J.611000.004.01: Modul praktik

Revision as of 10:59, 14 May 2026 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "== BAGIAN 1: ANALISIS CP FASE F == === 1.1 Identifikasi Elemen CP === Elemen CP: '''"Merancang Pengalamatan Jaringan"''' Kata kunci operasional utama: '''merancang''' → ini adalah KKO level C6 (Mencipta), yang mengimplikasikan bahwa siswa tidak sekadar mengenal atau menggunakan pengalamatan, tetapi harus mampu '''membangun skema pengalamatan dari nol''' sesuai kebutuhan infrastruktur nyata. TP awal yang dikirimkan Kang: {| class="wikitable" !No !TP Awal !Level Bloom...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

BAGIAN 1: ANALISIS CP FASE F

1.1 Identifikasi Elemen CP

Elemen CP: "Merancang Pengalamatan Jaringan"

Kata kunci operasional utama: merancang → ini adalah KKO level C6 (Mencipta), yang mengimplikasikan bahwa siswa tidak sekadar mengenal atau menggunakan pengalamatan, tetapi harus mampu membangun skema pengalamatan dari nol sesuai kebutuhan infrastruktur nyata.

TP awal yang dikirimkan Kang:

No TP Awal Level Bloom Aktual Masalah
1 Mengidentifikasi sistem operasi pada jaringan C1 (Mengingat/Mengenali) Tidak relevan langsung dengan pengalamatan; terlalu generik
2 Membagi alamat jaringan pada perangkat jaringan C3 (Menerapkan) Masih prosedural, belum menyentuh perancangan
3 Mendokumentasikan pengalamatan jaringan C1–C2 Output penting, tetapi bukan TP puncak

Catatan Reformulasi: Ketiga TP awal berkumpul di C1–C3. TP-1 bahkan memiliki relevansi lemah terhadap elemen CP "Merancang Pengalamatan Jaringan". Seluruh TP akan direformulasi untuk mencakup C1–C6 dengan distribusi LOTS/MOTS/HOTS yang proporsional.

1.2 Ekstraksi Kompetensi Inti

No Komponen CP KKO Implisit Level Bloom Objek Pengetahuan Konteks Penerapan
1 Memahami konsep pengalamatan IPv4 & IPv6 Menjelaskan, Mengklasifikasikan C2 Kelas IP, subnet mask, prefix Infrastruktur jaringan kampus/enterprise
2 Menghitung subnet dan pembagian blok alamat Menghitung, Menentukan C3 CIDR, VLSM, subnetting Kebutuhan host per segmen jaringan
3 Menganalisis kebutuhan pengalamatan Menganalisis, Membandingkan C4 Topologi jaringan, jumlah host, segmentasi Infrastruktur sekolah/kantor nyata
4 Merancang skema pengalamatan Merancang, Membangun C6 IP addressing scheme, tabel pengalamatan Deployment jaringan multi-segmen
5 Mengevaluasi implementasi pengalamatan Menguji, Menilai C5 Konektivitas, routing, troubleshooting Verifikasi hasil konfigurasi di perangkat nyata
6 Mendokumentasikan hasil perancangan Membuat, Menyusun C6 (produk) As-built documentation, network diagram Serah terima pekerjaan ke klien/manajemen

1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi

No Elemen CP Kompetensi Spesifik Level Bloom Tipe Pengetahuan Prasyarat
1 Merancang Pengalamatan Jaringan Mengklasifikasikan kelas alamat IPv4, jenis IP (publik/privat), dan format IPv6 C2 Konseptual Pengenalan jaringan dasar (Kelas X)
2 Merancang Pengalamatan Jaringan Menentukan kebutuhan pengalamatan berdasarkan jumlah host dan segmen jaringan C3 Prosedural No. 1
3 Merancang Pengalamatan Jaringan Menghitung subnet menggunakan metode VLSM dan CIDR secara presisi C3 Prosedural No. 2
4 Merancang Pengalamatan Jaringan Menganalisis topologi jaringan untuk menentukan skema pengalamatan yang optimal C4 Konseptual + Prosedural No. 3
5 Merancang Pengalamatan Jaringan Merancang tabel pengalamatan lengkap (IP plan) untuk infrastruktur multi-segmen C6 Metakognitif No. 4
6 Merancang Pengalamatan Jaringan Mengevaluasi skema pengalamatan yang telah dikonfigurasi melalui pengujian konektivitas dan troubleshooting C5 Prosedural + Metakognitif No. 5
7 Merancang Pengalamatan Jaringan Membuat dokumentasi pengalamatan jaringan (as-built documentation) sesuai standar industri C6 Metakognitif No. 5–6

1.4 Dimensi Profil Lulusan yang Relevan

Dimensi Keterkaitannya dengan Elemen CP
Penalaran Kritis Menganalisis kebutuhan jaringan dan memilih metode subnetting yang paling efisien
Kreativitas Merancang skema IP addressing yang efisien dan scalable untuk infrastruktur nyata
Kemandirian Menyelesaikan perhitungan subnet dan perancangan IP plan secara mandiri
Kolaborasi Bekerja dalam tim simulasi NOC untuk membangun dan mendokumentasikan jaringan
Komunikasi Menyajikan hasil perancangan dalam bentuk dokumentasi teknis dan presentasi

BAGIAN 2: PERUMUSAN TP SMART

Catatan Distribusi: Dari 7 TP yang dirumuskan: TP-1, TP-2 (LOTS/C2–C3) = 2 TP = 29%; TP-3, TP-4 (MOTS/C3–C4) = 2 TP = 29%; TP-5, TP-6, TP-7 (HOTS/C5–C6) = 3 TP = 43%. Distribusi ini sengaja dibobot lebih tinggi pada HOTS karena elemen CP puncaknya adalah "merancang" (C6), sesuai karakteristik Fase F yang menuntut kompetensi kerja tingkat lanjut.

