Jump to content

J.611000.009.02: Modul praktik

From Wiki
Revision as of 12:46, 31 May 2026 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "== BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE E == === 1.1 Teks CP === <blockquote>'''Memasang Kabel Jaringan''' (SKKNI J.611000.009.02)</blockquote>'''TP yang diserahkan user (original — belum diolah):''' # Merencanakan pengkabelan horizontal # Menginstalasi pengkabelan horizontal # Membuat dokumentasi pengkabelan terstruktur horizontal === 1.2 Identifikasi Elemen CP === Berdasarkan unit kompetensi SKKNI J.611000.009.02 dan standar industri structured cabling (TIA/EIA-568, ISO/...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE E

1.1 Teks CP

Memasang Kabel Jaringan (SKKNI J.611000.009.02)

TP yang diserahkan user (original — belum diolah):

  1. Merencanakan pengkabelan horizontal
  2. Menginstalasi pengkabelan horizontal
  3. Membuat dokumentasi pengkabelan terstruktur horizontal

1.2 Identifikasi Elemen CP

Berdasarkan unit kompetensi SKKNI J.611000.009.02 dan standar industri structured cabling (TIA/EIA-568, ISO/IEC 11801), CP "Memasang Kabel Jaringan" memuat elemen-elemen berikut:

No Elemen CP Deskripsi Inti
E1 Perencanaan Pengkabelan Mengidentifikasi kebutuhan, menentukan jenis kabel, merancang jalur kabel (pathway), dan membuat rencana kerja pengkabelan horizontal sesuai standar
E2 Persiapan Alat, Bahan, & K3LH Menyiapkan kabel (UTP/STP/FO), konektor, patch panel, cable tray, alat crimping, cable tester, serta menerapkan prosedur K3LH dalam pekerjaan pengkabelan
E3 Instalasi Pengkabelan Horizontal Melakukan penarikan kabel, terminasi konektor RJ-45 (T568A/T568B), pemasangan patch panel, keystone jack, dan faceplate sesuai standar TIA/EIA-568
E4 Pengujian & Sertifikasi Kabel Melakukan pengujian kontinuitas, wiremap, atenuasi, crosstalk menggunakan cable tester/fluke, serta menginterpretasi hasil pengujian untuk verifikasi kelayakan
E5 Dokumentasi & Labeling Membuat dokumentasi pengkabelan terstruktur (as-built drawing, cable schedule, label kabel, patch panel map) sesuai standar industri

1.3 Ekstraksi Kompetensi Inti & Pemetaan Hirarki

No Elemen CP Kompetensi Spesifik Level Bloom Tipe Pengetahuan Prasyarat
1 E1 Mengidentifikasi jenis-jenis kabel jaringan (UTP, STP, coaxial, fiber optic) beserta karakteristik dan fungsinya C1 (Mengingat) Faktual
2 E1 Membedakan standar pengkabelan T568A dan T568B serta skema straight-through, crossover, dan rollover C2 (Memahami) Konseptual No. 1
3 E1 Merancang layout pengkabelan horizontal untuk ruangan/gedung berdasarkan kebutuhan titik akses dan standar TIA/EIA-568 C6 (Mencipta) Prosedural No. 1, 2
4 E2 Menerapkan prosedur K3LH dalam pekerjaan pengkabelan (APD, penanganan kabel, ergonomi kerja, pengelolaan limbah) C3 (Menerapkan) Prosedural
5 E2 Menyiapkan alat dan bahan pengkabelan sesuai spesifikasi teknis rencana kerja C3 (Menerapkan) Prosedural No. 1, 3
6 E3 Melakukan terminasi kabel UTP pada konektor RJ-45 dengan teknik crimping sesuai standar T568A/T568B C3 (Menerapkan) Prosedural No. 2, 4
7 E3 Memasang kabel pada patch panel, keystone jack, dan faceplate sesuai standar TIA/EIA-568 C3 (Menerapkan) Prosedural No. 6
8 E3 Melakukan instalasi cable tray/conduit dan penarikan kabel horizontal dari TR (Telecommunication Room) ke WA (Work Area) C3 (Menerapkan) Prosedural No. 3, 5, 7
9 E4 Menguji hasil terminasi kabel menggunakan cable tester (continuity, wiremap) dan menginterpretasi hasilnya C4 (Menganalisis) Prosedural No. 6, 7
10 E4 Menganalisis penyebab kegagalan pengkabelan berdasarkan hasil pengujian dan melakukan perbaikan (rework) C4 (Menganalisis) Metakognitif No. 9
11 E4 Mengevaluasi kelayakan sistem pengkabelan terstruktur berdasarkan parameter pengujian (atenuasi, NEXT, return loss) terhadap standar sertifikasi C5 (Mengevaluasi) Metakognitif No. 9, 10
12 E5 Membuat dokumentasi pengkabelan terstruktur (as-built drawing, cable schedule, label ID) sesuai standar industri C6 (Mencipta) Prosedural No. 8, 9
13 E5 Merancang sistem labeling dan manajemen kabel yang efisien untuk pemeliharaan jangka panjang C6 (Mencipta) Metakognitif No. 12

1.4 Identifikasi Dimensi Profil Lulusan yang Relevan

Dimensi Profil Lulusan Relevansi dengan CP
Penalaran Kritis Menganalisis kebutuhan titik akses, memilih jenis kabel yang tepat, troubleshooting kegagalan terminasi
Kreativitas Merancang layout pengkabelan yang efisien, membuat sistem labeling yang intuitif
Kemandirian Melaksanakan pekerjaan instalasi kabel secara mandiri sesuai SOP tanpa supervisi langsung
Kolaborasi Bekerja dalam tim instalasi (penarikan kabel, terminasi, pengujian dalam pembagian peran)
Kesehatan Menerapkan K3LH secara konsisten — penggunaan APD, postur kerja ergonomis, penanganan limbah kabel
Komunikasi Membuat dokumentasi teknis yang jelas dan dapat dipahami tim lain (as-built drawing, cable schedule)

1.5 Catatan Analitis terhadap TP Original User

TP yang diserahkan Kang memiliki kelemahan berikut yang perlu dikoreksi di Bagian 2:

Masalah Penjelasan
Semua TP di level C1–C3 "Merencanakan" (C3), "Menginstalasi" (C3), "Membuat dokumentasi" (C3) — tidak ada MOTS/HOTS
Tidak memenuhi format ABCD Tidak ada Audience, Condition, dan Degree — hanya Behavior saja
Cakupan terlalu luas "Menginstalasi pengkabelan horizontal" mencakup banyak sub-kompetensi yang perlu dipecah
Tidak ada aspek pengujian Elemen kritis E4 (pengujian & sertifikasi) tidak tercakup sama sekali
Tidak ada aspek troubleshooting Kompetensi HOTS analisis kegagalan tidak diakomodasi

BAGIAN 2 — PERUMUSAN TP SMART (ABCD)

Berikut reformulasi TP yang seimbang LOTS/MOTS/HOTS, memenuhi format ABCD dan kaidah SMART:

Kode TP Rumusan TP (ABCD) KKO Level Bloom Estimasi JP Elemen CP
TP-1.1 Peserta didik (A) mampu mengidentifikasi (B) jenis kabel jaringan (UTP Cat5e/Cat6, STP, coaxial, fiber optic single-mode & multi-mode), karakteristik fisik, dan fungsinya ketika diberikan sampel kabel dan datasheet spesifikasi (C), dengan ketepatan klasifikasi minimal 80% dari seluruh jenis kabel yang disajikan (D) Mengidentifikasi C1 (LOTS) 4 JP E1
TP-1.2 Peserta didik (A) mampu membedakan (B) skema pengkabelan straight-through (T568B–T568B), crossover (T568A–T568B), dan rollover beserta skenario penggunaannya pada diagram topologi jaringan yang diberikan (C), dengan kebenaran penentuan minimal 4 dari 5 skenario (D) Membedakan C2 (LOTS) 4 JP E1
TP-2.1 Peserta didik (A) mampu menerapkan (B) prosedur K3LH (penggunaan APD, penanganan kabel, ergonomi kerja, pengelolaan limbah) selama kegiatan praktik pengkabelan di lab TKJ (C), dengan kepatuhan 100% terhadap checklist K3LH tanpa pelanggaran (D) Menerapkan C3 (LOTS) 2 JP E2
TP-2.2 Peserta didik (A) mampu menyiapkan (B) alat (crimping tool, cable stripper, punch down tool, cable tester) dan bahan (kabel UTP Cat6, konektor RJ-45, patch panel, keystone jack, faceplate, cable tie) berdasarkan rencana kerja pengkabelan yang telah ditentukan (C), dengan kelengkapan dan kesesuaian spesifikasi 100% sesuai checklist (D) Menyiapkan C3 (LOTS) 2 JP E2
TP-3.1 Peserta didik (A) mampu melakukan terminasi (B) kabel UTP Cat5e/Cat6 pada konektor RJ-45 menggunakan teknik crimping sesuai skema T568A dan T568B secara mandiri di lab TKJ (C), dengan tingkat keberhasilan lulus uji continuity minimal 4 dari 5 kabel yang dikerjakan dalam waktu maksimal 10 menit per kabel (D) Melakukan terminasi C3 (LOTS) 8 JP E3
TP-3.2 Peserta didik (A) mampu memasang (B) kabel UTP pada patch panel 24-port dan keystone jack/faceplate menggunakan punch down tool sesuai standar T568B pada panel simulasi di lab TKJ (C), dengan ketepatan urutan warna pin 100% dan kerapian pemasangan sesuai rubrik (D) Memasang C3 (LOTS) 8 JP E3
TP-3.3 Peserta didik (A) mampu melaksanakan (B) penarikan kabel horizontal dari Telecommunication Room (TR) ke Work Area (WA) melalui cable tray/conduit pada simulasi ruang lab TKJ dengan jarak minimal 10 meter (C), dengan kabel terpasang rapi tanpa tekukan melebihi batas radius minimum (4× diameter luar kabel) dan sesuai SOP penarikan (D) Melaksanakan C3 (LOTS) 8 JP E3
TP-4.1 Peserta didik (A) mampu menganalisis (B) hasil pengujian kabel (continuity, wiremap, length, atenuasi) menggunakan cable tester/LAN tester terhadap 5 link kabel yang telah diterminasi (C), dengan ketepatan identifikasi status PASS/FAIL dan lokasi kesalahan minimal 80% (D) Menganalisis C4 (MOTS) 6 JP E4
TP-4.2 Peserta didik (A) mampu mendiagnosis (B) penyebab kegagalan terminasi kabel (miswire, open, short, split pair, reversed pair) berdasarkan data hasil pengujian wiremap dan melakukan rework hingga kabel lulus uji (C), dengan keberhasilan perbaikan minimal 3 dari 4 kasus kegagalan dalam waktu maksimal 15 menit per kasus (D) Mendiagnosis C4 (MOTS) 6 JP E4
TP-5.1 Peserta didik (A) mampu mengevaluasi (B) kelayakan sistem pengkabelan horizontal yang telah terpasang berdasarkan parameter standar TIA/EIA-568 (wiremap, length ≤90m, atenuasi, NEXT) terhadap skenario instalasi gedung 2 lantai (C), dengan laporan evaluasi yang mencakup minimal 4 parameter dan rekomendasi perbaikan yang valid (D) Mengevaluasi C5 (HOTS) 4 JP E4
TP-5.2 Peserta didik (A) mampu merancang (B) layout pengkabelan horizontal terstruktur untuk gedung/ruangan meliputi penentuan lokasi TR, jalur cable tray, titik WA, dan kebutuhan material berdasarkan denah ruangan dan kebutuhan user yang diberikan (C), dengan desain yang memenuhi minimal 5 dari 6 kriteria standar TIA/EIA-568 (jarak, kapasitas, redundansi, skalabilitas, estetika jalur, efisiensi biaya) (D) Merancang C6 (HOTS) 6 JP E1, E5
TP-5.3 Peserta didik (A) mampu menyusun (B) dokumentasi pengkabelan terstruktur lengkap (as-built drawing, cable schedule, patch panel map, label ID, dan berita acara pengujian) untuk proyek simulasi instalasi pengkabelan gedung (C), dengan kelengkapan dokumen 100% dan kesesuaian format standar industri menurut rubrik penilaian (D) Menyusun C6 (HOTS) 6 JP E5

Distribusi Level Berpikir

Kategori Level Bloom Jumlah TP Persentase Target
LOTS C1, C2, C3 TP-1.1, TP-1.2, TP-2.1, TP-2.2, TP-3.1, TP-3.2, TP-3.3 7 TP (54%) Min 30% ✅
MOTS C4 TP-4.1, TP-4.2 2 TP (15%) — ✅
HOTS C5, C6 TP-5.1, TP-5.2, TP-5.3 3 TP (23%) Min 20% ✅

Total: 13 TP | 64 JP (8 minggu × 8 JP/minggu)


BAGIAN 3 — PENYUSUNAN ATP LINEAR

3.1 Pengelompokan Unit/Lingkup Materi

Unit Nama Unit TP yang Tercakup Total JP
Unit 1 Dasar-Dasar Kabel Jaringan & K3LH TP-1.1, TP-1.2, TP-2.1, TP-2.2 12 JP
Unit 2 Teknik Terminasi & Instalasi Kabel TP-3.1, TP-3.2, TP-3.3 24 JP
Unit 3 Pengujian, Analisis & Troubleshooting Kabel TP-4.1, TP-4.2, TP-5.1 16 JP
Unit 4 Perancangan & Dokumentasi Pengkabelan Terstruktur TP-5.2, TP-5.3 12 JP

3.2 Tabel ATP

Semester Minggu Unit Kode TP Rumusan Singkat JP Asesmen Tagihan Produk
1 1 Unit 1 TP-1.1 Mengidentifikasi jenis kabel jaringan & karakteristiknya 4 Formatif: Tes identifikasi sampel kabel Lembar klasifikasi kabel + foto sampel berlabel
1 1 Unit 1 TP-1.2 Membedakan skema T568A/B, straight, crossover, rollover 4 Formatif: Quiz diagram + latihan wiring Diagram wiring 3 skema (hand-drawn/digital)
1 2 Unit 1 TP-2.1 Menerapkan prosedur K3LH pengkabelan 2 Formatif: Checklist observasi K3LH Checklist K3LH terisi + dokumentasi foto APD
1 2 Unit 1 TP-2.2 Menyiapkan alat & bahan pengkabelan sesuai rencana kerja 2 Formatif: Checklist kelengkapan alat/bahan Inventory sheet alat & bahan terverifikasi
1 2–3 Unit 2 TP-3.1 Terminasi kabel UTP pada konektor RJ-45 (crimping T568A/B) 8 Formatif: Uji continuity per kabel + observasi proses 5 buah kabel UTP ter-terminasi PASS + log waktu pengerjaan
1 3–4 Unit 2 TP-3.2 Memasang kabel pada patch panel & keystone jack 8 Formatif: Inspeksi fisik + uji konektivitas Patch panel & faceplate terpasang + foto dokumentasi
1 4–5 Unit 2 TP-3.3 Penarikan kabel horizontal TR → WA via cable tray 8 Sumatif Unit 2: Proyek instalasi mini Link kabel horizontal terpasang + checklist SOP penarikan
1 5–6 Unit 3 TP-4.1 Menganalisis hasil pengujian kabel (wiremap, length, atenuasi) 6 Formatif: Laporan analisis hasil tes Laporan pengujian 5 link + screenshot cable tester
1 6–7 Unit 3 TP-4.2 Mendiagnosis & rework kegagalan terminasi 6 Formatif: Studi kasus troubleshooting Log troubleshooting 4 kasus + bukti kabel PASS setelah rework
1 7 Unit 3 TP-5.1 Mengevaluasi kelayakan sistem pengkabelan terhadap standar 4 Sumatif Unit 3: Evaluasi komprehensif Laporan evaluasi kelayakan + rekomendasi perbaikan
1 7–8 Unit 4 TP-5.2 Merancang layout pengkabelan horizontal gedung 6 Formatif: Review desain peer-to-peer Dokumen desain: floor plan + cable routing + BoQ material
1 8 Unit 4 TP-5.3 Menyusun dokumentasi pengkabelan terstruktur lengkap 6 Sumatif Akhir: Portofolio proyek Paket dokumentasi lengkap: as-built drawing, cable schedule, patch panel map, label ID, berita acara

3.3 Narasi Justifikasi Urutan

Urutan ATP dirancang mengikuti production flow industri structured cabling sebagaimana dilakukan oleh teknisi instalasi jaringan profesional di lapangan. Alur dimulai dari pengenalan material dan standar (Unit 1) karena seorang cabling technician harus terlebih dahulu mengenal jenis-jenis kabel, konektor, dan standar wiring sebelum menyentuh alat. K3LH ditempatkan di awal karena menjadi prasyarat mutlak sebelum pekerjaan fisik dimulai — di industri, briefing keselamatan kerja selalu dilakukan sebelum teknisi turun ke lapangan.

Unit 2 merupakan inti keterampilan psikomotor yang disusun dari skala terkecil ke terbesar: terminasi konektor RJ-45 (skala kabel satuan) → pemasangan patch panel/keystone jack (skala panel) → penarikan kabel horizontal TR–WA (skala ruangan). Urutan ini mencerminkan progresivitas pekerjaan nyata: teknisi berlatih crimping di bench terlebih dahulu sebelum naik ke instalasi panel dan penarikan kabel di ceiling/conduit. Setiap sub-kompetensi menjadi prasyarat bagi sub-kompetensi berikutnya.

