J.611000.004.01: Modul praktik
BAGIAN 1: ANALISIS CP FASE F
1.1 Identifikasi Elemen CP
Elemen CP: "Merancang Pengalamatan Jaringan"
Kata kunci operasional utama: merancang → ini adalah KKO level C6 (Mencipta), yang mengimplikasikan bahwa siswa tidak sekadar mengenal atau menggunakan pengalamatan, tetapi harus mampu membangun skema pengalamatan dari nol sesuai kebutuhan infrastruktur nyata.
TP awal yang dikirimkan Kang:
| No | TP Awal | Level Bloom Aktual | Masalah |
|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi sistem operasi pada jaringan | C1 (Mengingat/Mengenali) | Tidak relevan langsung dengan pengalamatan; terlalu generik |
| 2 | Membagi alamat jaringan pada perangkat jaringan | C3 (Menerapkan) | Masih prosedural, belum menyentuh perancangan |
| 3 | Mendokumentasikan pengalamatan jaringan | C1–C2 | Output penting, tetapi bukan TP puncak |
Catatan Reformulasi: Ketiga TP awal berkumpul di C1–C3. TP-1 bahkan memiliki relevansi lemah terhadap elemen CP "Merancang Pengalamatan Jaringan". Seluruh TP akan direformulasi untuk mencakup C1–C6 dengan distribusi LOTS/MOTS/HOTS yang proporsional.
1.2 Ekstraksi Kompetensi Inti
| No | Komponen CP | KKO Implisit | Level Bloom | Objek Pengetahuan | Konteks Penerapan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Memahami konsep pengalamatan IPv4 & IPv6 | Menjelaskan, Mengklasifikasikan | C2 | Kelas IP, subnet mask, prefix | Infrastruktur jaringan kampus/enterprise |
| 2 | Menghitung subnet dan pembagian blok alamat | Menghitung, Menentukan | C3 | CIDR, VLSM, subnetting | Kebutuhan host per segmen jaringan |
| 3 | Menganalisis kebutuhan pengalamatan | Menganalisis, Membandingkan | C4 | Topologi jaringan, jumlah host, segmentasi | Infrastruktur sekolah/kantor nyata |
| 4 | Merancang skema pengalamatan | Merancang, Membangun | C6 | IP addressing scheme, tabel pengalamatan | Deployment jaringan multi-segmen |
| 5 | Mengevaluasi implementasi pengalamatan | Menguji, Menilai | C5 | Konektivitas, routing, troubleshooting | Verifikasi hasil konfigurasi di perangkat nyata |
| 6 | Mendokumentasikan hasil perancangan | Membuat, Menyusun | C6 (produk) | As-built documentation, network diagram | Serah terima pekerjaan ke klien/manajemen |
1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi
| No | Elemen CP | Kompetensi Spesifik | Level Bloom | Tipe Pengetahuan | Prasyarat |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Merancang Pengalamatan Jaringan | Mengklasifikasikan kelas alamat IPv4, jenis IP (publik/privat), dan format IPv6 | C2 | Konseptual | Pengenalan jaringan dasar (Kelas X) |
| 2 | Merancang Pengalamatan Jaringan | Menentukan kebutuhan pengalamatan berdasarkan jumlah host dan segmen jaringan | C3 | Prosedural | No. 1 |
| 3 | Merancang Pengalamatan Jaringan | Menghitung subnet menggunakan metode VLSM dan CIDR secara presisi | C3 | Prosedural | No. 2 |
| 4 | Merancang Pengalamatan Jaringan | Menganalisis topologi jaringan untuk menentukan skema pengalamatan yang optimal | C4 | Konseptual + Prosedural | No. 3 |
| 5 | Merancang Pengalamatan Jaringan | Merancang tabel pengalamatan lengkap (IP plan) untuk infrastruktur multi-segmen | C6 | Metakognitif | No. 4 |
| 6 | Merancang Pengalamatan Jaringan | Mengevaluasi skema pengalamatan yang telah dikonfigurasi melalui pengujian konektivitas dan troubleshooting | C5 | Prosedural + Metakognitif | No. 5 |
| 7 | Merancang Pengalamatan Jaringan | Membuat dokumentasi pengalamatan jaringan (as-built documentation) sesuai standar industri | C6 | Metakognitif | No. 5–6 |
1.4 Dimensi Profil Lulusan yang Relevan
| Dimensi | Keterkaitannya dengan Elemen CP |
|---|---|
| Penalaran Kritis | Menganalisis kebutuhan jaringan dan memilih metode subnetting yang paling efisien |
| Kreativitas | Merancang skema IP addressing yang efisien dan scalable untuk infrastruktur nyata |
| Kemandirian | Menyelesaikan perhitungan subnet dan perancangan IP plan secara mandiri |
| Kolaborasi | Bekerja dalam tim simulasi NOC untuk membangun dan mendokumentasikan jaringan |
| Komunikasi | Menyajikan hasil perancangan dalam bentuk dokumentasi teknis dan presentasi |
BAGIAN 2: PERUMUSAN TP SMART
Catatan Distribusi: Dari 7 TP yang dirumuskan: TP-1, TP-2 (LOTS/C2–C3) = 2 TP = 29%; TP-3, TP-4 (MOTS/C3–C4) = 2 TP = 29%; TP-5, TP-6, TP-7 (HOTS/C5–C6) = 3 TP = 43%. Distribusi ini sengaja dibobot lebih tinggi pada HOTS karena elemen CP puncaknya adalah "merancang" (C6), sesuai karakteristik Fase F yang menuntut kompetensi kerja tingkat lanjut.