Kode TP Rumusan TP (ABCD) KKO Level Bloom Estimasi JP Elemen CP Terkait
TP-1 Siswa Kelas XI AIJ mengklasifikasikan kelas alamat IPv4, rentang IP publik/privat, dan format pengalamatan IPv6 berdasarkan studi kasus topologi jaringan yang diberikan dengan tingkat akurasi minimal 85% Mengklasifikasikan C2 – Memahami 4 JP Merancang Pengalamatan Jaringan
TP-2 Siswa Kelas XI AIJ menentukan jumlah subnet dan host yang dibutuhkan berdasarkan spesifikasi jaringan multi-departemen yang diberikan guru dengan hasil perhitungan yang valid dan terdokumentasi Menentukan C3 – Menerapkan 4 JP Merancang Pengalamatan Jaringan
TP-3 Siswa Kelas XI AIJ menghitung pembagian blok alamat menggunakan metode VLSM (Variable Length Subnet Mask) pada skenario jaringan dengan minimal 4 segmen, dengan selisih alokasi host ≤ 5% dari kebutuhan aktual Menghitung C3 – Menerapkan 8 JP Merancang Pengalamatan Jaringan
TP-4 Siswa Kelas XI AIJ menganalisis topologi jaringan yang diberikan untuk mengidentifikasi potensi konflik alamat IP, inefisiensi alokasi, dan kebutuhan segmentasi dengan menyertakan justifikasi teknis tertulis Menganalisis C4 – Menganalisis 8 JP Merancang Pengalamatan Jaringan
TP-5 Siswa Kelas XI AIJ merancang skema pengalamatan jaringan lengkap (IP addressing plan) untuk infrastruktur multi-segmen dengan minimal 3 VLAN/subnet, mencakup gateway, range host, dan broadcast address, yang dapat diimplementasikan dan diverifikasi di Cisco Packet Tracer atau MikroTik CHR Merancang C6 – Mencipta 16 JP Merancang Pengalamatan Jaringan
TP-6 Siswa Kelas XI AIJ mengevaluasi hasil implementasi skema pengalamatan jaringan melalui serangkaian pengujian konektivitas (ping, traceroute) dan prosedur troubleshooting, menghasilkan laporan evaluasi berisi temuan masalah dan rekomendasi perbaikan Mengevaluasi C5 – Mengevaluasi 8 JP Merancang Pengalamatan Jaringan
TP-7 Siswa Kelas XI AIJ membuat dokumen as-built pengalamatan jaringan yang mencakup tabel IP plan, diagram topologi logis, dan catatan konfigurasi, sesuai format dokumentasi teknis industri, yang dapat diserahkan kepada klien simulasi sebagai laporan akhir proyek Membuat C6 – Mencipta 8 JP Merancang Pengalamatan Jaringan

Total estimasi: 56 JP (7 minggu × 8 JP)

BAGIAN 3: PENYUSUNAN ATP LINEAR

Tabel ATP

Semester Unit Kode TP Rumusan Singkat JP Asesmen Tagihan Produk
Gasal Unit 1: Fondasi Pengalamatan Jaringan TP-1 Mengklasifikasikan kelas IPv4, IP publik/privat, dan format IPv6 4 JP Formatif: kuis klasifikasi + lembar kerja Tabel klasifikasi IP + lembar jawaban terstruktur
Gasal Unit 1 TP-2 Menentukan kebutuhan subnet dan host berdasarkan spesifikasi jaringan 4 JP Formatif: lembar kerja perhitungan Worksheet kebutuhan pengalamatan (.xlsx / tulis tangan)
Gasal Unit 2: Teknik Subnetting Lanjut TP-3 Menghitung VLSM untuk jaringan 4+ segmen 8 JP Formatif: praktik hitung + peer review Tabel VLSM lengkap dengan network/broadcast/range host
Gasal Unit 2 TP-4 Menganalisis topologi jaringan: konflik IP, inefisiensi, kebutuhan segmentasi 8 JP Formatif: analisis studi kasus + presentasi singkat Dokumen analisis tertulis (justifikasi teknis)
Gasal Unit 3: Perancangan & Implementasi IP Plan TP-5 Merancang IP addressing plan multi-segmen dan mengimplementasikan di simulator 16 JP Sumatif: rubrik produk + demonstrasi File .pkt / .rsc + tabel IP plan (min. 3 subnet)
Gasal Unit 3 TP-6 Mengevaluasi hasil implementasi melalui pengujian dan troubleshooting 8 JP Sumatif: observasi kinerja + laporan Laporan evaluasi: hasil ping/traceroute + rekomendasi perbaikan
Gasal Unit 3 TP-7 Membuat dokumentasi as-built pengalamatan jaringan standar industri 8 JP Sumatif: rubrik dokumen Dokumen as-built: tabel IP plan + diagram topologi logis + catatan konfigurasi

Narasi Justifikasi Urutan ATP

Unit 1 dimulai dari fondasi konseptual yang wajib dikuasai sebelum siswa menyentuh kalkulator subnet. TP-1 memastikan siswa tidak sekadar hafal kelas A/B/C, tetapi mampu mengklasifikasikan dengan benar pada konteks nyata. TP-2 langsung menghubungkan pemahaman tersebut ke praktik analisis kebutuhan — siswa belajar bertanya "berapa host yang dibutuhkan?" sebelum belajar menghitungnya. Urutan ini mencerminkan alur kerja Network Engineer sesungguhnya: requirements gathering selalu mendahului design.