Unit 3 ditempatkan setelah instalasi karena pengujian secara logis baru bisa dilakukan setelah kabel terpasang — sesuai alur industri install → test → certify. Troubleshooting (TP-4.2) menyusul pengujian (TP-4.1) karena siswa harus bisa membaca hasil tes dulu sebelum mendiagnosis masalah. Evaluasi kelayakan (TP-5.1) menjadi puncak Unit 3 karena mensintesiskan semua parameter uji menjadi keputusan PASS/FAIL level sistem. Unit 4 (perancangan & dokumentasi) ditempatkan di akhir secara sengaja — setelah siswa mengalami seluruh proses hands-on, mereka memiliki pengalaman empiris untuk merancang dan mendokumentasikan sistem secara komprehensif. Ini selaras dengan prinsip "experience before abstraction" dalam pembelajaran vokasi.


BAGIAN 4 — DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI

Unit yang Dikembangkan: Unit 2 — Teknik Terminasi & Instalasi Kabel (Dipilih karena merupakan unit inti keterampilan psikomotor dengan bobot JP terbesar: 24 JP / 3 minggu)

4.1 Identitas Modul

Komponen Isi
Nama Penyusun Tim Pengembang Kurikulum TKJ, SMK Satya Bhakti Ilmu
Satuan Pendidikan SMK Satya Bhakti Ilmu (SMK SBI), Grobogan, Jawa Tengah
Fase / Kelas Fase E / Kelas X
Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ)
Unit Kompetensi Unit 2 — Teknik Terminasi & Instalasi Kabel (SKKNI J.611000.009.02)
Alokasi Waktu 24 JP (3 minggu × 8 JP/minggu, @45 menit per JP)
Target Peserta Didik Peserta didik reguler; telah menyelesaikan Unit 1 (identifikasi kabel, skema wiring, K3LH)
Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) — lab TKJ disimulasikan sebagai workshop instalasi kabel perusahaan kontraktor jaringan
Moda Pembelajaran Tatap muka (praktikum bengkel/lab)

4.2 Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran:

  • TP-3.1: Terminasi kabel UTP pada konektor RJ-45 (crimping T568A/T568B)
  • TP-3.2: Memasang kabel pada patch panel 24-port & keystone jack/faceplate
  • TP-3.3: Penarikan kabel horizontal dari TR ke WA via cable tray/conduit

Pemahaman Bermakna: Kemampuan memasang kabel jaringan dengan terminasi yang benar dan rapi merupakan fondasi dari seluruh infrastruktur komunikasi data. Sebagaimana seorang tukang listrik harus bisa menyambung kabel dengan aman sebelum membangun instalasi gedung, seorang Network Technician harus menguasai crimping, punch-down, dan cable pulling sebelum bisa membangun jaringan yang andal. Satu kesalahan terminasi bisa menyebabkan seluruh lantai kantor kehilangan koneksi.

Pertanyaan Pemantik:

  1. "Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa kabel LAN di lab komputer kadang putus koneksi meski terlihat terpasang? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam konektor RJ-45?"
  2. "Di sebuah gedung perkantoran 5 lantai dengan 200 komputer, bagaimana caranya seorang teknisi mengidentifikasi kabel mana yang menuju meja siapa, tanpa harus menelusuri kabel satu per satu?"
  3. "Jika kalian dipekerjakan sebagai teknisi instalasi dan diminta memasang 100 titik kabel dalam 3 hari, bagaimana strategi kerja kalian agar efisien dan hasilnya berkualitas?"

Kegiatan Pembelajaran:


PERTEMUAN 1–2 (Minggu 3): TP-3.1 — Terminasi Kabel UTP pada RJ-45 (8 JP)

Fase MINDFUL (Pembuka — 15 menit)

  • Siswa mengamati 2 kabel UTP: satu ter-crimping rapi (PASS test), satu ter-crimping buruk (FAIL test). Guru demonstrasikan tes keduanya di cable tester.
  • Pertanyaan reflektif: "Apa yang berbeda? Mengapa hasil berbeda padahal menggunakan kabel dan konektor yang sama?"
  • Briefing K3LH: penggunaan sarung tangan anti-gores, penanganan potongan kabel tembaga, posisi kerja ergonomis.

Fase MEANINGFUL (Inti — 300 menit / 2 pertemuan)

Sesi 1 (Pertemuan 1 — 4 JP):

  • Demonstrasi guru (30 menit): Teknik stripping, untwisting, pengurutan warna T568B, insersi ke konektor RJ-45, crimping, pengujian. Guru menunjukkan slow-motion setiap langkah kritis.
  • Praktik terbimbing (60 menit): Siswa mengerjakan kabel straight-through pertama dengan pendampingan guru. Standar keluaran: 1 kabel straight T568B–T568B lulus uji continuity.
  • Praktik mandiri (60 menit): Siswa mengerjakan 2 kabel tambahan (1 straight T568B, 1 crossover T568A–T568B). Guru melakukan observasi dan pencatatan waktu per siswa.

Sesi 2 (Pertemuan 2 — 4 JP):

  • Speed drill (90 menit): Siswa mengerjakan 2 kabel lagi dengan target waktu 10 menit/kabel. Setiap kabel langsung diuji di cable tester. Kabel yang FAIL harus di-rework di tempat.
  • Quality gate (45 menit): Guru memeriksa seluruh 5 kabel per siswa. Siswa mengisi log pengerjaan (nomor kabel, skema, waktu, hasil tes PASS/FAIL, rework jika ada).
  • Refleksi teknik (15 menit): Siswa mengidentifikasi kesalahan paling sering (miswire, short, uneven cable length) dan mendiskusikan cara pencegahan.

Fase JOYFUL (Penutup — 15 menit)

  • "Cable Crimping Challenge": siswa dengan waktu tercepat + semua PASS mendapat predikat "Crimping Master of the Day" (gamifikasi).
  • Siswa menulis 1 paragraf refleksi: "Teknik apa yang paling sulit saya kuasai hari ini, dan bagaimana saya akan memperbaikinya?"
  • Preview pertemuan berikutnya: patch panel & keystone jack.

PERTEMUAN 3–4 (Minggu 4): TP-3.2 — Pemasangan Patch Panel & Keystone Jack (8 JP)

Fase MINDFUL (Pembuka — 15 menit)

  • Siswa mengamati foto server room profesional (Google, Facebook data center) — perhatikan kerapian kabel dan patch panel.
  • Pertanyaan: "Apa perbedaan antara lab kita saat ini dengan server room profesional? Apa yang membuat mereka terlihat rapi?"
  • Review singkat: pengurutan warna T568B (recall dari pertemuan sebelumnya).

Fase MEANINGFUL (Inti — 300 menit / 2 pertemuan)

Sesi 1 (Pertemuan 3 — 4 JP):

  • Demonstrasi guru (30 menit): Teknik punch-down kabel UTP ke patch panel 24-port menggunakan punch down tool (110 type). Demonstrasi keystone jack + faceplate.
  • Praktik terbimbing patch panel (90 menit): Setiap kelompok (4 siswa) mengerjakan terminasi 6 port pada patch panel. Pembagian peran: 2 siswa strip & urut kabel, 2 siswa punch-down. Rotasi peran setelah 3 port.
  • Inspeksi kualitas (30 menit): Guru memeriksa setiap port — kerapian, urutan warna, kekokohan punch-down. Port yang tidak memenuhi standar harus di-rework.

Sesi 2 (Pertemuan 4 — 4 JP):

  • Praktik keystone jack & faceplate (60 menit): Setiap siswa memasang 2 keystone jack pada faceplate, terminasi punch-down, dan menguji konektivitas end-to-end (patch panel → kabel horizontal → keystone jack).
  • Integrasi sistem (60 menit): Kelompok menghubungkan link lengkap: switch → patch cord → patch panel → horizontal cable → keystone jack → patch cord → PC. Uji koneksi ping antar-PC.
  • Dokumentasi foto (30 menit): Setiap kelompok mendokumentasikan hasil instalasi (foto close-up terminasi, foto keseluruhan panel, screenshot hasil ping).

Fase JOYFUL (Penutup — 15 menit)

  • Galeri foto: setiap kelompok menampilkan foto instalasi terbaiknya. Peer-voting untuk "Most Professional Installation".
  • Refleksi: "Apa bedanya crimping RJ-45 dengan punch-down patch panel? Mana yang lebih sulit? Mengapa?"