| Kode TP | Rumusan TP (ABCD) | KKO | Level Bloom | Estimasi JP | Elemen CP Terkait |
|---|---|---|---|---|---|
| TP-1 | Siswa Kelas XI AIJ mengklasifikasikan kelas alamat IPv4, rentang IP publik/privat, dan format pengalamatan IPv6 berdasarkan studi kasus topologi jaringan yang diberikan dengan tingkat akurasi minimal 85% | Mengklasifikasikan | C2 – Memahami | 4 JP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
| TP-2 | Siswa Kelas XI AIJ menentukan jumlah subnet dan host yang dibutuhkan berdasarkan spesifikasi jaringan multi-departemen yang diberikan guru dengan hasil perhitungan yang valid dan terdokumentasi | Menentukan | C3 – Menerapkan | 4 JP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
| TP-3 | Siswa Kelas XI AIJ menghitung pembagian blok alamat menggunakan metode VLSM (Variable Length Subnet Mask) pada skenario jaringan dengan minimal 4 segmen, dengan selisih alokasi host ≤ 5% dari kebutuhan aktual | Menghitung | C3 – Menerapkan | 8 JP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
| TP-4 | Siswa Kelas XI AIJ menganalisis topologi jaringan yang diberikan untuk mengidentifikasi potensi konflik alamat IP, inefisiensi alokasi, dan kebutuhan segmentasi dengan menyertakan justifikasi teknis tertulis | Menganalisis | C4 – Menganalisis | 8 JP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
| TP-5 | Siswa Kelas XI AIJ merancang skema pengalamatan jaringan lengkap (IP addressing plan) untuk infrastruktur multi-segmen dengan minimal 3 VLAN/subnet, mencakup gateway, range host, dan broadcast address, yang dapat diimplementasikan dan diverifikasi di Cisco Packet Tracer atau MikroTik CHR | Merancang | C6 – Mencipta | 16 JP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
| TP-6 | Siswa Kelas XI AIJ mengevaluasi hasil implementasi skema pengalamatan jaringan melalui serangkaian pengujian konektivitas (ping, traceroute) dan prosedur troubleshooting, menghasilkan laporan evaluasi berisi temuan masalah dan rekomendasi perbaikan | Mengevaluasi | C5 – Mengevaluasi | 8 JP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
| TP-7 | Siswa Kelas XI AIJ membuat dokumen as-built pengalamatan jaringan yang mencakup tabel IP plan, diagram topologi logis, dan catatan konfigurasi, sesuai format dokumentasi teknis industri, yang dapat diserahkan kepada klien simulasi sebagai laporan akhir proyek | Membuat | C6 – Mencipta | 8 JP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
Total estimasi: 56 JP (7 minggu × 8 JP)
BAGIAN 3: PENYUSUNAN ATP LINEAR
Tabel ATP
| Semester | Unit | Kode TP | Rumusan Singkat | JP | Asesmen | Tagihan Produk |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Gasal | Unit 1: Fondasi Pengalamatan Jaringan | TP-1 | Mengklasifikasikan kelas IPv4, IP publik/privat, dan format IPv6 | 4 JP | Formatif: kuis klasifikasi + lembar kerja | Tabel klasifikasi IP + lembar jawaban terstruktur |
| Gasal | Unit 1 | TP-2 | Menentukan kebutuhan subnet dan host berdasarkan spesifikasi jaringan | 4 JP | Formatif: lembar kerja perhitungan | Worksheet kebutuhan pengalamatan (.xlsx / tulis tangan) |
| Gasal | Unit 2: Teknik Subnetting Lanjut | TP-3 | Menghitung VLSM untuk jaringan 4+ segmen | 8 JP | Formatif: praktik hitung + peer review | Tabel VLSM lengkap dengan network/broadcast/range host |
| Gasal | Unit 2 | TP-4 | Menganalisis topologi jaringan: konflik IP, inefisiensi, kebutuhan segmentasi | 8 JP | Formatif: analisis studi kasus + presentasi singkat | Dokumen analisis tertulis (justifikasi teknis) |
| Gasal | Unit 3: Perancangan & Implementasi IP Plan | TP-5 | Merancang IP addressing plan multi-segmen dan mengimplementasikan di simulator | 16 JP | Sumatif: rubrik produk + demonstrasi | File .pkt / .rsc + tabel IP plan (min. 3 subnet) |
| Gasal | Unit 3 | TP-6 | Mengevaluasi hasil implementasi melalui pengujian dan troubleshooting | 8 JP | Sumatif: observasi kinerja + laporan | Laporan evaluasi: hasil ping/traceroute + rekomendasi perbaikan |
| Gasal | Unit 3 | TP-7 | Membuat dokumentasi as-built pengalamatan jaringan standar industri | 8 JP | Sumatif: rubrik dokumen | Dokumen as-built: tabel IP plan + diagram topologi logis + catatan konfigurasi |
Narasi Justifikasi Urutan ATP
Unit 1 dimulai dari fondasi konseptual yang wajib dikuasai sebelum siswa menyentuh kalkulator subnet. TP-1 memastikan siswa tidak sekadar hafal kelas A/B/C, tetapi mampu mengklasifikasikan dengan benar pada konteks nyata. TP-2 langsung menghubungkan pemahaman tersebut ke praktik analisis kebutuhan — siswa belajar bertanya "berapa host yang dibutuhkan?" sebelum belajar menghitungnya. Urutan ini mencerminkan alur kerja Network Engineer sesungguhnya: requirements gathering selalu mendahului design.
Unit 2 membangun keterampilan teknis inti. TP-3 (VLSM) adalah jantung dari elemen CP ini — tanpa kemampuan menghitung subnet secara efisien, siswa tidak akan bisa merancang. TP-4 kemudian mengangkat keterampilan ini ke level analitis: siswa diberikan jaringan yang sudah ada dan diminta mendeteksi masalah. Pola ini menyerupai pekerjaan NOC Technician yang harus mengaudit infrastruktur yang sudah berjalan sebelum melakukan redesign.
