → 9. Terapkan solusi → 10. Verifikasi ulang → 11. Tutup tiket dengan laporan resolusi
|
Lab disulap menjadi NOC Room. Siswa berperan sebagai NOC Engineer shift malam. Guru menyiapkan 4 topologi .pkt yang masing-masing memiliki 1 error tersembunyi: (a) VLAN mismatch antar-switch, (b) native VLAN mismatch, (c) port security violation — port err-disabled, (d) STP loop (PortFast di trunk port). Setiap tim menangani semua kasus secara bergilir. Target: 30 menit per kasus. | Laporan troubleshooting per kasus (.docx): tiket gangguan, langkah diagnosis, root cause, solusi, verifikasi + file .pkt yang sudah diperbaiki | P: Tes tertulis metode troubleshooting (20%). K: Rubrik kinerja — ketepatan diagnosis, kecepatan resolusi, kualitas laporan (60%). S: Observasi sistematika berpikir & time management (20%) |
| 11 | TP-3.2 | Network Auditor / QA Engineer melakukan audit konfigurasi switch terhadap standar best practice dan NRD, menyusun laporan temuan dan rekomendasi | P: Standar best practice konfigurasi switch (Cisco hardening checklist), parameter evaluasi (VLAN efficiency, trunk security, port security coverage, STP optimization). K: Membandingkan konfigurasi aktual vs standar, mengidentifikasi gap/weakness, menyusun rekomendasi perbaikan. S: Objektivitas, attention to detail, kemampuan justifikasi | 1. Terima "running-config" switch dari tim implementasi → 2. Buat checklist evaluasi berdasarkan best practice → 3. Periksa: apakah semua port unused sudah shutdown? → 4. Periksa: apakah VLAN sesuai NRD? → 5. Periksa: apakah trunk hanya membawa VLAN yang diperlukan? → 6. Periksa: apakah port security aktif di semua access port? → 7. Periksa: apakah STP optimal (root bridge sesuai desain)? → 8. Susun laporan temuan + rekomendasi | Siswa berperan sebagai QA Engineer / Auditor Jaringan. Guru menyiapkan file konfigurasi switch yang "sudah di-deploy" dengan beberapa kelemahan tersembunyi (port unused tidak di-shutdown, VLAN tidak sesuai NRD, trunk membawa semua VLAN, port security belum aktif). Siswa harus menemukan semua kelemahan dan menyusun rekomendasi | Laporan evaluasi jaringan (.docx): checklist audit terisi, daftar temuan (findings), risk level per temuan, rekomendasi perbaikan, justifikasi teknis | P: Tes tertulis standar best practice (20%). K: Rubrik produk — kelengkapan temuan, akurasi risk assessment, kualitas rekomendasi (60%). S: Observasi objektivitas & detail (20%) |
| 12 | TP-3.3 | Network Architect merancang switched network dari nol untuk perusahaan baru: VLAN plan, topologi, konfigurasi, keamanan, STP, dokumentasi lengkap | P: Seluruh konsep switching (VLAN, trunk, inter-VLAN, port security, STP), prinsip desain jaringan, standar dokumentasi. K: Merancang topologi, menyusun VLAN plan, mengimplementasikan seluruh konfigurasi, menguji menyeluruh, menyusun dokumentasi profesional. S: Berpikir holistik, kreativitas solusi, profesionalisme dokumentasi, presentasi | 1. Analisis studi kasus (kebutuhan perusahaan) → 2. Rancang topologi fisik dan logis → 3. Susun VLAN plan (ID, nama, subnet, port assignment) → 4. Tentukan trunk design dan native VLAN → 5. Tentukan metode inter-VLAN routing → 6. Rancang port security policy → 7. Tentukan STP design (root bridge, PortFast) → 8. Implementasikan seluruhnya di Packet Tracer → 9. Uji semua konektivitas → 10. Susun dokumentasi lengkap → 11. Presentasikan ke "manajemen" (guru + teman sekelas) | Siswa berperan sebagai Network Architect dari sebuah IT Consultant firm. Studi kasus: "Startup TechnoKreatif membuka kantor baru di Semarang, 4 departemen (Engineering, Marketing, Finance, HR), 2 lantai, 60 user. Rancang switched network dari nol." Tim (3–4 siswa) harus menyusun desain lengkap, implementasi, testing, dokumentasi, dan presentasi. Target: 2 minggu (16 JP). | Paket desain lengkap: (1) Topologi .pkt yang berfungsi, (2) VLAN Plan (.xlsx), (3) Konfigurasi per perangkat (.txt), (4) Laporan implementasi (.docx), (5) Slide presentasi (5–7 slide). Semua dikumpulkan dalam 1 folder proyek | P: Tes tertulis pre-test desain (20%). K: Rubrik proyek — kelengkapan desain, ketepatan implementasi, hasil testing, kualitas dokumentasi, kualitas presentasi (60%). S: Observasi kolaborasi tim, time management, profesionalisme (20%) |
Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari
| Kesalahan Umum | Contoh | Perbaikan |
|---|---|---|
| Aktivitas masih teoritis | "Menjelaskan perbedaan access port dan trunk port melalui ceramah" | "Mengkonfigurasi access port dan trunk port pada switch di Packet Tracer, lalu membandingkan output show interfaces switchport untuk melihat perbedaannya secara langsung"
|
| Tidak menghasilkan output | "Diskusi kelompok tentang konsep VLAN" tanpa produk akhir | "Diskusi → implementasi VLAN di Packet Tracer → screenshot show vlan brief → tabel VLAN assignment yang diverifikasi"
|
| Tidak ada standar penilaian terukur | "Konfigurasi trunk pada switch" tanpa kriteria keberhasilan | "Konfigurasi trunk port Fa0/24 pada 2 switch dengan allowed VLAN 10,20,30, native VLAN 99, diverifikasi via show interfaces trunk, semua VLAN terlihat aktif, selesai dalam 30 menit"
|
| Tidak menyerupai dunia kerja | Siswa menjawab soal pilihan ganda tentang VLAN | Siswa berperan sebagai NOC Engineer yang menerima tiket "VLAN 20 tidak bisa ping antar-switch" dan harus mendiagnosis + memperbaiki + membuat laporan resolusi dalam 30 menit |
| Konfigurasi tanpa konteks | "Ketik perintah-perintah berikut di switch" (hanya meniru tanpa paham tujuannya) | "Anda adalah Network Technician yang menerima work order dari Project Manager. Berikut NRD-nya. Tentukan sendiri konfigurasi VLAN, trunk, dan routing yang sesuai, lalu implementasikan" |
| Mengabaikan keamanan | Konfigurasi VLAN dan trunk tanpa port security | Setelah VLAN dan trunk aktif, wajib mengimplementasikan port security pada semua access port + shutdown port yang tidak digunakan, sesuai hardening checklist |
| Tidak ada dokumentasi | Praktik selesai, file tidak disimpan, tidak ada laporan | Setiap praktik WAJIB menghasilkan: file .pkt, screenshot verifikasi, backup konfigurasi .txt, dan laporan singkat .docx |
Error wlan1 vs ether1
|
Saat integrasi switch dengan MikroTik SMK SBI, siswa mengkonfigurasi internet gateway ke ether1
|
Internet pada MikroTik RB4011 SMK SBI masuk via wlan1 (wireless station mode), BUKAN ether1. Ini harus selalu di-flag pada setiap skenario yang melibatkan koneksi ke internet sekolah
|
Catatan Pengembangan
- Integrasi dengan MikroTik: Seluruh unit dalam CP ini menggunakan Cisco sebagai platform utama (Packet Tracer). Untuk iterasi berikutnya, pertimbangkan menambahkan modul paralel MikroTik di mana siswa mengkonfigurasi VLAN dan trunk menggunakan bridge VLAN filtering pada MikroTik CHR/Winbox — sesuai infrastruktur riil SMK SBI yang menggunakan MikroTik RB4011.
- Carry Forward NRD: Dokumen NRD dan VLAN Plan yang dihasilkan di Unit 1–2 harus digunakan kembali di unit-unit berikutnya (trunk, routing, keamanan, desain akhir). Ini menciptakan pengalaman portfolio berbasis proyek yang koheren, bukan tugas-tugas terpisah.
- Eskalasi Kemandirian: Jobsheet pada Unit 1–2 bersifat guided (step-by-step lengkap), Unit 3–4 bersifat semi-guided (langkah utama diberikan, detail diisi mandiri), dan Unit 5 bersifat independent (hanya skenario dan requirement, siswa menentukan sendiri langkah kerjanya). Pola eskalasi ini harus dipertahankan dan dikomunikasikan ke siswa di awal pembelajaran.
- Assessment Repository: Empat topologi troubleshooting di Unit 5 (TP-3.1) sebaiknya dikembangkan menjadi bank soal praktik dengan 10+ skenario error yang dapat dirotasi antar-kelas dan antar-tahun, mencegah kebocoran soal dan meningkatkan variasi asesmen.
- Sertifikasi Alignment: Materi VLAN, trunk, inter-VLAN routing, port security, dan STP selaras dengan domain Cisco CCNA 200-301 (Section 2.0 — Network Access). Pertimbangkan untuk menyisipkan soal-soal berformat CCNA di asesmen sumatif sebagai persiapan sertifikasi industri bagi siswa yang berminat.