PERTEMUAN 5–6 (Minggu 5): TP-3.3 — Penarikan Kabel Horizontal TR → WA (8 JP)

Fase MINDFUL (Pembuka — 15 menit)

  • Video singkat (3 menit): proses cable pulling di gedung perkantoran nyata — teknisi menarik kabel di ceiling void, memasang cable tray, mengatur bundle kabel.
  • Pertanyaan: "Mengapa kabel tidak boleh ditekuk tajam? Apa yang terjadi pada sinyal data jika radius tekukan terlalu kecil?"
  • Briefing K3LH khusus cable pulling: bahaya bekerja di ketinggian, penggunaan tangga, proteksi mata dari debu ceiling.

Fase MEANINGFUL (Inti — 300 menit / 2 pertemuan)

Sesi 1 (Pertemuan 5 — 4 JP):

  • Setting lab sebagai "gedung mini" (30 menit): Guru bersama siswa menata lab — menentukan posisi TR (sudut ruangan dengan rack), WA (4 titik meja kerja), jalur cable tray (sepanjang dinding/langit-langit). Menandai jalur dengan masking tape.
  • Praktik penarikan kabel (90 menit): Setiap kelompok menarik 2 run kabel (masing-masing ±10 meter) dari TR ke WA melalui jalur yang ditentukan. Peran: 1 siswa feeder (memasukkan kabel dari box), 1 siswa puller (menarik di ujung), 2 siswa guide (memastikan kabel melewati jalur tanpa tekukan tajam).
  • Pengelolaan kabel (30 menit): Setiap kelompok memasang cable tie pada interval 30 cm, menandai kabel dengan label sementara (masking tape + spidol).

Sesi 2 (Pertemuan 6 — 4 JP):

  • Terminasi kedua ujung (60 menit): Kelompok melakukan crimping/punch-down pada kedua ujung kabel yang telah ditarik — ujung TR ke patch panel, ujung WA ke keystone jack.
  • Pengujian link end-to-end (45 menit): Setiap link diuji menggunakan cable tester. Hasil dicatat di lembar pengujian.
  • Labeling & finishing (30 menit): Pemasangan label permanen pada kedua ujung kabel (format: LT[lantai]-R[ruangan]-P[port], contoh: LT1-R01-P03).
  • Inspeksi akhir (15 menit): Guru melakukan walkthrough inspection — mengecek kerapian jalur, radius tekukan, kesesuaian label, hasil test.

Fase JOYFUL (Penutup — 15 menit)

  • Kelompok presentasi singkat (2 menit per kelompok): "Tantangan terbesar kami selama cable pulling dan bagaimana kami mengatasinya."
  • Guru mengumumkan kelompok dengan skor inspeksi tertinggi: "Best Cabling Team Award."
  • Preview Unit 3: "Kabel kalian sudah terpasang. Minggu depan, kita akan menguji apakah kabel kalian benar-benar layak digunakan di jaringan produksi."

4.3 LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) — Unit 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Mata Pelajaran: AIJ | Kelas: X TKJ | Unit 2: Teknik Terminasi & Instalasi Kabel


A. Petunjuk Pengerjaan

  1. Kerjakan LKPD ini secara individu (Bagian I–II) dan kelompok (Bagian III).
  2. Setiap kabel yang kalian buat HARUS diuji dengan cable tester sebelum dinyatakan selesai.
  3. Catat seluruh hasil pengerjaan pada tabel yang disediakan. Jujurlah mencatat kegagalan — dari situlah belajar.
  4. Terapkan K3LH sepanjang praktikum. Kegagalan menerapkan K3LH = nilai sikap dikurangi.
  5. Waktu pengerjaan tertera di setiap bagian. Manajemen waktu merupakan bagian dari penilaian.

B. Skenario Kontekstual

PT Nusantara Network Solutions menerima kontrak pemasangan jaringan LAN untuk kantor baru PT Bumi Jaya di Purwodadi. Gedung memiliki 1 lantai dengan 4 ruangan kerja (masing-masing 5 titik akses), 1 server room, dan 1 resepsionis. Sebagai Junior Cabling Technician yang baru direkrut, kalian ditugaskan untuk:

  1. Membuat kabel patch cord straight-through dan crossover sesuai kebutuhan;
  2. Melakukan terminasi pada patch panel dan keystone jack;
  3. Menarik kabel horizontal dari server room ke titik kerja. Supervisor kalian akan menginspeksi setiap pekerjaan. Kabel yang tidak lulus tes harus di-rework sebelum deadline proyek.

Bagian I — Terminasi Kabel UTP (Individu, 2 JP)

Tugas: Buatlah 5 kabel UTP dengan spesifikasi berikut:

No Kabel Skema Panjang Target Waktu Hasil Tes (PASS/FAIL) Waktu Aktual Rework?
K-01 Straight T568B–T568B 1 m 10 menit ☐ PASS ☐ FAIL ... menit ☐ Ya ☐ Tidak
K-02 Straight T568B–T568B 2 m 10 menit ☐ PASS ☐ FAIL ... menit ☐ Ya ☐ Tidak
K-03 Crossover T568A–T568B 1 m 12 menit ☐ PASS ☐ FAIL ... menit ☐ Ya ☐ Tidak
K-04 Straight T568B–T568B 3 m 10 menit ☐ PASS ☐ FAIL ... menit ☐ Ya ☐ Tidak
K-05 Crossover T568A–T568B 2 m 12 menit ☐ PASS ☐ FAIL ... menit ☐ Ya ☐ Tidak

Pertanyaan analisis:

  1. Dari 5 kabel, berapa yang PASS di percobaan pertama? Jika ada yang FAIL, identifikasi jenis kesalahannya (miswire/short/open/split pair).
  2. Bandingkan waktu pengerjaan kabel pertama (K-01) dengan kabel terakhir (K-05). Apakah ada peningkatan kecepatan? Jelaskan faktor yang mempengaruhi.
  3. Mengapa kabel crossover membutuhkan waktu lebih lama daripada straight-through? Analisis dari sisi proses kerja.

Bagian II — Terminasi Patch Panel & Keystone Jack (Kelompok 4 siswa, 2 JP)

Tugas: Lakukan terminasi pada 6 port patch panel dan 4 keystone jack sesuai instruksi jobsheet.

Port Status Punch-Down Urutan Warna Benar? Uji Konektivitas Catatan
PP-01 ☐ Selesai ☐ Ya ☐ Tidak ☐ PASS ☐ FAIL ...
PP-02 ☐ Selesai ☐ Ya ☐ Tidak ☐ PASS ☐ FAIL ...
PP-03 ☐ Selesai ☐ Ya ☐ Tidak ☐ PASS ☐ FAIL ...
PP-04 ☐ Selesai ☐ Ya ☐ Tidak ☐ PASS ☐ FAIL ...
PP-05 ☐ Selesai ☐ Ya ☐ Tidak ☐ PASS ☐ FAIL ...
PP-06 ☐ Selesai ☐ Ya ☐ Tidak ☐ PASS ☐ FAIL ...

Bagian III — Cable Pulling & Finishing (Kelompok 4 siswa, 4 JP)

Tugas: Tarik 2 run kabel horizontal dari TR ke WA. Dokumentasikan proses dan hasil.

Run Titik Awal (TR) Titik Akhir (WA) Panjang (m) Radius Tekukan OK? Label Terpasang? Tes End-to-End
R-01 Rack-Port 1 Ruang 1-Meja A ... m ☐ Ya ☐ Tidak ... ☐ PASS ☐ FAIL
R-02 Rack-Port 2 Ruang 1-Meja B ... m ☐ Ya ☐ Tidak ... ☐ PASS ☐ FAIL

D. Refleksi Siswa

  1. Keterampilan apa yang paling saya kuasai di Unit 2 ini?
  2. Keterampilan apa yang masih perlu saya tingkatkan?
  3. Jika saya menjadi teknisi instalasi profesional, apa 3 hal penting yang harus selalu saya perhatikan saat memasang kabel?
  4. Berikan skor 1–10 untuk kepercayaan diri saya melakukan pekerjaan ini secara mandiri. Jelaskan alasannya.

4.4 Jobsheet Praktikum — Unit 2


JOBSHEET PRAKTIKUM SMK SATYA BHAKTI ILMU — PROGRAM KEAHLIAN TKJ


Komponen Isi
Judul Terminasi Kabel UTP Cat6 pada Konektor RJ-45 dan Patch Panel
Mata Pelajaran AIJ — Fase E / Kelas X
SKKNI J.611000.009.02 — Memasang Kabel Jaringan
Kode TP TP-3.1 & TP-3.2
Alokasi Waktu 8 JP (2 pertemuan × 4 JP)
Model Teaching Factory — Simulasi Workshop Cabling Contractor

A. Tujuan Praktikum

  1. Peserta didik mampu melakukan terminasi kabel UTP Cat6 pada konektor RJ-45 dengan skema T568A dan T568B, dengan tingkat keberhasilan ≥80%.
  2. Peserta didik mampu melakukan terminasi kabel UTP Cat6 pada patch panel 24-port menggunakan punch down tool dengan urutan warna 100% benar.
  3. Peserta didik mampu menguji hasil terminasi menggunakan cable tester dan menginterpretasi hasilnya.