Unit 3 adalah puncak pembelajaran berbasis produk. TP-5 mengintegrasikan semua kompetensi sebelumnya ke dalam satu proyek perancangan nyata yang diimplementasikan di simulator. TP-6 memastikan siswa tidak berhenti pada "konfigurasi selesai" tetapi harus membuktikan bahwa rancangannya berfungsi melalui pengujian sistematis — persis seperti prosedur acceptance testing di industri. TP-7 menutup siklus dengan dokumentasi as-built, karena di dunia kerja, proyek belum selesai sebelum diserahkan dalam bentuk dokumen yang dapat dibaca oleh engineer lain atau klien.
BAGIAN 4: DESAIN MODUL AJAR TERINTEGRASI
Unit yang dikembangkan: Unit 3 — Perancangan & Implementasi IP Plan (TP-5, TP-6, TP-7)
4.1 Identitas Modul
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Penyusun | Guru AIJ SMK Satya Bhakti Ilmu |
| Satuan Pendidikan | SMK Satya Bhakti Ilmu, Grobogan, Jawa Tengah |
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas XI |
| Mata Pelajaran | Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ) |
| Elemen CP | Merancang Pengalamatan Jaringan |
| Alokasi Waktu | 32 JP (4 pertemuan × 8 JP) |
| Target Peserta Didik | Siswa reguler Kelas XI TKJ/AIJ yang telah menguasai Unit 1 dan Unit 2 |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) terintegrasi simulasi industri (NOC Room) |
| Profil Pelajar Pancasila | Bernalar Kritis, Kreatif, Mandiri, Bergotong Royong |
4.2 Komponen Inti
Tujuan Pembelajaran:
- TP-5: Merancang IP addressing plan multi-segmen (min. 3 subnet), diimplementasikan di Cisco Packet Tracer atau MikroTik CHR
- TP-6: Mengevaluasi implementasi melalui pengujian konektivitas dan troubleshooting, menghasilkan laporan evaluasi
- TP-7: Membuat dokumentasi as-built pengalamatan jaringan standar industri
Pemahaman Bermakna: Setiap jaringan yang berfungsi dengan baik dimulai dari perencanaan alamat yang cermat. Seorang network engineer yang mampu merancang pengalamatan dengan efisien akan menghemat biaya, mencegah konflik, dan memastikan infrastruktur dapat berkembang seiring kebutuhan organisasi.
Pertanyaan Pemantik:
- "Bayangkan kalian adalah Network Engineer yang baru bergabung di sebuah perusahaan dengan 4 departemen dan 200 karyawan — dari mana kalian mulai merancang jaringannya?"
- "Mengapa dua komputer dalam satu jaringan bisa saling 'tidak kenal' meskipun terhubung ke switch yang sama?"
- "Apa yang terjadi jika sebuah perusahaan kehabisan alamat IP di satu subnet padahal masih banyak karyawan yang harus terhubung?"
Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 1 (8 JP): Kick-off Proyek & Analisis Kebutuhan
| Fase | Durasi | Aktivitas Guru | Aktivitas Siswa |
|---|---|---|---|
| Mindful (Pembuka) | 30 menit | Membuka kelas, memandu refleksi: "Jaringan apa yang kalian gunakan setiap hari? Siapa yang merancangnya?" Menampilkan foto topologi jaringan sekolah nyata (SMK SBI) | Merefleksikan pengalaman pengguna jaringan sehari-hari; menjawab pertanyaan pemantik secara lisan |
| Meaningful (Inti) | 300 menit | Menyampaikan skenario proyek: "Kalian adalah tim Network Engineer yang ditugaskan merancang ulang infrastruktur jaringan SMK SBI Junior — sebuah sekolah baru dengan 4 lab, 1 ruang guru, 1 ruang TU." Membimbing analisis requirements: jumlah host per segmen, kebutuhan manajemen, akses internet | Melakukan requirements gathering: menghitung kebutuhan host tiap segmen, menentukan jumlah subnet yang dibutuhkan, membuat worksheet kebutuhan awal menggunakan LKPD-01 |
| Joyful (Penutup) | 30 menit | Memfasilitasi sharing cepat antar kelompok (1 menit per kelompok): "Segmen apa saja yang kalian tentukan?" | Mempresentasikan hasil worksheet secara singkat; menerima umpan balik dari kelompok lain |
Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 2 (8 JP): Perancangan IP Plan
| Fase | Durasi | Aktivitas Guru | Aktivitas Siswa |
|---|---|---|---|
| Mindful | 20 menit | Review hasil pertemuan 1; menayangkan contoh IP plan nyata dari dokumen infrastruktur jaringan kampus | Mengidentifikasi komponen-komponen dalam contoh IP plan nyata |
| Meaningful | 340 menit | Membimbing proses perancangan VLSM per kelompok; melakukan coaching satu per satu; memastikan tidak ada konflik alamat antar segmen | Merancang tabel IP addressing plan lengkap menggunakan VLSM; mengisi Jobsheet-01; memverifikasi hasil perhitungan dengan teman satu kelompok |
| Joyful | 20 menit | Memimpin "IP Plan Review Session" — setiap kelompok menempel hasil di papan dan kelompok lain memberikan sticky note feedback | Memberikan dan menerima umpan balik teknis dari sesama kelompok |
Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 3 (8 JP): Implementasi & Pengujian di Simulator
| Fase | Durasi | Aktivitas Guru | Aktivitas Siswa |
|---|---|---|---|
| Mindful | 20 menit | Mengingatkan prosedur K3LH penggunaan lab; menjelaskan rubrik penilaian TP-5 dan TP-6 | Memeriksa kembali IP plan hasil pertemuan 2; menyiapkan file simulator |
| Meaningful | 330 menit | Mengobservasi proses implementasi; memberikan skenario troubleshooting tambahan kepada kelompok yang sudah selesai lebih cepat | Mengimplementasikan IP plan di Cisco Packet Tracer; melakukan pengujian ping dan traceroute antar segmen; mendokumentasikan hasil pengujian di lembar observasi |
| Joyful | 30 menit | Memfasilitasi sesi "NOC Daily Report" — setiap kelompok melaporkan: berhasil/gagal/troubleshooting apa | Melaporkan status implementasi dan masalah yang ditemukan dalam format singkat seperti daily standup meeting |
Kegiatan Pembelajaran — Pertemuan 4 (8 JP): Dokumentasi & Presentasi Serah Terima
| Fase | Durasi | Aktivitas Guru | Aktivitas Siswa |
|---|---|---|---|
| Mindful | 20 menit | Menampilkan contoh as-built documentation jaringan nyata; menjelaskan standar penulisan dokumentasi teknis | Mengamati dan mengidentifikasi komponen wajib dalam dokumen as-built |
| Meaningful | 300 menit | Membimbing penyusunan dokumen as-built; menilai menggunakan rubrik; memberikan waktu revisi | Menyusun dokumen as-built: tabel IP plan final, diagram topologi logis, catatan konfigurasi; melakukan revisi berdasarkan umpan balik guru |
| Joyful | 60 menit | Berperan sebagai "Klien/Kepala IT" yang menerima serah terima proyek; mengajukan pertanyaan teknis | Mempresentasikan hasil proyek dalam format serah terima: menjelaskan desain, membuktikan konektivitas secara live, menyerahkan dokumen as-built |
4.3 LKPD Lembar Kerja Peserta Didik
LKPD-01: Analisis Kebutuhan Pengalamatan Jaringan
Petunjuk Pengerjaan:
- Bacalah skenario berikut dengan seksama sebelum mengisi tabel.