Unit 2 membangun keterampilan teknis inti. TP-3 (VLSM) adalah jantung dari elemen CP ini — tanpa kemampuan menghitung subnet secara efisien, siswa tidak akan bisa merancang. TP-4 kemudian mengangkat keterampilan ini ke level analitis: siswa diberikan jaringan yang sudah ada dan diminta mendeteksi masalah. Pola ini menyerupai pekerjaan NOC Technician yang harus mengaudit infrastruktur yang sudah berjalan sebelum melakukan redesign.

Unit 3 adalah puncak pembelajaran berbasis produk. TP-5 mengintegrasikan semua kompetensi sebelumnya ke dalam satu proyek perancangan nyata yang diimplementasikan di simulator. TP-6 memastikan siswa tidak berhenti pada "konfigurasi selesai" tetapi harus membuktikan bahwa rancangannya berfungsi melalui pengujian sistematis — persis seperti prosedur acceptance testing di industri. TP-7 menutup siklus dengan dokumentasi as-built, karena di dunia kerja, proyek belum selesai sebelum diserahkan dalam bentuk dokumen yang dapat dibaca oleh engineer lain atau klien.

BAGIAN 4: DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI

Unit yang dikembangkan: Unit 3 — Perancangan & Implementasi IP Plan (TP-5, TP-6, TP-7)

4.1 Identitas Modul

Komponen Keterangan
Nama Penyusun Guru AIJ SMK Satya Bhakti Ilmu
Satuan Pendidikan SMK Satya Bhakti Ilmu, Grobogan, Jawa Tengah
Fase / Kelas Fase F / Kelas XI
Mata Pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ)
Elemen CP Merancang Pengalamatan Jaringan
Alokasi Waktu 32 JP (4 pertemuan × 8 JP)
Target Peserta Didik Siswa reguler Kelas XI TKJ/AIJ yang telah menguasai Unit 1 dan Unit 2
Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terintegrasi simulasi industri (NOC Room)
Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis, Kreatif, Mandiri, Bergotong Royong

4.2 Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran:

  • TP-5: Merancang IP addressing plan multi-segmen (min. 3 subnet), diimplementasikan di Cisco Packet Tracer atau MikroTik CHR
  • TP-6: Mengevaluasi implementasi melalui pengujian konektivitas dan troubleshooting, menghasilkan laporan evaluasi
  • TP-7: Membuat dokumentasi as-built pengalamatan jaringan standar industri

Pemahaman Bermakna: Setiap jaringan yang berfungsi dengan baik dimulai dari perencanaan alamat yang cermat. Seorang network engineer yang mampu merancang pengalamatan dengan efisien akan menghemat biaya, mencegah konflik, dan memastikan infrastruktur dapat berkembang seiring kebutuhan organisasi.

Pertanyaan Pemantik:

  1. "Bayangkan kalian adalah Network Engineer yang baru bergabung di sebuah perusahaan dengan 4 departemen dan 200 karyawan — dari mana kalian mulai merancang jaringannya?"
  2. "Mengapa dua komputer dalam satu jaringan bisa saling 'tidak kenal' meskipun terhubung ke switch yang sama?"
  3. "Apa yang terjadi jika sebuah perusahaan kehabisan alamat IP di satu subnet padahal masih banyak karyawan yang harus terhubung?"

Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 1 (8 JP): Kick-off Proyek & Analisis Kebutuhan

Fase Durasi Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Mindful (Pembuka) 30 menit Membuka kelas, memandu refleksi: "Jaringan apa yang kalian gunakan setiap hari? Siapa yang merancangnya?" Menampilkan foto topologi jaringan sekolah nyata (SMK SBI) Merefleksikan pengalaman pengguna jaringan sehari-hari; menjawab pertanyaan pemantik secara lisan
Meaningful (Inti) 300 menit Menyampaikan skenario proyek: "Kalian adalah tim Network Engineer yang ditugaskan merancang ulang infrastruktur jaringan SMK SBI Junior — sebuah sekolah baru dengan 4 lab, 1 ruang guru, 1 ruang TU." Membimbing analisis requirements: jumlah host per segmen, kebutuhan manajemen, akses internet Melakukan requirements gathering: menghitung kebutuhan host tiap segmen, menentukan jumlah subnet yang dibutuhkan, membuat worksheet kebutuhan awal menggunakan LKPD-01
Joyful (Penutup) 30 menit Memfasilitasi sharing cepat antar kelompok (1 menit per kelompok): "Segmen apa saja yang kalian tentukan?" Mempresentasikan hasil worksheet secara singkat; menerima umpan balik dari kelompok lain

Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 2 (8 JP): Perancangan IP Plan

Fase Durasi Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Mindful 20 menit Review hasil pertemuan 1; menayangkan contoh IP plan nyata dari dokumen infrastruktur jaringan kampus Mengidentifikasi komponen-komponen dalam contoh IP plan nyata
Meaningful 340 menit Membimbing proses perancangan VLSM per kelompok; melakukan coaching satu per satu; memastikan tidak ada konflik alamat antar segmen Merancang tabel IP addressing plan lengkap menggunakan VLSM; mengisi Jobsheet-01; memverifikasi hasil perhitungan dengan teman satu kelompok
Joyful 20 menit Memimpin "IP Plan Review Session" — setiap kelompok menempel hasil di papan dan kelompok lain memberikan sticky note feedback Memberikan dan menerima umpan balik teknis dari sesama kelompok

Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 3 (8 JP): Implementasi & Pengujian di Simulator

Fase Durasi Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Mindful 20 menit Mengingatkan prosedur K3LH penggunaan lab; menjelaskan rubrik penilaian TP-5 dan TP-6 Memeriksa kembali IP plan hasil pertemuan 2; menyiapkan file simulator
Meaningful 330 menit Mengobservasi proses implementasi; memberikan skenario troubleshooting tambahan kepada kelompok yang sudah selesai lebih cepat Mengimplementasikan IP plan di Cisco Packet Tracer; melakukan pengujian ping dan traceroute antar segmen; mendokumentasikan hasil pengujian di lembar observasi
Joyful 30 menit Memfasilitasi sesi "NOC Daily Report" — setiap kelompok melaporkan: berhasil/gagal/troubleshooting apa Melaporkan status implementasi dan masalah yang ditemukan dalam format singkat seperti daily standup meeting

Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 4 (8 JP): Dokumentasi & Presentasi Serah Terima

Fase Durasi Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Mindful 20 menit Menampilkan contoh as-built documentation jaringan nyata; menjelaskan standar penulisan dokumentasi teknis Mengamati dan mengidentifikasi komponen wajib dalam dokumen as-built
Meaningful 300 menit Membimbing penyusunan dokumen as-built; menilai menggunakan rubrik; memberikan waktu revisi Menyusun dokumen as-built: tabel IP plan final, diagram topologi logis, catatan konfigurasi; melakukan revisi berdasarkan umpan balik guru
Joyful 60 menit Berperan sebagai "Klien/Kepala IT" yang menerima serah terima proyek; mengajukan pertanyaan teknis Mempresentasikan hasil proyek dalam format serah terima: menjelaskan desain, membuktikan konektivitas secara live, menyerahkan dokumen as-built

4.3 LKPD Lembar Kerja Peserta Didik

LKPD-01: Analisis Kebutuhan Pengalamatan Jaringan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah skenario berikut dengan seksama sebelum mengisi tabel.
  2. Diskusikan dalam kelompok (3–4 siswa) selama maksimal 60 menit.
  3. Setiap jawaban harus disertai alasan teknis singkat.
  4. Tuliskan hasil pada tabel yang tersedia; gunakan pensil untuk draft dan pulpen untuk final.

Skenario Kontekstual:

PT. Mitra Nusantara Teknologi baru saja memenangkan tender pembangunan jaringan untuk "SMK SBI Junior" — sebuah sekolah kejuruan baru yang akan dibuka tahun depan. Sebagai tim Network Engineer yang ditugaskan, kalian menerima data berikut:

  • Lab Komputer 1: 36 workstation + 1 server lokal
  • Lab Komputer 2: 36 workstation + 1 server lokal
  • Lab Jaringan: 20 perangkat aktif (router, switch, PC)
  • Ruang Guru: 25 PC + 2 printer jaringan
  • Ruang TU (Tata Usaha): 10 PC + 1 server manajemen
  • Semua segmen terhubung ke router utama dan harus bisa akses internet
  • Jaringan manajemen (router, switch management) harus dipisah dari jaringan pengguna

Tugas Terstruktur:

No Pertanyaan Jawaban Alasan Teknis
1 Sebutkan semua segmen jaringan yang diperlukan!
2 Berapa jumlah host minimum per segmen (tambahkan buffer 20%)?
3 Berapa total subnet yang dibutuhkan?
4 Kelas IP berapa yang paling cocok? Mengapa?
5 Apakah VLSM atau Fixed-length Subnetting yang lebih efisien? Jelaskan!

Refleksi Siswa:

  • Apa yang paling sulit dalam menentukan kebutuhan segmen jaringan?
  • Jika kalian adalah Network Engineer sesungguhnya, informasi tambahan apa yang ingin kalian tanyakan kepada klien?

4.4 Jobsheet Praktikum

JOBSHEET-01 Merancang & Mengimplementasikan IP Addressing Plan Multi-Segmen Mata Pelajaran: Administrasi Infrastruktur Jaringan | Kelas: XI | Alokasi: 16 JP

Tujuan Praktikum:

  1. Siswa mampu merancang tabel IP addressing plan menggunakan metode VLSM untuk jaringan dengan minimal 3 segmen
  2. Siswa mampu mengimplementasikan IP plan hasil rancangan pada topologi di Cisco Packet Tracer
  3. Siswa mampu memverifikasi konektivitas antar segmen melalui pengujian ping dan traceroute

Alat & Bahan:

No Alat/Bahan Spesifikasi Jumlah
1 PC/Laptop Minimal RAM 4GB, storage 10GB 1 per siswa
2 Cisco Packet Tracer Versi 8.x ke atas Terinstal
3 LKPD-01 (hasil pertemuan sebelumnya) Sudah terisi lengkap 1 per kelompok
4 Kalkulator / spreadsheet Untuk perhitungan subnet 1 per siswa
5 Lembar Hasil Pengamatan (terlampir) 1 per kelompok

Keselamatan Kerja (K3LH):

  • Pastikan kabel daya terhubung dengan aman sebelum menyalakan perangkat
  • Simpan file kerja setiap 15 menit untuk mencegah kehilangan data
  • Jangan menginstal software apapun tanpa izin guru
  • Tutup semua aplikasi yang tidak diperlukan untuk menjaga performa komputer

Langkah Kerja:

Tahap A — Persiapan (30 menit)

  1. Buka Cisco Packet Tracer; buat file baru dengan nama format: IPPLAN_[NamaKelompok]_[Tanggal].pkt
  2. Siapkan worksheet VLSM di atas kertas atau spreadsheet dengan kolom: Segmen | Kebutuhan Host | Network Address | Subnet Mask | Prefix | Range Host | Broadcast | Gateway
  3. Urutkan segmen dari kebutuhan host terbesar ke terkecil (syarat VLSM)

Tahap B — Perhitungan VLSM (60 menit)

  1. Tentukan network address awal (gunakan 192.168.10.0 sebagai titik mulai jika tidak ditentukan lain)
  2. Untuk setiap segmen, hitung:
    • Jumlah bit host yang dibutuhkan: 2^n - 2 ≥ jumlah host
    • Prefix length: /32 - n
    • Network address segmen berikutnya: network address + ukuran blok
  3. Isi tabel VLSM secara lengkap; verifikasi: tidak boleh ada overlap antar segmen
  4. Tentukan IP gateway untuk setiap segmen (lazimnya: host pertama yang tersedia)