B. Alat dan Bahan

No Alat/Bahan Spesifikasi Jumlah per Siswa/Kelompok
1 Kabel UTP Cat6, 23 AWG, 4-pair, min. 10 meter per siswa 1 box/kelas
2 Konektor RJ-45 Cat6 compatible, 3-prong contact, gold-plated 15 buah/siswa
3 Crimping Tool RJ-45 ratchet type, dengan cutter & stripper 1 buah/siswa
4 Cable Stripper Adjustable blade, untuk jacket removal 1 buah/siswa
5 Cable Tester LAN tester RJ-45/RJ-11, minimal wiremap + continuity 1 buah/2 siswa
6 Patch Panel 24-port, Cat6, 110-type IDC 1 buah/kelompok
7 Punch Down Tool 110-type, dengan blade cut 1 buah/siswa
8 Keystone Jack Cat6, T568A/B color-coded 4 buah/kelompok
9 Faceplate 2-port, surface mount 2 buah/kelompok
10 Cable Tie Nylon, 15 cm 20 buah/kelompok
11 Label Sticker Self-adhesive, waterproof 1 lembar/kelompok
12 APD Sarung tangan anti-gores, kacamata safety 1 set/siswa

C. Keselamatan Kerja (K3LH)

WAJIB DIPATUHI SEBELUM, SELAMA, DAN SETELAH PRAKTIKUM:

  1. Gunakan APD — sarung tangan anti-gores saat stripping dan cutting kabel. Potongan tembaga kabel Cat6 sangat tajam.
  2. Posisi kerja ergonomis — duduk tegak, meja setinggi siku, jangan membungkuk berkepanjangan.
  3. Penanganan alat tajam — crimping tool dan punch down tool harus diletakkan di meja saat tidak digunakan, BUKAN di pangkuan atau saku.
  4. Pengelolaan limbah — semua potongan kabel, insulator, dan konektor gagal dikumpulkan di wadah limbah yang disediakan. DILARANG membuang ke lantai.
  5. Area kerja bersih — meja kerja harus bersih sebelum dan sesudah praktikum. Siswa yang meninggalkan area kerja kotor mendapat pengurangan nilai sikap.
  6. Larangan — DILARANG menggigit kabel untuk stripping. DILARANG menggunakan crimping tool untuk keperluan selain crimping konektor. DILARANG berlari di area lab.

D. Langkah Kerja — Terminasi Kabel UTP pada Konektor RJ-45

Langkah 1 — Persiapan (5 menit)

  1. Kenakan APD (sarung tangan, kacamata safety).
  2. Siapkan alat dan bahan di meja kerja: crimping tool, cable stripper, konektor RJ-45 (3 buah cadangan), kabel UTP sepanjang yang ditentukan.
  3. Pastikan cable tester tersedia dan berfungsi (test dengan kabel yang sudah diketahui PASS).

Langkah 2 — Stripping Jacket (2 menit) 4. Ukur panjang kabel sesuai kebutuhan, potong menggunakan cutter pada crimping tool. 5. Dengan cable stripper, kupas jacket luar kabel sepanjang ±3 cm dari ujung. PERHATIAN: jangan sampai melukai insulator kabel inner. 6. Periksa: apakah ada kabel inner yang tergores? Jika ya, potong ulang dan strip lagi.

Langkah 3 — Pengurutan Warna (3 menit) 7. Buka pilinan (untwist) keempat pasang kabel. 8. Urutkan kabel sesuai skema yang ditentukan:

  • T568B: Putih-Oranye → Oranye → Putih-Hijau → Biru → Putih-Biru → Hijau → Putih-Cokelat → Cokelat
  • T568A: Putih-Hijau → Hijau → Putih-Oranye → Biru → Putih-Biru → Oranye → Putih-Cokelat → Cokelat
  1. Rapatkan kedelapan kabel sejajar, luruskan dengan jari.
  2. Potong ujung kabel rata, sisakan ±12–14 mm dari jacket.

Langkah 4 — Insersi & Crimping (3 menit) 11. Masukkan kedelapan kabel ke dalam konektor RJ-45 dengan posisi kunci (clip) menghadap ke bawah. 12. Dorong hingga semua kabel menyentuh ujung depan konektor. PERIKSA: ujung jacket harus masuk ke dalam konektor minimal 3 mm. 13. Periksa urutan warna melalui sisi transparan konektor — pastikan tidak ada yang bertukar. 14. Masukkan konektor ke crimping tool, tekan dengan kuat dan penuh (ratchet harus "klik" sempurna).

Langkah 5 — Pengujian (2 menit) 15. Sambungkan kedua ujung kabel ke cable tester (master unit & remote unit). 16. Nyalakan cable tester, amati indikator LED: - PASS: Semua LED 1–8 menyala berurutan di kedua unit → kabel siap pakai. - FAIL: Ada LED yang tidak menyala, loncat urutan, atau menyala di posisi berbeda → identifikasi jenis kesalahan, potong konektor, ulangi dari Langkah 2. 17. Catat hasil di log pengerjaan.


E. Langkah Kerja — Terminasi Patch Panel (Punch-Down)

Langkah 1 — Persiapan (5 menit)

  1. Pasang patch panel pada mounting bracket/rack simulasi.
  2. Siapkan kabel UTP yang sudah ditarik (dari sisi horizontal), punch down tool, dan label.

Langkah 2 — Stripping & Pengurutan (3 menit per port) 3. Kupas jacket kabel ±5 cm dari ujung. 4. Pisahkan 4 pasang kabel sesuai color-code yang tercetak pada patch panel (biasanya T568B).

Langkah 3 — Punch-Down (3 menit per port) 5. Letakkan masing-masing kabel pada slot IDC patch panel sesuai warna. 6. Gunakan punch down tool dengan posisi blade menghadap ke luar (sisi potong di luar). 7. Tekan punch down tool secara tegak lurus hingga "klik" — kabel terpotong otomatis di sisi luar. 8. Ulangi untuk semua 8 kabel pada 1 port.

Langkah 4 — Pengujian & Labeling (2 menit per port) 9. Uji konektivitas port yang sudah di-punch-down menggunakan cable tester. 10. Pasang label pada port: format LT[lantai]-R[ruangan]-P[port].


F. Topologi Praktikum

┌─────────────────────────────────────────────────────────────┐
│                    TELECOMMUNICATION ROOM (TR)               │
│  ┌──────────┐    ┌──────────────────────────┐               │
│  │  Switch   │────│  Patch Panel 24-Port     │               │
│  │  Managed  │    │  Port 1─────┐            │               │
│  └──────────┘    │  Port 2─────┤ (punch-down)│               │
│                  │  Port 3─────┤            │               │
│                  │  Port 4─────┘            │               │
│                  └──────────────────────────┘               │
└──────────┬──────────┬──────────┬──────────┬──────────────────┘
           │          │          │          │
    Horizontal Cable (UTP Cat6, max 90m)
           │          │          │          │
┌──────────▼───┐ ┌────▼─────┐ ┌─▼────────┐ ┌▼─────────────────┐
│  WA-1        │ │ WA-2     │ │ WA-3     │ │ WA-4             │
│ ┌──────────┐ │ │┌────────┐│ │┌────────┐│ │┌────────┐        │
│ │Keystone  │ │ ││Keystone││ ││Keystone││ ││Keystone│        │
│ │Jack +    │ │ ││Jack    ││ ││Jack    ││ ││Jack    │        │
│ │Faceplate │ │ │└────────┘│ │└────────┘│ │└────────┘        │
│ └────┬─────┘ │ └────┬────┘ └────┬─────┘ └────┬─────────────┘
│      │       │      │           │             │
│  ┌───▼───┐   │  ┌───▼───┐  ┌───▼───┐    ┌───▼───┐
│  │  PC   │   │  │  PC   │  │  PC   │    │  PC   │
│  └───────┘   │  └───────┘  └───────┘    └───────┘
└──────────────┘

⚠️ CATATAN INFRASTRUKTUR SMK SBI: Pada jaringan produksi SMK SBI, koneksi internet masuk melalui interface wlan1 (wireless station mode) pada router MikroTik RB4011iGS+5HacQ2HnD, BUKAN ether1. Jika praktikum ini dihubungkan ke jaringan sekolah untuk pengujian konektivitas internet, pastikan default route mengarah ke gateway yang terhubung via wlan1.