- Diskusikan dalam kelompok (3–4 siswa) selama maksimal 60 menit.
- Setiap jawaban harus disertai alasan teknis singkat.
- Tuliskan hasil pada tabel yang tersedia; gunakan pensil untuk draft dan pulpen untuk final.
Skenario Kontekstual:
PT. Mitra Nusantara Teknologi baru saja memenangkan tender pembangunan jaringan untuk "SMK SBI Junior" — sebuah sekolah kejuruan baru yang akan dibuka tahun depan. Sebagai tim Network Engineer yang ditugaskan, kalian menerima data berikut:
- Lab Komputer 1: 36 workstation + 1 server lokal
- Lab Komputer 2: 36 workstation + 1 server lokal
- Lab Jaringan: 20 perangkat aktif (router, switch, PC)
- Ruang Guru: 25 PC + 2 printer jaringan
- Ruang TU (Tata Usaha): 10 PC + 1 server manajemen
- Semua segmen terhubung ke router utama dan harus bisa akses internet
- Jaringan manajemen (router, switch management) harus dipisah dari jaringan pengguna
Tugas Terstruktur:
| No | Pertanyaan | Jawaban | Alasan Teknis |
|---|---|---|---|
| 1 | Sebutkan semua segmen jaringan yang diperlukan! | ||
| 2 | Berapa jumlah host minimum per segmen (tambahkan buffer 20%)? | ||
| 3 | Berapa total subnet yang dibutuhkan? | ||
| 4 | Kelas IP berapa yang paling cocok? Mengapa? | ||
| 5 | Apakah VLSM atau Fixed-length Subnetting yang lebih efisien? Jelaskan! |
Refleksi Siswa:
- Apa yang paling sulit dalam menentukan kebutuhan segmen jaringan?
- Jika kalian adalah Network Engineer sesungguhnya, informasi tambahan apa yang ingin kalian tanyakan kepada klien?
4.4 Jobsheet Praktikum
JOBSHEET-01 Merancang & Mengimplementasikan IP Addressing Plan Multi-Segmen Mata Pelajaran: Administrasi Infrastruktur Jaringan | Kelas: XI | Alokasi: 16 JP
Tujuan Praktikum:
- Siswa mampu merancang tabel IP addressing plan menggunakan metode VLSM untuk jaringan dengan minimal 3 segmen
- Siswa mampu mengimplementasikan IP plan hasil rancangan pada topologi di Cisco Packet Tracer
- Siswa mampu memverifikasi konektivitas antar segmen melalui pengujian ping dan traceroute
Alat & Bahan:
| No | Alat/Bahan | Spesifikasi | Jumlah |
|---|---|---|---|
| 1 | PC/Laptop | Minimal RAM 4GB, storage 10GB | 1 per siswa |
| 2 | Cisco Packet Tracer | Versi 8.x ke atas | Terinstal |
| 3 | LKPD-01 (hasil pertemuan sebelumnya) | Sudah terisi lengkap | 1 per kelompok |
| 4 | Kalkulator / spreadsheet | Untuk perhitungan subnet | 1 per siswa |
| 5 | Lembar Hasil Pengamatan (terlampir) | — | 1 per kelompok |
Keselamatan Kerja (K3LH):
- Pastikan kabel daya terhubung dengan aman sebelum menyalakan perangkat
- Simpan file kerja setiap 15 menit untuk mencegah kehilangan data
- Jangan menginstal software apapun tanpa izin guru
- Tutup semua aplikasi yang tidak diperlukan untuk menjaga performa komputer
Langkah Kerja:
Tahap A — Persiapan (30 menit)
- Buka Cisco Packet Tracer; buat file baru dengan nama format:
IPPLAN_[NamaKelompok]_[Tanggal].pkt - Siapkan worksheet VLSM di atas kertas atau spreadsheet dengan kolom: Segmen | Kebutuhan Host | Network Address | Subnet Mask | Prefix | Range Host | Broadcast | Gateway
- Urutkan segmen dari kebutuhan host terbesar ke terkecil (syarat VLSM)
Tahap B — Perhitungan VLSM (60 menit)
- Tentukan network address awal (gunakan
192.168.10.0sebagai titik mulai jika tidak ditentukan lain) - Untuk setiap segmen, hitung:
- Jumlah bit host yang dibutuhkan:
2^n - 2 ≥ jumlah host - Prefix length:
/32 - n - Network address segmen berikutnya: network address + ukuran blok
- Jumlah bit host yang dibutuhkan:
- Isi tabel VLSM secara lengkap; verifikasi: tidak boleh ada overlap antar segmen
- Tentukan IP gateway untuk setiap segmen (lazimnya: host pertama yang tersedia)
Tahap C — Pembangunan Topologi di Packet Tracer (60 menit)
- Tambahkan perangkat ke canvas: 1 Router (gunakan Cisco 1941 atau 2901), switch per segmen, minimal 2 PC per segmen
- Hubungkan router ke setiap switch menggunakan kabel yang tepat (straight-through / crossover sesuai perangkat)
- Beri label pada setiap interface router sesuai segmen yang terhubung