Tahap C — Pembangunan Topologi di Packet Tracer (60 menit)

  1. Tambahkan perangkat ke canvas: 1 Router (gunakan Cisco 1941 atau 2901), switch per segmen, minimal 2 PC per segmen
  2. Hubungkan router ke setiap switch menggunakan kabel yang tepat (straight-through / crossover sesuai perangkat)
  3. Beri label pada setiap interface router sesuai segmen yang terhubung

Tahap D — Konfigurasi IP Address (90 menit)

  1. Masuk ke CLI router; konfigurasi IP address pada setiap sub-interface atau interface fisik sesuai tabel VLSM:
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# interface [nama-interface]
Router(config-if)# ip address [network-gateway] [subnet-mask]
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
  1. Konfigurasi IP address pada setiap PC: IP address (dari range host), subnet mask, dan default gateway sesuai tabel
  2. Pastikan setiap PC dalam satu segmen menggunakan network address yang sama

Tahap E — Pengujian Konektivitas (60 menit)

  1. Dari PC di Segmen 1, lakukan ping ke:
    • PC lain dalam segmen yang sama (harus berhasil)
    • Gateway segmen sendiri (harus berhasil)
    • Gateway segmen lain (harus berhasil — membuktikan routing berfungsi)
    • PC di segmen lain (harus berhasil)
  2. Lakukan traceroute dari PC Segmen 1 ke PC Segmen terjauh; catat jumlah hop
  3. Dokumentasikan semua hasil pengujian dengan screenshot

Tahap F — Dokumentasi (30 menit)

  1. Screenshot topologi Packet Tracer secara keseluruhan
  2. Export file konfigurasi atau simpan file .pkt
  3. Isi lembar hasil pengamatan di bawah ini

⚠️ CATATAN KRITIS UNTUK SISWA SMK SBI: Pada implementasi nyata di MikroTik RB4011iGS+ sekolah, internet masuk melalui interface wlan1 dalam mode wireless station — BUKAN ether1. Jika kalian melanjutkan praktik ini ke perangkat nyata sekolah, pastikan konfigurasi WAN diarahkan ke wlan1. Kesalahan memilih interface akan menyebabkan seluruh routing internet gagal.

Lembar Hasil Pengamatan:

No Segmen Network Address Prefix Gateway Range Host Broadcast
1
2
3

Hasil Pengujian Konektivitas:

No Sumber Tujuan Perintah Hasil (Berhasil/Gagal) Keterangan
1 PC Seg-1 Gateway Seg-1 ping
2 PC Seg-1 PC Seg-1 lain ping
3 PC Seg-1 Gateway Seg-2 ping
4 PC Seg-1 PC Seg-2 ping
5 PC Seg-1 PC Seg-3 traceroute

4.5 Media Simulasi Digital

Tool Fungsi dalam Unit Ini Skenario Simulasi
Cisco Packet Tracer 8.x Implementasi topologi dan konfigurasi IP Membangun jaringan multi-segmen sesuai IP plan yang dirancang; verifikasi ping/traceroute
MikroTik CHR (Cloud Hosted Router) Simulasi konfigurasi router nyata Mengkonfigurasi IP address pada interface MikroTik sesuai hasil VLSM; pengujian routing
IP Subnet Calculator (web/app) Verifikasi hasil perhitungan VLSM Memvalidasi tabel subnet yang dibuat siswa secara manual
Draw.io / Diagrams.net Pembuatan diagram topologi logis Membuat network diagram untuk komponen dokumentasi as-built

Skenario Simulasi Utama — "Proyek Jaringan SMK SBI Junior": Tim siswa berperan sebagai Network Engineer dari PT. Mitra Nusantara Teknologi. Mereka menerima Work Order dari klien (guru berperan sebagai Kepala IT SMK SBI Junior) berisi spesifikasi jaringan. Siswa harus menyelesaikan proyek dalam 3 sesi: Design → Build → Test & Handover. Hasil akhirnya adalah file Packet Tracer yang berfungsi penuh + dokumen as-built yang diserahkan kepada klien.

4.6 Instrumen Asesmen Otentik

Asesmen Diagnostik (Awal Unit)

Kognitif (5 pertanyaan):

  1. Berapa jumlah bit yang digunakan untuk alamat IPv4? Tuliskan contoh satu alamat IPv4 kelas B!
  2. Apa perbedaan antara IP address publik dan IP address privat? Berikan satu contoh masing-masing!
  3. Jika sebuah jaringan memiliki subnet mask 255.255.255.0, berapa maksimum host yang bisa digunakan?
  4. Apa yang dimaksud dengan "default gateway" dalam sebuah jaringan?
  5. Apa perbedaan antara subnet mask /24 dan /25?

Non-Kognitif (3 pertanyaan):

  1. Seberapa nyaman kamu bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek teknis? (Skala 1–5)
  2. Pernahkah kamu mengkonfigurasi IP address pada komputer atau perangkat jaringan secara langsung? Ceritakan pengalamanmu!
  3. Apa yang membuatmu tertarik atau khawatir ketika diminta merancang jaringan dari nol?