G. Lembar Hasil Pengamatan

No Parameter Standar Hasil Pengamatan Status
1 Urutan warna pin 1–8 Sesuai T568B .................. ☐ Sesuai ☐ Tidak
2 Jacket masuk ke konektor Min. 3 mm .................. mm ☐ Sesuai ☐ Tidak
3 Panjang kabel terbuka 12–14 mm .................. mm ☐ Sesuai ☐ Tidak
4 Crimping ratchet Klik penuh .................. ☐ Ya ☐ Tidak
5 Hasil tes continuity Semua LED 1–8 PASS .................. ☐ PASS ☐ FAIL
6 Kerapian fisik Tidak ada kabel terbuka di luar konektor .................. ☐ Rapi ☐ Tidak

4.5 Media Simulasi Digital

No Tools Fungsi dalam Pembelajaran Skenario Simulasi
1 Cisco Packet Tracer Merancang topologi dengan structured cabling — siswa membuat topologi gedung 2 lantai dengan penempatan TR, cable run, WA, dan menguji konektivitas PC-to-PC Skenario: "Desain jaringan kantor baru PT Bumi Jaya — 4 ruangan, 20 titik akses, 1 server room. Tentukan penempatan switch, patch panel, dan jalur kabel horizontal."
2 Fluke LinkIQ / Cable Test Simulator (jika tersedia) Simulasi pengujian kabel dengan parameter detail (wiremap, length, NEXT, attenuation) Skenario: "Analisis 5 laporan pengujian kabel. Identifikasi link yang FAIL, tentukan penyebab, dan rekomendasikan rework."
3 Microsoft Visio / draw.io Membuat as-built drawing dan cable schedule digital Skenario: "Buat dokumentasi pengkabelan lengkap untuk instalasi yang telah dikerjakan di lab."

4.6 Instrumen Asesmen Otentik

A. Asesmen Diagnostik (Awal Unit 2 — sebelum Pertemuan 1)

Kognitif (5 pertanyaan):

  1. Sebutkan 4 jenis kabel jaringan yang kamu ketahui beserta salah satu perbedaannya.
  2. Apa perbedaan antara skema wiring T568A dan T568B? Sebutkan minimal pada pin nomor berapa saja perbedaannya.
  3. Jelaskan fungsi konektor RJ-45 dalam jaringan komputer.
  4. Apa yang dimaksud dengan "straight-through cable" dan kapan digunakan?
  5. Mengapa kabel UTP memiliki pilinan (twist) pada setiap pasang kabel? Apa tujuan teknis dari pilinan tersebut?

Non-Kognitif (3 pertanyaan):

  1. Apakah kamu pernah melihat atau mencoba membuat kabel jaringan sebelumnya? Ceritakan pengalamanmu.
  2. Seberapa percaya diri kamu dalam mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tangan? (Skala 1–10)
  3. Apakah ada kekhawatiran tertentu yang kamu rasakan menjelang praktikum pengkabelan ini?

B. Asesmen Formatif (Proses — selama Unit 2)

Checklist Observasi Sikap Kerja:

No Aspek Indikator Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4
1 K3LH Menggunakan APD lengkap sepanjang praktikum
2 K3LH Mengelola limbah kabel dengan benar
3 SOP Mengikuti urutan langkah kerja sesuai jobsheet
4 Ketelitian Memeriksa hasil sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya
5 Kedisiplinan Menyelesaikan tugas dalam batas waktu
6 Kerja Tim Berkontribusi aktif dalam tugas kelompok
7 Dokumentasi Mencatat hasil di log/LKPD secara lengkap dan jujur

Checklist Kinerja Terminasi RJ-45:

No Kriteria Per Kabel: K1 K2 K3 K4 K5
1 Stripping jacket tidak melukai inner cable
2 Urutan warna benar sesuai skema
3 Panjang kabel terbuka 12–14 mm
4 Jacket masuk ke konektor ≥3 mm
5 Crimping ratchet penuh
6 Lulus uji continuity (PASS)
7 Waktu ≤10 menit (straight) / ≤12 menit (crossover)

C. Asesmen Sumatif (Akhir Unit 2) — Rubrik Penilaian Produk

Produk yang Dinilai: Proyek instalasi mini — 2 link kabel horizontal end-to-end (TR → WA) termasuk patch panel, keystone jack, dan dokumentasi.

No Aspek Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1) Bobot
1 Kualitas Terminasi RJ-45 Semua kabel PASS, urutan warna 100% benar, kerapian sempurna, jacket masuk konektor, waktu ≤10 menit Semua PASS, 1 kabel perlu rework, waktu ≤12 menit 1–2 kabel FAIL setelah rework, waktu ≤15 menit >2 kabel FAIL, tidak mampu rework mandiri 20%
2 Kualitas Terminasi Patch Panel Semua port PASS, urutan warna benar, punch-down kokoh, kabel rapi Semua port PASS, 1 port perlu koreksi 1–2 port FAIL setelah koreksi >2 port FAIL, urutan warna salah 15%
3 Kualitas Cable Pulling Jalur rapi, radius tekukan sesuai standar, cable tie interval teratur, label terpasang Jalur rapi, 1 tekukan mendekati batas, label lengkap Beberapa tekukan melebihi batas, label kurang lengkap Jalur berantakan, tekukan tajam, tidak ada label 20%
4 Pengujian End-to-End Semua link PASS, hasil tes terdokumentasi lengkap Semua link PASS, dokumentasi kurang 1 parameter 1 link FAIL tetapi berhasil di-rework Link FAIL, tidak mampu melakukan rework 15%
5 Dokumentasi As-built drawing, cable schedule, label map, berita acara lengkap dan akurat Lengkap, 1 dokumen kurang detail 2 dokumen kurang lengkap Dokumentasi tidak lengkap atau tidak akurat 10%
6 Ketaatan K3LH 100% patuh checklist K3LH, area kerja bersih 1 pelanggaran minor, area kerja bersih 2 pelanggaran minor Pelanggaran mayor (tidak APD, limbah dibuang sembarangan) 10%
7 Kerja Tim & Manajemen Waktu Pembagian tugas jelas, semua anggota berkontribusi, selesai tepat waktu Pembagian tugas baik, selesai tepat waktu Pembagian tugas kurang merata, terlambat ≤10 menit Tidak ada pembagian tugas, terlambat >10 menit 10%

Konversi Nilai:

Skor Total Predikat Keterangan
≥ 90 (3.60–4.00) A Sangat Kompeten
80–89 (3.20–3.59) B Kompeten
70–79 (2.80–3.19) C Cukup Kompeten (KKM = 70)
60–69 (2.40–2.79) D Belum Kompeten — perlu remediasi
< 60 (< 2.40) E Tidak Kompeten — wajib mengulang

BAGIAN 5 — TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA

5.1 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 1: Dasar-Dasar Kabel Jaringan & K3LH