Tahap D — Konfigurasi IP Address (90 menit)
- Masuk ke CLI router; konfigurasi IP address pada setiap sub-interface atau interface fisik sesuai tabel VLSM:
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# interface [nama-interface]
Router(config-if)# ip address [network-gateway] [subnet-mask]
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
- Konfigurasi IP address pada setiap PC: IP address (dari range host), subnet mask, dan default gateway sesuai tabel
- Pastikan setiap PC dalam satu segmen menggunakan network address yang sama
Tahap E — Pengujian Konektivitas (60 menit)
- Dari PC di Segmen 1, lakukan ping ke:
- PC lain dalam segmen yang sama (harus berhasil)
- Gateway segmen sendiri (harus berhasil)
- Gateway segmen lain (harus berhasil — membuktikan routing berfungsi)
- PC di segmen lain (harus berhasil)
- Lakukan traceroute dari PC Segmen 1 ke PC Segmen terjauh; catat jumlah hop
- Dokumentasikan semua hasil pengujian dengan screenshot
Tahap F — Dokumentasi (30 menit)
- Screenshot topologi Packet Tracer secara keseluruhan
- Export file konfigurasi atau simpan file
.pkt - Isi lembar hasil pengamatan di bawah ini
⚠️ CATATAN KRITIS UNTUK SISWA SMK SBI: Pada implementasi nyata di MikroTik RB4011iGS+ sekolah, internet masuk melalui interface
wlan1dalam mode wireless station — BUKANether1. Jika kalian melanjutkan praktik ini ke perangkat nyata sekolah, pastikan konfigurasi WAN diarahkan kewlan1. Kesalahan memilih interface akan menyebabkan seluruh routing internet gagal.
Lembar Hasil Pengamatan:
| No | Segmen | Network Address | Prefix | Gateway | Range Host | Broadcast |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | ||||||
| 3 |
Hasil Pengujian Konektivitas:
| No | Sumber | Tujuan | Perintah | Hasil (Berhasil/Gagal) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | PC Seg-1 | Gateway Seg-1 | ping | ||
| 2 | PC Seg-1 | PC Seg-1 lain | ping | ||
| 3 | PC Seg-1 | Gateway Seg-2 | ping | ||
| 4 | PC Seg-1 | PC Seg-2 | ping | ||
| 5 | PC Seg-1 | PC Seg-3 | traceroute |
4.5 Media Simulasi Digital
| Tool | Fungsi dalam Unit Ini | Skenario Simulasi |
|---|---|---|
| Cisco Packet Tracer 8.x | Implementasi topologi dan konfigurasi IP | Membangun jaringan multi-segmen sesuai IP plan yang dirancang; verifikasi ping/traceroute |
| MikroTik CHR (Cloud Hosted Router) | Simulasi konfigurasi router nyata | Mengkonfigurasi IP address pada interface MikroTik sesuai hasil VLSM; pengujian routing |
| IP Subnet Calculator (web/app) | Verifikasi hasil perhitungan VLSM | Memvalidasi tabel subnet yang dibuat siswa secara manual |
| Draw.io / Diagrams.net | Pembuatan diagram topologi logis | Membuat network diagram untuk komponen dokumentasi as-built |
Skenario Simulasi Utama — "Proyek Jaringan SMK SBI Junior": Tim siswa berperan sebagai Network Engineer dari PT. Mitra Nusantara Teknologi. Mereka menerima Work Order dari klien (guru berperan sebagai Kepala IT SMK SBI Junior) berisi spesifikasi jaringan. Siswa harus menyelesaikan proyek dalam 3 sesi: Design → Build → Test & Handover. Hasil akhirnya adalah file Packet Tracer yang berfungsi penuh + dokumen as-built yang diserahkan kepada klien.
4.6 Instrumen Asesmen Otentik
Asesmen Diagnostik (Awal Unit)
Kognitif (5 pertanyaan):
- Berapa jumlah bit yang digunakan untuk alamat IPv4? Tuliskan contoh satu alamat IPv4 kelas B!
- Apa perbedaan antara IP address publik dan IP address privat? Berikan satu contoh masing-masing!
- Jika sebuah jaringan memiliki subnet mask
255.255.255.0, berapa maksimum host yang bisa digunakan? - Apa yang dimaksud dengan "default gateway" dalam sebuah jaringan?
- Apa perbedaan antara subnet mask
/24dan/25?
Non-Kognitif (3 pertanyaan):
- Seberapa nyaman kamu bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek teknis? (Skala 1–5)
- Pernahkah kamu mengkonfigurasi IP address pada komputer atau perangkat jaringan secara langsung? Ceritakan pengalamanmu!
- Apa yang membuatmu tertarik atau khawatir ketika diminta merancang jaringan dari nol?