Asesmen Formatif (Proses)

Lembar Observasi Sikap Kerja:

No Aspek Indikator SB (4) B (3) C (2) PB (1)
1 Ketelitian Tidak ada kesalahan perhitungan subnet; semua kolom tabel terisi
2 Kedisiplinan Mengerjakan sesuai langkah kerja jobsheet; tidak melewati tahapan
3 Kerjasama Tim Semua anggota aktif berkontribusi; tidak ada yang pasif
4 Dokumentasi Proses Screenshot diambil pada setiap tahapan; lembar pengamatan diisi real-time
5 Komunikasi Teknis Mampu menjelaskan keputusan desain kepada teman/guru saat ditanya

Checklist Kinerja Praktik:

  • File Packet Tracer dibuat dan diberi nama sesuai format
  • Tabel VLSM lengkap (semua kolom terisi, tidak ada overlap)
  • Topologi terbangun di Packet Tracer (router + switch + minimal 2 PC per segmen)
  • Semua interface terkonfigurasi IP address
  • Ping dalam satu segmen berhasil
  • Ping antar segmen berhasil
  • Traceroute menunjukkan jalur routing yang benar
  • Screenshot semua hasil pengujian tersimpan

Asesmen Sumatif (Akhir Unit)

Rubrik Penilaian Proyek IP Addressing Plan:

Dimensi Aspek SB (4) B (3) C (2) PB (1)
Perancangan Akurasi VLSM Semua subnet valid, tidak ada overlap, buffer host tepat Satu kesalahan minor, tidak ada overlap Dua kesalahan, tidak ada overlap Ada overlap atau subnet tidak valid
Perancangan Kelengkapan IP Plan Semua kolom terisi: network, mask, prefix, range, broadcast, gateway Satu kolom kosong atau salah Dua–tiga kolom tidak lengkap IP plan tidak dapat digunakan
Implementasi Konfigurasi Router Semua interface terkonfigurasi dan no shutdown; status UP/UP Satu interface tidak aktif Dua interface bermasalah Router tidak terkonfigurasi
Implementasi Konektivitas Ping antar semua segmen berhasil 100% Ping berhasil minimal 2/3 segmen Ping hanya berhasil dalam satu segmen Tidak ada ping yang berhasil
Evaluasi Laporan Pengujian Semua hasil pengujian terdokumentasi dengan analisis masalah dan solusi Pengujian terdokumentasi tanpa analisis Dokumentasi tidak lengkap Tidak ada laporan pengujian
Dokumentasi Dokumen As-Built Mencakup tabel IP plan, diagram topologi logis, dan catatan konfigurasi; format rapi dan dapat dibaca engineer lain Dua dari tiga komponen lengkap Satu komponen lengkap Tidak ada dokumentasi as-built

Konversi Nilai:

Skor Total Nilai Predikat
≥ 90 A Sangat Baik
80 – 89 B Baik
70 – 79 C Cukup (Kompeten)
60 – 69 D Perlu Perbaikan
< 60 E Belum Kompeten

KKM = 70 (Predikat C)

Bobot Penilaian Akhir:

  • Pengetahuan (asesmen diagnostik + formatif kuis): 20%
  • Keterampilan (rubrik produk + observasi kinerja): 60%
  • Sikap Kerja (lembar observasi): 20%

BAGIAN 5: TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA

Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 1: Fondasi Pengalamatan Jaringan (TP-1, TP-2)

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
1 TP-1 Network Analyst mengaudit infrastruktur klien baru: mengidentifikasi dan mengklasifikasikan semua alamat IP yang digunakan di seluruh jaringan P: Kelas IP, rentang publik/privat, format IPv6; K: Membaca tabel routing, mengidentifikasi IP dari output ipconfig/show ip interface brief; S: Teliti, sistematis, dokumentatif 1. Terima dokumen inventaris perangkat klien; 2. Identifikasi setiap IP yang tercantum; 3. Klasifikasikan: publik/privat, kelas, valid/invalid; 4. Catat hasil dalam tabel audit Setting: Lab diatur sebagai Network Audit Room. Peran siswa: Junior Network Analyst. Skenario: Siswa menerima "laporan inventaris perangkat" fiktif berisi 20 IP address dari berbagai kelas — tugasnya mengaudit dan mengklasifikasikan seluruhnya dalam 30 menit Tabel audit IP: daftar 20 IP terklasifikasi (kelas, publik/privat, valid/tidak valid) dalam format .xlsx atau tabel tulis P (20%): Kuis identifikasi kelas IP; K (60%): Akurasi klasifikasi ≥85%; S (20%): Ketelitian dan ketepatan waktu
2 TP-2 Network Planner melakukan requirements gathering dari klien sebelum merancang jaringan: menentukan jumlah subnet dan kebutuhan host per segmen P: Konsep segmentasi jaringan, fungsi subnet, hubungan kebutuhan host dengan ukuran blok; K: Mengisi worksheet kebutuhan jaringan, menghitung buffer host; S: Komunikatif dengan klien, analitis, teliti 1. Wawancara klien (atau baca dokumen spesifikasi); 2. Identifikasi semua segmen/departemen; 3. Hitung kebutuhan host + buffer; 4. Tentukan jumlah subnet minimal; 5. Dokumentasikan dalam worksheet Setting: Guru berperan sebagai Project Manager / Klien. Peran siswa: Network Planner. Skenario: Siswa mewawancarai guru (klien) menggunakan daftar pertanyaan yang mereka buat sendiri untuk menggali kebutuhan jaringan "SMK SBI Junior" Worksheet kebutuhan pengalamatan: tabel segmen, jumlah host, buffer, total subnet yang dibutuhkan P (20%): Pertanyaan wawancara teknis yang relevan; K (60%): Kelengkapan dan akurasi worksheet; S (20%): Kemampuan menggali informasi teknis dari klien secara komunikatif

Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 2: Teknik Subnetting Lanjut (TP-3, TP-4)