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
1 TP-1.1 Surveyor Jaringan melakukan site survey untuk menentukan jenis kabel yang sesuai dengan kebutuhan bandwidth, jarak, dan lingkungan instalasi P: Karakteristik UTP/STP/FO, kategori kabel (Cat5e/6/6a), standar bandwidth. K: Mengidentifikasi kabel berdasarkan marking, mencocokkan spesifikasi dengan datasheet. S: Ketelitian membaca spesifikasi, inisiatif belajar mandiri Persiapan: Kumpulkan sampel kabel & datasheet → Proses: Inspeksi fisik (diameter, shielding, marking), bandingkan dengan datasheet → Pemeriksaan: Verifikasi klasifikasi dengan tabel standar → Penyelesaian: Susun laporan klasifikasi Lab TKJ disetting sebagai gudang material kontraktor jaringan. Siswa berperan sebagai Inventory Staff yang harus mengklasifikasi stok kabel yang baru datang dari supplier. Setiap siswa menerima 6 sampel kabel berbeda dan harus mengisi form klasifikasi material. Target: 20 menit Lembar klasifikasi kabel (form material inventory) + foto sampel berlabel + tabel perbandingan spesifikasi P: Tes identifikasi (20%) K: Akurasi klasifikasi ≥80% (60%) S: Ketelitian & kerapian form (20%)
2 TP-1.2 Cabling Technician menentukan jenis kabel (straight/crossover/rollover) berdasarkan topologi dan perangkat yang dihubungkan P: Skema T568A/T568B, aturan straight/crossover/rollover, tabel koneksi perangkat. K: Membaca diagram topologi, menentukan kabel yang tepat per koneksi. S: Penalaran kritis, ketelitian Persiapan: Terima diagram topologi dari Project Manager → Proses: Analisis setiap koneksi (PC-switch, switch-switch, router-PC console) → Pemeriksaan: Validasi dengan tabel aturan → Penyelesaian: Buat daftar kebutuhan kabel per koneksi Lab sebagai war room proyek. Siswa berperan sebagai Junior Network Planner. Diberikan 5 diagram topologi berbeda (small office, lab komputer, warnet, tower ISP, home network). Harus menentukan jenis kabel setiap koneksi. Target: 30 menit Lembar analisis topologi: diagram + tabel jenis kabel per koneksi + justifikasi pemilihan P: Quiz skenario (20%) K: Akurasi penentuan ≥80% (60%) S: Kemampuan menjustifikasi pilihan (20%)
3 TP-2.1 HSE Officer (Health, Safety, Environment) melakukan briefing K3LH sebelum pekerjaan instalasi dimulai & menginspeksi kepatuhan di lapangan P: Jenis APD untuk pekerjaan kabel, prosedur penanganan limbah, ergonomi. K: Memakai APD dengan benar, menginspeksi area kerja, membuat checklist. S: Disiplin, tanggung jawab, kepedulian keselamatan Persiapan: Siapkan APD & checklist K3LH → Proses: Lakukan briefing K3LH ke rekan, demonstrasi pemakaian APD → Pemeriksaan: Inspeksi area kerja & kepatuhan rekan → Penyelesaian: Isi laporan K3LH Siswa bergilir berperan sebagai HSE Officer shift. Sebelum praktikum dimulai, HSE Officer hari itu memimpin toolbox meeting 5 menit, mengecek APD semua rekan, dan menginspeksi area kerja. Di akhir praktikum, HSE Officer mengisi form inspeksi Checklist K3LH terisi + form inspeksi area kerja + dokumentasi foto APD + notulensi toolbox meeting P: Pengetahuan prosedur K3LH (20%) K: Kebenaran demonstrasi APD (60%) S: Inisiatif & konsistensi (20%)
4 TP-2.2 Logistic Staff kontraktor menyiapkan material dan tools sesuai Bill of Quantity (BoQ) proyek sebelum tim berangkat ke site P: Spesifikasi alat (crimping tool, punch down, cable tester), jenis material, cara membaca BoQ. K: Mencocokkan item dengan BoQ, memeriksa kondisi alat, menyusun kit. S: Ketelitian, kerapian, tanggung jawab Persiapan: Terima BoQ dari Project Manager → Proses: Kumpulkan alat & material sesuai daftar → Pemeriksaan: Hitung & verifikasi kelengkapan → Penyelesaian: Tanda tangan serah terima Lab sebagai gudang logistik. Siswa sebagai Material Handler. Menerima BoQ simulasi (proyek 10 titik akses). Harus menyiapkan kit lengkap, menghitung jumlah konektor cadangan, dan membuat berita acara serah terima material Inventory sheet terisi + kit material tersusun & terverifikasi + berita acara serah terima material P: Pengetahuan spesifikasi alat (20%) K: Kelengkapan & kesesuaian 100% (60%) S: Kerapian & tanggung jawab (20%)

5.2 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 2: Teknik Terminasi & Instalasi Kabel

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
5 TP-3.1 Cabling Technician membuat patch cord dan kabel custom sesuai kebutuhan klien (straight, crossover) di bengkel atau di site P: Skema wiring T568A/B, standar panjang stripping, crimping quality standard. K: Stripping, untwisting, pengurutan warna, insersi, crimping, testing. S: Ketelitian, kecepatan, konsistensi kualitas, K3LH Persiapan: Siapkan alat & bahan, cek kondisi crimping tool → Proses: Strip jacket → urut warna → potong rata → insersi konektor → crimping → Pemeriksaan: Tes continuity/wiremap → Penyelesaian: Label & catat di log Lab sebagai workshop produksi kabel kontraktor. Siswa sebagai Cabling Technician yang mendapat Work Order: "Buat 5 patch cord sesuai spesifikasi klien." Setiap kabel harus lulus QC (cable tester). Kabel FAIL = rework. Target: 10 menit/kabel 5 buah kabel UTP ter-terminasi (3 straight + 2 crossover) + semua PASS cable test + log pengerjaan (waktu, hasil tes, rework) P: Pre-test skema wiring (20%) K: Keberhasilan ≥4/5 PASS, waktu ≤10 menit/kabel (60%) S: K3LH, kerapian, log jujur (20%)
6 TP-3.2 Cabling Technician melakukan terminasi pada patch panel dan outlet (keystone jack/faceplate) di MDF/IDF dan work area P: Teknik punch-down 110-type, color-code patch panel, standar kerapian. K: Punch-down dengan tekanan tepat, pengurutan warna di IDC, pemasangan faceplate. S: Ketelitian, kerja tim, kerapian Persiapan: Pasang patch panel di rack, siapkan kabel → Proses: Strip jacket → pisahkan pair → punch-down sesuai color-code → pasang keystone jack → pasang faceplate → Pemeriksaan: Tes konektivitas per port → Penyelesaian: Label port Lab sebagai MDF Room. Siswa (kelompok 4) sebagai Tim Instalasi yang harus menyelesaikan terminasi 6 port patch panel + 4 keystone jack. Supervisor (guru) melakukan inspeksi kualitas. Port yang gagal = rework sebelum sign-off Patch panel 6 port ter-terminasi PASS + 4 keystone jack terpasang PASS + foto dokumentasi instalasi + form QC sign-off P: Pengetahuan teknik punch-down (20%) K: Akurasi 100% urutan warna, semua PASS (60%) S: Kerja tim, kerapian, K3LH (20%)
7 TP-3.3 Cabling Crew melakukan cable pulling dari MDF/IDF ke work area melalui cable tray, conduit, atau ceiling void sesuai desain jalur P: Standar radius tekukan (4× diameter), teknik pulling, cable management, labeling convention. K: Penarikan tanpa merusak kabel, pemasangan cable tie, labeling. S: Kerja tim, fisik, komunikasi, K3LH Persiapan: Baca jalur dari desain layout → briefing K3LH → tentukan posisi feeder & puller → Proses: Feeding kabel dari box → penarikan melalui jalur → pemasangan cable tie → Pemeriksaan: Inspeksi radius tekukan, kerapian → Penyelesaian: Labeling kedua ujung, tes end-to-end Lab disetting sebagai site instalasi gedung kantor. Kelompok 4 siswa = Cabling Crew dengan pembagian peran: 1 Feeder, 1 Puller, 2 Guide. Harus menarik 2 run kabel ±10m dari "TR" ke "WA" melalui jalur yang sudah ditandai. Deadline: 45 menit per run 2 link kabel horizontal terpasang + kabel rapi di jalur + cable tie terpasang + label kedua ujung + tes end-to-end PASS + checklist SOP penarikan terisi P: Pengetahuan standar pulling (20%) K: Kerapian jalur, radius tekukan OK, tes PASS (60%) S: Kerja tim, komunikasi, K3LH, waktu (20%)

5.3 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 3: Pengujian, Analisis & Troubleshooting

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
8 TP-4.1 QC Inspector / Test Technician menguji setiap link kabel yang telah diinstalasi menggunakan cable tester/certification tool dan membuat laporan pengujian P: Parameter pengujian (wiremap, continuity, length, atenuasi, NEXT), kriteria PASS/FAIL. K: Mengoperasikan cable tester, membaca hasil, mengisi laporan. S: Ketelitian, objektivitas, integritas laporan Persiapan: Kalibrasi cable tester, siapkan form pengujian → Proses: Uji setiap link (wiremap → length → continuity) → Pemeriksaan: Bandingkan hasil dengan standar → Penyelesaian: Isi laporan pengujian Lab sebagai QC Station. Siswa sebagai Test Technician yang menerima 5 link kabel (sengaja ada yang cacat). Harus menguji semua link, mengisi form pengujian standar industri, dan menentukan status PASS/FAIL. Waktu: 30 menit Laporan pengujian 5 link (form standar) + screenshot/foto cable tester + tabel status PASS/FAIL + rekomendasi per link P: Pengetahuan parameter uji (20%) K: Akurasi identifikasi status ≥80% (60%) S: Objektivitas, ketelitian (20%)
9 TP-4.2 Troubleshooting Technician mendiagnosis penyebab kegagalan kabel (miswire, short, open, split pair, reversed pair) dan melakukan rework P: Jenis-jenis kegagalan terminasi, cara membaca wiremap error, teknik rework. K: Diagnosis berdasarkan data tester, re-terminasi, verifikasi perbaikan. S: Problem solving, ketenangan, persistensi Persiapan: Terima kabel FAIL dari QC + data wiremap → Proses: Analisis jenis error → tentukan tindakan perbaikan → potong & re-terminasi → Pemeriksaan: Tes ulang → Penyelesaian: Update laporan QC Lab sebagai Repair Bench. Siswa sebagai Rework Technician. Guru menyiapkan 4 kabel yang sengaja dibuat cacat (1 miswire, 1 short, 1 open, 1 split pair). Siswa harus mendiagnosis dari data tester, memperbaiki, dan memastikan PASS. Target: 15 menit/kabel Log troubleshooting 4 kasus (jenis error → diagnosis → tindakan → hasil rework) + semua kabel PASS setelah rework P: Pengetahuan jenis error (20%) K: Keberhasilan rework ≥3/4 (60%) S: Persistensi, problem solving (20%)
10 TP-5.1 Network Consultant / Project QA mengevaluasi kelayakan keseluruhan sistem pengkabelan terstruktur yang telah diinstalasi terhadap standar TIA/EIA-568 sebelum hand-over ke klien P: Standar TIA/EIA-568 (jarak max 90m horizontal, parameter sertifikasi), kriteria acceptance. K: Mengkompilasi data pengujian, membandingkan dengan standar, menulis rekomendasi. S: Analytical thinking, professional judgment, integritas Persiapan: Kumpulkan semua laporan pengujian link → Proses: Kompilasi data, bandingkan dengan standar per parameter → Pemeriksaan: Identifikasi link yang tidak memenuhi standar → Penyelesaian: Tulis laporan evaluasi + rekomendasi Siswa sebagai Quality Assurance Consultant. Diberikan skenario: gedung 2 lantai, 10 link kabel, data pengujian lengkap (ada yang di luar standar). Harus membuat laporan evaluasi kelayakan dan surat rekomendasi ke manajemen: LAYAK/TIDAK LAYAK + alasan Laporan evaluasi kelayakan (min. 4 parameter) + surat rekomendasi perbaikan/acceptance + presentasi temuan ke "klien" (guru) P: Pengetahuan standar (20%) K: Kelengkapan & kedalaman analisis (60%) S: Professional judgment, komunikasi (20%)