Asesmen Formatif (Proses)
Lembar Observasi Sikap Kerja:
| No | Aspek | Indikator | SB (4) | B (3) | C (2) | PB (1) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ketelitian | Tidak ada kesalahan perhitungan subnet; semua kolom tabel terisi | ||||
| 2 | Kedisiplinan | Mengerjakan sesuai langkah kerja jobsheet; tidak melewati tahapan | ||||
| 3 | Kerjasama Tim | Semua anggota aktif berkontribusi; tidak ada yang pasif | ||||
| 4 | Dokumentasi Proses | Screenshot diambil pada setiap tahapan; lembar pengamatan diisi real-time | ||||
| 5 | Komunikasi Teknis | Mampu menjelaskan keputusan desain kepada teman/guru saat ditanya |
Checklist Kinerja Praktik:
- File Packet Tracer dibuat dan diberi nama sesuai format
- Tabel VLSM lengkap (semua kolom terisi, tidak ada overlap)
- Topologi terbangun di Packet Tracer (router + switch + minimal 2 PC per segmen)
- Semua interface terkonfigurasi IP address
- Ping dalam satu segmen berhasil
- Ping antar segmen berhasil
- Traceroute menunjukkan jalur routing yang benar
- Screenshot semua hasil pengujian tersimpan
Asesmen Sumatif (Akhir Unit)
Rubrik Penilaian Proyek IP Addressing Plan:
| Dimensi | Aspek | SB (4) | B (3) | C (2) | PB (1) |
|---|---|---|---|---|---|
| Perancangan | Akurasi VLSM | Semua subnet valid, tidak ada overlap, buffer host tepat | Satu kesalahan minor, tidak ada overlap | Dua kesalahan, tidak ada overlap | Ada overlap atau subnet tidak valid |
| Perancangan | Kelengkapan IP Plan | Semua kolom terisi: network, mask, prefix, range, broadcast, gateway | Satu kolom kosong atau salah | Dua–tiga kolom tidak lengkap | IP plan tidak dapat digunakan |
| Implementasi | Konfigurasi Router | Semua interface terkonfigurasi dan no shutdown; status UP/UP
|
Satu interface tidak aktif | Dua interface bermasalah | Router tidak terkonfigurasi |
| Implementasi | Konektivitas | Ping antar semua segmen berhasil 100% | Ping berhasil minimal 2/3 segmen | Ping hanya berhasil dalam satu segmen | Tidak ada ping yang berhasil |
| Evaluasi | Laporan Pengujian | Semua hasil pengujian terdokumentasi dengan analisis masalah dan solusi | Pengujian terdokumentasi tanpa analisis | Dokumentasi tidak lengkap | Tidak ada laporan pengujian |
| Dokumentasi | Dokumen As-Built | Mencakup tabel IP plan, diagram topologi logis, dan catatan konfigurasi; format rapi dan dapat dibaca engineer lain | Dua dari tiga komponen lengkap | Satu komponen lengkap | Tidak ada dokumentasi as-built |
Konversi Nilai:
| Skor Total | Nilai | Predikat |
|---|---|---|
| ≥ 90 | A | Sangat Baik |
| 80 – 89 | B | Baik |
| 70 – 79 | C | Cukup (Kompeten) |
| 60 – 69 | D | Perlu Perbaikan |
| < 60 | E | Belum Kompeten |
KKM = 70 (Predikat C)
Bobot Penilaian Akhir:
- Pengetahuan (asesmen diagnostik + formatif kuis): 20%
- Keterampilan (rubrik produk + observasi kinerja): 60%
- Sikap Kerja (lembar observasi): 20%
BAGIAN 5: TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA
Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 1: Fondasi Pengalamatan Jaringan (TP-1, TP-2)
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TP-1 | Network Analyst mengaudit infrastruktur klien baru: mengidentifikasi dan mengklasifikasikan semua alamat IP yang digunakan di seluruh jaringan | P: Kelas IP, rentang publik/privat, format IPv6; K: Membaca tabel routing, mengidentifikasi IP dari output ipconfig/show ip interface brief; S: Teliti, sistematis, dokumentatif
|
1. Terima dokumen inventaris perangkat klien; 2. Identifikasi setiap IP yang tercantum; 3. Klasifikasikan: publik/privat, kelas, valid/invalid; 4. Catat hasil dalam tabel audit | Setting: Lab diatur sebagai Network Audit Room. Peran siswa: Junior Network Analyst. Skenario: Siswa menerima "laporan inventaris perangkat" fiktif berisi 20 IP address dari berbagai kelas — tugasnya mengaudit dan mengklasifikasikan seluruhnya dalam 30 menit | Tabel audit IP: daftar 20 IP terklasifikasi (kelas, publik/privat, valid/tidak valid) dalam format .xlsx atau tabel tulis
|
P (20%): Kuis identifikasi kelas IP; K (60%): Akurasi klasifikasi ≥85%; S (20%): Ketelitian dan ketepatan waktu |
| 2 | TP-2 | Network Planner melakukan requirements gathering dari klien sebelum merancang jaringan: menentukan jumlah subnet dan kebutuhan host per segmen | P: Konsep segmentasi jaringan, fungsi subnet, hubungan kebutuhan host dengan ukuran blok; K: Mengisi worksheet kebutuhan jaringan, menghitung buffer host; S: Komunikatif dengan klien, analitis, teliti | 1. Wawancara klien (atau baca dokumen spesifikasi); 2. Identifikasi semua segmen/departemen; 3. Hitung kebutuhan host + buffer; 4. Tentukan jumlah subnet minimal; 5. Dokumentasikan dalam worksheet | Setting: Guru berperan sebagai Project Manager / Klien. Peran siswa: Network Planner. Skenario: Siswa mewawancarai guru (klien) menggunakan daftar pertanyaan yang mereka buat sendiri untuk menggali kebutuhan jaringan "SMK SBI Junior" | Worksheet kebutuhan pengalamatan: tabel segmen, jumlah host, buffer, total subnet yang dibutuhkan | P (20%): Pertanyaan wawancara teknis yang relevan; K (60%): Kelengkapan dan akurasi worksheet; S (20%): Kemampuan menggali informasi teknis dari klien secara komunikatif |
Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 2: Teknik Subnetting Lanjut (TP-3, TP-4)
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 3 | TP-3 | Network Design Engineer menghitung alokasi blok IP menggunakan VLSM untuk jaringan multi-cabang perusahaan, memastikan efisiensi penggunaan ruang alamat | P: Algoritma VLSM, CIDR notation, urutan pengerjaan dari subnet terbesar ke terkecil; K: Menghitung network address, subnet mask, range host, broadcast per blok; S: Presisi, tidak toleran terhadap kesalahan overlap, runtut | 1. Terima spesifikasi: network address awal + daftar segmen beserta kebutuhan host; 2. Urutkan segmen dari terbesar ke terkecil; 3. Hitung blok pertama; 4. Tentukan network address segmen berikutnya; 5. Ulangi hingga semua segmen terisi; 6. Verifikasi: tidak ada overlap | Setting: Lab bersuasana Design Office. Peran siswa: Network Design Engineer. Skenario: Siswa menerima Work Order tertulis berisi network 192.168.20.0/24 dan 5 segmen dengan kebutuhan host berbeda-beda — harus diselesaikan dalam 60 menit (simulasi deadline proyek)
|
Tabel VLSM lengkap: semua kolom terisi (segmen, kebutuhan host, network address, prefix, subnet mask, range host valid, broadcast, gateway) — tidak ada overlap | P (20%): Pre-test: hitung manual subnet mask dari prefix; K (60%): Akurasi tabel VLSM (rubrik 4-level); S (20%): Ketepatan waktu + ketelitian (0 kesalahan overlap = SB) |
| 4 | TP-4 | NOC Technician / Network Consultant mengaudit jaringan yang sudah berjalan: menganalisis potensi konflik IP, inefisiensi alokasi, dan kebutuhan segmentasi ulang | P: Tanda-tanda konflik IP, konsep segmentasi berdasarkan keamanan dan fungsi, prinsip efisiensi subnetting; K: Membaca topologi jaringan, mengidentifikasi anomali, menyusun rekomendasi teknis; S: Analitis, berani mengambil keputusan, komunikatif dalam laporan | 1. Terima dokumen topologi jaringan + tabel IP yang sudah ada; 2. Baca dan petakan semua blok yang digunakan; 3. Cek: ada overlap? ada IP yang salah kelas? ada subnet yang boros? 4. Identifikasi segmen yang belum dipisah; 5. Susun rekomendasi perbaikan | Setting: NOC Consultation Room. Peran siswa: Network Consultant. Skenario: Guru menyediakan topologi jaringan fiktif "PT. Maju Bersama" yang sengaja mengandung 3–4 kesalahan pengalamatan (overlap, penggunaan IP publik di jaringan lokal, subnet yang sangat boros) — siswa harus menemukan dan menganalisis semua masalah | Dokumen analisis jaringan: berisi daftar masalah yang ditemukan, penjelasan teknis mengapa itu salah, dan rekomendasi perbaikan dengan justifikasi | P (20%): Presentasi lisan singkat (2 menit) temuan analisis; K (60%): Kelengkapan temuan masalah + kualitas justifikasi teknis; S (20%): Keberanian dan kejelasan dalam menyampaikan rekomendasi |
Tabel Transformasi Terintegrasi — Unit 3: Perancangan & Implementasi IP Plan (TP-5, TP-6, TP-7)
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 5 | TP-5 | Network Engineer merancang infrastruktur jaringan dari nol untuk klien baru: membuat IP addressing plan lengkap dan mengimplementasikannya di perangkat jaringan | P: Integrasi VLSM dengan topologi, konsep gateway per segmen, routing dasar antar subnet; K: Merancang tabel IP plan, membangun topologi di simulator, mengkonfigurasi router dan end device; S: Mandiri, terstruktur, berorientasi pada hasil yang dapat diverifikasi | 1. Terima Work Order proyek; 2. Lakukan VLSM berdasarkan hasil Unit 1–2; 3. Bangun topologi di Packet Tracer; 4. Konfigurasi IP address semua perangkat; 5. Aktifkan semua interface router; 6. Verifikasi awal dengan ping gateway | Setting: Project Deployment Room. Peran siswa: Network Engineer. Skenario: Menyelesaikan proyek jaringan "SMK SBI Junior" — membangun topologi sesuai Work Order, mengkonfigurasi semua IP sesuai VLSM yang sudah dirancang, dalam alokasi waktu 2 sesi (16 JP) | File .pkt (Packet Tracer) berisi topologi terbangun + semua IP terkonfigurasi; Tabel IP Plan final dalam format .xlsx atau .docx
|
P (20%): Review tabel VLSM sebelum implementasi; K (60%): Rubrik 6-aspek (lihat Bagian 4.6); S (20%): Kerapian topologi + kepatuhan prosedur langkah kerja |
| 6 | TP-6 | Network Engineer / QA Tester melakukan acceptance testing setelah deployment: menjalankan serangkaian uji konektivitas dan troubleshooting untuk memastikan jaringan berfungsi sesuai spesifikasi | P: Interpretasi hasil ping/traceroute, metodologi troubleshooting jaringan (top-down/bottom-up/divide-and-conquer); K: Menjalankan perintah pengujian, membaca output, mendiagnosis masalah, mengeksekusi perbaikan; S: Sistematis, tidak menyerah saat gagal, dokumentatif | 1. Siapkan checklist pengujian berdasarkan spesifikasi; 2. Lakukan ping dalam segmen; 3. Lakukan ping antar segmen; 4. Lakukan traceroute; 5. Jika gagal: identifikasi layer masalah (L1/L2/L3); 6. Perbaiki; 7. Uji ulang; 8. Dokumentasikan semua temuan | Setting: NOC Testing Station. Peran siswa: QA Network Engineer yang menerima hasil deployment dari tim lain (atau menguji hasil sendiri). Skenario: Siswa menerima "laporan deployment" dan harus memverifikasi bahwa semua spesifikasi teknis terpenuhi; masalah yang ditemukan harus dicatat dalam format trouble ticket | Laporan evaluasi jaringan: hasil ping/traceroute (screenshot), daftar masalah yang ditemukan (trouble ticket format), solusi yang diterapkan, dan status akhir (pass/fail per titik uji) | P (20%): Kemampuan menjelaskan interpretasi hasil traceroute; K (60%): Kelengkapan pengujian + ketepatan troubleshooting; S (20%): Dokumentasi real-time (mengisi lembar pengamatan selama proses, bukan sesudahnya) |
