J.611000.001.01: Merancang dokumen survei teknis

Perancangan dokumen survei teknis merupakan tahap awal yang kritis dalam siklus hidup pengembangan jaringan (NDLC) atau metodologi desain jaringan Top-Down. Dokumen ini berfungsi sebagai instrumen formal untuk mengumpulkan data mengenai tujuan bisnis, persyaratan teknis, karakteristik lalu lintas, dan kondisi infrastruktur yang ada ( existing network ) sebelum implementasi teknologi dilakukan. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa desain jaringan yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan skalabilitas, ketersediaan, kinerja, dan keamanan organisasi.
Analisis Tujuan dan Kendala Bisnis
Bagian pertama dari dokumen survei teknis difokuskan pada pemahaman tujuan strategis organisasi. Menurut metodologi Top-Down Network Design , analisis teknis harus didahului oleh analisis tujuan bisnis untuk menghindari desain yang tidak relevan dengan kebutuhan organisasi.
- Identifikasi Tujuan Utama: Survei harus memuat pertanyaan untuk mengidentifikasi tujuan bisnis utama proyek, kriteria keberhasilan yang didefinisikan oleh pemangku kepentingan, dan konsekuensi jika proyek gagal.
- Ruang Lingkup Proyek: Dokumen harus membatasi apakah proyek mencakup segmen jaringan tunggal, LAN, WAN, atau seluruh jaringan perusahaan (enterprise network).
- Kendala Bisnis: Survei perlu mengidentifikasi batasan non-teknis, termasuk anggaran ( budget ), jadwal proyek ( scheduling ), ketersediaan staf, serta kebijakan dan politik internal kantor yang dapat memengaruhi adopsi teknologi.
Analisis Tujuan Teknis
Bagian ini dirancang untuk menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi spesifikasi teknis yang terukur.
- Skalabilitas: Survei harus mencatat rencana pertumbuhan jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (2 tahun), termasuk penambahan situs, pengguna, dan server.
- Ketersediaan (Availability): Dokumen harus meminta spesifikasi uptime yang diharapkan (misalnya 99,99%) serta metrik Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR). Perbedaan antara ketersediaan (sistem dapat dijangkau) dan keandalan (sistem berfungsi tanpa kegagalan) juga harus diperjelas.
- Kinerja Jaringan: Survei harus mencakup kriteria kinerja seperti throughput , akurasi, efisiensi, delay (latensi), dan variasi delay ( jitter ). Throughput didefinisikan sebagai jumlah data bebas kesalahan yang ditransmisikan per unit waktu, sedangkan latensi adalah waktu antara inisiasi transaksi dan respons pertama.
- Keamanan: Identifikasi aset jaringan yang harus dilindungi (perangkat keras, perangkat lunak, data, kekayaan intelektual) dan analisis risiko keamanan harus dicantumkan. Kepatuhan terhadap regulasi seperti GDPR atau standar ISO 27001 juga menjadi bagian dari penilaian risiko.
Karakterisasi Jaringan yang Ada (Existing Network)
Untuk jaringan yang bukan merupakan instalasi baru (greenfield), survei teknis harus mencakup audit terhadap infrastruktur yang sedang berjalan untuk menetapkan garis dasar (baseline) kinerja.
- Peta dan Topologi: Dokumen harus memfasilitasi pembuatan peta logis dan fisik yang menunjukkan lokasi perangkat utama, segmen jaringan, dan pengalamatan IP.
- Audit Pengalamatan dan Penamaan: Survei mencakup strategi pengalamatan (publik/privat, statis/dinamis) dan penamaan (DNS) yang digunakan saat ini.
- Kabel dan Media: Inventarisasi tipe kabel (tembaga, serat optik), panjang kabel, dan lokasi lemari telekomunikasi harus dicatat. Survei lokasi nirkabel (wireless site survey) juga diperlukan untuk mengidentifikasi cakupan sinyal dan interferensi RF.
- Kesehatan Jaringan: Survei harus mengukur parameter kesehatan jaringan saat ini, termasuk utilitas bandwidth, tingkat kesalahan (seperti CRC errors), dan tabrakan (collisions) pada segmen Ethernet.
Analisis Lalu Lintas Jaringan (Traffic Analysis)
Bagian ini bertujuan untuk mengarakterisasi aliran dan beban lalu lintas aplikasi untuk menentukan kapasitas yang dibutuhkan.
- Identifikasi Sumber dan Tujuan: Survei harus memetakan komunitas pengguna (user communities) dan penyimpan data (data stores) atau server utama.
- Karakteristik Aliran: Lalu lintas diklasifikasikan berdasarkan jenis aliran, seperti client/server, peer-to-peer, atau distributed computing. Arah dan simetri aliran data (bidireksional simetris atau asimetris) juga harus didokumentasikan.
- Persyaratan Quality of Service (QoS): Aplikasi harus dikategorikan berdasarkan fleksibilitasnya terhadap ketersediaan bandwidth dan sensitivitas terhadap delay. Standar ATM Forum atau IETF dapat digunakan untuk mengklasifikasikan lalu lintas, seperti Constant Bit Rate (CBR) untuk aplikasi suara/video yang memerlukan delay rendah.
Metodologi Pengumpulan Data
Dalam merancang dokumen survei, berbagai teknik elisitasi kebutuhan dapat diterapkan:
- Wawancara: Teknik umum yang dapat berupa wawancara tidak terstruktur, terstruktur, atau semi-terstruktur untuk mengumpulkan data kualitatif dari pemangku kepentingan.
- Kuesioner: Digunakan untuk mengumpulkan data dari banyak pemangku kepentingan secara efisien, meskipun terbatas dalam kedalaman informasi.
- Observasi dan Analisis Dokumen: Pengamatan langsung terhadap lingkungan operasional dan analisis dokumentasi sistem yang ada.