Jump to content

E-Rapor SMK: Cetak Buku Induk

From Wiki
Revision as of 09:32, 21 December 2025 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "'''Cetak Buku Induk''' adalah fitur dalam aplikasi manajemen penilaian e-Rapor SMK yang berfungsi untuk menghasilkan dokumen rekam jejak akademik peserta didik secara komprehensif dalam format ''Portable Document Format'' (PDF). Dokumen ini memuat data identitas siswa, rekapitulasi perkembangan nilai rapor dari semester awal hingga akhir, perkembangan nilai ekstrakurikuler, serta rekapitulasi kehadiran siswa,. Fitur ini merupakan bagian dari modul pengelolaan dokumen akh...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Cetak Buku Induk adalah fitur dalam aplikasi manajemen penilaian e-Rapor SMK yang berfungsi untuk menghasilkan dokumen rekam jejak akademik peserta didik secara komprehensif dalam format Portable Document Format (PDF). Dokumen ini memuat data identitas siswa, rekapitulasi perkembangan nilai rapor dari semester awal hingga akhir, perkembangan nilai ekstrakurikuler, serta rekapitulasi kehadiran siswa,. Fitur ini merupakan bagian dari modul pengelolaan dokumen akhir yang dapat diakses oleh Administrator dan Wali Kelas.

Konfigurasi dan Prasyarat

Sebelum proses pencetakan Buku Induk dapat dilakukan, terdapat serangkaian pengaturan teknis yang wajib diselesaikan oleh administrator sistem untuk memastikan validitas tampilan data:

  • Pengelompokan Mata Pelajaran (Grouping Mapel): Administrator harus melakukan pengelompokan mata pelajaran apabila terdapat perubahan kode atau nama mata pelajaran pada semester yang berbeda (misalnya perubahan dari "Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan" menjadi "Pendidikan Pancasila"). Proses ini wajib dilakukan sebelum pencetakan agar nilai terdistribusi dengan benar dari semester 1 hingga akhir.
  • Pemetaan Mata Pelajaran (Mapping Mapel): Pengguna harus mengatur nama mata pelajaran yang akan ditampilkan pada dokumen serta urutannya melalui menu Mapping Mapel.
  • Pengaturan Halaman: Sebelum mencetak, pengguna perlu menentukan ukuran kertas (umumnya A4), margin (batas kiri, kanan, atas, bawah), serta opsi penyertaan tanda tangan kepala sekolah dan wali kelas pada dokumen.

Proses Pencetakan

Proses pencetakan Buku Induk difasilitasi melalui menu "Buku Induk & TNR". Aplikasi menyediakan dua metode pembuatan dokumen:

  1. Cetak Langsung: Mengunduh file Buku Induk seluruh siswa dalam satu kelas ke dalam satu file PDF gabungan.
  2. Generate per Siswa: Menghasilkan file PDF secara individual untuk setiap siswa, yang kemudian dapat diunduh melalui tautan yang tersedia pada kolom "File Buku Induk Siswa".

Fitur ini dapat dijalankan oleh dua peran pengguna:

  • Administrator: Memiliki akses penuh untuk mengelola referensi data, melakukan setting tampilan, dan mencetak Buku Induk untuk seluruh kelas.
  • Wali Kelas: Memiliki kewenangan untuk mencetak Buku Induk khusus untuk siswa yang berada di dalam kelas binaannya.

Konteks dalam Cetak Dokumen Lain

Cetak Buku Induk merupakan salah satu komponen dari sistem pelaporan dan pencetakan dokumen dalam ekosistem e-Rapor SMK. Selain Buku Induk, aplikasi ini memfasilitasi pencetakan berbagai dokumen akademik lainnya, antara lain:

  • Leger Nilai: Rangkuman nilai rapor siswa yang disajikan dalam format file Excel, yang dapat diunduh per semester atau untuk seluruh semester.
  • Pelengkap Rapor: Dokumen yang berisi halaman sampul depan, identitas sekolah, identitas siswa, dan halaman belakang rapor.
  • Transkrip Nilai Rapor: Rekapitulasi nilai rapor siswa dari semester awal hingga akhir yang disusun berdasarkan mapping mata pelajaran tertentu.
  • Rapor P5 dan PKL: Dokumen khusus yang melaporkan capaian Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan nilai Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Keterbatasan Teknis

Kualitas dan kelengkapan data pada Buku Induk sangat bergantung pada input data referensi. Jika pengaturan seperti logo sekolah, kop sekolah, atau tanggal rapor belum dilengkapi oleh administrator pada menu referensi, proses pencetakan dokumen terkait (seperti transkrip yang memiliki format serupa) dapat mengalami kegagalan atau error. Selain itu, ketidaksesuaian dalam proses grouping mata pelajaran dapat menyebabkan nilai mata pelajaran tertentu tidak tampil atau kosong pada dokumen akhir.