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
3 TP-3 Network Design Engineer menghitung alokasi blok IP menggunakan VLSM untuk jaringan multi-cabang perusahaan, memastikan efisiensi penggunaan ruang alamat P: Algoritma VLSM, CIDR notation, urutan pengerjaan dari subnet terbesar ke terkecil; K: Menghitung network address, subnet mask, range host, broadcast per blok; S: Presisi, tidak toleran terhadap kesalahan overlap, runtut 1. Terima spesifikasi: network address awal + daftar segmen beserta kebutuhan host; 2. Urutkan segmen dari terbesar ke terkecil; 3. Hitung blok pertama; 4. Tentukan network address segmen berikutnya; 5. Ulangi hingga semua segmen terisi; 6. Verifikasi: tidak ada overlap Setting: Lab bersuasana Design Office. Peran siswa: Network Design Engineer. Skenario: Siswa menerima Work Order tertulis berisi network 192.168.20.0/24 dan 5 segmen dengan kebutuhan host berbeda-beda — harus diselesaikan dalam 60 menit (simulasi deadline proyek) Tabel VLSM lengkap: semua kolom terisi (segmen, kebutuhan host, network address, prefix, subnet mask, range host valid, broadcast, gateway) — tidak ada overlap P (20%): Pre-test: hitung manual subnet mask dari prefix; K (60%): Akurasi tabel VLSM (rubrik 4-level); S (20%): Ketepatan waktu + ketelitian (0 kesalahan overlap = SB)
4 TP-4 NOC Technician / Network Consultant mengaudit jaringan yang sudah berjalan: menganalisis potensi konflik IP, inefisiensi alokasi, dan kebutuhan segmentasi ulang P: Tanda-tanda konflik IP, konsep segmentasi berdasarkan keamanan dan fungsi, prinsip efisiensi subnetting; K: Membaca topologi jaringan, mengidentifikasi anomali, menyusun rekomendasi teknis; S: Analitis, berani mengambil keputusan, komunikatif dalam laporan 1. Terima dokumen topologi jaringan + tabel IP yang sudah ada; 2. Baca dan petakan semua blok yang digunakan; 3. Cek: ada overlap? ada IP yang salah kelas? ada subnet yang boros? 4. Identifikasi segmen yang belum dipisah; 5. Susun rekomendasi perbaikan Setting: NOC Consultation Room. Peran siswa: Network Consultant. Skenario: Guru menyediakan topologi jaringan fiktif "PT. Maju Bersama" yang sengaja mengandung 3–4 kesalahan pengalamatan (overlap, penggunaan IP publik di jaringan lokal, subnet yang sangat boros) — siswa harus menemukan dan menganalisis semua masalah Dokumen analisis jaringan: berisi daftar masalah yang ditemukan, penjelasan teknis mengapa itu salah, dan rekomendasi perbaikan dengan justifikasi P (20%): Presentasi lisan singkat (2 menit) temuan analisis; K (60%): Kelengkapan temuan masalah + kualitas justifikasi teknis; S (20%): Keberanian dan kejelasan dalam menyampaikan rekomendasi

Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 3: Perancangan & Implementasi IP Plan (TP-5, TP-6, TP-7)

No Kode TP Pekerjaan Nyata di Industri Kemampuan (P/K/S) Langkah Kerja Simulasi di Kelas Output/Produk Penilaian
5 TP-5 Network Engineer merancang infrastruktur jaringan dari nol untuk klien baru: membuat IP addressing plan lengkap dan mengimplementasikannya di perangkat jaringan P: Integrasi VLSM dengan topologi, konsep gateway per segmen, routing dasar antar subnet; K: Merancang tabel IP plan, membangun topologi di simulator, mengkonfigurasi router dan end device; S: Mandiri, terstruktur, berorientasi pada hasil yang dapat diverifikasi 1. Terima Work Order proyek; 2. Lakukan VLSM berdasarkan hasil Unit 1–2; 3. Bangun topologi di Packet Tracer; 4. Konfigurasi IP address semua perangkat; 5. Aktifkan semua interface router; 6. Verifikasi awal dengan ping gateway Setting: Project Deployment Room. Peran siswa: Network Engineer. Skenario: Menyelesaikan proyek jaringan "SMK SBI Junior" — membangun topologi sesuai Work Order, mengkonfigurasi semua IP sesuai VLSM yang sudah dirancang, dalam alokasi waktu 2 sesi (16 JP) File .pkt (Packet Tracer) berisi topologi terbangun + semua IP terkonfigurasi; Tabel IP Plan final dalam format .xlsx atau .docx P (20%): Review tabel VLSM sebelum implementasi; K (60%): Rubrik 6-aspek (lihat Bagian 4.6); S (20%): Kerapian topologi + kepatuhan prosedur langkah kerja
6 TP-6 Network Engineer / QA Tester melakukan acceptance testing setelah deployment: menjalankan serangkaian uji konektivitas dan troubleshooting untuk memastikan jaringan berfungsi sesuai spesifikasi P: Interpretasi hasil ping/traceroute, metodologi troubleshooting jaringan (top-down/bottom-up/divide-and-conquer); K: Menjalankan perintah pengujian, membaca output, mendiagnosis masalah, mengeksekusi perbaikan; S: Sistematis, tidak menyerah saat gagal, dokumentatif 1. Siapkan checklist pengujian berdasarkan spesifikasi; 2. Lakukan ping dalam segmen; 3. Lakukan ping antar segmen; 4. Lakukan traceroute; 5. Jika gagal: identifikasi layer masalah (L1/L2/L3); 6. Perbaiki; 7. Uji ulang; 8. Dokumentasikan semua temuan Setting: NOC Testing Station. Peran siswa: QA Network Engineer yang menerima hasil deployment dari tim lain (atau menguji hasil sendiri). Skenario: Siswa menerima "laporan deployment" dan harus memverifikasi bahwa semua spesifikasi teknis terpenuhi; masalah yang ditemukan harus dicatat dalam format trouble ticket Laporan evaluasi jaringan: hasil ping/traceroute (screenshot), daftar masalah yang ditemukan (trouble ticket format), solusi yang diterapkan, dan status akhir (pass/fail per titik uji) P (20%): Kemampuan menjelaskan interpretasi hasil traceroute; K (60%): Kelengkapan pengujian + ketepatan troubleshooting; S (20%): Dokumentasi real-time (mengisi lembar pengamatan selama proses, bukan sesudahnya)
7 TP-7 Network Engineer / Technical Writer menyusun as-built documentation sebagai bukti penyelesaian proyek yang diserahkan kepada klien dan disimpan sebagai referensi tim IT P: Standar dokumentasi jaringan (komponen wajib as-built doc), konvensi penamaan, format diagram logis; K: Membuat tabel IP plan final, menggambar diagram topologi logis menggunakan Draw.io, menyusun catatan konfigurasi; S: Rapi, konsisten dalam format, berorientasi pada keterbacaan dokumen oleh orang lain 1. Kumpulkan semua data: tabel IP plan final + screenshot topologi; 2. Susun halaman judul + identitas proyek; 3. Tuliskan tabel IP plan final yang sudah diverifikasi; 4. Gambar diagram topologi logis (bukan fisik); 5. Tulis catatan konfigurasi ringkas; 6. Review: bisakah engineer lain membaca dan memahami dokumen ini tanpa penjelasan tambahan? Setting: Documentation & Handover Session. Peran siswa: Technical Document Writer yang menyiapkan paket serah terima proyek. Skenario: Siswa menyerahkan dokumen as-built kepada guru (berperan sebagai Kepala IT klien) dalam sesi formal 30 menit; guru dapat mengajukan pertanyaan teknis berdasarkan isi dokumen Dokumen as-built dalam format .docx atau .pdf: (1) Halaman identitas proyek, (2) Tabel IP plan final, (3) Diagram topologi logis, (4) Catatan konfigurasi ringkas — siap untuk diserahkan kepada klien P (20%): Kemampuan menjawab pertanyaan teknis klien berdasarkan isi dokumen; K (60%): Rubrik kelengkapan dan kualitas dokumen as-built; S (20%): Profesionalisme dalam sesi serah terima (penampilan, komunikasi, kesiapan dokumen)

Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum Contoh Konkret Perbaikan
Aktivitas masih teoritis "Menjelaskan pengertian VLSM kepada teman" sebagai aktivitas utama "Menghitung tabel VLSM untuk 5 segmen jaringan secara manual, diverifikasi dengan IP calculator, dalam waktu 60 menit"
Tidak menghasilkan output Diskusi kelompok tentang perbedaan VLSM dan FLSM tanpa produk akhir Diskusi → mengisi worksheet perbandingan → mengambil keputusan metode mana yang dipilih → justifikasi tertulis
Tidak ada standar penilaian "Buatlah tabel IP plan" tanpa kriteria "Susun tabel IP plan untuk 4 segmen menggunakan VLSM: semua kolom wajib terisi, tidak ada overlap, gateway menggunakan host pertama, dikumpulkan dalam 90 menit"
Tidak menyerupai dunia kerja Siswa mengerjakan soal subnetting dari buku halaman 45 Siswa menerima Work Order fiktif dari "klien", menghitung VLSM, membangun topologi, menguji, dan menyerahkan laporan dalam format serah terima proyek
Pengujian diabaikan Implementasi dianggap selesai begitu konfigurasi diketik Implementasi baru selesai setelah seluruh checklist pengujian dicentang: ping dalam segmen ✓, ping antar segmen ✓, traceroute ✓, laporan evaluasi selesai ✓
Dokumentasi dikerjakan setelah selesai Siswa mengisi lembar pengamatan dari ingatan di akhir sesi Lembar pengamatan diisi real-time selama praktik berlangsung — setiap langkah selesai, langsung dicatat
Kesalahan kritis SMK SBI: Salah interface WAN Siswa mengarahkan konfigurasi WAN ke ether1 saat praktik di perangkat nyata sekolah Selalu gunakan wlan1 sebagai interface WAN di MikroTik SMK SBI — internet masuk via wireless station mode, bukan port ethernet

Catatan Pengembangan

  1. Integrasi TEFA: Unit 3 sangat potensial untuk dikembangkan menjadi proyek TEFA — siswa dapat menawarkan jasa perancangan jaringan kepada unit usaha di lingkungan sekolah atau UMKM sekitar Grobogan dengan menghasilkan dokumen as-built yang sesungguhnya dapat digunakan.
  2. Pengembangan ke IPv6: TP-1 saat ini baru menyentuh format IPv6 di level klasifikasi. Pada iterasi berikutnya, perlu ditambahkan TP tersendiri untuk perancangan pengalamatan dual-stack (IPv4 + IPv6) agar selaras dengan tren industri yang semakin mengadopsi IPv6.
  3. Pemanfaatan Infrastruktur Sekolah Nyata: Untuk TP-5 dan TP-6, siswa yang sudah mahir dapat ditantang untuk merancang ulang skema pengalamatan jaringan hotspot SMK SBI yang aktual (menggunakan data nyata dari MikroTik RB4011iGS+) sebagai pengayaan — ini akan membuat pembelajaran menjadi sangat kontekstual dan bermakna.
  4. Asesmen Portofolio: Seluruh output dari Unit 1–3 (tabel audit, worksheet kebutuhan, tabel VLSM, dokumen analisis, file .pkt, laporan evaluasi, dan as-built doc) dapat dikompilasi menjadi portofolio kompetensi pengalamatan jaringan yang bisa ditunjukkan saat siswa mengikuti PKL atau wawancara kerja.
  5. Kolaborasi Lintas Program: Dokumen as-built yang dihasilkan siswa AIJ dapat menjadi input nyata bagi proyek siswa Multimedia (yang membutuhkan jaringan untuk studio produksi) atau siswa OTKP (yang membutuhkan jaringan kantor) — membuka peluang kolaborasi antar program keahlian yang memperkuat ekosistem TEFA sekolah.