5.4 Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 4: Perancangan & Dokumentasi

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
11 TP-5.2 Network Designer / Pre-Sales Engineer merancang layout pengkabelan horizontal untuk gedung klien berdasarkan kebutuhan, denah, dan standar P: Standar TIA/EIA-568 (jarak, kapasitas, redundansi), teknik layout design, BoQ material. K: Membaca denah, menentukan posisi TR/WA, merencanakan jalur kabel, menghitung kebutuhan material. S: Kreativitas, efisiensi, presentasi profesional Persiapan: Terima brief dari klien (denah + jumlah user + kebutuhan bandwidth) → Proses: Analisis kebutuhan → tentukan lokasi TR → rancang jalur → hitung material → Pemeriksaan: Review desain dengan checklist standar → Penyelesaian: Presentasi desain ke klien Lab sebagai design office. Siswa (kelompok 2) sebagai Network Designer yang menerima brief proyek: "Desain pengkabelan untuk kantor baru 4 ruangan + 1 server room, 20 user, budget terbatas." Harus membuat desain lengkap dan presentasi ke "klien" (guru + kelompok lain). Target: 2 pertemuan Dokumen desain: floor plan + cable routing diagram + BoQ material + estimasi biaya + presentasi desain P: Pemahaman standar desain (20%) K: Desain memenuhi ≥5/6 kriteria standar (60%) S: Kreativitas, efisiensi, presentasi (20%)
12 TP-5.3 Project Administrator / Documentation Specialist menyusun dokumentasi pengkabelan terstruktur lengkap (as-built, cable schedule, label map, berita acara) untuk serah terima proyek P: Standar dokumentasi proyek, format as-built drawing, cable schedule convention, labeling standard. K: Membuat as-built drawing, cable schedule, patch panel map, label ID, berita acara. S: Kerapian, ketelitian, profesionalisme dokumentasi Persiapan: Kumpulkan data instalasi aktual (foto, hasil tes, layout) → Proses: Buat as-built drawing → susun cable schedule → buat patch panel map → label ID → Pemeriksaan: Cross-check dengan data aktual → Penyelesaian: Kompilasi menjadi paket dokumentasi, buat berita acara Siswa sebagai Documentation Specialist. Berdasarkan proyek instalasi yang telah dikerjakan di Unit 2–3, susun paket dokumentasi lengkap seolah akan diserahterimakan ke klien. Kelompok lain bertindak sebagai "klien" yang mereview Paket dokumentasi lengkap: (1) As-built drawing, (2) Cable schedule, (3) Patch panel map, (4) Label ID sheet, (5) Berita acara pengujian, (6) Berita acara serah terima — dikompilasi dalam 1 folder/dokumen P: Pengetahuan standar dokumentasi (20%) K: Kelengkapan 100%, akurasi, kesesuaian format (60%) S: Kerapian, profesionalisme, kerja tim (20%)

5.5 Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum Contoh SALAH Perbaikan yang BENAR
Aktivitas masih teoritis "Menjelaskan jenis-jenis kabel jaringan menggunakan slide presentasi" "Mengklasifikasi 6 sampel kabel fisik berdasarkan inspeksi visual & datasheet, mengisi form material inventory seperti yang dilakukan Inventory Staff di gudang kontraktor"
Tidak menghasilkan output "Diskusi tentang cara crimping kabel" "Membuat 5 kabel UTP ter-terminasi yang lulus uji cable tester + log pengerjaan berisi waktu dan status per kabel"
Tidak ada standar penilaian "Kerjakan crimping kabel" "Terminasi 5 kabel UTP skema T568B, diuji continuity, minimal 4/5 PASS, waktu ≤10 menit/kabel, log pengerjaan terisi lengkap"
Tidak menyerupai dunia kerja "Mengerjakan soal pilihan ganda tentang pengkabelan terstruktur" "Simulasi: siswa sebagai Test Technician menerima 5 link kabel yang sudah terpasang, menguji setiap link, mengisi form pengujian standar, menentukan PASS/FAIL, menulis laporan"
Tidak ada pembagian peran "Semua siswa crimping sendiri-sendiri tanpa konteks" "Kelompok 4 siswa sebagai Cabling Crew dengan peran Feeder, Puller, Guide, HSE — menarik kabel horizontal dengan deadline 45 menit per run"
K3LH hanya formalitas "Tulis prosedur K3LH di buku tulis" "Siswa bergilir menjadi HSE Officer shift — memimpin toolbox meeting 5 menit, menginspeksi APD rekan, mengisi form inspeksi area kerja, mendokumentasi dengan foto"
Dokumentasi diabaikan "Instalasi selesai, langsung dinilai" "Setiap proyek instalasi WAJIB menghasilkan paket dokumentasi: as-built drawing, cable schedule, patch panel map, label ID, berita acara — seperti serah terima proyek ke klien"
Troubleshooting tidak diajarkan "Jika kabel FAIL, buang dan buat baru" "Siswa mendiagnosis kabel FAIL (miswire/short/open/split pair) dari data cable tester, melakukan rework, dan memverifikasi perbaikan — seperti Rework Technician di industri"

CATATAN PENGEMBANGAN

  1. Integrasi Fiber Optic — Pada iterasi berikutnya, tambahkan sub-unit khusus terminasi kabel fiber optic (splicing dan konektor SC/LC) karena semakin banyak gedung yang menggunakan FO untuk backbone. Ini akan menambah relevansi industri dan memperluas kompetensi siswa ke arah sertifikasi CFOT (Certified Fiber Optic Technician).
  2. Sertifikasi Kompetensi — Pertimbangkan pemetaan TP ke skema sertifikasi LSP/BNSP terkait unit kompetensi J.611000.009.02. Siswa yang menuntaskan seluruh unit dengan nilai ≥80 (B) dapat direkomendasikan mengikuti uji kompetensi di TUK terakreditasi. Dokumentasikan portofolio siswa sebagai bukti kompeten.
  3. Kolaborasi DU/DI — Undang teknisi dari ISP lokal atau kontraktor jaringan (misal: Telkom Akses, kontraktor FTTH) untuk memberikan guest lecture atau mendampingi sesi cable pulling. Pengalaman langsung dari praktisi industri akan memberikan konteks autentik yang tidak bisa digantikan simulasi.
  4. Digital Twin Lab — Kembangkan pendamping digital menggunakan Cisco Packet Tracer untuk setiap proyek fisik. Siswa membangun topologi digital yang mencerminkan instalasi fisik mereka di lab, sehingga mereka belajar menghubungkan pekerjaan tangan (physical layer) dengan konfigurasi logis (data link/network layer).
  5. Sistem Manajemen Proyek — Perkenalkan tools sederhana seperti Trello/spreadsheet untuk tracking progress proyek instalasi kelompok. Ini menanamkan budaya project management yang esensial di industri — siswa belajar bahwa pekerjaan teknis selalu berjalan dalam kerangka proyek dengan timeline, deliverables, dan sign-off.