| 7 | TP-7 | Network Engineer / Technical Writer menyusun as-built documentation sebagai bukti penyelesaian proyek yang diserahkan kepada klien dan disimpan sebagai referensi tim IT | P: Standar dokumentasi jaringan (komponen wajib as-built doc), konvensi penamaan, format diagram logis; K: Membuat tabel IP plan final, menggambar diagram topologi logis menggunakan Draw.io, menyusun catatan konfigurasi; S: Rapi, konsisten dalam format, berorientasi pada keterbacaan dokumen oleh orang lain | 1. Kumpulkan semua data: tabel IP plan final + screenshot topologi; 2. Susun halaman judul + identitas proyek; 3. Tuliskan tabel IP plan final yang sudah diverifikasi; 4. Gambar diagram topologi logis (bukan fisik); 5. Tulis catatan konfigurasi ringkas; 6. Review: bisakah engineer lain membaca dan memahami dokumen ini tanpa penjelasan tambahan? | Setting: Documentation & Handover Session. Peran siswa: Technical Document Writer yang menyiapkan paket serah terima proyek. Skenario: Siswa menyerahkan dokumen as-built kepada guru (berperan sebagai Kepala IT klien) dalam sesi formal 30 menit; guru dapat mengajukan pertanyaan teknis berdasarkan isi dokumen | Dokumen as-built dalam format .docx atau .pdf: (1) Halaman identitas proyek, (2) Tabel IP plan final, (3) Diagram topologi logis, (4) Catatan konfigurasi ringkas — siap untuk diserahkan kepada klien
|
P (20%): Kemampuan menjawab pertanyaan teknis klien berdasarkan isi dokumen; K (60%): Rubrik kelengkapan dan kualitas dokumen as-built; S (20%): Profesionalisme dalam sesi serah terima (penampilan, komunikasi, kesiapan dokumen) |
Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari
| Kesalahan Umum | Contoh Konkret | Perbaikan |
|---|---|---|
| Aktivitas masih teoritis | "Menjelaskan pengertian VLSM kepada teman" sebagai aktivitas utama | "Menghitung tabel VLSM untuk 5 segmen jaringan secara manual, diverifikasi dengan IP calculator, dalam waktu 60 menit" |
| Tidak menghasilkan output | Diskusi kelompok tentang perbedaan VLSM dan FLSM tanpa produk akhir | Diskusi → mengisi worksheet perbandingan → mengambil keputusan metode mana yang dipilih → justifikasi tertulis |
| Tidak ada standar penilaian | "Buatlah tabel IP plan" tanpa kriteria | "Susun tabel IP plan untuk 4 segmen menggunakan VLSM: semua kolom wajib terisi, tidak ada overlap, gateway menggunakan host pertama, dikumpulkan dalam 90 menit" |
| Tidak menyerupai dunia kerja | Siswa mengerjakan soal subnetting dari buku halaman 45 | Siswa menerima Work Order fiktif dari "klien", menghitung VLSM, membangun topologi, menguji, dan menyerahkan laporan dalam format serah terima proyek |
| Pengujian diabaikan | Implementasi dianggap selesai begitu konfigurasi diketik | Implementasi baru selesai setelah seluruh checklist pengujian dicentang: ping dalam segmen ✓, ping antar segmen ✓, traceroute ✓, laporan evaluasi selesai ✓ |
| Dokumentasi dikerjakan setelah selesai | Siswa mengisi lembar pengamatan dari ingatan di akhir sesi | Lembar pengamatan diisi real-time selama praktik berlangsung — setiap langkah selesai, langsung dicatat |
| Kesalahan kritis SMK SBI: Salah interface WAN | Siswa mengarahkan konfigurasi WAN ke ether1 saat praktik di perangkat nyata sekolah
|
Selalu gunakan wlan1 sebagai interface WAN di MikroTik SMK SBI — internet masuk via wireless station mode, bukan port ethernet
|
Catatan Pengembangan
- Integrasi TEFA: Unit 3 sangat potensial untuk dikembangkan menjadi proyek TEFA — siswa dapat menawarkan jasa perancangan jaringan kepada unit usaha di lingkungan sekolah atau UMKM sekitar Grobogan dengan menghasilkan dokumen as-built yang sesungguhnya dapat digunakan.
- Pengembangan ke IPv6: TP-1 saat ini baru menyentuh format IPv6 di level klasifikasi. Pada iterasi berikutnya, perlu ditambahkan TP tersendiri untuk perancangan pengalamatan dual-stack (IPv4 + IPv6) agar selaras dengan tren industri yang semakin mengadopsi IPv6.
- Pemanfaatan Infrastruktur Sekolah Nyata: Untuk TP-5 dan TP-6, siswa yang sudah mahir dapat ditantang untuk merancang ulang skema pengalamatan jaringan hotspot SMK SBI yang aktual (menggunakan data nyata dari MikroTik RB4011iGS+) sebagai pengayaan — ini akan membuat pembelajaran menjadi sangat kontekstual dan bermakna.
- Asesmen Portofolio: Seluruh output dari Unit 1–3 (tabel audit, worksheet kebutuhan, tabel VLSM, dokumen analisis, file .pkt, laporan evaluasi, dan as-built doc) dapat dikompilasi menjadi portofolio kompetensi pengalamatan jaringan yang bisa ditunjukkan saat siswa mengikuti PKL atau wawancara kerja.
- Kolaborasi Lintas Program: Dokumen as-built yang dihasilkan siswa AIJ dapat menjadi input nyata bagi proyek siswa Multimedia (yang membutuhkan jaringan untuk studio produksi) atau siswa OTKP (yang membutuhkan jaringan kantor) — membuka peluang kolaborasi antar program keahlian yang memperkuat ekosistem TEFA sekolah.